Kalian Hanya Sedang Memilih

Pernikahan itu sama seperti sekolah, tapi untuk membuat kita naik kelas tidak memerlukan pembagian raport.

Jika dalam pernikahan dihabiskan hanya mengupas mengenai kesalahan, maka kau hanya belajar mengenai bagaimana caranya bertahan, sibuk mencari pembenaran lalu lupa memahami peran, memahami keadaan, memahami yang seharusnya diperjuangkan dan meninggalkan hal-hal yang tak patut untuk diperjuangkan.

Seburuk-buruknya perjalanan hidup tidak ada yang namanya sia-sia.

Apalagi perihal yang namanya cinta, di sana tumbuh banyak kenangan yang ditugaskan dari awal menjadi liar dan menjalar setelahnya, menghimpun banyak kemungkinan dari hal yang baik-baik atau pun yang tidak baik.

Kalian hanya sedang memilih… Berusaha untuk menjaga tetap utuh atau sengaja memotong-motong menjadi beberapa bagian yang tak lagi utuh.

Kalian hanya sedang memilih… Seperti halnya kemarin yang memilih untuk saling jatuh cinta tanpa banyak tanya atau pergi tanpa berusaha ingin mencoba kembali.

Sayangnya, banyak yang rentan untuk mematahkan rantingnya sendiri, lalu jatuh dan memilih pergi tanpa menunggu hujan datang lagi dan menyuburkannya kembali.

Jika hidup hanya sekedar belajar berenang di lautan untuk sekedar bisa, tanpa belajar menyelam dan bertahan untuk menghadapi tekanan di kedalaman. Maka ketika laut mendidih, hanya pelaut paling berani yang sanggup bertahan dan hidup sampai ke tepian.

Semoga, kita selalu punya rasa sayang yang baik untuk dikemas tanpa saling melukai. Hingga ketika tua nanti, kau akan selalu menemukan bagaimana caranya agar dapat memiliki waktu lebih lama untuk membuka pagi dengan melihat wajah seseorang yang paling kita cintai setiap hari.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer