Skip to content

Pagi Yang Semanis Ice Cream

 

Mungkin, ini yang kita perlukan – Diam.

Ketika tidak ada siapa-siapa yang hendak diajak bicara, maka saya mulai bicara dengan diri saya sendiri lewat semua tulisan. Saya tahu ini masih pagi, tapi ice cream sandwich menjadi pilihan sarapan saya pagi ini.

Sebab, paling tidak ia adalah dingin yang selalu menjadi manis setelahnya ketika kita cicipi seluruhnya.

Kau tahu, sayang? Hidup seperti balon. Yang pada saat kita tekan di satu sisinya, maka ia akan membulat di sisi lainnya. Kau pasti mengerti dengan hal itu? Iya kan?

Apakah ada cahaya pagi oleh matahari yang lari dari putarannya?

Atau kita hanya menjadi bagian kisah, dengan langkah tergesa tanpa menghasilkan apa-apa untuk dibawa pulang pada setiap hal yang kau sebut rumah?

Di langit yang berbeda, kita akan selalu sama.

Sama-sama menikmati apa yang telah kita miliki; sebuah rindu yang sama, sepotong kue dan satu scoop ice cream dari kulkas kita masing-masing.

Sampai kemudian kau baca dan kita bertemu pada tulisan, yang kuketik untukmu.

Agar tiap-tiap dari apa yang tertulis tak pernah menjadi titik dari segala hal manis yang terus kita Aminni.

 

Dessy, Bekasi

Published inPuisiTulisan

One Comment

  1. Monic Monic

    Ahhh…….Selalu meleleh baca puisi mbak Dessy terutama yang ini, suka banget 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *