Stand Up Comedy Indosiar Pecahkan Saja Tawanya Biar Ramai–Biar Mengaduh Sampai Gaduh

Stand Up Comedy Indosiar Pecahkan Saja Tawanya Biar Ramai

“Tertawa merupakan bagian dari bahagia. Bahagia yang seperti apa? Bahagia yang paling murah dan paling mudah untuk dilakukan.”

Menertawai kelucuan semakin pecah berantakan di rumah, ketika stasiun TV Indosiar menggebrak dengan menayangkan Stand Up Comedy ke ranah televisi dalam Stand UP Comedy Academy (SUCA) yang telah tayang perdana di hari senin (5/10). Kemeriahan dan suka cita para pemirsa setia indosiar di rumah merupakan batu loncatan yang mampu membuat nama stasiun TV Indosiar lebih hangat diperbincangkan, sekaligus mendapatkan sambutan positif tidak hanya bagi kalangan anak muda saja, namun merambah ke segala umur.

Selain itu, jam tayang di pukul 8 malam inilah yang menjadi magnet penting suksesnya sebuah acara bagi tayangan yang cocok menghibur di kala lelah seharian beraktifitas. Kita akan kupas tuntas tentang Stand Up Comedy Academy di sini, menggali lebih dalam, lebih rinci dan lebih kecil dari butiran nano. Hangatnya suasana kekeluargaan di rumah tidak akan garing lagi atau bahkan disajikan menjadi semakin apik apabila ditemani dengan lawakan mengocok perut dari punchline-punchline yang akan dilemparkan oleh 24 komika yang telah melewati audisi di beberapa tempat oleh Indosiar yang dianggap sebagai komika terbaik dan akan terus disaring melalui kompetisi SUCA.

Para komika terbaik yang terpilih akan dibagi menjadi beberapa group, masing-masing group terdiri dari 6 orang, 5 orang yang akan bertahan dan satu orang yang harus rela gantung mic. Mereka akan terus berkompetisi setiap hari dari senin sampai kamis hingga menemukan jagoan 3 besar di Grand Final dengan menghempaskan 21 komika lainnya—Rela dan tidak rela mereka yang tidak mampu bertahan dan memukau harus Gantung Mic.

Stand up comedy—Lucunya tuh di sini—Grrr!!!

Stand Up Comedy Academy 2015, Episode 1. Edisi Senin, 05/10/2015. Menampilkan komika Lolox dari Medan, Musdalifah dari Pinrang, Otnamree dari Semarang, Awan dari Jakarta, Melon dari Jakarta dan Ephy dari Kupang. Sebagai Opener di episode awal, buat saya lolox berhasil banget bikin saya ngakak guling-guling kemudian salto ke kiri dan ke kanan, dengan ciri khas logat medan dengan tubuh suburnya yang memang tidak main-main juga besarnya, saya rasa pantas diberikan 4 jempol karena sukses melempar jokes yang gokil gila-gilaan dengan materi dan karakter yang kuat dalam diri lolox, walau pun memang ada sedikit part anyep dan garing namun lolox tanggap dan langsung cepat mengalihkan ke slide berikutnya, ini adalah trik juga bagi para komika supaya jokes yang dirasa kurang sampai ke penonton tidak gantung di tengah jalan, namun aksi panggung, delivery, behaviroal jokes, catch phrase dan close line dari lolox tetap bikin pecah studio Indosiar.

Lalu, siapa saja kontestan yang berhasil maju untuk tetap mendapatkan pelatihan dari mentor Daned Kumara Gustama, Gilang Bhaskara, Isman HS, Mosidik dan Arief Didu? Mentor Arief Didu ini adalah salah satu mentor yang seringkali kena sentilan kecil karena tahun kelahirannya yang hampir sama dengan zaman Dinosaurus. Di grup 1 meloloskan Lolox, komika dari Medan, Ephy NTT, dan Musdalifah Basri asal Pinrang. Grup 2 diwakili Benidictus Siregar (Yogyakarta), Newendi Septian (Lampung), dan Pandu Winoto (Tegal). Di Grup 3 ada Mas Cemen (Brebes), Popon (Medan), dan Lufi Ipul (Tegal). Terakhir, yang maju dari Grup 4 adalah Denny Gitong dari Jakarta, Ricky Wattimena (Ambon), dan Yudha Keling (Jakarta). Musdalifah Basri menjadi satu-satunya kontestan wanita di ajang SUCA pertama ini. Mudalifah juga diharapkan akan menjadi salah satu figur yang mampu mendongkrak dan melahirkan komika-komika wanita lain yang dapat memeriahkan ranah Stand Up Comedy.

Juri di kompetisi SUCA ini tidak perlu diragukan lagi, karena mereka adalah tokoh yang telah expert dibidangnya masing-masing, tidak hanya Eko Patrio, Soimah Pancawati dan Abdel Achrian saja namun Indosiar pun menggaet mesra nan manja juri tamu yang memang mempunyai julukan jagoan-jagoan ngocol Stand Up Comedy seperti Raditya Dika, Ernest Prakarsa, Panji pragiwaksono, Ge Pamungkas, dan si onta Arab Kemal. Serta dipandu oleh Host seperti Andika Pratama, inget ya! Andika Pratama… bukan Andika Kangen Band *Jreeng, lalu host lainnya ada Gading Martin dan Gilang Dirga yang keseluruhan dari mereka memang cukup mempunyai jiwa humor yang tinggi, terbukti ketika mereka ditantang untuk berperan aktif membawakan Stand Up di beberapa session di SUCA mampu membuat penonton pecah kompryang berhamburan dan Grr-nya berantakan,

Indosiar memang sengaja memecah tawa para pemirsa setianya di jam 8 malam hingga mendapatkan sambutan positif baik itu secara langsung, maupun tidak langsung dari dunia maya, dunia persilatan, dan dunia ghaib.

Jika Cinta dan Rangga reunian dan dihadirkan di SUCA, mungkin keduanya akan mengatakan:

“Pecahkan saja tawanya, biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh.”

Saya mengenal Stand Up Comedy bermula ketika acara Family Gathering Kantor, MC-nya adalah salah satu komika yang memang sudah memiliki jam terbang di Stand Up Comedy cukup tinggi. Awal dari ketertarikan inilah akhirnya saya mencoba mengenal lebih jauh tentang,

“Apa sih Stand Up Comedy itu?”

Stand Up Comedy itu sendiri adalah salah satu genre profesi melawak dengan membawakan sebuah topik lawakannya seorang diri di atas panggung. Topik yang diangkat biasanya diambil dari keresahan yang ada di masyarakat, tentang keburukan diri sendiri yang dijadikan jokes dll. Stand Up merupakan seniman yang jenuh dengan keadaan, namun dengan adanya kreatifitas yang dibungkus dalam kemasan cerdas dan jujur, kumpulan ide yang tertuang, kemudian satu persatu diangkat untuk dijadikan satu topik yang lucu. Komunitas Stand Up di berbagai daerah kini juga sudah mulai tumbuh menjamur, namun tidak ada hubungannya dengan jamur kulit seperti panu, kudis, kadas dan kurap. Tapi jika ditelisik lebih jauh Stand Up Comedy segi positif yang mampu ditarik adalah mampu membuat generasi muda kaya akan karya dan lebih kreatif.

Jangan coba-coba mengganti channel TV di rumah saya ketika acara ini berlangsung, karena dengan sigap dan cepat saya akan merubah kembali ke Indosiar melebihi kecepatan cahaya. Setiap komika memiliki karakter yang berbeda-beda dengan logat dan gaya mereka yang khas. Agak takjub ketika komika yang lengkapnya bernama Saipul dari Tegal ini menggandeng salah satu penonton yang lumayan manis, Ipul adalah salah satu komika yang mempunyai karakter kuat, kocaknya dapet banget, konsisten tanpa ekspresi, style yang memang agak ling-lung, muka standar dengan gaya yang datar banget, lebih datar dari layar TV LCD tetap sukses menggoyang perut. Komika ipul ini seringkali asik ngegombalin Kelly. Ditambah lagi ketika Kelly di setting datang oleh Tim Kreatif Indosiar untuk mensupport Ipul di SUCA, ada lucunya, ada mirisnya juga, bahagia buat Ipul tapi bencana buat Kelly.

Ada komika Dodit Mulyanto dengan kumis tipisnya setipis tempe yang beli di abang gorengan dan masih banyak komika lain yang juga memiliki ciri khas yang melekat. Di stand up comedy  kita kelak akan diajak mengenal yang namanya premis, punch, punchline dll. Serta tekhnik-tekhnik  dalam Stand Up, diantaranya:  One liner atau bit cepat, gimmick, impersonation, comparisons, rule of three, riffing, heckler, act out, jika dirasa masih asing dengan istilah pengertian tekhnik Stand Up di atas selebihnya coba google sendiri, please. Gak usah manja!

Stand Up Comedy Academy dipastikan melahirkan komika-komika berkualitas dan handal karena sistem formasi eliminasi yang ditentukan oleh juri tanpa vote SMS. Selain istilah gantung mic, di SUCA dikenal juga istilah ambil mic, jadi para komika yang telah gantung mic diberikan kesempatan untuk ambil mic kembali dan berkompetisi bersama komika lainnya. Pada tgl 22 Oktober 2015, dua komika yang diberi kesempatan ambil mic lagi berdasarkan kesepakatan para juri adalah Heri Hore dan Falah Akbar. Memasuki minggu terakhir program reality comedian  indosiar pada hari senin 9 November 2015 merupakan babak 7 besar, kemudian pada tanggal 10 November 2015 tersisa 6 komika. Di episode babak 6 besar dua komika harus gantung Mic, sehingga pada tanggal 11 November 2015  tersisa 4 Komika di babak 4 besar. Malam Grand Final kompetisi semakin mengerucut hingga tersisa 3 komika diantaranya Cemen Brebes, Musdalifah Pinrang, terakhir Ephi NTT.

Ketiga nama tersebutlah yang nantinya pada acara puncak, akan beradu kekonyolan dengan strategi pertahanan guna menjadi sang pemenang. Sebelumnya, pada babak 4 besar, Yudha Keling bersama Musdalifah masuk pada babak zona tidak aman, akan tetapi para juri lebih memilih Musdalifah untuk masuk pada babak selanjutnya, grand final Stand Up Comedy Academy (SUCA) 2015 di Indosiar. Ternyata diantara dewan juri banyak perbedaan waktu memilih musdalifah. Misalnya saja, beberapa dewan juri beranggapan jika aksi panggung Yudha keling bagaikan robot Transformer yang agak kaku dan berat, sehingga ia pantas untuk gantung mic. Namun, Soimah berkata lain, jika Yudha sudah tampil maksimal dan hanya masalah soal rejeki.

Seperti Soimah yang menjagokan Cemen dari Brebes namun tinggal di Cikarang dan penggemar fanatik Sazkia Gotic ini pun adalah termasuk jagoan saya di SUCA, sebab dari ekspresi, delivery, materi, over all pecah semua. Saya pun tanpa ragu mengusung Cemen sebagai jawara di SUCA yang pada akhirnya terpilihlah menjadi Jawara SUCA sebenarnya. 3 nama Komika babak Grand Final 13 November 2015 memilih:

  1. Cemen Cikarang – Pemenang Juara 1
  2. Ephy Satpam – Pemenang Juara 2
  3. Musdalifah Pinrang – Pemenang Juara 3

Ketiga finalis pemenang Stand Up Comedy Academy Indosiar berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebagai berikut :

  1. Juara 1 Stand Up Comedy Academy Indosiar Rp.100.000.000,-
  2. Juara 2 Stand Up Comedy Academy Indosiar Rp.50.000.000,-
  3. Juara 3 Stand Up Comedy Academy Indosiar Rp.25.000.000,-

Setelah acara ini berakhir Indosiar akan menampilkan komedian baru dalam acara Stand Up Comedy Club Indosiar, semoga semakin banyak tawa yang kian lepas dengan bebas. Buat para jomblo akut yang memang mukanya pas-pasan absurd yang bercita-cita punya cewek cakep sekelas Raisa mending belajar nge-Stand Up. Karena Stand Up bisa dijadikan profesi yang menjanjikan dan seru-seruan positif sambil berupaya ngarep ada cewek khilaf yang ikutan terpukau dengan aksi jokes ringan dari materi keresahan di lingkungan sekitar. Stand Up Comedy Academy Indosiar… memang lucunya tuh di sini—Grrr.

 

Dessyachieriny@yahoo.com
Twitter @dessyachieriny
Instagram @dessyachieriny

(Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Competition BlogSUCA – Indosiar)
Image sources — Google

4 thoughts on “Stand Up Comedy Indosiar Pecahkan Saja Tawanya Biar Ramai–Biar Mengaduh Sampai Gaduh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *