Blogger Gathering Inspiring Journey Bersama Shafira

“Sejak kapan berhijab?” Pertanyaan seorang teman meluncur begitu saja kala itu.

“Sekitar 3 bulan, mungkin. Lupa tepatnya.” Saya menimang-nimang untuk mengingat kembali dan memikirkan entah atas dasar apa saya mulai berhijab. Tidak ada history cerita hijrah seperti alur sinetron “Hidayah” yang dipersembahkan layar kaca. Semua kehidupan dalam perjalanan waktu seolah mengalir begitu saja. Bahkan dalam keputusan terpenting dalam kehidupan saya sekalipun.

Saya rasa hanya WAKTU, satu-satunya kawan baik dalam setiap perjalanan yang mampu mewariskan ingatan-ingatan bahkan mengubah banyak keputusan hingga mendewasakan.

Entah sudah berapa quote yang mengatakan bahwa sejatinya wanita merupakan “MOTOR” kehidupan. Dari didikan tangan seorang wanita akan tumbuh generasi-generasi penerus bangsa yang mampu menjadikan seorang manusia agar dapat melihat dunia dengan berbagai hal. Pertama, menjadi sejarah. Kedua, menjadi saksi sejarah, dan ketiga menjadi pencetak sejarah.

Tata krama, sopan santun, tidak hanya berlaku pada lisan, tulisan dan tingkah laku. Hal yang tak kalah penting hadir dalam segi berpakaian.

Dengan berkembangnya dunia fashion, wanita tampil modis dengan berbagai gaya busana muslim kini dapat dijumpai di mana saja. Apalagi ketika tahun 1996, APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) mendirikan sebuah divisi yang mengkhususkan pada busana muslim. Saya seolah ditarik ke masa silam dan mengingat kembali cerita para tetua dulu di era 80-an, tentu kehidupan dan peraturan berkata lain. Banyak rintangan dan kesulitan bagi para muslimah. Ketakutan dan kecemasan akan tidak diterima kerja, larangan di perusahaan dan pandangan masyarakat yang menilai bahwa wanita muslimah adalah wanita kuno dan tidak modern.

Rupanya dari sana, kiprah Shafira menjadi tonggak awal didirikan.

Berbeda dengan sekarang, wanita muslimah banyak kita temui bahkan di layar kaca. Beberapa artis papan atas satu persatu hijrah dalam balutan manis wajah mereka yang berhijab. Dalam dunia entertainment bahkan sudah lebih open akan hal ini. Justru yang lebih menarik, saat ini artis muslimah cenderung kebanjiran Job. Ketika ditarik sebuah garis kesimpulan, tentu saja dipicu oleh para muslimah yang semakin tinggi tingkat kesadaran akan pentingnya menutup aurat dan perkembangan pola pikir masyarakat yang telah terbuka, bahwa wanita muslimah harus mengoptimalkan eksistensinya sebagai wanita. Tuntutan untuk menjadi pribadi yang cerdas, trengginas dan multitalenta, membuat mereka cepat belajar dan memperbaiki diri. Dan harus diakui secara jujur, bisnis busana muslim memiliki prospek yang sangat cerah secara internasional. Bahkan, menurut data yang saya baca, diperkirakan sebanyak 484 Milliar dollar uang akan dibelanjakan untuk kebutuhan fashion muslimah pada akhir 2019.

Mengenal Brand Shafira

Tepat di tanggal 23 Agustus 2018, saya berkesempatan hadir untuk kumpul bareng bersama teman blogger lain yang tentunya ikut antusias dalam event yang diselenggarakan oleh Shafira serta mengulik perjalanan panjang selama 30 tahun Shafira berkiprah di tanah air. Bertempat di Twin House, Jakarta Selatan dalam acara Blogger Gathering Inspiring Journey – Journey to World Class Fashion, saya diajak untuk mengenal lebih banyak mengenai Brand Shafira. Acaranya sangat menarik, dipandu oleh MC Kak Dini Fitria kita diajak belajar menggali ilmu Workshop Photography bersama Yogie Bowie. Beliau adalah pemilik TopNotch SnapGrapher Indonesia dan pendiri komunitas Tips_Fotografi. Beberapa ilmu yang saya ingat adalah bahwa jepretan kamera yang bagus rupanya tak harus dengan kamera mahal, dalam tekhnik photography, pilihan lokasi dan background tidak harus polos, kalian bisa memilih background tabrakan dengan lokasi yang cantik, tematik dan estetik. Lalu belajar komposisi photo bagaimana kita bermain objek dan membuat garis imajiner diagonal.

Tak hanya belajar photography, sebagai muslimah kita diajak untuk kembali bersyukur dengan mendengar kisah perjalanan hidup dari Mbak Nadia fatimah sebagai Lupus Survivor. Cerita panjang mengenai sharing hijrah beliau membuat saya membuka mata, bahwa cantik sesungguhnya adalah bagaimana kita terlihat baik di mata Allah. Sebab manusia di dunia akan terbagi 2, manusia yang mencari kehidupan dan manusia yang menjalani kehidupan.

Rangkaian acara, lagi-lagi tak sampai di sana, ada Mini Show dan sesi mix and match beberapa koleksi Shafira, yaitu Koleksi Braga yang sempat dipamerkan pada ajang fashion week nasional di Bandung, koleksinya bertajuk “Ngabaraga” dengan detile bordir yang dijahit secara handmade.

Kemudian melirik koleksi lain ada Songket Silungkang khas Sawah Lunto bertabur Cristal Swarovski Shafira dan ini adalah koleksi bertema “Tweenties Metropolis” dengan mengangkat busana era 20-an tetapi digabungkan dengan material dari songket silungkang khas Sawah Lunto dengan permainan warna hitam, putih, silver, secara geometris, menawan namun tetap feminim, berkarakter, dan menjaga pakem busana muslim.

Dalam Dubai Sparkling Couture Invinity 2017. Shafira bergabung dengan Swarovski ikut meramaikan lalu berkolaborasi hingga melahirkan Mahakarya pertama mereka yaitu “Majestic Shafira” yang terinspirasi dan dibuat dengan warisan dan kristal Indonesia dari swarovski. Karya yang menggunakan batik parang dengan seni terpuntir di setiap potongannya ini, dihias mewah dengan taburan kristal swarovski.

Selain pembahasan hal di atas, hal paling menarik perhatian saya adalah inovasi trend baru dengan adanya aksen personal touch yaitu Initial Scarf. Kalian bisa menambahkan inisial nama kalian pada hijab Shafira dengan original swarovski cristal berkesan ekslusif.

Shafira adalah sebuah brand busana muslim yang hadir di industri fashion sejak 1989 dengan Ibu Feny Mustafa sebagai Founder dan President of Commisioner Shafira Corporation. So, sudah seperempat abad kiprahnya dalam dunia fashion muslim di Indonesia. Di sini tak hanya koleksi busana muslim dengan mengunggulkan desain yang eksklusif, namun dikemas dalam kolaborasi ragam keunggulan lokal Indonesia. Jika kalian pikir Shafira Muslim Fashion hanya untuk wanita, kamu salah ladies. Mens wear Shafira gak kalah keren loh.

Saya sendiri awal mengenal produk shafira ketika berkunjung ke Femaledaily.com dulu sekali sekitar tahun 2015, di sana ada forum diskusi yang mengambil topik mengenai produk-produk apa saja yang tidak hanya bagus tapi nyaman dipakai. Dan hampir review dari mereka memberikan recommend ke produk Shafira. Dari sana mulai tumbuh ke-kepo-an saya akan brand Shafira. Apalagi setelah tanya-tanya teman, rupanya banyak juga yang suka ciput dari brand Shafira. Namun sayangnya, dalam diskusi forum tersebut ketika itu, ciput sudah tidak diproduksi lagi. Tak lengkap rasanya jika sebuah forum hanya mengulas kebaikan suatu brand, dari ulasan yang saya tangkap, banyak mengeluhkan mengenai range busana Shafira yang sedikit over price. Namun mereka mengakui bahwa Shafira memang brand kualitas premium dengan jahitan yang super rapih, bagus dan tahan lama. Rasanya wajar, sebab ada harga, ada kualitas. Karena setiap produk Shafira melalui quality control yang ketat, jika dirasa kurang rapih seperti benang yang keluar dll, maka tidak dilempar ke pasaran dan dianggap reject. Produk unggul di shafira ada pada pakaian resmi dan dress-dress pestanya yang lebih banyak dicari pecinta fashion. Sayangnya lagi, bagi tubuh mini dengan ukuran kecil seperti saya, produk Shafira ukuran S-nya saja agak sedikit kebesaran, jadi masih harus sedikit dipermak untuk menyesuaikan ukuran tinggi badan. Semoga Shafira kelak mengeluarkan produk dengan lebih banyak ukuran, terutama yang bertubuh mini dengan ukuran SS.

Beberapa teman justru tertarik dengan encyclo dari shafira. Brand baru shafira yang menyasar pangsa pasar kawula muda. Produk Zoya fashion juga satu Circle sama Shafira, hanya saja saya rasa Zoya lebih cocok untuk acara casual, kalo shafira lebih formal dan anggun. Sedangkan Mezora, line shafira juga, namun buat saya mungkin versi murahnya. Melirik soal harga lebih miring dan terjangkau. Setidaknya tulisan saya ini, menjadi bahan pertimbangan bagi kemajuan brand Shafira kedepannya.

Dalam segi berpakaian, saya yakini bahwa setiap karakter biasanya mempunyai pilihan yang berbeda. Saya menyukai Wastra Nusantara seperti batik dan tenun, keduanya bisa diolah menjadi busana muslim yang keren seperti tunik celana culotte, atasan ala kimono, rok panjang, hingga celana palazzo. Etnik namun berkelas. Namun untuk hari raya, saya cenderung memilih model kaftan, gamis dan abaya. Untuk pergi santai yang membutuhkan aktifitas lebih banyak, pilihan jatuh ke tunik dengan perpaduan celana. Di masa kini, kita akan menemui banyak komunitas jilbab kontemporer yang memberikan warna baru tidak hanya pada model baju muslim tetapi juga style berhijab. Pilihan corak, motif, dan warna, masyarakat kita saya rasa sudah lebih berani, didukung dengan pilihan style yang dirasa sudah beragam.

Setelah saya pelajari mengenai kiprah Shafira, rupanya Zoya Cosmetics, Zoya Jeans, Zoya Home, serta Zoya Music adalah bagian dari line bisnis baru dari Shafira Corporation yang kemudian berkembang lebih luas dengan membuka line bisnis lain yaitu Mezora, Encyclo, serta Morning Bread.

Mengulik cerita ke belakang saya sempat diendorse kosmetik Zoya di laman Facebook saya ketika itu. Dan baru paham, bahwa Zoya Cosmetics dibawah naungan bendera holding company Shafira Corporation serta telah merambah pada pemasaran online. Seingat saya, aCommerce Indonesia juga berperan sebagai online distributor Zoya Cosmetics, bekerja sama dengan Lazada, Tokopedia, dan Shopee. Di sini ia tidak bertindak sebagai penyedia jasa di level eksekusi saja, namun sebagai partner bisnis yang juga memproyeksi pertumbuhan bisnis dan strategi untuk mencapainya, sekaligus solusi bagi kemungkinan isu-isu operasional yang muncul. Semoga brand-brand dalam negeri dengan jalin kerjasama dengan banyak e-commerce semakin dikenal di pasar Global.

Tak pernah ada perjalanan panjang jika tak memiliki kunci sukses mereka. 3 Kunci sukses yang diterapkan shafira hingga bisa bertahan dalam lintas generasi adalah:

  • Bisa dipercaya. Bisnis harus bisa dipercaya tidak hanya oleh investor, tetapi juga oleh konsumen.

  • Menjalin Networking. Langkah ini digunakan sebagai salah satu cara promosi paling jitu.

    Setidaknya dengan beribadah silahrutahmi kita juga dapat melakukan branding.

  • Jiwa kepemimpinan yang baik dapat membuat komunitas bisnis bekerja secara maksimal.

Berawal dari harapan yang hendak kita berikan sayap agar ia mudah terbang menjadi sebuah doa baik yang terbang ke langit. Maka mimpi pun sama, berikan ia sepasang kaki agar dapat pergi menuju apa yang kita impikan. Lalu doa-doa baik yang terbang ke langit, sanantiasa membantumu menemukan jalan yang terbaik.

Banyak harapan dari para designer fashion tanah air bahwa Indonesia kelak menjadi kiblat fashion muslim dunia. Rasa terimakasih untuk seluruh pencintanya, Shafira tuangkan secara spesial di perjalanan 30 tahun bersama keluarga muslim di seluruh dunia.

#30thShafiraJourney

#Journeytoworldclassfashion

 

dessyachieriny@yahoo.com

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer