Cara Menikmati Kamu

Tidak hanya pikiran perempuan yang diisi banyak kerumitan. Pikiran lelaki juga bukan perkara yang mudah. Ia seperti rumput liar yang berusaha menaklukkan dan berkuasa. Sedikit memberikan jeda waktu sebentar saja, saya yakin ia bisa merambah kemana-mana.

Namun segala yang baik, biasanya selalu menemukan jalan untuk kembali. Sebab Tuhan sudah menakdirkan cinta untuk saling menemukan, begitu yang manusia harapkan. Walau kenyataannya, ada beberapa yang juga ditakdirkan untuk saling melepaskan.

Mencintai tidak didasari dari mampu menaklukkan atau menjinakkan seseorang, cinta terkadang membuat kita menjadi bodoh, namun tidak sebodoh itu.

Mencintai juga dibutuhkan banyak pengulangan yang membuatmu tak pernah bosan, lalu memahami bahwa disetiap pengulangan, di situ kita belajar menumbuhkan lebih banyak hal dari sebelum-sebelum ini, bukan sebaliknya.

Seperti halnya rindu, 5 huruf itu diciptakan Tuhan begitu istimewa, ia tidak bernyawa tapi panjang umur dalam dada manusia.

Rindu bukan sebuah pekerjaan, sebab pekerjaan yang diulang-ulang kerapkali kita bosan, namun perkara mencintai yang memerlukan pengulangan, kita justru ketagihan. Merindukan seseorang memang se-asik itu.

Sementara, dalam hal mencintai tidak terlepas dari hal yang bernama kecewa. Luka kecewa memiliki cara yang berbeda ketika dia ingin pamer menunjukkan dirinya lewat sakit yang tak pernah diinginkan setiap manusia. Jangan heran, memang sudah begitu cara kerjanya.

Perbedaan cara orang mengeluhkan membuat kita semakin mengerti arti persamaan. Sama-sama berbicara satu bahasa air mata dan beberapa hal sesak yang masih ada. Hanya saja perbedaan visualnya, ada yang disimpan sendirian, ada yang pamer agar diberikan semangat-semangat semu dari manusia di luar sana yang tidak mengerti apa-apa.

Mungkin, kamu hidup diciptakan selain untukku, juga untuk membuat kata rindu akhirnya jadi punya banyak kerjaan. Agar rindu tidak ditakdirkan jadi pengangguran.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer