Skip to content

Lampung — The Treasure Of Sumatera

Dokumentasi pribadi hasil foto Keindahan Lampung. instagram @dessyachieriny
Dokumentasi pribadi hasil foto Keindahan Lampung. instagram @dessyachieriny

Perjalanan, bak potongan puzzle. Sedangkan jejak dan langkah kaki satu persatu laksana buku yang banyak bercerita. Mengenai apa saja. Kalian jangan pernah mengatakan bahwa kita adalah seorang pejalan, jika tidak membaur dan mencintai lingkungan. Jangan pernah mengatakan menjadi seorang pejalan, jika buang sampah lupa berpikir dengan kumparan otak yang bersih di kepala. Jangan pernah mengatakan seorang pejalan, jika tidak menjunjung tinggi marwah dari adat sebuah daerah, menghormati para tetua dan masyarakat diantara jejak kaki ketika sampai di sana.

Apakah kita benar-benar seorang pejalan?

Menara Siger foto @exauciosesiregar
Menara Siger foto @exaoliosiregar

Seorang pejalan sesungguhnya akan mencintai banyak aspek, hingga menjumpai banyak orang dengan polah mereka yang berbeda dan kita pelan-pelan akan menjadi bagian dari mereka. Yang juga akan merasakan bagaimana bahagianya senyum ramah dari suku yang berbeda menyambut kedatangan kita, hal kecil yang kelak menjadi sebuah kebanggaan. Indonesia adalah negara paling indah dan harta nyata bagi bumi, diisi dengan banyak lautan, hutan, dan ragam budaya. Kali ini kita akan membahas kekayaan alam, keindahan, serta sisi lain dari kehidupan masyarakat yang dimiliki oleh Pulau Sumatera khususnya Lampung. Jika ditelisik dari sejarahnya, lampung adalah provinsi yang terbentuk dari pemekaran provinsi Sumatera Selatan pada Tahun 1964.

Jejak kaki sampai ke Lampung pertama kali, ketika mengunjungi perkebunan kopi Robusta terbesar di Indonesia yang ternyata berada di Lampung. Berbaur dengan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dengan mata pencaharian sebagai petani kopi di Tanggamus. Saya menjejak kesana, dengan perjalanan laut melalui pelabuhan Bakauheni, yang merupakan pelabuhan utama di Lampung selain dari pelabuhan panjang, serta pelabuhan nelayan seperti pasar ikan (Teluk Betung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk Lampung, Nah dari Kalianda kita dapat melihat Anak Krakatau dari dekat. Di lampung saya sempat mencicipi gulai Kepala Ikan Simba yang sangat enak dan gurih dengan khas wangi kemangi di dalamnya.

Lembah Seribu Kawah Suoh, foto @Paralampung
Lembah Seribu Kawah Suoh, foto @Paralampung

Di Lampung terkenal dengan Pantai Wartawan yang indah dan lautnya yang bersih berada di kabupaten Lampung Selatan, Belimbing di kabupaten Lampung Barat, Pantai Pasir Putih yang warna pasirnya sesuai dengan nama pantainya, sensasi melihat anak krakatau dan Kilauan Bay di Tanggamus yang membuat keseruannya mampu memecah ingatan dengan melihat lumba-lumba dari dekat. Serta Pulau Pahawang yang juga berlokasi  di Tanggamus dengan jarak yang lebih dekat dibandingkan dengan Pulau Kilauan. Dari kehidupan masyarakat dan anak negeri di sana kita bisa belajar menjaring ikan dari anak desa Gedung Batin Way Kanan lampung, menikmati gemulainya penari Mukek Lawok di krui Pesisir Barat, sebuah tarian yang menceritakan tentang kegiatan masyarakat pesisir yang menjaring ikan di pantai, mencecap rasa kopi khas lampung yang nikmat. Keindahan Lembah seribu kawah Suoh yang memiliki ratusan kawah geothermal. Air Terjun Batu Duduk yang tak jauh dari Air Terjun Putri Malu di JukuBatu, Banjit Way kanan. Dan masih banyak lagi wisata yang membuat kita mampu menuliskan kata “Mengagumkan”

The Treasure Of Sumatera

Ketika membaca event mengenai Lampung Krakatau Festival 2016 saya tertarik untuk mengulas lebih dalam dan menyuarakan isi kepala dalam setiap tulisan, menggali lebih luas mengenai arti penting dari sebuah kebudayaan dan memahami masyarakat di sana sebelum kesoktahuan diri sendiri menjadi prioritas membahas sesuatu tanpa didasari pemikiran dari banyak kepala. Apalagi Lampung Krakatau Festival merupakan event besar perhelatan budaya mengusung tema Lampung The Treasure of Sumatera akan meliputi banyak kegiatan, seperti pasar seni, jelajah layang-layang, jelajah rasa, jelajah krakatau, jelajah semarak budaya, dan investor summit. Berbicara dengan berbagai narasumber yang memang mengetahui betul tentang polah masyarakat lampung dan beberapa teman yang sempat kuliah dan bekerja beberapa waktu di sana, adalah hal paling penting sebagai bentuk mengetahui lebih banyak, mendengarkan, melihat sisi alam dan menyelami pola hidup masyarakat Lampung dari berbagai sisi.

Kesimpulan yang saya ambil ketika berbicara dengan Restia, seorang guru 32 tahun dan Alan, 33 tahun karyawan swasta, membahas mengenai Lampung adalah keunikan dari segi kehidupan bermasyarakatnya, di sana penduduk transmigran hidup berdampingan atau berkoloni dengan masyarakat pribumi. Sebab di lampung banyak pendatang program transmigrasi dari pulau jawa sehingga masyarakatnya justru lebih dominan suku jawa, suku asli di sana pun banyak yang fasih berbahasa jawa. Dari segi kebudayaan tradisional, wilayah lampung  masih menjaga tradisi di wilayah masing-masing. Saya sempat mendengar terjadinya bentrok suku asli lampung dan pendatang, namun itu cerita lalu. Sekarang di lampung, terutama lampung barat termasuk wilayah yang cukup kondusif, semua warganya sangat ramah, tidak hanya di pedalaman juga di pusat kota. Saya akan mengajak kalian berjalan jauh ke dalam Lampung, kita akan menemui Bandar Negeri Suoh, daerah ini termasuk wilayah yang agak terisolir dengan kekayaan hasil kebunnya. Dan saya harap, semoga jalan akses di daerah suoh dapat diperbaiki secara optimal. Di tengah perjalanan padang rumput dari batu brak ke suoh ada pemandangan danau yang indah, namanya Danau Suoh,Nah inilah tugas kita, sebagai generasi muda penerus bangsa untuk mengangkat sebuah keindahan yang terisolir. Kita juga bisa menjumpai waduk buatan di Liwa, Lampung Barat. Tepatnya di daerah Sekincau, waduk yang sangat bagus airnya dengan kejernihan yang dapat kita lihat sampai ke bibir waduk. Di Lampung Barat suasananya sejuk seperti di Puncak Bogor, lingkungan yang bersih dan masyarakat yang ramah-ramah.

Hal yang paling menarik di Lampung juga adalah dengan adanya perlambang siger yang akan kita temui di gedung-gedung daerah kota Lampung sebagai simbol ciri khas lampung. Siger merupakan benda atau perangkat adat penting dalam ritual masyarakat Lampung yang kini menjadi lambang kedaerahan yang melekat erat pada masyarakat berwujud mahkota keemasan dengan bentuk dan detile yang sangat khas memiliki arti kehormatan dan saling menghormati.

Wisata lampung menyuguhkan keanekaragaman wisata yang beragam, seperti

Jelajah Anak Krakatau

Anak Krakatau by @yopiefranz
Anak Krakatau by @yopiefranz

Anak Krakatau merupakan kepulauan vulkanik yang masih aktif berada di selat sunda antara pulau jawa dan sumatera yang masuk ke dalam Cagar Alam dan sangat diburu oleh pelancong dari manca negara. Kepulauan Krakatau yang terkenal adalah Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, Pulau Sabesi dan Pulau Umang-Umang. Di Wisata Krakatau kita dapat melakukan berbagai macam aktifitas seperti kegiatan hiking dan wisata bawah laut, terumbu karang dan berbagai keanekaragaman biota laut. Di pulau-pulau tersebut akan memanjakan mata kita dengan wisata snorkeling maupun diving.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Taman Nasional Bukit Barisan image courtesy of Libegrafics.asia
Taman Nasional Bukit Barisan image courtesy of Libegrafics.asia

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di ujung wilayah barat daya Sumatera. Termasuk dalam administrasi wilayah Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, di mana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tercakup dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Kekayaan alam yang bahkan sudah diakui dunia.

Pulau Pahawang

The Treasure Of Sumatera
Pahawang Island, Foto; @yuviutomo

Pulau Pahawang merupakan sebuah pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau Pahawang menyimpan banyak keindahan dalam ingatan pengunjung yang pernah menjejakkan kaki di sana. Pemandangan yang indah, bukit pepohonan yang hijau, pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang jernih dan segarnya udara dapat kita nikmati di pulau ini. Sangat cocok bagi kita yang suka bersnorkeling. Snorkling di sana kita bisa bersahabat dengan ikan-ikan yang jinak, kita juga dapat menyewa perahu seharian dan diajak berkeliling ke tempat-tempat snorkling yang mengagumkan. Di Pulau Pahawang Kecil terdapat satu jembatan alami yang disebut dengan Tanjung Putus. Nah, Tanjung Putus menghubungkan antara Pulau Tanjung Putus dengan Pulau Pahawang Kecil. Tanjung Putus hanya dapat terlihat saat air laut surut karena saat air laut pasang jembatan alami ini akan terendam air. Kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit bagi para pengunjung. Termasuk teman-teman yang sudah pernah ke sana.

Pulau Kilauan Bay

Kilauan Bay foto by IG @yopiefranz
Kilauan Bay foto by IG @yopiefranz

Trip paling dicari di Kilauan Bay adalah melihat suguhan lumba-lumba berenang dengan bebas di lautan lepas, waktu yang paling tepat untuk melihat lumba-lumba adalah pagi-pagi sekali, naik sampan ke tengah laut untuk melihat lumba-lumba berenang. Ingatan yang tidak akan pernah bisa dihitung dengan uang dan waktu yang terbuang.

Pantai batu Layar

Pantai Batu Layar, dokumentasi; Joe Wongkar
Pantai Batu Layar, dokumentasi; Joe Wongkar

Pantai ini dikenal juga dengan sebutan Pantai Gigi Hiu, berada di kawasan kelumbayan, Tanggamus Lampung. Saya baru paham mengapa pantai Batu layar di sebut Pantai Gigi Hiu, karena pemandangan dari beberapa bukit disekitar pantai melukiskan seperti bentuk gigi taring yang besar dan keindahan pantai yang menyuguhkan batuan serta karang, pecahan ombak diantaranya sangat mengagumkan.

Dengan keindahan alam yang dimiliki oleh Lampung, maka Lampung memiliki potensi besar untuk Pariwisata Indonesia. Pembangunan jasa pariwisata dapat menyejahterakan, empat kali dari pertanian dan dua kali dari industri. Jika kamu mencintai negeri, kamu harus mencari rahasia yang dimiliki nusantara. Melihat lebih banyak dan mendengarkan maka tuliskan dan bagikan, agar Indonesia mendunia, agar pariwisata nusantara memiliki peringkat di mata semua orang. Sebagai penikmat, sebagai bagian dari kita, sebagai anak bangsa, sebagai pembangun, dan sebagai perantara penyuara yang tidak hanya bersuara tapi juga menyuarakan.

 

Dessy Achieriny

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Blog Competition Lampung Krakatau Festival 2016, Trip Wisata Anak Krakatau dan Piagam Gubernur Lampung.

Artikel ini meraih juara 3 dalam lomba Blog Competition Lampung Krakatau Festival

Published inEvent

14 Comments

  1. jadi, mau banget ke Lampung gak nih?

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      Banget bang, kita melangkah bergerak, menyuarakan wisata lampung.

      Aku pernah kesana waktu menang tulisan lomba kopi dan ikut serta melihat perjalanan panjang si biji kopi hingga menjadi secangkir kopi.

  2. Setuju bnget klo di Lampung ada bnyak ethnik yg hidup berdampingan dengan baik. Tak hanya itu, kultur wisatanya pun tak kalah juga, banyak binggo..

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      iya mba khoir, setiap kultur budaya dan wisata di tiap lokasi memiliki daya magis masing-masing. Terimakasih sudah berkenan mampir ke blog. Salam wisata Lampung.

  3. Salam kenal dan selamat ya mba tulisannya jadi juara loh di lomba blog Lmapung Krakatau Festival 2016. selamat jalan-jalan di Lampung

    Salam,

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      Salam kenal kembali mba ika. Peluk sayang dari sini. Iya, besok aku terbang perwakilan blogger Trip wisata jelajah krakatau terbang jam 9 pagi dengan Garuda.

  4. Rieta Rieta

    Baca tulisan mbak Dessy spt membaca sebuah buku petunjuk dan puisi …kita membaca membayangkan lalu berlari spt di pantai spt film india gitu jd BAPER asal jgn bergelayut di pohon-pohon kan di pantai cm ada pohon kelapa hehheehe….

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      Terimakasih mba rieta… Kalau kata cinta,berlari ke pantai lalu ke hutan pecahkan saja gelasnya — biar ramai. Ehehe

  5. Hai Des, tulisannya keren pantas jadi juara. Pulang hari ini ya? Saya masih besok, mau lihat pawai budaya dulu nanti sore.

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      Hallo mba lina… Ah aku baru bales. Mulai kembali jadi upik abu beres2 rumah jadi telat balesin komennya. Salam sayang buat semua blogger disana ya..

  6. aldilazulisasrezi aldilazulisasrezi

    Hai mbak..mav mau ralat..pahawang kabupaten pesawaran..tp g pake lampung selatan lg mbak..dlu kabuptaen lampung selatan..tp sekrg sudah dipecah..nah pahawang msuk kabupaten pesawaran..trimksih mbak dessy

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      Terimakasih masukannya ya…

      Nanti saya perbaiki. Salam manis.

  7. Weleh @exaoliosiregar? hahaha.. @exaudiosiregar mbak e 😀
    Selamat ya mbak jadi pemenang!

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      Wah, masnya langsung komen. Iya terimakasih ya. Berkat jepretan dirimu juga. Nanti aku edit namanya. Haha salah ya. Abis watermarknya gak jelas, udh aku zoom padahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *