Skip to content

Menyapa Tanjung Balai Karimun

Tanjung Balai Karimun
Tanjung Balai Karimun
Apa yang kita cari dari sebuah perjalanan?
Tentang bagaimana langkah kaki menaklukkan alam?
Mencari banyak hal yang belum pernah kita ketahui?
Atau hanya untuk menjadi asing dari diri sendiri?
 
Keindahan semesta terlalu sayang buat saya jika hanya dihabiskan melihat dalam sebuah bidikan kecil lensa kamera. Untuk beberapa saat waktu terlama adalah dengan melihat pemandangan sekitar dan merekamnya di kepala. Setelah saya rasa cukup puas, maka kamera slr pun beraksi sebagai pengingat kenangan dan penolak lupa.
 
13697059_1136806816342784_7025420628519742283_n
Kami menginjakkan kaki di Tanjung Balai Karimun kemarin siang menggunakan pesawat citilink dan mendarat mulus di bandara Hang Nadim. Dari bandara, kita masih harus menempuh perjalanan laut kembali menggunakan Kapal Ferry Miko Natalia selama satu jam hingga sampai di pelabuhan Karimun. Lalu berlanjut dengan menempuh perjalanan darat sekitar 10 menit untuk sampai di Kelurahan Lubuk Semut.
 
Kelurahan lubuk semut ini berada di Kecamatan Karimun. Sedangkan kecamatan Karimun, meliputi : Kelurahan Lubuk Semut, Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kelurahan Tanjungbalai, Kelurahan Teluk Air, Desa Parit, Desa Tulang, Desa Parit Jernih. Unik-unik ya namanya.
 
Ketika kapal ferry hendak berlabuh, kita bisa melihat cantik dan megahnya bangunan Coastal Area yg berada di bibir laut tepat samping pelabuhan. Jepretan kamera tak mau kalah menyambut icon Karimun yang dibanggakan di daerah ini.
 
riau6
Sampai ditujuan, kami sudah disambut dengan harumnya gulai ikan asam manis, sate dan kuih muih. Disamping rumah kebetulan berdiri Cafe QS. Sehingga saya bisa berselancar ke dalam web pribadi menggunakan laptop sekedar menulis sederhana memanfaatkan wifi gratisan sambil sesekali menyeruput cappucinno dan roti prata.
 
Roti prata merupakan makanan khas yg saya cari ketika di Karimun selain dari mie lendir, mie siam, laksa, lendot, siput gonggong, es gunung, teh tarik dan aneka kuliner yang lain.
 
13669549_1136804759676323_6797858258873279813_n
Roti prata bermacam-macam rasanya, ada yang rasa daging, telur, sarden, keju dll. Namun saya justru paling suka makan roti prata kosong dengan harga seporsi 4 ribu rupiah, makannya di cocol kuah kari dan potongan ayam serta sambal. Ah, nikmat. Roti tissue juga tidak kalah menarik, bentuk yang dibuat semacam corong dengan taburan coklat keju, meses dan aneka rasa lain mampu menggugah selera dan pandangan kita ketika menyantapnya.
 
Kamu… Sudah pernah ke karimun????
Dessy, Bekasi.
Published inTravelling

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *