Karena Jawa Tengah Istimewa “Jateng Gayeng”

Ketika kau bangun di pagi hari, jika tak ada secangkir kopi dan lembar roti. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tetap melangkah berbagi kebahagiaan. Agar kita kerapkali merayakan sebuah ikatan, mengenai cinta antar sesama, dalam perbuatan, tulisan dan pandangan kita.

Hampir setengah jam saya meneguk secangkir kopi pelan-pelan sendirian, membuka lembar buku dan percakapan kemarin untuk segera ditulis mengenai pesona wisata Jawa Tengah. Semangat “Jateng Gayeng”  sebuah slogan yang kerapkali dijadikan kata penyemangat bagi daerah Jawa Tengah yang berarti berani, tangguh, jujur, ramah, menggembirakan, harmonis, dan hangat, untuk mempromosikan dan memasarkan berbagai potensi, agar masyarakat Jawa Tengah tetap “Njawani”. Hampir semua konten tulisan dalam Karendis mendukung Indonesia menjadi Pariwisata unggulan, yang kelak dapat disejajarkan dengan pesona yang ditawarkan negara lain, sebab Indonesia menempati posisi 10 “Best countries for solo travelers” Travel + Leisure 2016. Pemilihan ini berdasarkan penduduk yang dengan bahagia, memiliki keramahan menyambut dan berinteraksi dengan wisatawan.

Celotehan Aditya Susanto dalam sebuah obrolan ringan membuka saya untuk mencintai pesona wisata yang ada di Jawa Tengah dan semuanya. Saya memulai tulisan ini, dengan alunan musik lembut di telinga.

Bukankah sebuah perjalanan menulis tanpa musik, seperti kumpulan kata tanpa tanda baca; titik dan koma?

Semoga ditiap langkah dan perbuatan baik, Tuhan selalu menghindarkan kita dari kejenuhan.

Karena Jawa Tengah Istimewa
Masjid Agung Demak, pict dari sini

Saya akan menarik kalian menyelami kota Demak sebentar, sebab kota Demak terkenal dengan daerah wali songo, warisan masjid Agung Demak dan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa. Lebih mengarah kepada pusat sejarah penyebaran agama Islam di sana. Di Masjid Agung demak sendiri, selain terdapat museum tentang wali songo juga terdapat makam raja-raja terdahulu seperti Raden Patah, Pati Unus dan Sultan trenggana. Lokasinya berada di alun-alun kota demak, dekat dengan kantor Bupati Demak.

Kalian dapat keuntungan dua sekaligus jika melangkahkan kaki kesana, yakni berwisata dan menggali sejarah religi sekaligus. Untuk akses transportasi darat kalian tidak perlu khawatir, karena jalan raya sudah diaspal mulus, sebab rutenya sering dilalui kendaraan saat jalur mudik (Jalur pantura ke Surabaya) di Masjid Agung Demak sendiri, selain ada museum kalian bisa menyempatkan waktu untuk berziarah ke Makam Sunan Kalijaga.

Tidak ada upacara unik di Demak, karena budaya keislaman yang kental maka hanya ada perayaan agama saja yang disambut meriah oleh masyarakat dan beberapa kalangan yang memang sengaja melihat tradisi yang kerapkali dilakukan setiap tahunnya. Seperti malam takbiran ada pawai dan konvoi, ada juga tradisi besaran atau grebeg besar yaitu budaya tradisional khas kota Demak, biasanya diadakan arak-arakan, karnaval kirap budaya, barongsai dari mulai pendopo sampai makam Sunan Kalijaga. Sebuah tradisi yang mencerminkan kerukunan beragama berjalan baik dan beriringan di daerah Demak. Acaranya berlangsung pada saat hari raya Idul Adha.

Karena Jawa Tengah Istimewa
Wisata Alam Hutan Mangrove pict dari sini

Sekitar 20 Km dari pusat Kota Demak, terdapat wisata alam Hutan Mangrove di daerah Sayung Demak. Tepatnya lebih ke arah utara dekat dengan pantai. Wisata alam hutan mangrove ini, lebih ke arah wisata bahari karena letaknya dekat dengan Pantai Morosari, disana juga ada pulau burung. Kalian akan dimanjakan dengan pemandangan ribuan burung bangau putih. Morosari merupakan nama sebuah dusun yang terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, provinsi Jawa Tengah. Persisnya dari jalan Raya Semarang Demak Km. 9. Di sana, kalian bisa menyewa perahu dan speedboat. Hanya dengan merogoh kocek 15 ribu perorang jika naik speed boat dan 150 ribu jika hendak carter perahu per-Trip. Murah kan?

Karena Jawa Tengah Istimewa
Hutan Mangrove Morosari

Pesona alam bagi pecinta fotografi sendiri akan ada banyak spot bagus disana, seperti resto terapung yang kanan kirinya berbaris rapih pohon mangrove yang rimbun, ada pulau burung, pantai yang bersih karena jarang dikunjungi sehingga habitat dan keasrian disana masih tetap terjaga apik. Lokasi disana ramai hanya ketika ada acara berlangsung saja, hari-hari biasa kalian akan mendapatkan sensasi suasana yang sejuk, adem dan eksklusif. Apalagi dengan tiket masuk pantai yang hanya 5 ribu perorang. Kemudian sewa perahu pulang pergi untuk diantarkan ke Hutan Mangrove, karena posisinya sekitar 30 menit untuk sampai kesana. Pengunjung akan dihadiahkan suara burung yang bersahut-sahutan, yang didominasi oleh burung kuntul dan burung blekok.

Karena Jawa Tengah Istimewa
Pantai Morosari pict dari sini

Uniknya, di pantai Morosari itu, ketika hari raya lebaran selalu diadakan lomba perahu dayung dan tradisi syawalan atau tradisi larung sesaji laut. Sebab masyarakat di sana percaya khususnya nelayan, bahwa dengan memberikan sesaji ke laut akan mendatangkan berkah. Berisi nasi tumpeng, hasil bumi, dan hasil laut para nelayan. Tujuannya diadakan tradisi tiap tahun adalah untuk bersyukur pada Tuhan atas hasil tangkapan ikan, dengan melakukan tasyakuran yang dihadiri oleh bupati dan pejabat polisi, lalu mengarak sesaji keliling kampung kemudian sesaji dilarung atau dihanyutkan ke tengah laut. Tradisi di atas dilaksanakan oleh masyarakat nelayan sekitar Margolinduk, Purworejo, dan Morodemak, (wilayah Demak Jawa Tengah) berserta Muspida dan sejumlah ‘ulama’ setempat.

Setiap tempat memiliki rahasia alam yang beragam, dari bentangan rumput yang luas, gunung tinggi yang menjulang, air laut yang sebiru warna langit pagi hari, pantai pasir seputih pualam, juga hamparan bunga yang menjadi lanskap warna-warni. Kali ini pemerintah daerah Jawa Tengah sedang giat berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta untuk berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata. Contoh nyata kegiatan yang mereka ambil adalah dengan menggelar event, festival atau tradisi lokal yang diangkat ke permukaan, bertujuan untuk mendatangkan para wisatawan baik itu lokal maupun asing, agar terus bertambah dengan durasi kunjungan semakin panjang. Saya sendiri bahkan baru selesai mengunjungi festival wisata seperti ini, lalu ikut berceloteh dan menggaungkan bahwa pesona Indonesia tak kalah hebatnya di mata dunia.

Curug Lawe sumber disini
Curug Lawe, pict dari sini

Jawa Tengah termasuk daerah istimewa yang kaya akan wisata juga ragam kain batiknya, untuk menjelajah daerah wisata yang memiliki pemandangan alam yang spektakuler kalian bisa mengunjungi Goa Kiskendo di Desa Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, ada juga Curug Sewu di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal0, Desa kampung Djowo Sekatul (Desa Mergosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal), Air Terjun Semirang (Desa Gogik Kabupaten Ungaran), Curug Lawe (setelah pemandian air panas Nglimut) Gono Harjo, Boja Kabupaten Kendal, Hutan wisata Penggaron (Desa susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Ungaran) dan masih banyak lagi yang kelak akan memenuhi list liburan kamu.

Karena hidup punya banyak cerita dan kita adalah anak Indonesia. Kalian tahu, partikel-partikel rasa syukur akan kalian terima sebagai berkah dalam tiap perjalanan. Bagaimana caranya menghidupkan kemandirian, keberanian, menyelesaikan kesulitan, semangat dalam mengungkap sesuatu, mendongak lebih tinggi dari garis pencapaian, bertatap muka sebagai kawan dan menghilangkan gelar musuh di perjalanan.

Kamu cinta Indonesia?

Gemakan Wisata Jawa Tengah, mulai sekarang!

 

 

Dessy Achieriny

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tenga

6 thoughts on “Karena Jawa Tengah Istimewa “Jateng Gayeng””

    1. Iya donk, informasinya lengkap dari karib dikau orang Jawa Tengah langsung. ehehe… Nge-Trip bareng2 kali ya ki, seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *