FF & Cerpen,

Para Pengabdi Mantan (Bagian – 4)

Temaram lampu kamar  mampu membingkai bayangan gue hingga lebih tinggi dan lebih besar dari kenyataan. Hari-hari entah sudah berjalan berapa lama, gue seperti lupa ingatan karena melakukan kesibukan yang sama setiap hari.
 

Cuma kalender di ponsel yang membantu mengingat semuanya dan ternyata sudah hari Sabtu lagi aja, sebagai generasi kekinian, apa perlu gue bilang omaigat, omaigat, dan o-em-ji berulang kali. Hari ini gue lagi sakit, tidur seharian dan males makan. Giliran udah malem, kebangun gak bisa tidur dan kelaperan. Dasar manusia!

 
Buka kulkas …
 
Cuma ada kurma, baru makan 3 biji keinget Padang Pasir. Kalau makan 3 biji lagi, roman-romannya gue mungkin bakalan mimpi main monopoli sama Raja Salman.
 
-___- !! ??
0no comment
Status Update,

Maah… Curhat Dooong Maah…

 

Foto Dessy Achieriny.

Ada inbox masuk begini, ikutan sedih bacanya, curhatan-curhatan seperti ini membuat saya beribu-ribu kali berpikir. Padahal saya bukan Mamah Dedeh dan A,a yang sedang bikin acara “Curhat doooong mah” namun entah kenapa banyak orang yang menanyakan hal ini. Beberapa hal yang saya syukuri, setidaknya saya bisa mendapatkan pembelajaran, ikut menggali dari pengalaman banyak orang, karena pepatah lama bilang bahwa guru terbaik adalah pengalaman, lalu tugas kita adalah memetik hal baik dari pengalaman itu sendiri. Baik yang kita punya, maupun pengalaman pahit orang lain.

Sejujurnya kerapkali saya selalu mengatakan di beberapa postingan terdahulu, bahwa kehidupan adalah sebuah pilihan. Saya sama sekali tidak berhak memilihkan satu pilihan di dalam kehidupan orang lain. Karena yang paling berhak untuk memilih adalah kalian sendiri. Pilihan paling baik adalah pilihan yang diambil tidak sedang dalam keadaan emosi. Namun, jika ada sebuah pertanyaan seperti demikian ditujukan kepada saya, bukan berarti saya sedang memilihkan sebuah pilihan, saya hanya memberikan pendapat ketika saya kelak berada dalam posisi yang sama, dan itu adalah pendapat untuk pilihan saya sendiri, sebab kehidupan mbak dan saya tentu perjalanannya tidak akan sama.

0no comment
Puisi,

Rindu Itu Tidak Berat Dilan

Jika Dilan bilang rindu itu berat, mungkin Dilan sedang membawa satu sampai dua ton kata-kata yang disembunyikan dari pikiran-pikirannya yang tertunda.

Ah, seandainya kata-kata tak pernah disembunyikan, maka ia akan menguar dalam sebuah tulisan diantara daun-daun jendela yang terbuka bersamaan dengan masuknya udara dan kumandang suara adzan Isya.

0no comment
Film,

Siap Gendeng Bersama Wiro Sableng Kapak Naga Geni 212

Lama rasanya tak berguru melihat sosial media, sedikit semedi dari dunia maya membuat saya langsung seperti hilang dari peradaban hiburan tanah air, namun waktu yang berharga ini ditukar dengan beralih mengarungi perjalanan mencari kitab suci piknik buat kepala. Mumpung anak-anak liburan dan papanya anak-anak cuti, jadi agenda kehidupan berubah, sedikit mengambil jalur berbahaya yaitu mulai pencitraan sekedar mendapatkan foto Instagram-able dan kenangan yang numpuk satu-satu sebagai buah cerita paling panjang.

Sempet rada kaget juga pas buka sosmed, terpampang teasernya “Wiro Sableng” diperankan oleh Vino G Bastian.

Arrgghhh… Gilaaaak… ini cerita dari buku favorite saya semasa jaman rikiplik saat masih suka ngenyot es kiko.

Muntah-muntah kemarin karena kecapean dan harus disuntik, sama sekali saya gak rasain ketika ngeliat teasernya, badan seolah menjadi prima. Hati terus saja terusik untuk mikir, “Ini… Seriusan.. Film Wiro Sableng melibatkan 21th Fox Century???”

11 comment