Wanita dan Gincu

Lelah macet di jalan, sampai rumah saya miringkan badan dan rebah di atas sofa panjang warna cream motif kotak yang berbentuk seperti jendela segi empat. Sofa tua yang ketika diduduki decit per-nya tak pernah manja dan merengek minta diganti: terlihat masih gagah dan empuk. Busanya masih gemuk2 seperti pertama kali kami beli, hanya saja sarungnya sudah mulai usang.

Sofa ini adalah sofa pertama sejak kami menikah dan belum terpikir untuk diganti. Sofanya setia, kecuali pikiran kami yang selalu latah ingin memiliki furniture baru yang kerapkali terpajang menyilaukan & memikat mata, memanggil-manggil hati setiap orang yang lewat untuk lebih dekat ke dalam pameran toko di mall-mall besar, termasuk kami.

Furniture baru di mata ibu-ibu, mungkin sama berkilaunya dengan janda kembang di mata bapak-bapak.

Beruntung kami selalu berfikiran sama, selama barang lama masih gagah perkasa, maka hanya itu saja yang akan terus kami pakai. Lagi pun barang produksi lama, memang terbukti lebih awet dibandingkan barang yang diproduksi sekarang.

Pemikiran yang seperti itu sangat ampuh untuk berhemat, lagi pula pundi-pundi rupiah ditiap lembarannya, kerapkali lebih sering kesepian dibandingkan berdesakan dalam dompet untuk mencegah mereka berlarian dari sarang saat diajak jalan-jalan.

Apalagi perihal gincu, walaupun di rumah ada banyak warna, warna lain yang saya tidak miliki selalu saja menggoda.

Dengan muka melas andalan, saya sempat merengek tadi sore: “Beli satu ya pi, yang warna merah bata aku gak punya.”

Dia menanggapi dengan komentar yang sedikit, tapi nyelekit: “Kenapa gak beli warna batu meteor sekalian, kan jarang ada yang punya.”

-____-!!???

Sedikit joke receh paling garing yang rada nyebelin itu keluar dari mulutnya, namun ia tetep mengiyakan dengan terpaksa. Menertawai istrinya yang merengut kesal dengan bahagia.

Akhirnya lipstik berpindah tangan, walaupun warna merah batanya gak ada, warna merah gusi pun gpp. Yang penting BEDA.

Hehe…

Kenapa banyak pria di dunia selalu protes ketika istrinya beli lipstik? Padahal wanita hanya sekedar pakai, yang ngabisin mereka.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer