Skip to content

Serupa Aku

Serupa Aku

Serupa Aku
Kata itu mengeras dalam makna,  namun melaju kaku, simpul senyum terikat seakan kuat hilang pecah berhamburan.. Bagai kapal yang berlayar terlupa darat, pelabuhan dingin pada diriku tercermin lusuh. Heran. Rusak hati rusak jiwa, petakalah semesta hari. Sukmaku riuh dalam tanya, ada rahasia di balik rahasia.


Merambat tengah malam aku masih diperaduan, hujan mengasuhnya dalam dingin. Ingin kutulis rasa dalam sobekan-sobekan daun jati, dialirkan ke semesta hari supaya ia dapat mengerti. Cinta itu apa? Sumpah serapah serupa aku.


 Mataku memerah karena lelah, karena tangis, karena rindu serupa aku. Kututup sajalah semua peristiwa tanpa meninggalkan jejak kemarau lama yang membuat hatiku menggelepar dalam jiwa-jiwa yang terbakar.
 
 
Published inPuisi

2 Comments

  1. puisi"nya keren banget.. boleh aku share puisi"nya??

  2. Terimakasih.. Silahkan di share, tapi tetap sertakan inisial nama saya dalam puisinya. Salam puisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *