Skip to content

Junjung Adat Tegakkan Marwah

kakek
Foto kakek bersama Bupati Karimun (Aunnur Rafiq)
Saya banyak mengetahui mengenai adat istiadat, sejarah dan bagaimana perkembangan Karimun sejak dulu, dari sebelum dan setelah otonomi daerah oleh kakek (panggilan saya untuk mertua).
 
Kakek (Achmad Djambi – 74 Thn) adalah pensiunan Bea Cukai, Ketua Perkumpulan Haji tahun 2012, Anggota pengurus IPHI Karimun (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia), Calon Ketua Veteran Karimun, Wakil Ketua Lembaga Adat Melayu atau lebih dikenal dengan istilah LAM yang menjabat 2 Periode sejak tahun 2010-2015 & 2015-2020 dan diberi gelar Datuk Timbalan Setia Adat.
 
Di Karimun sendiri, Ketua Pembina Lembaga Adat Melayu diberikan gelar Datuk Setia Amanah. Sedangkan gelar Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) dijuluki Datuk Setia Adat, ujar kakek menjelaskan kepada saya diseling dengan canda tawa dan sedikit gurauan yang memecah keseriusan siang tadi.
 
Kegiatan dari Lembaga Adat Melayu sendiri amatlah beragam, diantaranya mengatur adat istiadat melayu sebagai mitra pemerintah dan menggali cagar budaya. Menggali, Membina dan Mengembangkan Adat dan Budaya di dalam Daerah Provinsi Kepulauan Riau yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan Pancasila sebagai azaz Negara Republik Indonesia. Menanamkan dan memperluas pengetahuan masyarakat Melayu terhadap Adat dan Budaya Melayu Kepulauan Riau dalam membentuk generasi penerus dll.
 
Langkah pasti lainnya yaitu ketika ada pembangunan di wilayah Karimun maka harus ada konfirmasi terkait juga dengan Lembaga Adat Melayu agar tidak menenggelamkan adat istiadat yang ada.
 
Pasar Puan Maimun
Pasar Puan Maimun
Nah, kali ini pagi-pagi sekali saya menuju ke Pasar Puan Maimun, pasar 3 lantai ini berdiri kokoh berada di daerah kolong. Dulu pasar di daerah sekitaran kecamatan karimun, berada di daerah Puakang, sekarang pindah ke Pasar Puan Maimun.
 
Pasar di sini penuh dengan aneka ikan laut yang beragam dan segar. Wajar saja karena daerah kepulauan, maka harga ikan dan aneka seafood lebih murah dan lebih banyak dari daerah kami di Bekasi.
 
Menurut berita yang dilansir dari Karimun sendiri, Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun telah mengambil alih pengelolaan Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang sejak selesai dibangun dikelola Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan.
 
mie lendir
mie lendir
Orang-orang ke pasar Puan Maimun sibuk belanja aneka sayur dan ikan, saya sibuk foto-foto untuk memperkenalkan kepada kalian semua pelosok daerah di sini. Lantai bawah di isi oleh para pedagang ikan, ayam, dan macam-macam lauk pauk. Sedangkan lantai 2 di isi oleh aneka penjual sayur mayur. Dan seperti pasar tradisional yang dikemas menjadi pasar modern lainnya, seperti biasa lantai 3 digunakan untuk food court.
 
Puas saya berkeliling pasar Maimun langkah kaki mengajak saya kemudian menuju ke Kedai Sinergi di daerah jalan Teuku Umar untuk sarapan Mie Lendir dan Nasi Lemak.
 
Mie lendir ini adalah makanan khas karimun, isinya perpaduan mie lidi, touge dan telur disiram bumbu kacang yang kental. Kenikmatan yang kita cicipi hanya ditukar dengan merogoh kocek 10 ribu rupiah per porsi.
 
Coastal Area
Coastal Area
Baliknya kami memutar arah mengelilingi Coastal Area dan Teluk Air. Ketika sore tiba kami berencana akan mengunjungi daerah Puakang untuk melihat ikan-ikan yang baru saja habis ditangkap nelayan dan dijajakan. Sedangkan keesokan harinya kita akan mengupas habis keindahan Pantai Pelawan.
 
Bukankah langkah kaki dirancang untuk selalu berjalan? Sedangkan mata digunakan untuk melihat lebih panjang?
Lalu hati?
Kita gunakan untuk menyelami hal baik dari apa yang terlihat saat tapak kaki berjalan dan berhenti.
Dessy, Karimun
Published inTravellingTulisan

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *