Berenang Dalam Kehidupan Anak-Anak

Menyelami kehidupan anak-anak…
 
Dunia orang dewasa dan dunia anak-anak itu berbeda.
 
Anak-anak punya dunia mereka sendiri. Mereka merasa asik untuk membayangkan hal-hal yang paling menarik perhatian, melalui pikiran, khayalan yang ada di kepala mereka, walau pun itu belum tentu baik. Kelak peran kita nanti sebagai orangtua yang akan diuji untuk membenahi sebuah kesalahan. Mereka akan merasa nyaman bicara banyak hal ketika menganggap bahwa kita sepaham dan mengerti apa yang mereka bicarakan.

Hasil gambar untuk pengorbanan orang tua
 

Bagaimana bisa tahu?

Tentunya kita sebagai orang tua harus masuk ke dalam dunia mereka lebih dulu. Menggali sesuatu apa yang mereka sukai dan tidak. Butuh proses untuk tahu dan menyelami karakter, karena setiap anak pasti memiliki sifat dan kesukaan yang juga berbeda.

Ketika memiliki 2 orang anak, maka kita harus belajar 2 karakter manusia yang berbeda, begitu pun seterusnya. Karena walau mereka lahir dalam rahim yang sama, tapi sesungguhnya mereka adalah orang yang berbeda.
 

Sejak awal menikah di umur saya yang masih muda, saya punya target pemikiran bahwa, saya ingin menjadi orangtua yang bukan hanya sekedar sebagai orang tua bagi anak-anak tapi juga bisa menjadi teman. Bertahun-tahun saya belajar, sampai saya menemukan cara paling mudah yaitu ikut nyemplung langsung dalam kehidupan mereka, ikut mencintai hal yang mereka sukai, bukan hanya tahu apa yang mereka gemari saja, melainkan mempelajari hal yang ia minati saat itu lebih banyak dari yang mereka tahu.

Hasil gambar untuk pengorbanan orang tuaKetika kecil mereka suka film kartun tertentu misalkan, maka saya akan berusaha menjadi bagian darinya yang ikut menikmati dan mempelajari cerita, tokoh, bahkan mencari hal menarik lain dari sisi film kartun untuk dapat bicara dekat dengan mereka — Walau pun sebenarnya saya kurang begitu menyukai film itu. Dengan begitu, mereka akan open mind untuk bicara banyak hal, karena menganggap kita pun sama seperti mereka yang juga menyukai hal yang sama. Mencoba meyakinkan mereka bahwa tidak ada sekat antara dunia orang dewasa dan anak-anak. Karena pada awalnya, kita hanyalah bagian dari mereka, hanya saja diijinkan hidup lebih dulu.
 
Saya masih lakukan itu sampai sekarang, namun ditambah dengan mengikuti alur perubahan kesukaan mereka saat ini, karena tidak dapat dipungkiri, setiap manusia itu gampang berubah. Lengah sedikit saja, kita jauh tertinggal, dan bisa saja peran kita tergantikan.
 
Pendekatan itu dimulai dari mereka kecil, karena ketika mereka besar kemudian tiba-tiba kita berusaha untuk mencoba dekat hanya karena suatu alasan. Mungkin akan susah. Bukan tidak bisa, tapi lebih sulit.
 
Saya berusaha menjadi orangtua yang super kepo terhadap anak-anak bukan dengan peraturan yang otoriter melainkan dengan pendekatan. Dan hasil yang bisa dipetik adalah; ketika dia ada di mana, sama siapa, sahabatnya siapa saja, karakter mereka bagaimana, apa saja yang dia lakukan di sosial media, sedang apa, apa yang mereka sukai, maka saya menjadi orang pertama yang tahu hal bahagia dan sedih yang ia rasakan, saya tahu informasi itu tanpa harus saya tanya. Karena hal paling menyenangkan adalah mendapatkan kabar dari seseorang yang kita sayang — Tanpa perlu diminta.
 

Dari mereka kecil peluklah sebanyak-banyaknya, katakan sayang sesering-seringnya, cintai sebesar-besarnya, perduli sekepo-keponya, perbanyak percakapan dan sentuhan selagi dekat. Mereka kian tumbuh begitu cepat, mereka tidak akan menjadi anak-anak dua kali. Anak-anak dilahirkan sebagai peniru ulung, yang akan melakukan hal yang sama — Kepadamu. Sebab di kepala setiap orang berapa pun usianya, akan selalu beranggapan bahwa cinta yang baik, akan tetap tinggal, di mana pun, kapan pun, tak terbatas waktu. 

dessyachieriny@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *