Perawatan Ultherapy dan Peluncuran Aplikasi REAL MATTERS ID

“Keindahan sejati, terletak pada fakta. Tidak selalu dapat terlihat. Banyak orang fokus pada kecantikan luar. Walau sebenarnya mereka faham, bahwa banyak indah juga tercipta dari hal-hal lain yang tersembunyi, yang juga dapat kau rasakan, bahkan ketika kau menutup matamu.”

 

Namun memang tidak bisa dipungkiri, kesan pertama yang ditangkap oleh pikiran kita ketika melihat seseorang akan jatuh kepada fisik lebih dahulu, disusul oleh perilaku ketika kita mengenalnya, dan pada tahap akhir adalah melihat prestasi atau kemampuan intelektualnya. Itu sebabnya mengapa banyak orang berlomba-lomba menginginkan hal cantik tertanam pada diri mereka.

Dengan meningkatnya keinginan masyarakat untuk tampil menarik, ditunjang dengan adanya perkembangan teknologi bidang estetika, maka semakin memudahkan pria dan wanita yang menginginkan untuk merubah penampilannya. Pertimbangan tanpa bedah namun hasilnya efektif adalah cara yang paling sering dicari. Salah satu pilihannya adalah teknologi pengencangan kulit menggunakan gelombang suara (Ultherapy).

Bertepat di The Hook Restaurant pada tanggal 7 September 2018, saya menghadiri acara press conference dari Merz Aesthetics yang merupakan produsen kesehatan perawatan dan kecantikan dalam “Peluncuran Aplikasi Real Matters ID” yaitu aplikasi perawatan estetika dengan Ultheraphy menggunakan tekhnologi ultrasound untuk membantu memastikan pasien klinik kecantikan menerima perawatan Ultherapy Aesthetics yang ditangani oleh ahli estetika terlatih dan bersertifikat. Keuntungannya untuk members dengan mendownload aplikasi ini di playstore mendapatkan reward point yang diakumulasi setelah melakukan treatment.

Dibuka oleh MC yang ceria dan cantik Mbak Riva Udmajastra dan Narasumber yang hadir di sana antara lain Ricardo Manaloto (General Manager, Merz Indonesia Respentative Office), dr Lanny Juniarti (Dokter Ahli Estetika dan Presiden Director of Miracle Group), dr.Olivia Ong (Dokter Ahli Estetika Non-Bedah dari Jakarta Aesthetics Clinic) (JAC) dan Hansen Gandhi (Marketing manager Merz Indonesia).

“Keberhasilan dan popularitas Ultherapy ini telah menyebabkan produksi beberapa barang tiruan dan membahayakan pasien yang tidak menaruh curiga terhadap janji-janji palsu dengan iming-iming harga murah untuk treatment Ultherapy. Sedangkan perangkat Ultherapy tiruan ini belum diuji dan berpotensi tidak aman, yang mungkin lebih berbahaya daripada memberikan kebaikan.” Ujar Ricardo Manoloto menjelaskan kepada kami.

Kenyataannya memang banyak klinik kecantikan yang melakukan praktek kurang jujur dengan memalsukan alat tekhnologi Ultherapy. Alat Ultherapy ini disebut Ulthera. Ulthera yang asli ada sticker khusus bertuliskan Ultherapy Autentik berwarna orange, dari display juga terlihat perbedaannya.

Barang asli dan palsu di dunia fashion mungkin tidak masalah, namun coba bayangkan jika berada dalam dunia kecantikan. Saya rasa ini sangat membahayakan, karena takut ada efek samping setelahnya, sehingga goal pada treatment tidak akan didapat oleh pasien itu sendiri.

Bahayanya produk yang tidak autentik

  • Pada alat Ultherapy palsu, energi yang dikirimkan pada tingkat dan kedalaman yang tidak konsisten sehingga membahayakan pasien.
  • Energi ultrasound yang dikirimkan terlalu tinggi/intens dan terlalu dekat dengan permukaan kulit dapat menyebabkan luka bakar pada area yang seharusnya dirawat.
  • Energi yang dihantarkan secara tidak presisi – terlalu rendah atau tidak ada sama sekali – dapat memberikan hasil yang kurang diinginkan atau bahkan tidak mendapatkan hasil sama sekali.

Dengan alasan inilah, maka Merz menyediakan cara inovatif untuk memastikan keaslian perawatan Ultherapy yang diterima pasien dengan menyediakan kartu sertifikat pasien yang akan diberikan kepada setiap pasien selesai melakukan perawatan Ultherapy. Kartu ini mengandung QR Code unik yang dapat di-scan menggunakan aplikasi REAL MATTERS ID. Caranya mudah nih ladies, kamu hanya perlu mengunduh aplikasi REAL MATTERS ID di Apple App Store or Google Play Store lalu setelah itu melakukan pendaftaran, pasien dapat langsung men-scan QR Code yang ada pada kartu dan mendapatkan validasi langsung tentang keaslian perawatan Ultherapy-nya. Selain itu nih, ada fitur Clinic Locator dan beragam fitur yang memudahkan pasien untuk mengetahui info lebih jauh mengenai Ultherapy. Namun untuk saat ini masih menggunakan tatanan bahasa inggris, nanti selanjutnya akan dipermudah dengan beberapa pilihan bahasa.

Dalam event kemarin, saya belajar banyak mengenai Ultheraphy dan tekhnologi ultrasound. Menarik rasanya. Rupanya ultrasound memiliki kemampuan untuk menciptakan gelombang suara yang akan menimbulkan gema ketika disorotkan ke dalam tubuh. Gelombang-gelombang ini kemudian akan menciptakan gambar yang dapat digunakan untuk mendiagnosis. Sekarang gelombang suara tak hanya digunakan untuk mendiagnosis penyakit saja, namun digunakan untuk fisiotherapy dan diaplikasikan dalam dunia medis kecantikan untuk terapi antiaging dengan cara merangsang pembentukan kolagen baru. Prosedur kecantikan ini dapat membantu mengangkat alis, daerah bawah dagu dan leher. Ia dirangsang dengan menggunakan gelombang suara untuk menghantarkan panas secara mikro ke dalam kulit sehingga kulit menjadi kencang. Cara kerjanya menggunakan kerucut ultrasonik yang difokuskan di bawah kulit dan dengan memanaskan kolagen.

Pabrik kolagen berada di kedalaman 4,5 mm dari permukaan kulit. Salah satu efek biologis ultrasound adalah dapat menghantarkan panas. Efek panas inilah yang diambil untuk aplikasi dunia kecantikan dalam merangsang pembentukan kolagen baru yang dapat memberikan efek lifting atau biasa yang digunakan untuk istilah kencang pada kulit. Dengan pemanasan dari alat Ultherapy, kolagen akan dirangsang untuk diproduksi lebih banyak lagi. Selain mengencangkan kulit, terapi ini juga efektif untuk membentuk wajah.

Gimana, masih bingung ya? Contoh klasiknya gini deh, contoh ini sempat saya baca di sebuah artikel beberapa waktu lalu mengenai pembahasan kolagen dan tekhnologi ultrasound. Secara garis besar, denaturasi protein dapat kita lihat contohnya pada putih telur. Saat baru dari telur, putih telur itu berwujud transparan dan cair kan? Nah, coba jika kalian memasak putih telur dengan cara dipanaskan, maka akan membentuk sebuah massa padat yang berhubungan. Lalu inilah yang terjadi apabila kolagen di lapisan dermis kulit kita terkena rangsangan panas dari ultrasound. Ia menjadi mengeras dan padat, sehingga lapisan kulit epidermis di atasnya akan ikut tertarik dan kencang.

Ada banyak pertanyaan di kepala yang pada akhirnya terjawab oleh dr Lanny Juniarti (Dokter Ahli Estetika dan Presiden Director of Miracle Group) serta dr.Olivia Ong (Dokter Ahli Estetika Non-Bedah dari Jakarta Aesthetics Clinic) (JAC)

Apakah hasil dari Ultherapy ini dapat langsung terlihat?

Hasil pengencangan kolagen melalui ultherapy ini tidak langsung dapat terlihat, berbeda dengan operasi plastik atau suntikan filler dan botox yang hasilnya bisa seketika terlihat, Ultherapy baru bisa terlihat hasilnya setelah sekitar dua bulan.

Kenapa harus butuh 2 bulan agar bisa terlihat efeknya?

Karena tekhnologi Ultrasound ini adalah menghantar panas sebagai rangsangan bagi kolagen. Sedangkan kolagen akan terpicu produksinya setelah dua bulan. Setelah itu, kulit yang tadinya kendur akan terlihat lebih kencang dan terangkat.

Apakah hasilnya dapat bertahan lama?

Iya, dilihat dari real result dari Ultherapy, kekencangan kulit pasien dapat bertahan lama. Untuk maintenancenya dianjurkan cukup setahun sekali.

Jika kalian bertanya, apakah dalam mengaplikasikannya akan membutuhkan pemulihan?

Energi suara ini tidak merusak permukaan kulit, tidak ada down time atau masa pemulihan. Setelah terapi pasien bisa tetap beraktivitas seperti biasa, tidak ada memar atau merah di kulit. Sebab perawatan ultherapy teknologinya sudah canggih. Prosedur pengencangan kulitnya itu tanpa bedah, tanpa suntik, dan tanpa benang.  Kelebihan lainnya Ultherapy merupakan satu-satunya perawatan yang mendapat persetujuan Food and Drug Administration (FDA) Amerika untuk mengencangkan kulit. Perawatan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Kementrian Kesehatan RI untuk dipakai dalam terapi estetika.

Pertanyaan yang paling banyak diajukan lain biasanya, apakah sakit atau tidak ketika kita melakukan Ultherapy?

Rangsangan panas dari gelombang suara ini suhunya 60 hingga 70 derajat celcius, namun panas yang sensasinya seperti sentilan, tidak terasa di permukaan kulit, melainkan di dalam lapisan kolagen kulit, sehingga hasilnya  akan lebih bertahan lama dan lebih natural.

Apakah after treatment ultherapy masih diperkenankan untuk melakukan perawatan wajah seperti chemical peeling, galvanic dan sebagainya yang bersifat panas?

Boleh, hanya saja perlu jeda dulu untuk pemulihan.

Apakah ultherapy diperbolehkan untuk ibu hamil dan menyusui?

Untuk ibu hamil tidak diperkenankan, namun untuk ibu menyusui masih diperbolehkan karena tidak ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Dalam event blogger ini, saya rasa banyak hal yang harus saya tuliskan. Setidaknya tulisan saya mampu menjadi penyambung dari apa yang saya dengar, dari apa yang saya pahami, dan sampai kepada kalian. Tidak berhenti untuk hanya menjadi cerita-cerita yang berceceran, cerita yang tersembunyi untuk hidangan otak saya sendiri. Ilmu yang baik adalah sebaik-baiknya pemahaman yang kita dapatkan, lalu dibagikan. Hanya saja, rasanya cukup melelahkan ketika harus mengulang informasi yang sama kepada orang yang berbeda-beda. Dengan menulis inilah, saya mendapatkan cara lebih mudah untuk mengungkapkan banyak hal lewat blog pribadi dengan merangkul banyak mata. Semoga kelak, tulisan ini bermanfaat buat kalian yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai Tekhnologi Ultherapy.

 

Dessyachieriny@yahoo.com

FB: Dessy Achieriny

IG: @dessyachieriny

Twitter: @dessyachieriny

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer