Skip to content

Ketika ada pertanyaan

Ketika ada pertanyaan apakah mencintai seseorang itu harus dikatakan?
Atau mengatakan rindu berkali-kali itu salah?
Apa tidak boleh merengek padamu untuk sekedar berpelukan dan bermanja-manja yang setiap hari saya lakukan itu tidak beralasan?
 
Setiap kepala saya yakin memiliki pendapat yang berbeda. Karena kadangkala sebelum hati menjawab, akal sudah lebih dulu mengeluarkan pendapat. Terlalu banyak hal akan membuat otak terlalu cepat berubah soal pendapat.
 
Bingung?
 
Serahkan pada hati.
 
Hati yang paling paham untuk menjawab mengenai hal itu.
 
Tapi hati juga punya  hak untuk tidak menjawab.
Kenapa?
Karena sebenarnya mata juga punya bahasa yang bisa diterjemahkan oleh hati tanpa harus repot berkata ini dan itu
 
Tapi, ingat.
 
Dari sekian banyak hati, ada beberapa hati yang diciptakan Tuhan untuk tidak peka.
 
Jadi, apa susahnya memberitahu.
 
Hujan saja punya percakapannya sendiri. Bahasa yang dipakai sesama mereka, cuma kita saja yang tidak mengerti.
 
Malam tidak pernah takut gelap, lalu kenapa kita takut untuk mengatakan sesuatu. Katakan saja sesuatu yang baik menurutmu dan Tuhan.
 
Sayang yang ditanam juga perlu banyak rindu sebagai cara untuk menyiram.  Kebanyakan orang setelah menikah kadang ia lupa atau memang sengaja lupa. Tapi nanti, ketika cintanya berubah menjadi layu, ya jangan salahkan siapa-siapa.
 
Namun alangkah bahagianya. Jika kita punya rindu yang banyak dengan cinta yang cuma satu. Cinta yang sah menurutmu, keluarga, masyarakat dan Tuhan.
 
Dan ketika cinta mulai lelah menanam pohon kehidupan, kita tanpa sadar akan mendongak ke langit. Sekedar bertanya tentang nasib. Walau sebenarnya kita sendiri pun tahu Tuhan itu dekat dan bisa mendengar tanpa harus lelah-lelah mendongak. Kau pikir Tuhan tak menjawabnya pertanyaanmu? Tuhan bahkan selalu menjawab selesai kau bertanya lewat doamu, yang kadangkala diperjelas dengan cara menyentil lewat masalah lebih dulu. Supaya kian paham, dunia itu tidak sesederhana yang kita pikir.
Masalah yang membuatnya rumit. Anggap saja masalah yang ada — Seperti bayangan.
“Jangan pernah takut dengan bayangan. Bayangan itu ada, hanya untuk menandakan bahwa cahaya ada diantaranya.”  
Percaya saja, semua masalah pasti ada jalan keluar. Kemudian selesai.
Dan cinta yang baik itu ada; sejauh apa pun kamu, sesibuk apa pun saya, selama apa pun kita bertengkar. Selain hati, kita masih punya mata. Mata kita terbuat dari buku. Buku yang mengajari kita bagaimana caranya cinta membaca dan menerjemahkan segala sesuatunya.
Dessy, Bekasi
Published inTulisan

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *