Skip to content

Eneng Cuma Pengen Nulis Tentang Review Film, Bang

Sudah pukul 6, petang telah datang, bisikan baik mengingatkan kita mencintai Tuhan. Sayup-sayup terdengar panggilan lewat speaker rumah ibadah. Waktu di arloji tak berdentang, namun rekaman di kepala berteriak akan janji pada Tuhan. Sudah waktunya istirahat dari secangkir kopi dan tulisan, kemudian bergegaslah mengajak jiwa ke langit bersama adzan maghrib, begitulah cara hati mengingatkan diri sendiri.

….

Petang sudah selesai dijilat malam, akan ada rasa bosan yang baru setelah mengantar sang Tuan berangkat kerja, tak ada lagi keisengan yang akan saya buat dan berulah, namun sesekali merapal doa-doa baik menyertai perjalanannya, pintu pagar kembali ditutup lebih rapat. Laptop sudah kembali dari sakit yang panjang, beberapa perbaikan dan install ulang. Tulisan kembali menyala, kata-kata mulai berjalan dan saling menemukan. Saya kembali duduk dalam hening yang dibuat-buat, sebab jeritan sempat terlontar “Mami lagi nuliiis, kecilin TV-nyaaa….”

Bantu saya menutup mata, sayang. Sebab tulisan biasanya akan datang dari arah mana saja. Kali ini satu-satunya hal yang dilakukan adalah mengecek beberapa draft cerpen yang harus saya kirim ke Bulan Bahasa UGM. Ide masih serabutan, sepertinya tulisan harus direvisi ulang.

Jika memiliki waktu yang cukup dan rasa bosan lebih panjang, saya menonton film berjam-jam. Sekitar 2-3 film mampu saya lahap dengan mata perih sebagai hukumannya. Malam ini, saya akan tuliskan beberapa film keren yang pernah saya tonton untuk kalian. Menghabiskan waktu untuk mencari rekomend film bagus adalah sebenarnya arti dari senang-senang di rumah.

Akhir-akhir ini saya lagi seneng nonton film yang banyak mikir, bukan banyak ciuman. Walau keseringannya justru kebalikannya. Semakin dewasa, apa mungkin selera semakin berubah? Atau ini hanya sekedar pilihan film karena kebanyakan makan chiki momogi di warung dan godaan beberapa pengikut diet tapi malah gagal dikarenakan ngiler liat kuah Tomyam?

Film pertama yang saya suka itu Contratiempo atau The Invisible Guest, Film ini membuat kamu mikir dari awal hingga akhir. Ada banyak kejutan-kejutan yang tak terduga di film ini. Kisah yang menceritakan upaya seorang pria kaya dalam menyelamatkan dirinya sendiri berbekal kekuasaan yang dipunyainya serta hubungan gelapnya dengan fhotografer fashion. Sengaja ah… gak mau cerita lebih banyak, intinya seru parah. Jika kamu pecinta film misteri, sudah selayaknya film ini masuk ke dalam list tontonan kamu minggu ini.

Gambar terkait

Film kedua yang saya suka itu “Who Am I” anak saya yang bungsu saking sukanya sampai nonton 2 kali. Tapi saya termasuk ke dalam paguyuban sekeren-kerennya film yang saya tonton, jarang banget mau nonton sampe 2x, buang-buang waktu, mending nyari film lain lagi, kali aja dapet film yang endingnya bisa bikin melongo kaya begini. Seminggu ini entah kenapa semua film yang saya tonton hampir semua tentang hacker.

Film Who Am I ini termasuk film lama yang telah dirilis pada tanggal 25 September 2014 (Germany). Film Who Am I ini bergenre thriller, dibintangi oleh actor ternama yaitu Elyas M’Braek, Tom Schilling, Wotan Wilke, dan masih banyak lagi. Film yang menceritakan seorang pemuda yang bernama Benjamin ( Tom Schilling ) yang sangat ahli dalam urusan komputer. Ia hampir tidak memiliki teman disekolahnya, sering dibully oleh teman – teman sekolahnya. Benjamin sendiripun sebenarnya memendam perasaan pada temannya; Hannah Herzsprung. Kemampuannya dalam komputerpun membuatnya berkenalan dengan Max ( Elyas M’Braek ) yang memiliki misi untuk meretas situ – situs yang ada di dunia, akan tetapi Max membutuhkan tenaga Benjamin untuk mempermulus misi rahasianya itu. Benjamin-pun menerima tawarannya tersebut, disana benjamin bertemu dengan 2 orang teman Max lainnya, mereka adalah Stephen dan Paul. Lalu mereka menamai diri mereka sendiri dengan sebutan CLAY yang merupan singkatan dari Clowns Laughing At You. Mereka berempat memiliki tujuan untuk meretas sistem keamanan dan membuat lelucon tentang keuangan di dunia. Akan tetapi aktivitas mereka-pun menarik perhatian dari Europol (Europe Interpol) yang dikepalai oleh Hanne Lindberg. Mereka-pun dikejar oleh para Europol terkait aksi – aksi mereka yang telah mengacaukan banyak sistem keamanan. Daaan akhirnya, jeng-jeng… Sebagai tukang nulis, yang ada di kepala terbersit “Busyeeeeet ini film, ceritanya mantep banget. Kapan ya bisa bikin cerita dengan ending yang begini???” Gitu terus mikirnya sampe kambing minta dipakein celana kalau abis pipis di rerumputan.

-___- ????

Gambar terkait

Film Berikutnya ada Boy 7, ini barusan saya tonton semalem, sendirian, lewat hape, terus ketiduran, pagi dilanjut lagi. :(( Walau pun pake drama ketiduran, tetep aja tidak mengurangi nilai-nilai keren dari film ini. Lokasi awal film ini ada di dalam gerbong kereta, dengan mengisahkan pemuda yang hilang ingatan bernama Sam. Sam tidak mengetahui pasti bagaimana dirinya bisa berada di tempat itu, dari mana ia datang dan bahkan ia tidak tahu namanya sendiri.  Sam berusaha mencari siapa dirinya dengan tulisan dalam buku kecil yang ia titipkan kepada seorang pelayan. Perlahan tapi pasti, ia mulai mengetahui bahwa hidupnya kini dalam bahaya besar. Di awal ceritanya agak bingung, kenapa judulnya bisa Boy 7? Setelah di pertengahan film, baru terkuak kenapa ia disebut sebagai Boy 7. Endingnya juga gak kalah keren dari film hacker lainnya. Tonton deh…

Hasil gambar untuk the con of artist

Kita lanjut ke Film The Cont Artist atau The Technician Film kali ini dari negara korea. Selain mamang-mamang yang main gantengnya gak bisa ditawar-tawar, alur cerita di film ini menurut istilah alaynya itu kece menawan gegap gempita paripurna di endingnya. Kampreeet banget ini film, sumpah. Film yang dibintangi oleh Kim Woo Bin ini mengisahkan tentang segerombolan geng yang mencuri dan merampok berlian, mereka memiliki keahliannya masing-masing. Adegan action, persahabatan, komedi, melebur di film ini. Endingnya akan membuat kalian kepengen makan bakwan, sate padang dan minum coca-cola 2 botol sambil bilang; “Gak nyesel ngabisin waktu buat nonton ini dari tadi sampe lupa bobo siang manja.”

Diantara kerumitan yang saya punya, hobby saya sederhana; nonton film di rumah, main game dan nulis-nulis. Berbekal wifi kenceng, beras sekarung, cinta seadanya, lauk di kulkas, dan arti kesetiaan sepanjang hayat, hidup perasaan indah aja. Semoga di surga juga ada Wifi, Amiiin. Ada beberapa film horor yang bakalan saya review nanti. Iya, nanti. Sekarang udahan dulu, capek ngetiknya. Nanti kapan-kapan saya tulis mengenai film Horor ya, sebab saya juga paling suka nonton film horor sendirian, malem-malem, takut sendiri, selimutan sendiri, denger bunyi semprot pengharum ruangan aja udah berasa kaya dipanggil setan, yang lebih parah lagi nih, efeknya abis nonton film horor sendirian di atas jam 12 malem itu, mau pipis jadi takuuuut.

Besok-besok sebelum nonton film horor, mau bayar satpam buat nemenin pipis ah, tapi ternyata masih tetep takut–Takut diomelin papi…

-____- !!!!!

 

Enjoy your life, beibeh….

 

Published inFilm

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *