Sajak Dalam Secangkir Kopi

Sajak Dalam Secangkir Kopi

Aku mencari rindu yang hilang di permukaan, kuharap cinta menguatkan kita dari hal itu. Dijariku semua tertulis segalanya. Ada wangi kopi robusta yang kutelan lekat-lekat. Kuharap seiring waktu percakapan kita tak pernah menjadi mahal. Kubalikkan saja semua waktu dan kenangan jadi satu, kubungkus dan kubuang jauh-jauh.

Cinta itu disana. Dipermukaan cangkir yang kutuang dengan cara yang sederhana dan tersenyum padamu seperti biasa. Kopi dicangkir hampir habis, mendekati ampas yang terkadang tertelan dan membuatku terbatuk-batuk, namun kuharap percakapan kita tak pernah selesai.

Pagi ini aku sengaja melukis bulan disamping lukisan berkabut, lalu kutulis syair berdampingan disisi kiri, satu bait puisi untukmu tercipta hanya dengan secangkir kopi. Sajak manis yang kugubah hanya dengan satu pena, secangkir kopi dan kenangan mencipta romansa.

 
Dessy, Bekasi

2 thoughts on “Sajak Dalam Secangkir Kopi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *