Sebab Kepadamu

Jika kita sepasang kita.

Maka sepasang “Ragu” memiliki “Tapi”
Sepasang “Harap” memiliki “Mungkin”

Lalu, sudah sepantasnya kita hidup cukup memiliki dan mempercayai kebaikan.

Di penghujung jalan…

Mari kita sama-sama tidak menjanjikan kebahagiaan. Atas apa-apa yang terlanjur diucapkan ingin, kepada harap, yg pernah sempat menjadikannya tiada di pikiran kita yang sederhana.

Mari kita berjalan tanpa perlu mencari tahu siapa saja yg jatuh cinta pada senyum kita masing-masing. Berjalan dengan sebaik-baiknya perjalanan, untuk mengajarkan kita bagaimana memiliki senyum paling manis yang dikemas di tempat yang seharusnya.

Agar kita tergenapi — Seperti udara pagi selepas hujan dan beberapa lagu pop yang diputar ulang dengan nada paling pelan.

Suatu hari, aku juga pernah memikirkan. Bahwa kau bisa saja dikesempatan yang sama sekali tak pernah aku bayangkan, melepaskan genggaman tangan kita, hanya untuk sekedar mencoba merasakan genggaman yang lainnya.

Kau bisa saja bilang “Menemukan”

Aku bilang, itu sama saja “Melepaskan”

Sebab tak ada hal, yang bernama cinta yang baik, yang dipaksakan, karena tak dapat menemukan jalan untuk merawat di tempat yang layak.

Sebelum lebih banyak orang bicara mengenai arti cinta dengan baik. Mari kita mencari makna yang lebih penting. Bahwa yang datang sebelum saling mengerti adalah saling memberikan empati.

Manusia kerapkali berjalan di titian pikiran yang sempit, hingga lupa bagaimana indahnya memperjuangkan.

Sebuah perjuangan untuk kita sama-sama mampu mengisi titik-titik kosong dalam sebuah pertanyaan diri sendiri yang lahir dari rahim sunyi atas peristiwa diberbagai surat kabar.

Sebab kepadamu, semua tertulis.

Di tiap bait puisiku yang utuh — Di sela-sela mengisi waktu luang rinduku yang penuh.

 

Dessyachieriny@yahoo.com

———————————

 

*Puisi di atas saya tulis ketika membaca surat kabar elektronik di sosial media mengenai makin marak perselingkuhan, dengan alasan dibuat-buat atas dasar cinta.

Jika kalian sedang dan berniat melakukan hal demikian, coba fikirkan kembali.

Untuk para pria; Muliakanlah wanita dengan cara menikahi, bukan diselingkuhi.

Untuk para wanita; Menuntut kepastian demi harga diri, jauh lebih baik dari pada menjadi seseorang yang disembunyikan.

Sebab yang paling dirugikan adalah wanita, akan ada banyak cibiran atas predikat perebut suami orang tertanam bertahun-tahun selama hidup. Akan ada rasa tidak tenang, karena mendapatkan kebahagiaan dengan menginjak kebahagiaan orang lain. Akan ada banyak A sampai Z yang bahkan bisa saya sebutkan hingga esok hari atas keburukan-keburukan dari hal yang demikian.

Seorang pria yang berniat selingkuh, mempunyai segudang cerita karangannya sendiri yang lebih kekanak-kanakan dari cerita kartun di Disney Channel. Mengatakan bahwa tidak ada kecocokan, tidak saling cinta, mencari yang lebih cantik dengan cara meninggalkan yang lebih baik,serta kebodohan lain dengan mencari sandaran yang nyaman tanpa pikir panjang dengan siapa ia menyandarkan sebuah kenyamanan yang demikian dll. Jauh dari yang banyak kalian tidak tahu bahwa, perselingkuhan banyak juga terjadi ketika rumah tangga mereka sedang dan sangat baik-baik saja. Ada ambisi dan keinginan mencoba hal-hal baru yang lebih menantang. Ada sebuah rasa lain yang memacu adrenalin, karena masing-masing dari kalian belum sepenuhnya merasa saling memiliki.

Rasa yang seperti permainan dalam sebuah Black Game, pada akhirnya akan tamat dan selesai.

Di sisi yang lain…

Ada banyak para wanita di rumah yang khawatir menunggu suaminya pulang, sedangkan para pria sibuk menggombali wanita lain.

Komunikasi untuk menjalin hubungan itu paling penting, namun di dalam rumah tangga, kelebihan komunikasi juga bisa merusak sebuah hubungan. Di jaman sekarang akan ada banyak kasus perselingkuhan terjadi karena obrolan ringan di sebuah sosial media chat pribadi terhadap seseorang, hingga merasa nyaman dengan obrolan yang mereka buat sendiri. Rasa nyaman yang demikian, mereka proklamirkan atas nama cinta.

Apakah wanita lain yang dimaksud termasuk kalian? Jika “iya” Pikirkan lagi, dampaknya.

Katakan “Tidak” mulai sekarang.

Suatu saat, permintaan maaf hanya untuk menghapus kesalahan di hari yang kemarin tidak akan bisa menyelesaikan apa-apa. Apabila hati wanita baik-baik sudah patah. Maka tidak ada satu lem pun yang diciptakan oleh ilmuwan di dunia — Mampu menyambungkannya seperti semula. Dan kalian bersedia menjadi wanita yang memiliki dosa yang terus mengalir sampai akhir?

Jika “iya” silahkan saja. Neraka masih punya banyak tempat untuk membakar tubuh manusia.

Cinta yang baik adalah bagaimana kita belajar mencintai seluruh keluarganya, untuk menjadi bagian dari keluarga yang baru dengan skala yang lebih besar, cinta yang baik akan tumbuh melalui pertemuan yang baik, cinta yang baik hadir dengan janji suci yang dibukukan oleh pemerintah untuk menjaga hak dan kewajiban atas diri masing-masing kita yang juga di-Aminkan Tuhan.

Jika ia bukan cinta yang baik untukmu, maka lepaskanlah.

Semoga tulisan ini menginspirasi banyak orang, agar tidak berniat untuk melakukan hal yang demikian.

Selamat menemukan cinta yang baik.

 

 

4 thoughts on “Sebab Kepadamu”

  1. Daaaan maknanya jadi dalam dan menyedihkan , karna setelah puas mencintai pasangannya, si individu kembali menemukan cinta yg lain yg terasa lebih menarik karena (dan hanya karena) cinta yg lain itu bersifat “baru”, dilema ttg hasrat ingin menggenggam yg baru dan ketidaktegaan untuk melepaskan yg lama disajikan secara apik di dalam puisi , terasa natural, realis dan putis…ya iyalah puitis, ini kan puisi for Gods sake

    1. Ahaha.. Iya kang. Ini puisi bukan soal Teka teki silang.

      Kedalaman cinta, siapalah yg tahu. Mereka akan mengerti jika sudah merasa kehilangan, biasanya.

      Sebuah pelajaran hidup yg saya kemas dalam puisi. Biar gak monoton dibaca orang.

      Salam santun ya kang

      1. Iya mbak, kedalaman cinta ndak ada yg tau, tapi ada kata orang ttg cinta yg dangkal, “rasanya sulit untuk tidak mencintai sesuatu yg terlihat indah dan terasa indah, akan lebih sulit lagi untuk tidak mencintai sesuatu yg baru dan menyenangkan”

        Pelajaran hidup yg dipetakan ke dalam puisi, nikmat banget untuk dibaca mbak, makasih mbak untuk puisinya, kaya bait bait pemicu anastesi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *