Category Archives: Event

Rencana Sepakat, Tertawa, Melepas Bahagia dan Traveloka, Semua #JadiBisa Liburan

Di setiap musim, bukankah kita akan menemukan lingkup bahagia setiap orang dengan cara yang berbeda?

Berlibur adalah cara kita melepaskan bahagia dengan cara tertawa atau bahkan menyembunyikan luka yang terjebak di ujung mata untuk tidak lagi berada di sana.

Buatlah sebuah perjalanan, kita hidup juga memerlukan kebahagiaan lain dari sebuah petualangan…

Continue reading… →

Pentingnya Wanita Melakukan Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS

Hiduplah hari ini untuk menabur kepedulian….

Kepedulian tidak hanya berlaku untuk diberikan kepada orang lain saja, namun juga berawal dari diri sendiri. Lantas apakah kita sudah peduli terhadap diri sendiri? Terutama kesehatan?

Kebetulan pada hari selasa kemarin Kementrian Kesehatan RI dan juga Lovepink yaitu kelompok penyintas (Survivors) yang peduli akan pentingnya deteksi dini dan deteksi klinis kanker payudara mengadakan ulasan menarik dengan tema “Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS” tentunya menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Dr.Lily S Sulistyowati,MM selaku Direktur Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Dr Bob Adinata SpB (k) onk selaku Perwakilan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI), Samantha Barbara selaku Ketua Lovepink, dan Shanty Persada Selaku pendiri Lovepink dan juga penyintas kanker payudara.Foto Dessy Achieriny.

Berdasarkan data Riset Kasehatan Dasar (Riskesda) 2013, kanker payudara merupakan salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia, yaitu 50 per 100.000 penduduk dengan angka kejadian tertinggi di D.l Yogyakarta sebesar 24 per 10.000 penduduk, namun sampai saat ini pun belum dapat ditemukan jawaban secara akurat mengapa daerah Yogyakarta memiliki angka tertinggi yang penduduknya berpotensi mengidap kanker payudara. Sementara itu, kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21.5 per 100.000 penduduk.

Foto Dessy Achieriny.

Hanya saja, tantangan yang dihadapi dalam menekan angka kanker payudara ini yaitu pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini masih rendah, belum semua puskesmas memiliki tenaga kesehatan terlatih, sistem rujukan kanker dari FKTP hingga FKRTL yang belum berjalan secara efektif.

Sekecil apapun benjolan yang ditemukan segera konsultasikan diri anda ke dokter, menunda berarti memberi kesempatan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan untuk sembuh. Karena jika kanker dapat ditemukan secara dini (dengan ukuran tumor masih kecil kurang 1 cm) dan ditangani secara cepat dan tepat, harapan untuk sembuh hampir 100%, penggunaan obat-obatan hormonal juga harus sesuai dengan anjuran dokter.

Foto Dessy Achieriny.

Dalam postingan ini, saya akan mengulas mengenai perbedaan Tumor dan Kanker lebih dulu, agar pengetahuan masyarakat mengenai hal ini juga semakin terbuka.

Sebelumnya perlu saya jelaskan di sini apakah tumor dan kanker itu sama? Jawabnya adalah berbeda. Tumor sebenarnya adalah pembengkakkan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor).

Untuk tumor ganas ini sering juga disebut dengan Kanker. Tetapi kemungkinan tumor jinak menjadi ganas bisa saja, namun memang sangat jarang terjadi, biasanya pada Tumor yang sudah terlalu lama dan besar. Misalnya Fam (Fibroadenoma mamma), tumor jinak payudara bila dibiarkan bertahun-tahun ada yang berubah jadi ganas, ini dikenal sebagai Progressi, persentase kemungkinannya kira-kira hanya 0,5%-1% saja.

Foto Dessy Achieriny.

Penyebab Tumor itu bermacam-macam, bisa dari lingungan, ketidakseimbangan pola makan, terlalu banyak alkohol dan rokok, juga bisa dari faktor genetik dan bisa juga karena kadar hormon estrogen yang tinggi di dalam tubuh. Nah, hormon sangat mempengaruhi tumbuhnya tumor dan tumor bisa terus tumbuh selama hormon tinggi. Oleh karena itu alat kontrasepsi yang mempengaruhi hormon seperti Pil KB dan obat-obatan yang berkaitan yang dapat memicu hormon seperti penyubur kandungan juga berpengaruh menjadi faktor yang dapat menyebabkan tumbuhnya Tumor, jadi tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan harus ada anjuran dari dokter.

Foto Dessy Achieriny.

Yuk kita belajar untuk semakin peduli bagaimana pentingnya SADARI dan SADANIS untuk deteksi dini kanker payudara, perempuan diharapkan melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (periksa payudara klinis). Semakin dini kanker payudara ditemukan, tentunya kemungkinan sembuh akan semakin besar dan biaya penyembuhannya pun menjadi lebih murah.

Foto Dessy Achieriny.

SADARI harus dilakukan setiap satu hingga tiga bulan sekali pada hari ke-7-10 setelah menstruasi dimulai. Pada hari-hari tersebut, kepadatan payudara berkurang sehingga perubahan sekecil apa pun akan lebih mudah terasa. SADARI juga berlaku bagi perempuan menopause. Lakukan di tanggal teratur yang mudah diingat, misalnya setiap akhir bulan. Laki-laki juga disarankan melakukan deteksi dini kanker payudara. Sebab, meskipun risikonya lebih kecil, laki-laki juga bisa terkena kanker payudara.

Shanti Persada, selaku salah satu narasumber mengatakan bahwa untuk melakukan SADARI, kita dapat melakukan langkah berikut:

  1. Berdiri tegak di depan cermin dan lepaskan pakaian.
  2. Amati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara atau puting.
  3. Setelah itu, angkat satu tangan ke atas dan menggunakan tiga ujung jari, raba dan tekan seluruh area payudara, termasuk puting. Lovepink menyarankan untuk membuat lingkaran-lingkaran kecil dengan arah naik dan turun, lingkaran-lingkaran dari bagian luar ke dalam, dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya.
  4. Perabaan dilakukana sampai ketiak dan bagian atas.
  5. Setelah selesai melakukan gerakan-gerakan di atas pada kedua payudara, postur lain yang dapat dilakukan adalah membungkuk dan melipat tangan di belakang, serta mengangkat kedua tangan ke atas. Hal ini dilakukan untuk membaca apakah ada perbedaan antara (payudara) kiri dan kanan.

Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia yang dirayakan setiap bulan Oktober, nah Lovepink akan berkontribusi langsung dengan menyelenggarakan Indonesia Goes Pink di Nusa Dua, Bali pada 7-8 Oktober 2017 mendatang. “Acara ini akan dihadiri 1.000 penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia dan diisi dengan kegiatan Pink Run (5K, 10K, 21K), Fun Walk (3K), workshop dan expo, Thousand Voices of Survivors Dinner, Talkshow, dan Pemeriksaan USG,” ujar Samantha Barbara, selaku wakil Ketua Indonesian Goes Pink. Sebab mereka melihat bahwa sumber informasi yang paling dipercaya adalah pengalaman dari para penyintas yang bukan lagi sekedar “katanya”, maka untuk menjawab hal tersebut, diadakanlah Indonesia Goes Pink (IGP) sebagai wadah bagi ara warriors, survivors dan para supporter untuk dapat menggali informasi lebih dalam mengenai kanker payudara dan saling menyemangati serta bekerjasama untuk melawan kanker payudara.

Foto Dessy Achieriny.

Kementrian kesehatan RI juga terus menerus mengedukasikan kepada masyarakat Indonesia untuk menghindari penyakit kanker dengan menjalankan pola hidup CERDIK;

C –> (Cek kesehatan berkala)

E –> (Enyahkan asap rokok)

R –> (Rajin aktifitas fisik)

D –> (Diet seimbang)

I  –> (Istirahat cukup)

K –> (Kelola Stress)

Foto Dessy Achieriny.

Dalam sesi tanya jawab hari selasa kemarin saya sempat menanyakan kepada Dr Bob selaku Perwakilan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia mengenai bahwa; Apabila seseorang terkena tumor dan sudah dilakukan pengangkatan dan dinyatakan jinak melalui proses biopsi, apakah tumor yang sudah diangkat tersebut bisa tumbuh kembali menjadi kanker?

Nah, rupanya Tumor jinak yang sudah dilakukan pengangkatan juga ada beberapa macam kategori, ada tumor yang perlu diwaspadai ada yang tidak perlu diwaspadai, jika tumor jinak yang perlu diwapadai ini, maka harus sering dilakukan pemeriksaan baik itu secara SADARI dan SADANIS. Untuk operasi tumor jenis FAM (Fibro Adenoma Mammae) yang merupakan tumor jinak payudara. FAM yang tumbuh lagi setelah operasi bisa saja, terutama jika masih ada sel-sel atau bagian yang masih tertinggal. Sisa-sisa ini akan tumbuh dan berkembang lagi selama masih ada atau tingginya kadar estrogen. Perlu anda ketahui juga, bahwa FAM bisa menjadi kanker ganas payudara. Oleh karena itu disarankan setiap wanita untuk mempelajari tehnik pemeriksaan SADARI (periksa payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sebulan sekali untuk mendeteksi adanya perubahan pada payudara. Waktu yang paling tepat untuk saya pribadi melakukan SADARI, biasanya adalah saat mandi. SADARI tidak hanya dapat dilakukan oleh diri sendiri, bagi yang telah menikah dan memiliki hubungan seksual yang bisa dikatakan sering maka pasangan dapat melakukan tekhnik SADARI di payudara pasangannya sehingga dapat diketahui secara lebih dini.

Mengapa wanita yang belum pernah melahirkan dan tidak menyusui menjadi faktor resiko yang dapat terkena kanker payudara? 

Jawaban paling simple yang sekaligus langsung membuat saya faham adalah “Sebab obat kanker alami itu adalah menyusui”

Oleh karena itu, hal – hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan upaya pencegahan kanker payudara secara alami untuk menurunkan resiko kanker payudara, seperti, rajin berolahraga, makan makanan yang begizi, rajin meminum vitamin dan lain sebagainya. Selain memicu diri kita banyak berlaku baik untuk merasa peduli terhadap orang lain, yuk mari kita sama-sama mengingatkan untuk belajar peduli terhadap diri sendiri lebih dahulu dan belajar menolong diri sendiri sebelum hidup kita kelak akan disibukkan untuk menolong orang lain.

 

Dessyachieriny@yahoo.com

 

 

 

 

 

Ketika Jogja Bukan Sekedar Kota

Yogyakarta adalah geriap titik nol. Senopati hingga Mangkubumi. Jalan kebebasan, perjuangan. Pertaruhan. Puisi ditahbiskan para pejalan sunyi. Penjaga nurani.

~ Otto Sukatno CR~

 

Perjalanan belum usai, tulisan adalah cara kita mengingat dan melompat lebih jauh. Sejauh ingatan yang kerapkali meluncur ke kota seribu candi yang patut untuk kau kunjungi, kota dengan segudang suguhan kesederhanaan yang tak pernah dibuat-buat, senyum tulus masyarakat, arti penting dari keramahan yang di-Agungkan, kearifan lokal yang terjaga, tempat wisata yang mendunia dan kehangatan khas Indonesia.

Di Jogja, senja saja bahkan dapat memberikan pemandangan yang sepuitis ini. Rasa rindu untuk kembali adalah magnet mistis dari Jogja yang akan memanggilmu sebagai kekuatan rasa syukur terhadap indahnya alam ciptaan Tuhan tanpa perlu diiringi dengan tepuk tangan paling lama, sebab kota Jogja memiliki ruh dengan tepuk tangannya sendiri. Kota yang kerapkali menghadirkan bermacam tarian tradisional, contoh kecil seperti pementasan Sendratari Ramayana.

Dalam balutan manisnya kota Jogja, saya akan mengajak kalian singgah sebentar mengingat dan menggali sejarah Yogyakarta melalui cuplikan video yang telah saya buat menjadi cuplikan berikut ini:

Menggali Sejarah Yogyakarta on Biteable.

 

Ah…  Jogja begitu istimewa.

Kota legendaris sejak zaman mataram ini kalian dapat menyebutnya apa saja; kota pendidikan, kota buku, kota penyair, kota pelajar, kota revolusi, kota seniman, kota budaya. Tak heran “Menjadi Jogja Menjadi Indonesia” Tema yang tertulis ini sudah sepantasnya melekat di kota yang mampu mempertahankan kearifan lokal budaya jawa yang Adiluhung bersanding dengan budaya kekinian, sebab hampir semua kota lainnya yang entah sudah berapa banyak kebudayaannya ikut tenggelam dan tergilas zaman.

Eksotiknya Malioboro, lampu jalanan kota, suguhan para pelukis serta musisi jalanan dan riuhnya remaja bercengkrama adalah pemandangan paling mesra. Mata kita akan dimanjakan dengan riuhnya pasar-pasar tradisional, angkringan dan cafe-cafe modern yang ikut berbaur karena perkembangan zaman, semua tumbuh menjamur memberikan dampak ekonomis untuk perekonomian rakyat, tentunya dengan masih melindungi tradisi, dan nilai-nilai budaya yang berakar.

Manisnya Gudeg Jogja, tiwul, bakpia, hangatnya wedang uwuh, kopi joss, Kulonprogo Binangun, Gunung Kidul Handayani, Seleman Sembada, batik, adalah daya tarik yang dihantarkan kota Jogja pelan-pelan.

Layaknya surga kecil yang disuguhkan alam, ada banyak wisata yang dapat kalian kunjungi jika ke sana; Museum Ullen Sentalu, Situs Ratu Boko, Museum Benteng Vrendeburg, Candi Sewu, Pantai Baron, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taman Sari, Air Terjun Sri gethuk, dan masih banyak lagi list wisata yang ciamik untuk kalian tapaki, sebab tulisan saja tak akan mampu menjelaskan semuanya.

Museum benteng Vrendenburg misalnya, merupakan sisa peninggalan jaman kolonial Belanda di Indonesia. Kita dapat menikmati suasana yang cukup asri di dalam setelah lelah berjalan di sekitaran Malioboro karena lokasinya stratergis berada pada titik 0 (nol) Jogjakarta, yaitu di ujung Jl. Malioboro yang menjadi ikon DIY. Tiket masuk yang ditawarkan juga cukup murah. Apabila kalian hobi fotografi, maka museum ini memiliki spot-spot menarik yang bisa kalian eksplore baik itu di sosial media maupun dalam sebuah ingatan dan cerita. Di kota Yogyakarta banyak sekali kita temui peninggalan-peninggalan sejarah, sebab Jogja adalah kota lama, banyak peninggalan yang dapat ditemukan di Yogyakarta dan sekitarnya. Bukan hanya dari abad XVIII M, namun juga pada abad –abad sebelumnya. Pada abad XVI M, Yogyakarta menjadi pusat Kerajaan Mataram Islam. Sementara pada abad VIII M, sekitar Yogyakarta sudah menjadi pusat peradaban khususnya yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha.

pict by ; @Halohoho

Ada banyak lokasi Candi yang menjadi gaungnya wisata Jogjakarta. Waktu paling tepat untuk berkunjung ke lokasi ini terutama saat pagi dan sore hari, di waktu itulah sinar matahari masih bersahabat dengan kita. Kesan romantis dari terpaan warna merah kekuningan menjadikan candi lebih megah dan eksotik, bidikan kamera, rasa syukur, ingatan baik dari sebuah perjalanan, kelak begitulah caranya alam bekerja untuk memikatmu–Kembali.

Keindahan pantai Pok Tunggal juga menjadi daya tarik lainnya, pantai yang berada di Desa Tepus, kecamatan Tepus, kabupaten Gunungkidul ini dikenal dengan hamparan pasir putihnya. Cerita dibalik Pok Tunggal rupanya terinspirasi dari sebuah pohon yang hidup di pinggir pantai tersebut, yakni Pohon Duras. Pohon Duras yag tumbuh di pantai Pok Tunggang ini hanya satu buah saja, itulah cikal bakal kenapa pantai ini disebut Pok Tunggal.

Ada banyak tradisi yang kerapkali dilakukan di Jogja, seperti Acara tahunan Bersih Sendang Beji dengan sedekah ingkung, acaranya terdiri dari doa-doa dan pembagian ingkung ayam, nasi gurih, buah-buahan hasil bumi dan tani sebagai ungkapan rasa syukur. Acara tahunan bersih Sendang Beji merupakan tradisi turun temurun sejak ratusan tahun. Sendang Beji merupakan mata air atau umbul yang tidak pernah surut airnya, sekalipun musim kering. Air dari sendang inilah yang menghidupi warga selama bergenerasi. Selain untuk sumber air minum sendang ini digunakan warga untuk mengairi kebun dan persawahan sekitar. Ada pula upacara Taur Kesanga, Jemparingan, yaitu seni memanah gaya Mataram yang dulu sering digelar di seluruh wilayah kerayaan kuno Yogyakarta dan yang tak kalah menarik ketika hari raya Waisak di Malioboro sering diadakan Pindapata yang merupakan salah satu rangkaian acara dari Hari Raya Waisak, yang dilaksanakan oleh Bhiku dan Bhikkhuni yang berjalan menundukkan kepala sambil membawa mangkuk makanan tanpa mengucapkan kata-kata meminta. Sebagai cara mengasah umat secara sadar dan ikhlas untuk memberikan makanan kepada Bhiku dan Bhikkhuni.

Hal yang lebih menarik di Jogja, kita dapat menjumpai alat transportasi yang jarang kita temui yaitu becak. Becak merupakan pantulan hidup bernilai, bermakna, dan tujuan hidup mendasar dari wong kabur kanginan: orang tidak berumah, tidur di jalanan. Di kota istimewa Yogyakarta inilah moda transportasi istimewa becak menemukan tempat yang aman dan nyaman dengan falsafah yang membumi “Alon-alon weton kelakon”. Moda Transportasi dengan menggunakan tenaga manusia ini masih mondar-mandir di Jogja, tidak lain adalah berkat jasa Sri Sultan HB X yang menjadi pengayom dan pelindungnya. Siapalah yang berani menghalangi bila Sinuhun sudah bersabda.

Jogja adalah kota kecil dengan multikulturalisme tinggi serta kota yang memanusiakan manusia. Pasar tradisional dan beraneka ragam batik yang dijajakan adalah buah dari budaya yang dilestarikan. Karakteristik warga Jogja yang sederhana dan menghargai seni budaya tentu tidak akan mematikan pasar tradisional. Di era modernisasi dan tekhnologi, pemikiran manusia kian berubah, kota besar contohnya; tawar-menawar seolah tersingkirkan dan menjadi hal paling rancu sehingga mengganggap menawar harga barang adalah hal yang tak manusiawi, hilang empati, dan pikiran lain yang menganggap intoleran kepada rakyat kecil. Terlalu banyak pikiran-pikiran negatif yang pada akhirnya justru menjadi peluru yang kelak mematikan hal-hal yang baik. Padahal di pasar tradisional inilah timbulnya ikatan kuat antar masyarakat, arti toleransi, cara menghargai, dan silahturahmi dapat terjalin. Di kota besar banyak pedagang yang sengaja menaikkan harga barang selangit, lalu apakah menawar harga barang yang dibandrol dengan harga yang tak masuk di akal menjadi simbol kurangnya empati? Di Jogja kalian bisa merasakan kehangatan para pedagang di pasar ketika sedang “tawar-menawar” dan merasakan ketulusan warga Jogja yang tidak ternoda oleh pikiran “mencari untung sebanyak-banyaknya”. Banyak hal baik dari kesederhanaan kota ini yang membuat kalian berfikir bahwa Jogja tak hanya sekedar tempat wisata.

Rasa rindu melihat merapi dengan mata telanjang dari kawasan Tugu Jogja yang tertutup gedung-gedung yang semakin dibangun tinggi menjulang seringkali menjelma sebuah ketakutan akan virus modernisasi masuk ke kota Jogja dan menghilangkan akar budaya, tapi percayalah, bahwa kota Yogyakarta sekarang sedang berbenah dalam mewujudkan dirinya sebagai salah satu tujuan utama wisata Indonesia tanpa menghilangkan budaya, sebab justru budaya itulah yang menjadi modal terbesar dalam pengembangan kota Yogyakarta dikemudian hari, termasuk dunia kepariwisataannya.

Untukmu Jogja, cinta adalah satu-satunya pintu yang terbuka. Melalui perjalanan dan ingatan, maka cerita akan sembunyi dalam sebuah puisi yang akan hidup di mana pun. Berikut penggalan puisi karya saya…

 

Yogyakarta

Sejatining ngaurip, memayu hayuning bawana. Celakalah kota, jika kehilangan budaya dan jiwa. Sederhana adalah pucuk rasa rindu yang membuatmu kembali dalam pusaran nafas kota ini. Kita, hanyalah bagian yang terbawa ingatan lidah ombak di laut kenang.

Ada rindu puncak Merapi yang disembunyikan baliho, senyum tulus abdi dalem dan tawar menawar pasar batik tradisional. Di atas candi, senja menjadi saksi betapa puitisnya tanah Jogja bercerita. Tentang legenda, tentang sejarah, tentang tradisi, tentang adat, tentang budaya, tentang kita yang lupa bersuara.

Hanacaraka-Datasawala-Padhajayanya-Magabathanga. Duh Gusti, sebuah tulisan terkadang buah dari ingatan. Datang tergesa serupa sajak yang tak pernah menyerah pada kalimat paling panjang. Ia adalah dahaga yang tak mengenal kata titik.

Gagah Merapi di Utara dan mistisnya Parang Tritis di selatan Jogja. Sesederhana itu kita bahagia. Di kota ini, kita adalah sepasang keras yang dilatih bahagia dengan sederhana. Begitulah jika kehidupan sudah bersabda dan masyarakat bersedia. Merapi memang tak pernah ingkar janji, tapi merapi pernah menjadikan kota ini abu. Di tangan Tuhan dan titah Sri Sultan, maka Jogja, kita, kota dan jiwa kembali—Menyala.

 

Dessy, 17 Agustus 2017

 

Dessyachieriny@yahoo.com