Skip to content

A Long Way To Go

 

I know, semua orang pasti punya masalah. Ketakutan-ketakutan yang diciptakan oleh diri sendiri memang terkadang menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Sampai klimaksnya, tanpa sadar atau pun tak sengaja pernah berdoa

“Tuhan, lebih baik aku hilang ingatan”

Tulisan sederhana yang memiliki makna mengerikan yang saya baca beberapa menit yang lalu di sosial media.

Otak kita sebagai manusia tidak diciptakan untuk melupakan, kecuali amnesia. Kehidupan itu merupakan bagian dari misteri. Di depan akan ada banyak sekali hal-hal baik yang tidak pernah kita duga, semua tergantung dari sebuah pilihan hidup yang tepat.

Kita hanya perlu kembali mengisi kenangan-kenangan baik yang baru. Agar tanpa perlu melupakan, ada banyak hal lain yang lebih layak untuk kita ingat di kemudian hari.

Penyelesaian untuk hal-hal buruk yang dialami sekarang bukan dari sekedar “Melupakan” atau memutuskan “Menghilang dari muka bumi”

Beberapa bulan lalu saya sempat dikejutkan oleh teman di pesbuk yang menyuruh saya mengangkat cerita kisah nyata mengenai saudara dekatnya yang bunuh diri dengan gantung diri. Orang yang dikenal sangat baik, sebab ia yang mengurus ayahnya ketika usianya telah senja, memandikan dan membersihkan kotorannya sehari-hari. Problematika hidupnya datang ketika ia gagal menikah, sedangkan undangan telah disebar dengan pemutusan pernikahan sepihak dari pihak keluarga lelaki.

Kecewa, malu, sakit hati, semua berkumpul untuk ia rasakan sendiri jadi satu.

Buat saya, disini diperlukan sebuah arti penting dari keluarga untuk saling support.

Kebanyakan orang akan berkata “Diamkan saja ia sebentar hingga tenang, dia perlu waktu untuk menenangkan dirinya sendiri sampai pelan-pelan bisa melupakan hal-hal yang buruk yang saat ini menimpa hidupnya.”

Buat saya, “Mendiamkannya” adalah pilihan yang salah. Seseorang yang kalut akan mudah mengambil keputusan yang buruk. Langkah yang tepat adalah “Mendampingi”

Ketika kita dilanda masalah berat, kita hanya butuh pelukan hangat yang menyembuhkan, butuh perkataan baik yang menguatkan, butuh belaian sayang  yang mencairkan.

Ajak ia untuk melihat dunia yang indah dari sisi yang lain.

3 hari sebelum kejadian ia sempat bercerita kepada ibu dari temannya yang kebetulan bekerja sebagai pemandi jenazah di kampungnya. Ia menceritakan perihal mimpinya bahwa, “Ia melihat kuburannya sendiri menjadi sempit, terhimpit dan panas menjalar disekeliling tubuhnya” ada rasa kalut yang mungkin tersirat saat ia mempertanyakan apa arti mimpinya tersebut.

Sebagian besar mimpi merupakan sinyal dari Tuhan untuk menegur manusia. Memiliki pemikiran bahwa “Bunuh diri” menjadi sebuah penyelesaian dari masalah di dunia itu salah.

Di dunia ini, sesungguhnya kita butuh pondasi iman yang kuat.

Perjalanan kita masih panjang, kita masih berjalan di tempat singgah yang 3. Yang pertama adalah alam ruh, lalu kedua adalah alam rahim, dan kita ini… sedang berada di alam ketiga yaitu alam dunia, perjalanan berikutnya akan singgah di alam kubur, kiamat, kebangkitan, padang mahsyar, syafaat, hisab, timbangan amal, titisan sirat sampai kemudian pemberhentian terakhir antara Surga dan Neraka.

Perjalanan masih panjang.

Dunia bukan akhir, mati sekarang bukan berarti sebenar-benarnya berhenti. Kita masih harus meneruskan perjalanan dan mempertanggung jawabkan pilihan kita selama hidup.

Berfikirlah lagi sebelum kita memilih pilihan ngawur seenak udel kita sendiri.

Ketika suatu saat kita jatuh ke dalam lubang masalah, jatuh dan berdirilah dengan cara yang baik.

*saya bukan lagi ceramah, saya lagi bicara sesaat sama diri sendiri, merenung, kemudian berusaha mengisi waktu luang dengan menulis hal apa saja yang kemudian saya tangkap ketika saya membaca tulisan di sosial media, sambil nunggu papi balik dari sepedaan sama temen-temen komunitas sepedanya ke danau cibeureum, komunitas sepeda dengan nama Gorilla yang lebih banyak becanda, berhenti makan, poto-poto, dibandingkan ngegowes sepedanya masing-masing. Ehe. Ehehe.

 

Dessyachieriny@yahoo.com

Published inTulisan

2 Comments

  1. Nina Nina

    Saya pribadi kalau sedang kalut lebih pengen tempat yg ramee..Atau meramekan diri atau baca postingan Buuk Decy (haissh keplosan)…Begitulah hidup yg selalu kadang2
    Baca tulisanmu yg selalu biiikin nyengir diakhir cerita adalah salah satu pengalihan rasa penatku melewati hari

    • Dessy Achieriny Dessy Achieriny

      Senangnya ada orang yang ikut meramaikan karendis.
      Semoga karendis meramaikan kamu… Halah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *