Percakapan, Surga di Dalam Kita

(klik untuk mendengarkan suara saya)

Pernah satu kali aku berpikir, kita bukan tidak bahagia. Sesekali, kita hanya melihat langit dengan warna, yang mungkin tak sama. Kehidupan mengikuti apa yang kau bayangkan, dan apa yang aku bayangkan. Makanya kerapkali, kita memiliki pendapat yang berbeda.

Mungkin, manis kemarin hanya bagian dari tidur terlalu lama?

Semudah itukah kita lupa?

Disini tidak ada apa-apa, hanya terdengar jarum jam berdetak lemah dan kehidupan yang berjalan seperti biasa.

Kau yang kemarin, serupa siluet ingatan dalam gelap diantara cahaya lilin yang tak pernah diberikan gratis oleh pemerintah.

Degup di jantungku, kau menjadi lampu yg menyala dan kita yang tiba-tiba melepaskan pelukan.

Kau selalu bilang, kita berada di langit yang sama. Sekarang aku bilang, langit kita mungkin — lagi tak sewarna. Kita seolah menunggu penantian panjang bagaimana cahaya bulan masuk lewat kaca jendela. Kita hanya melihat di ujung bulu mata. Lalu pendarnya terbaca bahagia, sedih, kita, dan cinta.

Sesekali, aku membayangkan matamu yang bulat penuh & ingatan kita yang tak perlu memantulkan apa-apa. Agar hal manis yang kusyukuri kemarin, tak pernah ada yang kembali — atau pura-pura hanya untuk menyakiti.

Jika katamu, cinta menyelamatkan. Aku pinjam tubuhmu, untuk menjadikan hangat sepasang ~ kita.

Sebab ingatan datang tak perlu menunggu pemilik malam. Karena dengan ciuman-ciuman, bahagia tak akan datang sendiri-sendiri.

Kau lihat saja, walaupun dunia telah menciptakan lukisan segar di punggung perempuan & kenikmatan yg tak membutuhkan bahasa.

Diingatan kita yang lain, waktu tak lupa membutuhkan percakapan. Untuk sekedar melengkapi apa artinya surga di dalam kita.

Dessy Achieriny

11 thoughts on “Percakapan, Surga di Dalam Kita”

  1. “Kau yang kemarin, serupa siluet ingatan dalam gelap diantara cahaya lilin yang tak pernah diberikan gratis oleh pemerintah” ah sukak!

    Mendadak suka tulisan2 sis dessy 🙂
    pertama kali liat waktu kamu coment post fb seseorang sebut saja mawar 😀
    Disitu memaksa aku buat baca sampe abis tulisan kamu tentang kehidupan IRT yg gak melulu membosankan (walaupun aku msh comingsoon)

    Jadi sukak baca2 tulisan2 kamu sis, boleh ya share ilmunya. Salam kenal sis 🙂

    1. Hari ini hal termanis adalah komen mba rosana yang sudah berbaik hati mampir ke blog. Aku paling seneng ada yg komen di blog daripada di FB. Ehehe

  2. Tulisannya mbak dessy keren,… Suka bacanya… Menginspirasi… Kadang suka intip2 Fb mbak Dessy juga… Ga mau ketinggalan pokoknya…Heeeee….

    1. Terimakasih ya mba lisa, aku lebih seneng kalau dikomen di blog daripada di FB. 🙂 Kesannya lebih akrab kita disini. Halah

  3. Akupun idem dengan mba dwi..wlopun pas baca bukan IRT full time dan sekarang akhirnya sudah jadi IRT full time, pas baca udah langsung jatuh hati & berlanjut kepoin mulu, kadang baper, kadang cekikikan sendiri baca status2 fb kocaknya, dan sekarang sudah terlanjur cinta..tulisanmu itu lho bikin yg ga bisa nulis jadi kepingin nulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *