Sirit Uncuing & Kedasih

Awan putih bergerak melewati matahari, ia terlihat seperti gumpalan kapas tiba-tiba terpecah menjadi beberapa bagian. Aku sedang memandang keindahannya sekarang dibalik jendela kamar. Kalian pernah melihat drama Friday The 13th? Mengenai kisah tentang serial barang-barang antik yang terkutuk. Seseorang yang menyerahkan jiwanya pada setan dan menjual barang-barang antik yang mempunyai kekuatan sihir hitam kepada orang-orang yang ingin memuaskan nafsu duniawi secara instan. Aku sejak dulu menyukai hal yang berbau mistis, apa pun itu, baik itu serial film di layar televisi maupun menunggu berbagi kisah horor setiap malam jumat di Radio Mustang. Ibuku sering memarahiku karena kebiasaan ini.

Sejak kecil aku selalu mendengar bisikan-bisikan aneh, semua terdengar jelas dan seolah nyata. Sebentar aku terka, yah baiklah, mungkin kalian akan berfikir aku ini gila. Aku sendiri bahkan tak tahu suara itu berasal dari pria atau wanita. Bisikan yang menceritakan kisah-kisah bagaimana cara orang yang akan menemui ajalnya, kejadian-kejadian yang sebentar lagi akan tiba dan sebagainya. Aku pernah memberitahukan kepada orang lain mengenai semua hal di masa yang akan datang yang bahkan belum sempat terjadi, tapi kali ini, tidak! Aku tak akan pernah mengatakan lagi kepada siapa pun. Mereka semua hanya akan membuatku menjadi seorang wanita kecil yang benar-benar gila. Awalnya aku takut, tapi lama-lama terbiasa.

Paman Sam pernah berkata, jangan pernah bermain-main dengan ruh. Paman seringkali bercerita juga kepadaku, bahwa aku termasuk anak indigo. Tapi kakek Wardi bilang, ada gangguan jiwa lain di dalam tubuhku yang membuat aku berbeda dari anak yang lain. Secepatnya aku harus diruqyah. Semacam metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan, bisa, sihir, rasa sakit, gila, kerasukan dan gangguan jin. Ah sudahlah, aku pusing jika mendengar perdebatan orang dewasa.

Tapi ibu dan ayahku tak pernah memperdulikan, aku hanya dianggap anak yang kelebihan suatu fantasi akibat terlalu banyak mendengarkan hal-hal mistis yang sebenarnya tak perlu didengar.

Aku juga seringkali melihat wajah orang lain seperti tertutup kabut hitam, seseorang membisikiku begitu, mereka terkena penyakit ain. Penyakit ain bukanlah penyakit medis tetapi dapat mengganggu kesehatan bagi seseorang yang terkena ‘ain. Asalnya dari kekaguman seseorang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain. Bahkan kita bisa terkena penyakit ain dari orang sholeh sekalipun. Aku sebenernya tidak mengerti mengenai hal ini, tapi aku menjadi tahu karena bisikan itu, awalnya aku pun sama seperti kalian, tak percaya. Tapi ini benar, sungguh. Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya.

Aku pernah memberitahu seorang ibu yang anaknya terkena ain, tapi ia tak percaya. ia selalu membanggakan bahwa anaknya sangat pintar, gampang sekali makan dan ceria kepada beberapa tetangganya. Selang 3 hari kemudian anak itu sakit. Ia sakit bukan dikarenakan medis, ia terkena ain. Aku melihat kabut hitam di wajahnya. Sungguh. Aku melihatnya.

Sebelum sampai ke sini, aku bahkan melihat rumah besar di ujung kompleks sana, komplek yang lokasinya dekat sekali dengan tempat les pianoku. Seluruh rumah itu dari luar dililit ular besar berkepala manusia tua pucat dengan sisik hijau yang hampir menutupi sebagian wajahnya, jika aku perhatikan lebih detile, ia memiliki rambut berwarna abu-abu yang sangat kusut dan terlalu panjang. Di atap rumahnya bahkan aku juga melihat seorang anak kecil tanpa pakaian dan hanya mengenakan celana pendek putih berjalan dengan posisi terbalik. Kaki di atas, kepala di bawah.

Aku selalu menganggap melihat ruh-ruh orang yang telah mati dan makhluk-makhluk gaib lainnya itu menakjubkan. Oleh sebab itu aku membiarkan jiwaku terhanyut dan membiarkannya. Kalian tahu kenapa? Sebab aku menikmatinya. Aku menyukai jika ruh-ruh yang telah mati itu menceritakan kejadian kematiannya padaku, aku mungkin akan menjadi seorang detektive terkenal suatu hari nanti. Begitulah pikirku berulang kali.

Apakah kalian pernah merasakan ruh kalian keluar dari tubuh saat tertidur?

Aku sering….

Aku pernah memikirkan bahwa bagaimana jika suatu ketika ruhku tak pernah benar-benar kembali. Apakah aku akan meninggal dan tersesat sebelum ajalku benar-benar datang? Tapi selama ini, ia selalu kembali. Ya, kembali.

Suatu saat kita hanya akan menjadi bagian dari ruh yang dilepas dan tertahan. Kita yang hidup ini, adalah ruh-ruh yang dilepas, ruh-ruh yang tertahan adalah milik orang-orang yang sudah mati. Seingatku ruh itu seperti burung yang terbang dengan warna kehijauan. Warna-warna yang menandai kehidupan.

Panggil aku kedasih, aku sering sekali melihat burung sirit uncuing mengikutiku atau mungkin memang nama kami mempunyai istilah yang sama, entahlah. Burung sirit uncuing, orang-orang juga ada yang memanggilnya dengan sebutan burung kedasih, seperti namaku kan? Ia memiliki suara khas yang mendayu-dayu lalu melengking menakutkan, kurasa lengkingannya sanggup membuat bulu kuduk kalian merinding di keheningan jika berada sendirian di tengah malam. Sebagian orang merasa kicauannya tersebut seperti suara kuntilanak yang sedang tertawa. Suara yang bernada tinggi di awal lalu rendah di akhirnya.

Sudah beberapa hari ini juga, dadaku terasa sesak. Nafasku tersengal dan terasa berat. Aku mencoba menghirup nafas panjang-panjang untuk mengaturnya pelan-pelan. Tapi kali ini kurasa tidak berhasil, dadaku terasa semakin sesak. Aku hanya mencoba bernafas sebisaku pelan-pelan. Sampai akhirnya, aku rasa… Aku mulai mengantuk dan tertidur.

Seperti biasa, aku mulai merasa hampa, merasa tubuhku ada yang menarik dan menghempaskannya ke alam yang gelap. Sangat gelap. Mengambang tanpa keseimbangan. Ah, lagi-lagi ruhku sekarang terlepas. Tiba-tiba pandanganku terang, aku yakin ini di luar. Aku seperti pernah melihat pria tua itu, setelah sekian lama, baru sadar bahwa pria itu adalah pria tua yang tertabrak tadi pagi. Pantas sebagian wajahnya hancur, aku bisa melihat dengan jelas matanya yang hampir copot, berlendir, dengan darah yang terus mengalir. Aku hanya mencoba memalingkan wajahku ke arah yang lain. Kemudian melihat ibu dan anak yang mengemis di bawah jalan layang, saat aku pergi ke sekolah tadi. Ia rupanya juga sudah meninggal, karena kelaparan. Aku tidak mengada-ada! Mereka mengatakannya padaku, barusan.

Aku sering berkomunikasi dengan mahkhluk-mahkluk astral tak kasat mata ini. Ruh-ruh yang masih tertinggal di sini. Makhluk yang di malam hari tak pernah tidur dan mengawasimu. Yang bisa saja sekarang mungkin ada disampingmu, di depan, atau di belakang.

Biasanya aku membutuhkan waktu yang singkat, sebab saat memasuki alam lain selalu memiliki batasan waktu. Tapi aku rasa, semakin hari, ruhku mulai memasuki alam lain menjadi lebih lama.

Tak lama aku mendengar suara keras pintu kamar yang diketok berulang kali. Aku sempat kaget, kekagetanku juga membawa ruhku kembali ke dalam kamarku sendiri. Namun kurasa, waktunya sudah berbeda. Sekarang hampir malam, lalu aku mendengar ketokan pintu sekaligus dobrakan yang lebih keras dari suara sebelumnya, sangat keras sampai akhirnya pintu terbuka lebar dengan paksa.

Aku bingung….

Aku melihat tubuhku terbaring di sana. Posisinya tubuhku sama persis seperti aku sesak nafas tadi siang. Waktunya aku kembali. Tapi anehnya aku tak bisa kembali. Ayahku membawa tubuhku ke dalam mobil. Semua terjadi begitu cepat dan terburu-buru. “Bergegas ke rumah sakit!!!!” ujarnya berteriak menganggetkan semua orang. Di sekat-sekat ruangan rumah sakit. Beberapa dari wajah-wajah yang aku kenal mulai menangis. Sediiiiiiih sekali. Aku dinyatakan tiada. Ya, aku mati.

Siang ini semua kembali menangis dikuburanku, aku bersandar di dahan pohon kamboja, dan duduk di dahan yang lainnya. Burung sirit uncuing berada di sampingku. Melengking tajam menguik nguik dengan nada semakin tinggi.

Jika kau mendengar suara lengkingan sirit uncuing.

Kau pasti akan tahu, bahwa di dekatnya ada aku… Kedasih.

…..

 

 

dessyachieriny@yahoo.com

2 thoughts on “Sirit Uncuing & Kedasih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *