Siap Gendeng Bersama Wiro Sableng Kapak Naga Geni 212

Lama rasanya tak berguru melihat sosial media, sedikit semedi dari dunia maya membuat saya langsung seperti hilang dari peradaban hiburan tanah air, namun waktu yang berharga ini ditukar dengan beralih mengarungi perjalanan mencari kitab suci piknik buat kepala. Mumpung anak-anak liburan dan papanya anak-anak cuti, jadi agenda kehidupan berubah, sedikit mengambil jalur berbahaya yaitu mulai pencitraan sekedar mendapatkan foto Instagram-able dan kenangan yang numpuk satu-satu sebagai buah cerita paling panjang.

Sempet rada kaget juga pas buka sosmed, terpampang teasernya “Wiro Sableng” diperankan oleh Vino G Bastian.

Arrgghhh… Gilaaaak… ini cerita dari buku favorite saya semasa jaman rikiplik saat masih suka ngenyot es kiko.

Muntah-muntah kemarin karena kecapean dan harus disuntik, sama sekali saya gak rasain ketika ngeliat teasernya, badan seolah menjadi prima. Hati terus saja terusik untuk mikir, “Ini… Seriusan.. Film Wiro Sableng melibatkan 21th Fox Century???”

Jaman dulu sebelum kenal internet, anak muda lebih milih dengerin radio. Saya? Apalagi! Jangan ditanya! Fans berat cerita radio kolosal semacam Angling Dharma, Misteri Gunung Merapi, Si Buta dari Goa Hantu dan beberapa sinetron kolosal lama yang dulu begitu populer, sepertinya setelah film ini booming di bioskop, cerita kolosal lain akan tertular virus untuk layak dibuat film.

Dari jaman belum kenal mecin, buku Wiro Sableng adalah cinta pertama saya. Anak SD lain masih ngelap ingus, saya udah baca buku novel setebel alis cabe-cabean, tapi ekspektasi Wiro yang selama ini diangkat menjadi episode bersambung di sinetronnya, sama sekali gak pernah ada yang sesuai dengan apa yang ada di buah pikiran saya. Karena di dalam buku Bastian Tito sendiri kharisma Wiro Sableng ini, karakter sablengnya versi sotoy anak muda, slengean yang asik bukan yang bego, berilmu tinggi, kocak, namun berkharisma, nah visual Wiro jaman terdahulu yang ditampilkan jauuh dari karakter dalam buku, justru lebih ke pendekar yang rada onyon aja gitu, selengean, dengan jurus andalan kunyuk melempar buah doank, kharismanya perasaan gak ada. Sedangkan tokoh Wiro Sableng sendiri, aslinya cool, gokil, bahkan memiliki aura ketampanan dan dikejar-kejar oleh wanita paling cantik, baik itu dari dunia ghaib, dunia persilatan, sampai bidadari.

Image result for wiro sableng 212

Namun sesotoy-sotoynya Wiro Sableng hanya ada satu wanita yang benar-benar membuat dia jatuh cinta, yang paling saya inget itu Wiro mencintai Bidadari Angin Timur seorang gadis cantik jelita dengan rambut berwarna pirang yang difitnah oleh Nyi Harum Sarti sebagai Janda muda dari kepala pengawal kesultanan Cirebon Tubagus yang akhirnya, Nyir Harum Sarti harus mati di tangan Ratu Duyung. Ada sebagian orang bilang bahwa Wiro juga mencintai Ratu Duyung dalam episode Badai Laut Utara karena sempat bermesraan dan melakukan adegan kissing. Ratu Duyung adalah seorang wanita memiliki mata indah sejuk sedalam samudera, tapi soal mereka jatuh cinta saya rasa tidak, Wiro melakukan ini hanya semata-mata ingin membuat Bidadari Angin Timur cemburu. Awalnya sebelum bertemu Bidadari Angin Timur, Wiro sempat mencintai gadis dari dunia ghaib, lupa namanya, karena berbeda alam, mereka gak mungkin menyatu akhirnya berpisah, lalu sekian lama barulah bertemu Bidadari Angin Timur. Percintaannya sedikit rumit, cinta segitiga antara bidadari angin Timur, Ratu Duyung dan Wiro, tapi akhirnya Wiro dijodohkan bersama Ratu Duyung dan terpaksa meng-iya-kan karena menghargai keputusan para tetua persilatan. Cinta sejati kenapa selalu nyesek ya? Ehehe.. Karakter yang paling saya suka selain Wiro itu ada di si gendut “Bujang Gila Tapak Sakti” yang kalau ngomong seenak udelnya sendiri.

Setahun lalu bahkan baru saja saya bahas mengenai ini. Anak saya sempat menanyakan ini, “Mi, seandainya ada film Indonesia yang pengen banget mami tonton di bioskop yang diadaptasi dari sebuah buku, mami pilih mana?”

Saya jawab; “Wiro Sableng”

Walaupun dia kemudian nanya balik, “Emang Wiro Sableng buku apaan?.”

-____-!!??

Baru sadar–> Kita beda zaman… saya zaman makan coklat ayam, dia udah Silverqueen.

Image result for wiro sableng 212

Chemistry-nya pas liat teaser di film ini kereeen banget, ditambah Vino G Bastian pemeran utamanya dari novel yang dibuat sama bapaknya sendiri. Bapaknya yang ngarang, anaknya yang meranin dengan cerita-cerita yang disuguhkan Almarhum Om Bastian Tito sewaktu dia kecil. Ruh Wiro saya rasa bakalan dapet di Vino G Bastian. “Hampir semua lokasi dalam buku itu real, ayah suka jalan-jalan, dan semua perjalanan dia ceritakan di dalam sebuah buku.” Begitu kata Babang Vino yang sempet saya ingat ketika diwawancara di salah satu artikel.

Ah… Saya langsung jatuh cinta untuk liat filmnya di tahun 2018. Semoga ekspektasi yang selama ini saya pikirkan ada di film ini. Tone warna dalam film ini juga keren, berkolaborasi dengan sines luar angle gambar dan hasil juga bicara, soundnya gemuruh, semoga film Indonesia makin berkibar di kancah internasional.

Beberapa judul buku Wiro Sableng…

Empat Berewok Dari Goa Sanggreng, Maut Bernyanyi Di Pajajaran, Dendam Orang Orang sakti, Keris Tumbal Wilayuda, Neraka Lembah Tengkorak, Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga, Tiga Setan Darah Dan Cambuk Api Angin, Dewi Siluman Bukit Tunggul, Rahasia Lukisan Telanjang, Banjir Darah Di Tambun Tulang, Raja Rencong Dari Utara dan seterusnya sekitar 185 episode.

Ada penggalan isi dalam buku yang membuat kalian mungkin menjadi penasaran untuk mengulik isi bukunya…

Dalam keadaan tubuh bersimbah darah, dua langkah terhuyung-huyung berusaha mendekati ke hadapan pendekar, dia tak sanggup lagi berjalan, jatuh berlutut tapi kepala masih tetap menatap lurus ke arah Wiro dengan mulut yang masih mampu keluar ucapan.

“Wiro, kasih sayangku padamu bukannya loyang. Kasih sayangku padamu akan kubawa sampai liang lahat. Aku sangat berbahagia karena kau turut menyaksikan kepergianku. Walau di dunia kita tidak bisa bersatu, akan aku tunggu kau di akhirat.. Kekasihku, ini bukan akhir dari satu perjalanan. Bukan akhir dari segala-galanya. Kita akan bertemu lagi. Karena aku akan menitis, masuk ke dalam diri Ken Permana…” Begitulah kira-kira penggalan isi cerita dalam buku di episode 164 berjudul Janda Pulau Cinguk.

Siapa yang masih inget lagunya Wiro sableng???

Wiro Sasono, itu nama aslinya.
Lahir dari ibu bernama Suci.
Dengan ayah yang bernama Raden Ranawolang.
Dan dibesarkan oleh seorang guru.
Bernama.. Sinto Weni
Alias Eyang Sinto Gendeng
Atau Sinto, Sinto Gila ~

Wiro Sableng mewariskan sebuah senjata sakti
Berupa kapak
Bermata dua
Berhulu satu
Berkepala naga
Kapak naga geni 212 namanya

Angka 212 memiliki makna di dalam kehidupan
Dalam diri manusia terdapat dua unsur ingat duniawi dan Tuhan
Segala yang ada di dalam dunia ini, 
Terdiri atas dua bagian
Yang berlainan namun merupakan pasangan
Keduanya tak dapat terpisahkan

Wiro, Wiro Sableng. Sinto, Sinto Gendeng

 

Dessy Achieriny

2 comments On Siap Gendeng Bersama Wiro Sableng Kapak Naga Geni 212

  • Ya Allah mba.. ini tulisannya ngena banget yaa.. seandainya saya deket dengan babang Vino, saya akan minta babang undang mba sebagai tamu spesial pada saat pemutaran film perdana wiro sableng.. benar2 penggemar sejati yaa..

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer