Ketika Waktu Berbaik Hati

Silahkan, dengarkan suara sajak saya di atas dengan klik play soundcloud or listen in browser

Waktu, ternyata berbaik hati membawaku kepadamu dan kau masih sama, ditempat yang juga sama, jauh di depan.

Disini, sesekali aku mengikuti jejak langkah kakimu pergi, seperti biasa — Tentunya tanpa kau sadari.

Ini bukan lagi tentang kita,

Tapi kau lihat? Semesta tak henti-hentinya mempermainkan nasib kita.

 

Hampir tak ada celah, aku sudah memperingatkan diri sendiri untuk tidak terjun dan tenggelam dalam percakapan kita. Tapi nyatanya, irama hati yang Tuhan berikan semerdu layung di ujung doa.

Setiap percakapan, seolah menyentuh dadaku, manisnya lengket di sela jari.

Aku pernah membayangkan hal ganjil, bagaimana lenganmu menyembunyikan pelukku. Diantara penyesalan kemarin yang memaksa memeluk kita masing-masing.

 

Sepertinya, ada gugusan debu diingatan kita kita yang seperti kotak surat itu, tentang puisi, tentang kata, yang kau coba tulis juga satu-satu di sana.

Aku, bahkan tak sabar menunggunya.

Setiap malam, kau datang menumpang cahaya bulan. Hawanya serupa lembab bibirmu yang basah, dan aku hanya butuh lagu “Everything will flow” untuk menggenapi birahi dan seluruhnya.

 

Cinta…. Tutup matamu.

Lewat sulur-sulur cahaya itu, kau akan menemukanku, berdenyut pelan-pelan di jantungmu.

 

Dessy Achieriny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *