Skip to content

Surat Cinta Untuk Kang Indra

“Tuhan selalu punya cara membebaskan kita ke tempat yang terbaik”

 

Sore kemarin, saya dikagetkan dengan berita kepulanganmu, kang.

Rasa sedih menjalar tiba-tiba.

Kang, sejak dulu saya suka sekali membaca segala kicau yang kau tulis.

Kematian selalu membuat kita merindukan hal-hal yang kemarin, hal-hal apa saja yang membuat saya tertawa atas celotehan yang terkadang sama sekali tak perlu kita tertawai sambil sesekali dada saya sesak mengingatnya.

Kamu orang pertama yang membuat saya semangat menulis, orang yang sama sekali saya tidak pernah kenal sebelumnya, namun mengatakan bahwa semua tulisan saya seharusnya pantas memiliki followers ribuan, padahal saat itu saya hanya memiliki folowers yang masih puluhan.

Pujian sepele namun memiliki banyak sekali perubahan dalam dunia tulisan di kepala saya.

Semoga mata yang terpejam yang seharusnya gelap, kelak membuatmu menemukan sebuah terang yang lain.

Seterang tulisanmu…

 

Kesepian dikekalkan waktu, detik—detik menjalari sekujur tubuh. Beku kematian yang ditunggu hanya serupa senja sayu, singgah di jendela kayu lalu berlalu membawa bisu.

Bunda, kapan kepulangan tiba?

Aku merindukan sebuah perjalanan menuju titik cahaya, selasar mimpi kini tak lagi serupawan dulu, semua berwajah tanda tanya. Aku telah dikekalkan kesepian, bunda.

Dan musim-musim pembawa lupa pun telah sampai ke kepala-kepala mereka.

Lalu aku?

Bunda, kapan kepulangan tiba.

Lelaplah bersama puisimu, sebab segala yang hidup seperti katamu:

“Tak ada yang benar-benar pergi, karena kenangan adalah rumah yang tak pernah menutup pintu. Tempat segalanya ingin berpulang.”

Dan kami, yang hidup di sini hanya sebagian orang-orang yang menunggu perjalanan menuju – Pulang.

 

Dessy, Bekasi

Published inTulisan

2 Comments

    • admin admin

      Terimakasih Surur 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *