Semacam Cara Untuk Mencintai

Pernikahan memang tempat belajar untuk serius tapi santai. Dengan tidak melupakan komitmen dan berpikir untuk selalu merasa cukup.

Sepertinya aku tidak punya cara lain untuk mencintainya. Perihal memperlajari senyumnya saja, aku rasa, aku sudah jatuh cinta.

Apalagi jika ia tertawa, yang aku tahu, cara tertawanya memiliki ciri khas, berbeda, seperti ada penekanan di akhir ketika ia mulai terkekeh. Itulah sebabnya, setiap ia tertawa, aku seperti dihipnotis untuk ikut serta. Menertawai dunia, menertawai kehidupan, dan menertawai kebodohan kita sendiri.

Jika disetarakan level ketampanan, ia tidak memiliki kriteria yang ada di kepalaku. Wajahnya hanya semanis teh hangat yang disajikan rumah makan padang dengan sedikit gula.

Pernah aku bilang padanya, bahwa wajahmu seperti tidak kontras dengan tubuh dan dada bidang yang kau miliki itu. Ia menanggapinya hanya sedikit tertawa. Memang, wajahnya aku rasa lebih kecil dibandingkan postur tubuhnya yang tidak begitu tinggi namun tegap itu. Mungkin, jika ada kontes kemiripan wajah seperti tikus curut, kaulah yang akan menjadi pemenangnya. Ia lalu memasang muka kesal dan berwajah masam, tapi jauh dalam hatinya aku tahu dia tidak sedang benar-benar kesal. Karena setelahnya, ia lagi-lagi sedikit tertawa.

Aku pun tidak sedang sungguh-sungguh mengatainya. Ini hanya sekedar bercandaan kami berdua supaya kehidupan tidak diisi dengan hal-hal yang begitu-begitu saja. Hal lain yang aku suka adalah alisnya yang berbaris rapih dan juga tebal seperti dompet awal bulan yang banyak terisi, bulu matanya yang lentik membuat aku sebagai wanita, justru merasa iri.

Namun, kulit wajahnya selalu berminyak setiap hari. Aku pernah bercanda padanya dan melontarkan kalimat ini, “Sayang, kulit kamu itu terlalu berminyak. Mengecupmu siang-siang begini, aku seolah seperti saudagar kaya pemilik kilang minyak bumi.” Dia kembali tertawa, kali ini lebih keras dari sebelumnya.

Mungkin itu sebabnya akar musabab wajah berminyaknya menjadi tak terlalu mulus, banyak lubang-lubang bekas jerawat yang tumbuh hiperaktif dan bergerilya saat ia remaja.

Dalam kehidupan kami, mungkin akulah yang lebih sering bertanya dengan kebawelan paling juara semuka bumi lalu menuliskannya di mana-mana.

Dalam private message, jika ia bertanya aku sedang apa, aku pasti akan menjawab dengan segala kalimat yang ada-ada saja.

“Aku sedang belajar mencintaimu, untuk memastikan suatu saat rinduku sehat walafiat dan dalam keadaan baik-baik saja.”

Lalu ia hanya memberikan emot ini.

-_____-!!??

Mungkin, itu sebabnya banyak para lelaki di dunia ini jadi malas bertanya kepada istrinya. Kalau di bumi hanya diisi oleh istri yang kelakuannya semacam–Aku.

Lalu aku kembali menjawab dengan emot tertawa. Kita pun kembali menertawai dunia, menertawai kehidupan, dan menertawai kebodohan kita sendiri.

 

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer