Kita Hanya Terus Mencoba

0
Shares
Puisi,

Kita Hanya Terus Mencoba

Dengarkan suara saya membacakan puisi ini, di atas.

Kenangan di kepala kita seperti payung kuncup, yang kerapkali kita tutup. Namun, sesekali kita pernah mengijinkannya terbuka walau hujan sama sekali tak datang. Kala hujan, saya pernah mencoba membuka lebar-lebar dan rasa nyaman menjalar seisi ruang.

Ada banyak sekali kata-kata yang saya simpan di laci, rak buku, kopi, perjalanan, sepotong donat dan masa lalu.

Di sana, mereka sibuk membicarakan berita politik, korupsi, pemerintah, ras, dan banyak hal yang lebih hangat dari kecupan selamat datang dan pelukan perpisahan.

Di sini, saya hanya ingin sibuk menyerupai, membisiki, menjadi kabut yang lebih runcing menajam sendiri atas apa yang pernah kau baca.

Membubuhkan puisi yang lebih manis dari gula siram kue lupis di hari minggu.

Aku merindukanmu, di sisi paling hangat yang bernama peluk yang sama sekali tak pernah dijual murah.

Bukankah ingatan juga hal paling cantik yang bisa membusuk? Seperti jatuhnya bunga-bunga.

Seperti hal kemarin yang selalu disertai tanda tanya, tanda seru, yang lebih sakit dari kejatuhan dan pertolongan sebotol obat merah.

Ingatan seperti sebuah jendela dengan tetesan air kala hujan. Kita hanya terus mencoba melihat keluar tanpa pernah dengan jelas melihat apa yang terjadi di luar.

Kita, hanya terus — Mencoba.

 

Dessy Achieriny

dessyachieriny@yahoo.com

 

06 comments

6 Comments

nova bahri

Reply

Keceeee beud mba.
Saya suka hujan juga. Rintiknya, bulirannya, dinginnya, petirnya yang serupa musik metalica para penduduk langit.

Terus berkarya mami sailormoon!

Dessy Achieriny

Reply

Terimakasih mba Nova… Sebab wanita pecinta Puisi itu seksi. ehehe

Pakde Cholik

Reply

Cakep banget puisinya
Maju terus
Saya juga punya buku kumpulan puisi yang saya terbitkan di penerbit indie
Tapi puisi asal jadi
Salam hangat dari Jombang

Dessy Achieriny

Reply

Salam hangat dan salam sayang juga pak dhe… Kapan2 jika bertemu ajarkan saya nulis puisi ya.. ehehe

Susindra

Reply

Aku kok jadi mellow, ya, ingat saat kita di Padang, Bukittinggi dan Jakarta. hari-hari luar biasa. Dimulai dari saling sapa di twitter & IG lalu duduk bersebelahan bangku….

Mammy Dessy ternyata jago merangkai kata puitis dan membacakannya.

Dessy Achieriny

Reply

Aku pun kangen mba Susi. Orang hebat dalam hal tulis menulis ini mampir ke blog. Ah, aku sungguh sungkem padamu, *salim.

Leave a Reply