Dunia Seperti Tulisan

Ketika file word kosong terbuka, saya membayangkan sedang mengembangkan sebuah layar.

Memulai perjalanan.

Hanya perjalanan paling sepi tanpa perlu ada orang-orang di belakang mengikuti. Perjalanan yang dimulai oleh diri sendiri dan berakhir di tempat yang sudah saya tandai dengan titik yang benar-benar paling akhir.

Beberapa project menulis, menjadi tim trending topik, endorse produk, sponsored post  dan edit 30 video. Ah, selalu saja ada seseorang yang mencoba percaya pada isi kepala ini. Saya bukan siapa-siapa. Hanya ada Tuhan paling baik dan musim paling dingin di bulan Januari di kepala. Itu saja.

Chamomile tea sudah tandas di pagi hari.

Bahagia dan gelisah tanpa sebab terkadang menjadi perdebatan. Setiap hari, maut selalu mengintai di segala tempat tanpa pernah ada seorang pun yang tahu. Walau pun semua indra yang tertutup berupaya ingin tahu. Hidup memiliki bunyi, mereka masih ada, masih ada.

Kita mengenal sebuah kitab dan ayat-ayat.

Menunggu utusan tiba. Membawa kabar musim yang berubah fungsi. Mengabarkan bunga yang menjadi layu dan kota gersang menjadi rimbun buah-buah dan pepohonan.

Di rumah dunia, kita kerapkali melihat seseorang seperti Hawa yang memakan buah khuldi dan diturunkan dari Surga. Hal-hal terlarang menjadi hal paling “buru” untuk dinikmati.

Dunia seperti tulisan, sayang.

Keduanya seperti pelabuhan. Tempat kita bersandar sebentar untuk melanjutkan perjalanan paling baru dan paling lama di kehidupan yang sebenar-benar Tuhan namai “Kehidupan”.

Menunggu, sampai kita…

Melupakan tentang segala yang berdetak.

 

[email protected]

13 comments On Dunia Seperti Tulisan

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer