Category Archives: Event

Lampung Krakatau Festival 2016 — Part 1

 

LKF 2012

Sebelum gaung perlombaan dimulai. Belajarlah untuk menerima kekalahan lebih dulu, sebagai bentuk pelajaran kemudian hari, agar dapat memberikan tulisan yang lebih baik untuk kita ketik hari ini, begitu seterusnya. Sehingga sebuah pertemanan dari banyak orang, satu persatu akan datang kepadamu, bukan rasa unik yang lahir dari sebuah kekecewaan untuk menyinggung perasaan orang.

Selera manusia dalam tulisan tak sama, tulisan seperti menu masakan, sayang. Kau suka asin, aku suka manis, mungkin yang lain suka asam.

Lalu apakah rasa yang mereka cicipi menurut selera mereka terasa buruk bagimu?

Begitupun sebuah tulisan.

Sebuah mental-mental tempe yang terbentuk adalah bukti kekanak-kanakan.

Sebagai pecinta literasi, saya belajar banyak dari kakek saya (Seorang sutradara dan penulis skenario) bahwa menulis harus bermulai dari hati, bukan mencari sensasi. Itu titik point utama agar tulisan kita mendapatkan banyak tempat di hati para pembaca, untuk kerapkali mereka kembali ke blog pribadi milik kita secara berulang. Sebab literasi tidak hanya sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

Hai teman, beranilah melangkah. Ini hidupmu, kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain. Jangan pernah takut akan sesuatu, sebab semakin pencapaian kita tinggi, angin yang berhembus semakin kencang.

LKF 2016

Email yang saya terima sebagai pemenang Blog Competition Lampung Krakatau Festival 2016 adalah titik balik langkah saya, untuk kembali kedua kalinya ke Lampung. Kota yang kaya akan budaya dan wisata. Dengan senyum ramah masyarakat yang membuat saya bertemu teman baik lagi dan lagi. Pemenang pertama diraih oleh mba Retno dari Jogja, pemenang kedua diraih oleh mba Indah dari New York, dan pemenang ketiga saya sendiri dari Bekasi. Kejutan terbaik yang Tuhan kasih kepada saya di akhir Agustus ini.

Udara masih terlalu pagi, kecupmu dan segelas teh manis hangat mengantarkan saya bertemu mba Lidya. Penerbangan kami bermula dari terminal 3 Bandara Soetta dan landing manis di Bandara Radin Inten II Bandar Lampung.

LKF 2016

Setiap langkah, saya kerapkali berharap membawa cerita hebat yang lain untuk ikut memeriahkan acara Lampung Krakatau Festival 2016. Panas terik matahari di lampung menyapa kami, berharap waktu menunggu tak terlalu lama dijemput oleh panitia LKF 2016 yang kebetulan diwakilkan oleh mba Nuri & Juri Blog Competititon mas Efenerr.  Dari bandara, mobil Avanza yang kita tumpangi  menuju Resto The Summit Bistro, yang terletak di Jalan Haji Hasan Rais, Sukadanaham, Kota Bandar Lampung. Rupanya The Summit Bistro ini merupakan gabungan dari restoran dan cafe yang memiliki panorama keindahan alam kota Bandar Lampung, kita bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Saya sempat mengabadikan view dalam potret kecil bidikan kamera, lalu bercengkrama bersama para blogger lain sambil makan siang, mendengarkan pengalaman dari mas Efenerr yang sudah keliling dunia. Semoga wisata Lampung kian terangkat di mata banyak orang. Sungguh, saya beruntung kenal kalian.

Memanjakan lidah dan mata sekaligus serta mengisi perut yang lapar. Tak butuh waktu lama hingga saya memutuskan untuk memesan spaghety carbonara dan Ice cappucinno. Varian menu utama di sini memiliki cita rasa Eropa dan nusantara. 3 pemandangan sekaligus dapat kita tangkap yakni, perkotaan, perbukitan dan laut. Tempat rekomended untuk kongkow santai jika kalian hendak ke Bandar Lampung.

Oh abang Zainudin sayang, Hayati akan mengajak kau kesini suatu saat nanti.

 

LKF 2016

Setelahnya, saya mengusir lelah sebentar di CityHub Hotels sebelum menapaki serangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival 2016. CityHub Hotels yang saya jambangi terletak di Jl. R.A Kartini, hotel ini merupakan kawasan strategis pusat bisnis kota Bandar Lampung. Tempat yang ideal untuk menjelajahi kota Bandar Lampung secara cepat dan tak membutuhkan waktu lama perjalanan, hotel ini juga menyatu dengan El’s Coffee, menariknya di El’s Coffee menyajikan kopi yang beragam dari nusantara. Kedai kopi yang hipster di Lampung.

Kamu, pecinta kopi?

Kopi nusantara yang tersedia di El’s Coffee? Semua ada. Untuk robusta, ada Lanang Peaberry, Java Mocha, Flores, dan Lampung. Arabika ada Toraja, Aceh Gayo, Kintamani, Mandailing, Gunung Ijen, Pengalengan Bandung, Bajawa Flores, Wamena Papua, dan Takengon Long Berry. Jadi, kamu bisa puas minum kopi nusantara di satu tempat. Tak lupa saya pun membawa pulang oleh-oleh kopi Lampung dari Els,s Coffee.

LKF 2016

Lelah terbayar, kami pun menuju Festival layang-layang di PKOR Way Halim Bandar Lampung, yang masih dalam kesatuan rangkaian festival Krakatau 2016. Panitia juga mengadakan workshop pembuatan layang-layang dengan total 300 partisipan, diantaranya ada anak-anak dan peserta umum. Begitulah mas Dendi menceritakan kepada kami secara antusias. Ia pun bercerita kembali bahwa ada 4 negara yang ikut serta dalam Jelajah Layang-layang kali ini, yaitu Singapura, Australia, Perancis, Malaysia. Malam puncaknya ada layang-layang dengan Lampu LED (Light Emitting Diode) menerangi langit Lampung. Indah banget. Foto-foto apik jepretan kamera peserta lomba dari masyarakat pada hari pertama dalam event jelajah layang-layang juga menempel di dinding dan terlihat jelas ketika kami datang.

Saya kesana, sempat berpapasan dengan artis Maudy Ayunda. Rupanya bertepatan dengan syuting film The Naked Traveler yang diadaptasi dari novelnya mba Trinity. Sempet ramai juga di twitter bahwa ada berita dari salah satu wartawan surat kabar lokal yang mengeluhkan tentang Jelajah Layang-layang yang diadakan LKF 2016 tidak mengijinkan media meliput dan mendapat teguran karena motret di sana. Saya tertarik mengulas ini, karena pada dasarnya hanya terjadi kesalahpahaman semata. Sebab, menurut apa yang saya alami, saya puas motret di sana tanpa hambatan, mas dendi  salah satu panitia LKF 2016 dengan gamblang menjelaskan mengenai jelajah layang-layang, sambil sesekali saya sibuk mengambil gambar dalam bidikan lensa kamera dari macam-macam model layang-layang yang diterbangkan di sana. Larangan yang terlontar untuk tidak memotret, saya rasa keluar dari crew film yang hendak ambil gambar di sana saat syuting berlangsung,  jadi bagi saya sebuah kesalahpahaman jika panitia melarang, karena saya puas mengambil foto sebanyak apa pun yang saya suka saat jelajah layang-layang berlangsung. Belum lagi sebuah obrolan dari masyarakat ketika saya berbaur di sana, bahwa dengan diadakan workshop bagi anak-anak, mereka dapat memahami dan pandai membuat layang-layangnya sendiri. Asik kan?

Kalian tahu, menyimpulkan atas apa yang terjadi tidak bisa dari satu kepala, melainkan mendengarkan dari banyak kepala. Karena kewajiban mencintai pertama kali adalah “Mendengarkan”

LKF 2016

Dibalik jendela mobil saya mencatat nama-nama tempat yang hendak saya kunjungi di kepala, sebagai ingatan penuh yang hendak saya bawa pulang ketika kembali ke Jakarta. kali ini, saya diantarkan ke “Jelajah Rasa” dimana salah satu agenda dalam Festival Krakatau 2016 adalah Jelajah Rasa. Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di Provinsi Lampung. Jelajah rasa akan berlangsung dari tanggal 26 sd 28 Agustus 2016 bertempat di lapangan Saburai Enggal, Kota Bandar Lampung. Tidak hanya dibidang kuliner, namun juga rasa estetika, rasa tradisi budaya, rasa peduli dan rasa memiliki; dengan demikian dalam jalajah rasa disuguhkan berbagai kuliner, aneka permainan anak yang diikuti 8 food truck dari Jakarta dan Lampung, Bazar Distro, Launching Logo dan Tagline Pariwisata Lampung. Logo yang kalian lihat dalam event LKF 2016 dibuat oleh mas Erik, kepribadiannya sangat ramah sekali. Saya sempat mengabadikan berfoto bersamanya di kapal saat perjalanan menuju Anak Krakatau.

LKF 2016

Kembali istirahat untuk mandi sebentar di hotel, kami melanjutkan kembali ke Mall Boemi Kedaton untuk melihat Jelajah Pasar Seni. Jelajah Pasar Seni dimeriahkan dengan kegiatan Pameran Fotografi (Umum dan Bawah Laut), Pameran Desain Poster, Handicraft Expo dengan peserta UKM dari Lokal dan Nasional (berbagai jenis usaha kerajinan). Mas dendi kembali menjelaskan kepada kami bahwa kegiatan pendukung lainnya pada Jelajah Pasar Seni yaitu Pembacaan Puisi dan Pelukis, serta acara tersebut dibuka dengan tarian kontemporer khas Lampung. Pelukis yang tergabung dalam Dewan Kesenian Lampung ini mencoba melukis dan memberikan imajinasi mereka terkait puisi yang sebelumnya dibacakan yaitu; “Ketika Kata Menjadi Warna.’

LKF 2016

Malam pun tiba, kami dinner di Restoran Bukit Randu. Lokasi ini adalah ide dari mas Efenerr, pemandangan yang disuguhkan di sini tidak kalah spektakuler dari Resto The Summit Bistro. Dari sini, kita bisa melihat lampu-lampu kota yang berkelap-kelip diatas ketinggian. Lokasi ini dapat ditempuh 40 menit berkendara dari Bandara Raden Intan. Taman Nasional Way Kambas dan Pelabuhan Bakaheuni dapat dicapai dalam 2 jam berkendara, sementara untuk mengunjungi Pantai Mutuh akan memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil.

Esok, jejak langkah saya akan berada di Pantai Sari Ringgung dan Anak Krakatau, dengan niat hendak memuntahkan jepretan-jepretan foto dan menghidupkan kembali sebuah cerita sebagai tulisan selanjutnya. Tunggu tulisan selanjutnya di Lampung Krakatau Festival 2016 Part 2 ya……

 

Dessy Achieriny

Lampung — The Treasure Of Sumatera

Dokumentasi pribadi hasil foto Keindahan Lampung. instagram @dessyachieriny
Dokumentasi pribadi hasil foto Keindahan Lampung. instagram @dessyachieriny

Perjalanan, bak potongan puzzle. Sedangkan jejak dan langkah kaki satu persatu laksana buku yang banyak bercerita. Mengenai apa saja. Kalian jangan pernah mengatakan bahwa kita adalah seorang pejalan, jika tidak membaur dan mencintai lingkungan. Jangan pernah mengatakan menjadi seorang pejalan, jika buang sampah lupa berpikir dengan kumparan otak yang bersih di kepala. Jangan pernah mengatakan seorang pejalan, jika tidak menjunjung tinggi marwah dari adat sebuah daerah, menghormati para tetua dan masyarakat diantara jejak kaki ketika sampai di sana.

Apakah kita benar-benar seorang pejalan?

Menara Siger foto @exauciosesiregar
Menara Siger foto @exaoliosiregar

Seorang pejalan sesungguhnya akan mencintai banyak aspek, hingga menjumpai banyak orang dengan polah mereka yang berbeda dan kita pelan-pelan akan menjadi bagian dari mereka. Yang juga akan merasakan bagaimana bahagianya senyum ramah dari suku yang berbeda menyambut kedatangan kita, hal kecil yang kelak menjadi sebuah kebanggaan. Indonesia adalah negara paling indah dan harta nyata bagi bumi, diisi dengan banyak lautan, hutan, dan ragam budaya. Kali ini kita akan membahas kekayaan alam, keindahan, serta sisi lain dari kehidupan masyarakat yang dimiliki oleh Pulau Sumatera khususnya Lampung. Jika ditelisik dari sejarahnya, lampung adalah provinsi yang terbentuk dari pemekaran provinsi Sumatera Selatan pada Tahun 1964.

Jejak kaki sampai ke Lampung pertama kali, ketika mengunjungi perkebunan kopi Robusta terbesar di Indonesia yang ternyata berada di Lampung. Berbaur dengan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dengan mata pencaharian sebagai petani kopi di Tanggamus. Saya menjejak kesana, dengan perjalanan laut melalui pelabuhan Bakauheni, yang merupakan pelabuhan utama di Lampung selain dari pelabuhan panjang, serta pelabuhan nelayan seperti pasar ikan (Teluk Betung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk Lampung, Nah dari Kalianda kita dapat melihat Anak Krakatau dari dekat. Di lampung saya sempat mencicipi gulai Kepala Ikan Simba yang sangat enak dan gurih dengan khas wangi kemangi di dalamnya.

Lembah Seribu Kawah Suoh, foto @Paralampung
Lembah Seribu Kawah Suoh, foto @Paralampung

Di Lampung terkenal dengan Pantai Wartawan yang indah dan lautnya yang bersih berada di kabupaten Lampung Selatan, Belimbing di kabupaten Lampung Barat, Pantai Pasir Putih yang warna pasirnya sesuai dengan nama pantainya, sensasi melihat anak krakatau dan Kilauan Bay di Tanggamus yang membuat keseruannya mampu memecah ingatan dengan melihat lumba-lumba dari dekat. Serta Pulau Pahawang yang juga berlokasi  di Tanggamus dengan jarak yang lebih dekat dibandingkan dengan Pulau Kilauan. Dari kehidupan masyarakat dan anak negeri di sana kita bisa belajar menjaring ikan dari anak desa Gedung Batin Way Kanan lampung, menikmati gemulainya penari Mukek Lawok di krui Pesisir Barat, sebuah tarian yang menceritakan tentang kegiatan masyarakat pesisir yang menjaring ikan di pantai, mencecap rasa kopi khas lampung yang nikmat. Keindahan Lembah seribu kawah Suoh yang memiliki ratusan kawah geothermal. Air Terjun Batu Duduk yang tak jauh dari Air Terjun Putri Malu di JukuBatu, Banjit Way kanan. Dan masih banyak lagi wisata yang membuat kita mampu menuliskan kata “Mengagumkan”

The Treasure Of Sumatera

Ketika membaca event mengenai Lampung Krakatau Festival 2016 saya tertarik untuk mengulas lebih dalam dan menyuarakan isi kepala dalam setiap tulisan, menggali lebih luas mengenai arti penting dari sebuah kebudayaan dan memahami masyarakat di sana sebelum kesoktahuan diri sendiri menjadi prioritas membahas sesuatu tanpa didasari pemikiran dari banyak kepala. Apalagi Lampung Krakatau Festival merupakan event besar perhelatan budaya mengusung tema Lampung The Treasure of Sumatera akan meliputi banyak kegiatan, seperti pasar seni, jelajah layang-layang, jelajah rasa, jelajah krakatau, jelajah semarak budaya, dan investor summit. Berbicara dengan berbagai narasumber yang memang mengetahui betul tentang polah masyarakat lampung dan beberapa teman yang sempat kuliah dan bekerja beberapa waktu di sana, adalah hal paling penting sebagai bentuk mengetahui lebih banyak, mendengarkan, melihat sisi alam dan menyelami pola hidup masyarakat Lampung dari berbagai sisi.

Kesimpulan yang saya ambil ketika berbicara dengan Restia, seorang guru 32 tahun dan Alan, 33 tahun karyawan swasta, membahas mengenai Lampung adalah keunikan dari segi kehidupan bermasyarakatnya, di sana penduduk transmigran hidup berdampingan atau berkoloni dengan masyarakat pribumi. Sebab di lampung banyak pendatang program transmigrasi dari pulau jawa sehingga masyarakatnya justru lebih dominan suku jawa, suku asli di sana pun banyak yang fasih berbahasa jawa. Dari segi kebudayaan tradisional, wilayah lampung  masih menjaga tradisi di wilayah masing-masing. Saya sempat mendengar terjadinya bentrok suku asli lampung dan pendatang, namun itu cerita lalu. Sekarang di lampung, terutama lampung barat termasuk wilayah yang cukup kondusif, semua warganya sangat ramah, tidak hanya di pedalaman juga di pusat kota. Saya akan mengajak kalian berjalan jauh ke dalam Lampung, kita akan menemui Bandar Negeri Suoh, daerah ini termasuk wilayah yang agak terisolir dengan kekayaan hasil kebunnya. Dan saya harap, semoga jalan akses di daerah suoh dapat diperbaiki secara optimal. Di tengah perjalanan padang rumput dari batu brak ke suoh ada pemandangan danau yang indah, namanya Danau Suoh,Nah inilah tugas kita, sebagai generasi muda penerus bangsa untuk mengangkat sebuah keindahan yang terisolir. Kita juga bisa menjumpai waduk buatan di Liwa, Lampung Barat. Tepatnya di daerah Sekincau, waduk yang sangat bagus airnya dengan kejernihan yang dapat kita lihat sampai ke bibir waduk. Di Lampung Barat suasananya sejuk seperti di Puncak Bogor, lingkungan yang bersih dan masyarakat yang ramah-ramah.

Hal yang paling menarik di Lampung juga adalah dengan adanya perlambang siger yang akan kita temui di gedung-gedung daerah kota Lampung sebagai simbol ciri khas lampung. Siger merupakan benda atau perangkat adat penting dalam ritual masyarakat Lampung yang kini menjadi lambang kedaerahan yang melekat erat pada masyarakat berwujud mahkota keemasan dengan bentuk dan detile yang sangat khas memiliki arti kehormatan dan saling menghormati.

Wisata lampung menyuguhkan keanekaragaman wisata yang beragam, seperti

Jelajah Anak Krakatau

Anak Krakatau by @yopiefranz
Anak Krakatau by @yopiefranz

Anak Krakatau merupakan kepulauan vulkanik yang masih aktif berada di selat sunda antara pulau jawa dan sumatera yang masuk ke dalam Cagar Alam dan sangat diburu oleh pelancong dari manca negara. Kepulauan Krakatau yang terkenal adalah Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, Pulau Sabesi dan Pulau Umang-Umang. Di Wisata Krakatau kita dapat melakukan berbagai macam aktifitas seperti kegiatan hiking dan wisata bawah laut, terumbu karang dan berbagai keanekaragaman biota laut. Di pulau-pulau tersebut akan memanjakan mata kita dengan wisata snorkeling maupun diving.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Taman Nasional Bukit Barisan image courtesy of Libegrafics.asia
Taman Nasional Bukit Barisan image courtesy of Libegrafics.asia

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di ujung wilayah barat daya Sumatera. Termasuk dalam administrasi wilayah Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, di mana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tercakup dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Kekayaan alam yang bahkan sudah diakui dunia.

Pulau Pahawang

The Treasure Of Sumatera
Pahawang Island, Foto; @yuviutomo

Pulau Pahawang merupakan sebuah pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau Pahawang menyimpan banyak keindahan dalam ingatan pengunjung yang pernah menjejakkan kaki di sana. Pemandangan yang indah, bukit pepohonan yang hijau, pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang jernih dan segarnya udara dapat kita nikmati di pulau ini. Sangat cocok bagi kita yang suka bersnorkeling. Snorkling di sana kita bisa bersahabat dengan ikan-ikan yang jinak, kita juga dapat menyewa perahu seharian dan diajak berkeliling ke tempat-tempat snorkling yang mengagumkan. Di Pulau Pahawang Kecil terdapat satu jembatan alami yang disebut dengan Tanjung Putus. Nah, Tanjung Putus menghubungkan antara Pulau Tanjung Putus dengan Pulau Pahawang Kecil. Tanjung Putus hanya dapat terlihat saat air laut surut karena saat air laut pasang jembatan alami ini akan terendam air. Kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit bagi para pengunjung. Termasuk teman-teman yang sudah pernah ke sana.

Pulau Kilauan Bay

Kilauan Bay foto by IG @yopiefranz
Kilauan Bay foto by IG @yopiefranz

Trip paling dicari di Kilauan Bay adalah melihat suguhan lumba-lumba berenang dengan bebas di lautan lepas, waktu yang paling tepat untuk melihat lumba-lumba adalah pagi-pagi sekali, naik sampan ke tengah laut untuk melihat lumba-lumba berenang. Ingatan yang tidak akan pernah bisa dihitung dengan uang dan waktu yang terbuang.

Pantai batu Layar

Pantai Batu Layar, dokumentasi; Joe Wongkar
Pantai Batu Layar, dokumentasi; Joe Wongkar

Pantai ini dikenal juga dengan sebutan Pantai Gigi Hiu, berada di kawasan kelumbayan, Tanggamus Lampung. Saya baru paham mengapa pantai Batu layar di sebut Pantai Gigi Hiu, karena pemandangan dari beberapa bukit disekitar pantai melukiskan seperti bentuk gigi taring yang besar dan keindahan pantai yang menyuguhkan batuan serta karang, pecahan ombak diantaranya sangat mengagumkan.

Dengan keindahan alam yang dimiliki oleh Lampung, maka Lampung memiliki potensi besar untuk Pariwisata Indonesia. Pembangunan jasa pariwisata dapat menyejahterakan, empat kali dari pertanian dan dua kali dari industri. Jika kamu mencintai negeri, kamu harus mencari rahasia yang dimiliki nusantara. Melihat lebih banyak dan mendengarkan maka tuliskan dan bagikan, agar Indonesia mendunia, agar pariwisata nusantara memiliki peringkat di mata semua orang. Sebagai penikmat, sebagai bagian dari kita, sebagai anak bangsa, sebagai pembangun, dan sebagai perantara penyuara yang tidak hanya bersuara tapi juga menyuarakan.

 

Dessy Achieriny

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Blog Competition Lampung Krakatau Festival 2016, Trip Wisata Anak Krakatau dan Piagam Gubernur Lampung.

Artikel ini meraih juara 3 dalam lomba Blog Competition Lampung Krakatau Festival

Menjelajah Aroma Kopi Dalam Secangkir Tulisan

“Kemampuan membaca itu rahmat, kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.”

(Goenawan Mohamad)

Sedangkan

Menulis merupakan cara merekam banyak hal penolak lupa, cara mencintai diri sendiri dan membuka ruang bagi orang lain mencintai tentang kita, setelahnya.

(Dessy Achieriny)

Saya seorang Coffee Addict, mencintai keanekaragaman kopi di Indonesia merupakan hal yang menarik buat saya. Belajar mengenal kopi arabika, robusta, dan menyesapnya pelan-pelan dengan menghirup aroma kepul kopi dalam-dalam. Kopi adalah minuman paling bersahabat dekat dengan saya yang kerapkali menemani menulis hal-hal sepele dalam hidup yang tidak tahu kapan kita akan benar-benar — pulang. Kuaci, kopi, dan lagu-lagu instrumental Turki, menjadi sahabat pagi ini dalam mengenang problematika yang disuguhkan kehidupan dalam sebuah tulisan.

Daya magis biji-biji kopi pilihan muncul dari segelas kopi ketika disesap, segenap tubuh merasakan kehangatan aroma serta cita rasa yang berpadu dengan ketikan jemari dan layar monitor. Saya membaca banyak hal mengenai kopi flores, kopi toraja yang memiliki rasa yang berbeda dengan kopi gayo, dengan kopi aceh, dan perbedaan tekstur yang berbeda pula dengan kopi jawa, serta proses pembuatan kopi luwak yang unik, atau kopi arabica khas Bejawa Maumere yang dijuluki kopi berkelas dari pelosok negeri serta ragam kopi yang lain, yang bahkan belum sempat terbaca seluruhnya ditemani lantunan ayat-ayat suci yang bergema lewat pengeras suara rumah-rumah ibadah dan cuaca yang mendung terekam amat baik di kepala.

Cappucinno adalah rasa kopi yang paling juara untuk saya jatuhkan pilihan dalam menikmati kesendirian dan merayakan kesepian. Minuman kopi yang paling banyak digemari di dunia ini ternyata memiliki sejarah yang cukup unik. Dilansir Reader`s Digest, nama capppucino diberikan karena konon katanya warna minuman itu mirip dengan syal yang dikenakan oleh para biarawan Capuchin. Sejarah bagi saya memang selalu menarik untuk digali.

Dan gara-gara kopi, saya pun kerapkali ditegur, sebuah teguran kecil sekedar mengupas hal-hal baik dari orang-orang yang mencintai saya terutama kepala suku di rumah, ia bilang; Saya tidak boleh seringkali minum kopi, cafein yang berlebihan tidak baik untuk tubuh, apalagi ditambah ketika ia membaca bahwa cafein dapat mengecilkan payudara. Ok. Fix. Wassalam. Tambah lebaylah dia melarang.

Padahal, hanya dengan secangkir kopi, banyak tulisan yang telah saya petik untukmu.

Padahal dengan secangkir kopi, saya mampu membuatmu bangga karena menjadi tamu undangan blogger dan bisa jalan-jalan gratis selama 4 hari ke perkebunan kopi terbesar di Lampung. Mengupas perjalanan panjang secangkir kopi dan menikmati sebuah arti perjalanan berpetualang ke tempat daerah-daerah yang bahkan belum pernah saya jambangi. Mengenal arti persahabatan, tradisi, dan budaya minum kopi dalam tiap daerah yang berbeda.

Padahal dengan secangkir kopi, kita belajar menyesap pelan, lalu memikirkan banyak hal mengenai kepahitan hidup yang masih perlu dimaniskan.

Padahal dengan secangkir kopi, kerapkali ngambek saya padamu yang kemarin, mulai mereda.

Padahal dengan secangkir kopi, hati menjadi begitu lapang menunggumu pulang saat telat datang.

Padahal dengan secangkir kopi, saya kerapkali berterimakasih pada Tuhan karena sudah merindukanmu.

Sebab, dibalik hitam dan segala yang kau sebut pekat itu tak selamanya jahat. Dibalik ampas kopi juga tidak selamanya ia yang berwarna lebih hitam dari dosa-dosa kelam seorang perempuan. Sebab segala hal yang lebih pahit dari kopi adalah kenyataan.

Bukankah hujan selalu menemukan kopi sebagai jodohnya?

Dan akan ada hari dimana kita akan menari diatas kepul kopi dan menikmatinya, menjadi rindu yang diabadikan pelukan-pelukan hangat dari tangan hujan dikemudian hari. Menggapai semua hal yang kau sebut cinta dan dosa yang lahir dari rintik yang jatuh satu-satu.

Mungkin, kita adalah bagian dari anak nusantara yang lain yang selalu menemukan cerita dalam secangkir kopi dan sama-sama seorang bayi yang lahir dari pelukan ibu.

Mari, bersama langkahkan kaki dalam jejak yang kemarin, kita menjelajah, dan mencintai hal kecil dari sebutir biji kopi.

Berawal mengikuti trip ke lampung, mengetahui banyak hal mengenai konteks penanaman kopi yang baik serta berbincang banyak dengan agriculture specialist dan berkunjung ke Demo Plot Nursery. Menyimak mata rantai dari perkebunan kopi – ke petani – ke KUB – sampai kemudian diolah menjadi produk jadi dan bermetamorfose dalam secangkir kopi  yang dapat kita nikmati sekarang. Perjalanan singkat itu, ternyata mampu menghidupkan kembali keinginan untuk mempelajari keanekaragaman tradisi unik dalam segelas kopi.

Ingatan manis dari sebuah ampas hitam yang masih saja menggelayut di kepala memberikan kita sebuah cerita yang lain”

Ketika sampai pada hari keberangkatan ke perkebunan kopi, saya berusaha untuk membuka mata, sekedar lebih banyak melihat dan sedikit tidur selama perjalanan, upaya membangun tanggung jawab untuk menceritakan kembali apa yang telah saya lihat dan apa saja pengalaman yang didapat hari ini. Dari lampung kota, kita banyak menemui lambang siger, yang menandakan ciri khas kota lampung, siger merupakan perlambang saling menghormati dan menghargai, tak terasa mobil kami telah menuju ke daerah kecamatan Pesawaran-kabupaten Tanggamus, daerah yang melewati hijaunya alam dan indahnya perbukitan, walaupun di beberapa tempat tampak cerukan tanah di bukit-bukit ulah kuasa pertambangan, di kiri-kanan halaman rumah penduduk banyak ditanami pohon coklat, sebagian halaman lagi untuk menjemur biji kopi.

Setelah menuju ke daerah kecamatan pringsewu kabupaten Tanggamus, mobil yang kami tumpangi sudah mulai mengalami kemacetan dan jalan tersendat, berpapasan pada jalan sempit yang otomatis memperlambat laju kendaraan, walaupun tidak sampai mengelus dada seperti Kota Jakarta. Sesampainya di kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus kita sampai di perkebunan kopi percontohan. Sebagian kopi yang dibudidayakan di Tanggamus adalah jenis kopi Robusta

Di bawah tanaman kopi kita bisa melihat tanaman arasis yang berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah. Serta ditemui tanaman penaung atau tumpang sari yang berfungsi sebagai pupuk alami dan  sumber Nitrogen. Negara Indonesia adalah negara terbesar penghasil kopi ke 3 di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Dan Lampung adalah provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Perkebunan yang baik yang selalu melakukan peremajaan tanaman kopi, karena banyak juga tanaman kopi yang sudah berumur 20 tahun.

Jika ada pertanyaan mengapa diperlukan peremajaan tanaman kopi? Sebab pohon kopi yang telah tua akan berkurang produktifitasnya dan mengurangi kualitas biji kopi yang dihasilkan.

kopi Robusta dari Lampung banyak diminati industri kopi dunia seperti Amerika, Eropa, Korea dan Jepang. Robusta Tanggamus memiliki ciri khas dibandingkan kopi di wilayah lain. Pasalnya, ini sangat bergantung pada kesuburan tanah di Tanggamus dan pengelolaannya yang menggunakan pupuk alami. Letak geografis juga memberi pengaruh pada ciri khas kopi Tanggamus. Kopi robusta dapat ditanam di atas ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebab kopi yang ditanam di antara ketinggian 100 hingga 200 mdpl rasanya agak hambar.

Kenikmatan kopi Tanggamus yang saya teguk kala itu terbuat dari biji-biji kopi terbaik yang ditumbuk halus dan diseduh dengan peralatan masak sederhana tapi mampu menciptakan rasa kopi yang luar biasa.

Perjalanan perkebunan kopi yang kemarin, seharusnya dapat menjadi awal perjalanan kita yang baru. Agar kita kembali, menghirup aroma kopi dan mengangkat kembali tradisi ngopi di setiap daerah dan keragaman kopi yang nusantara miliki. Dengan bersentuhan langsung bersama masyarakat kita akan dapat menukarnya melalui cerita-cerita seru yang kita selami sendiri.

Banyak orang bilang, bahwa Tuhan menciptakan kopi, agar banyak hal satu persatu kelak mampu kita pahami, bahwa setiap rasa pasti — bisa dinikmati. Atau bisa saja kita diijinkan untuk menjadi melankolis sementara, sekedar mencari rindu dalam secangkir kopi yang hilang dipermukaan. Sampai pada akhirnya cinta menguatkan kita pada hal itu. Di jari semua tertulis segalanya. Ada wangi kopi robusta yang saya telan lekat-lekat. Berharap seiring waktu percakapan kita tak pernah menjadi mahal.

Bukankah, dibalik secangkir kopi ada cinta disana? Dipermukaan cangkir yang dituang dengan cara sederhana dan tersenyum padamu seperti biasa. Kopi di cangkir hampir habis, mendekati ampas yang terkadang tertelan dan membuat saya terbatuk-batuk, namun anggap saja percakapan kita tak pernah selesai. Serta katakan pada ia yang mencintaimu;

Suatu saat, jika rasa kopimu, mendadak hambar. Bawa kepulnya menari disampingku, kemudian nikmati. Manis mulai terasa ketika kita membuka percakapan seperti biasa.

Suatu saat, jika rasa kopimu mendadak hambar. Bawa pekatnya kehadapanku. Rasa getirnya akan merubah segala yang pahit di matamu. Lalu tunggu, sampai waktu menarik kita ketempat manis yg baru.

Suatu saat, jika rasa kopimu mendadak hambar. Bawa cangkirnya didekatku. Harumnya akan merebut jiwamu sampai angin menuntun kita, untuk sama-sama menikmati dengan cara kita sendiri.

Suatu saat, jika rasa kopimu mendadak hambar. Biarkan ia menjadi pahit sesuai kodratnya. Sebab, tak selamanya yang bernama pahit, juga harus kita nikmati. Pahit dalam hidupmu yang seperti ampas kopi itu, sesekali perlu – – Dibuang.

Sama seperti halnya kalimat yang kita temukan dari banyak buku. Bahwa rahasia dunia rahim, hanya bisa kamu ketahui ketika kamu sudah tak lagi berada di dalam rahim, begitupun dengan rahasia kehidupan yang hanya dapat kamu ketahui ketika dirimu berada di luar sistem kehidupan, serta rahasia dalam secangkir kopi, yang kelak akan bisa kau temui ketika kau menyeduhnya – kembali.

 

Dessy, Bekasi

*Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com

Umroh Plus Turki Cheria Travel A Trusted Partner of Your Great Journey

“Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalah….”

Rancak suara musik terdengar memecah kesunyian, seorang pria paruh baya terlihat asyik memainkan alat musik tradisional dengan irama khas di sebuah teras masjid di sekitar komplek rumah kami. Senandung ayat-ayat suci sayup terdengar melalui sound system sederhana dengan pemancar yang mengarah ke empat penjuru mata angin. Sebut saja Pak Sukirman, seorang marbot pemilik senyum yang ramah dan bahagia terpancar di wajah beliau ketika mendapatkan jatah umroh gratis dari dana yang dikumpulkan oleh warga sekitar beberapa waktu lalu. Tiupan serunai alat musik dari bambu seakan menjadi lead dalam mini orkestra malam itu.

Syahdu…..

Nada yang mengalun seolah menjadi untaian pengobat rindu kampung halaman dan bagian dari ucap syukur karena diijinkan Sang Maha untuk beribadah ke Tanah Suci, ujarnya.

Seperti yang diserukan Allah dalam Firmannya “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki,dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (Surat Al hajj :27)

Berkunjung ke tanah suci bukan hanya idaman Pak Sukirman saja, hampir seluruh umat muslim, memimpikan untuk melihat Ka’bah dan Masjidil haram dari dekat, termasuk saya dan keluarga. Kabar baik selalu menjadi stimulus pendorong untuk mengimplementasikan keinginan dan harapan agar mudah terwujud. Seiring berkembangnya dunia digital dan bisnis travel yang menjamur, pencarian saya dalam menjelajah di dunia maya untuk melihat penawaran dan mencari agen travel terbaik pun terhenti di Cheria Travel. Rupanya CheriaTravel tersedia Paket Umroh Plus Wisata ke Turki. Kita dapat beribadah haji atau pun umroh dengan aman dan nyaman sekaligus berkesempatan berlibur. Mengakomodir keinginan para konsumen dengan memberikan fasilitas yang memadai, memiliki manajemen waktu yang teratur, testimoni para pelanggan yang positive menunjukkan bahwa pelayanan yang ramah, bersahabat, dan bertanggung jawab, serta mampu melayani perjalanan konsumen dengan penuh kenyamanan dan keamanan.

Sepak terjang dari Cheria Travel sendiri tidak perlu diragukan lagi. Cheria Travel didirikan pada tahun 2012 yang merupakan bagian dari Cheria Media yang bergerak dalam dunia travelling. Pendirinya adalah sepasang suami istri yang bernama Ibu Farida dan bapak Cheriatna. Mereka sempat bekerja di salah satu agency travel yang terkemuka hingga memutuskan untuk membuka bisnis travel sendiri, hingga sekarang dengan waktu singkat cabangnya telah merambah ke beberapa kota.

Kenapa pencarian saya berhenti di Cheria Travel?

Memilih Agen yang tepat. 
Memilih Agen Travel terbaik dan terpecaya itu penting. Kenapa? agar resiko penipuan bisa diminimalisir.

Mencari informasi yang lengkap, alamat travel yang jelas, berpengalaman, meneliti harga yang ditawarkan, dan memiliki ijin depag setempat.

Menilik harga terlalu murah yang ditawarkan oleh Agen Travel diluar penalaran secara logis juga harus jadi perhatian dan kehati-hatian bagi kita untuk tidak terjerumus pada Agen Travel Palsu. Namun Cheria Travel mampu memberikan paket Tour yang hemat namun berkualitas.

Cheria Travel menduduki first rank di mesin pencari google dan yahoo. Banyak sekali yang mengulas tentang Cheria Travel baik berbentuk pengalaman perjalanan maupun promosinya.

Cheria Travel sudah melebarkan pengalamannya dalam bisnis travel seperti yang dikutip di media online Blog Detik–>

Menurut Cheriatna selaku Founder Cheria Travel, pemerintah Turki juga terus mendukung kerjasama yang ada dengan memberikan banyak kemudahan bagi turis asal Indonesia. Seperti dalam hal penerbangan dan visa.

“Rencananya akan ada pesawat langsung Jakarta-Istanbul. Orang Indonesia masuk ke sana tanpa harus ribet ngurus visa. Ada visa on arrival USD 25,” tuturnya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, Cheriatna pun memilih Turki sebagai salah satu destinasi utama paket wisata halal dari operator tur miliknya. Selama mengikuti tur wisata halal tersebut, turis Indonesia bisa mendatangi berbagai destinasi yang berkaitan dengan sejarah Islam. Tempat ibadah dan makanan halal pun akan disediakan bagi peserta tur.

“Di Turki tak hanya bisa belajar sejarah tapi juga berpetualang. Yang beda di Cheria itu bisa memilih hampir seluruh kota di Turki. Paket lengkap hemat 7-8 hari. Makanan disediakan yang halal, khas Turki, namun tetap satu selera dengan Indonesia,” jelas General Manager Cheria Wisata Desita Marseilha.

Testimoni…
Saya pun sempat mengintip beberapa testimoni dari para jamaah melalui youtube agar segala yang saya tulis setidaknya dapat mampu dipertanggung jawabkan setelahnya.

Testimoni dari Bapak Saiful dari Bintaro (Tangerang Selatan) yang merasa puas akan kehadiran Cheria Travel yang sangat membantu proses perjalanan umroh dari pengurusan passport dan visa dalam kurun waktu yang singkat.

Testimoni dari Bapak Syahril (Manado) juga tak kalah menarik dan sangat antusias atas pelayanan dari Cheria Travel dengan pembimbingan yang baik dari awal perjalanan sampai akhir perjalanan, semoga CheriaTravel dapat maju terus dalam membimbing para jamaah-jamaah khususnya bagi masyarakat sulawesi utara, ujar pak syahril menutup komentar beliau.

Mengintip Liputan dan keasikan dalam perjalanan Paket Tour Umroh plus Turki di Cheria Travel.

Paket yang menggugah dan paling menarik bagi saya di Cheria Travel adalah Paket Umroh Plus Wisata ke Turki. Sebab Turki selain kaya akan wisata yang dapat kita kunjungi juga terkenal kaya akan kulinernya seperti kebab, dolma, kumpir, mide, panti, kofte, dondurma dll.

 

Kelebihan yang ditawarkan Cheria Travel

Banyak sekali paket tour yang disediakan di CheriaTravel, melirik sedikit ke dalam transportasi yang digunakan, Cheria Travel sendiri berangkat setiap bulan dengan menggunakan maskapai penerbangan Turkish Airline dan Saudi Arabia Airline dengan harga biaya murah dan terjangkau.

Yang tidak kalah penting adalah Cheria Travel telah memiliki ijin yang telah dikeluarkan oleh pemerintah:

1.) Ijin Biro Perjalanan Wisata/SIUP:365/2012

2.) Ijin Umroh Depag RI No: D/816-2012

3.) Ijin Ibadah haji Khusus Depag RI No D/355

Sehingga Cheria Travel mampu memberikan kenyamanan, keamanan, dan memberikan layanan yang terbaik.

 

Paket Umroh Plus Turki di dalamnya terdapat beberapa versi paket umroh yang bisa kalian pilih:

  1. Paket Umroh plus turki 9 Hari
  2. Paket Umroh plus turki 12 Hari
  3. Paket Umroh plus turki 16 Hari

Jangan perlu kuatir, diluar program umroh plus turki diatas, jamaah juga bisa memilih paket yang lain.

Keindahan panorama Turki negeri di dua benua ini sangatlah tersohor, melonjaknya wisatawan ke negara Turki makin marak akhir-akhir ini, apalagi dengan booming drama turki ke ranah televisi. Cerminan khas negara Turki yang islami serta melekatnya nama Konstatinopel kala itu mengantarkan Turki pada Kejayaan Islam. Turki adalah tempat berlibur yang patut anda kunjungi sebagai simbol sejarah, dengan acap kali orang-orang menyebutnya pernak-pernik negara seribu kubah dan negeri Timur Tengah.

Tempat sejarah menarik di Turki yang patut dikunjungi dan masuk kedalam destinasi Wisata Paket Umroh Plus Turki 2016 di Cheria Travel meliputi:

Istanbul

Kota indah yang terletak di dua benua antara Benua Eropa dan Benua Asia ini bahkan pernah menjadi ibukota negara Turki. Kota yang dipisahkan oleh selat Bosphorus, jalur air 31 km panjang yang menghubungkan laut Hitam dan Laut Marmara sehingga membentuk perbatasan alami antara dua benua. Banyak wisatawan yang memilih mengunjungi sisi Eropa dari Istanbul karena signifikansi nilai-nilai historisnya.

Di kota istanbul sendiri saat musim semi antara bulan Maret dan April kita dapat melihat keindahan bunga tulip dari dekat di acara festival Tulip. Kebetulan saya pun pecinta bunga Tulip dan bunga Lily. Event Festival seperti ini akan menjadi daya tarik dan nilai lebih bagi saya. Dilihat dari sisi historisnya kalian pun akan diajak melihat selat Bosphorus menggunakan kapal cruise private. Menarik kan?

Bursa

Bursa merupakan kota terbesar ke 4 di Turki setelah Istanbul, Ankara, dan Izmir. Bursa terletak di turki bagian barat. Banyak tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi disana. Seperti mesjid-mesjid yang menjadi tujuan wisata, seperti Ulu Cami yang merupakan mesjid terbesar di Turky, Green Mosque, Emir Sultan Ildirim Bayezit Cami, dan Orhan Cami. Disana juga terdapat lima museum yang menyimpan banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah seperti Archaelog Museum  yang menyimpan sejarah alam, Bursa Museum of Turkish and Islamic Art yang menyimpan banyak kesenian, Attaturk Museum, Bursa Cit Museum, dan Uluuma Museum of Otkoman Folk Costumes and Jewelry. Selain itu, juga terdapat bangunan arsitekture dan bangunan sejarah seperti Bursa Town Hall, Hunkar Kosku. Selanjutnya Iznik dan Muradie Complex yang merupakan reruntuhan kuno yang bersejarah. Yang sangat terkenal dan menjadikan bursa tujuan wisata saat spring dan winter adalah Mt Olympus, yaitu gunungan salju untuk para penikmat olahraga skyting. Kebayang kan, hasil fotonya kaya apa jika jejak kaki kita menapak di sana?

Izmir

Kota terbesar ketiga di Turki ini dikenal sebagai penghasil kapas dan tembakau. Di Izmir kita dapat mengunjungi Pigeon Fortress (Benteng Merpati) di pesisir pantai Izmir. Benteng ini merupakan bangunan terpenting karena menjadi tempat berlabuh kapal-kapal luar negeri yang hendak berdagang di Izmir.  Konon, pulau ini banyak disinggahi merpati yang bermigrasi. Karena itu, pulau ini pertama kali bernama Birds Island. Lambat laun, mereka mengubahnya menjadi Pigeon Island. Pulau merpati kini menjadi salah satu objek wisata favorit di Turki, khususnya Izmir. Disana terdapat Agora Smirna yang sudah ada sejak jaman dahulu yang dibangun oleh Alexander yang agung. Namun, kini hanya reruntuhan yang bisa pengunjung lihat. Sisa reruntuhan tersebut tetap memberikan sejarah yang kental dengan mengekspolari keunikan arsitektur Turki. Pesona alam yang magis.

Kusadasi

Kusadasi, salah satu kota tujuan wisata bahkan untuk warga Turki nya sendiri, karena terletak di pinggir pantai dengan latar belakang pegunungan. Di Kusadasi terdapat Ephesus Museum yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban kuno dan di sini kita akan melihat perpustakaan kuno yang bernama Library of Celcius. Di sini juga anda akan melihat peninggalan-peninggalan berupa bangunan dengan ukiran dewa-dewi Yunani kuno, seperti Dewi Nike (yang sekarang dijadikan sebagai merk sepatu), dewi Medusa yang dilukiskan sebagai dewi berambut ular, melihat sebuah coliseum atau stadium tua berkapasitas 25.000 orang. Saya jadi ingat film Animasi Saint sheiya yang dominan akan cerita dewi-dewi dan bangunan tua.

Pamukkale

Kota ini berisi air panas dan travertine, mineral karbonat yang ditinggalkan oleh air yang mengalir. Ini terletak di wilayah Turki Aegea dalam, di lembah Sungai Menderes, yang memiliki iklim sedang untuk sebagian tahun. Grrr..

Konya

Di Konya sendiri kita dapat berkunjung ke Melvana Museum. Tempat-tempat yang asik dan beredukasi jika sampai kesana ya.

Cappadocia

Tempat yang paling banyak diminati banyak orang ini adalah termasuk list lokasi impian saya sejak lama, terinspirasi dari film animasi Tangled dengan lampion-lampion di udara, namun di cappadocia sendiri terdapat balon-balon udara dengan pemandangan yang menakjubkan bahkan keindahan cappadocia menjadi picture themes favorite pilihan di handphone.

Ankara

Kota metropolis modern Eropa yang penuh dengan kenangan sejarahnya yang beragam. Kastil tua dan reruntuhan bangunan bangsa Het, Frigia, Helenistik, Romawi, Bizantium, dan peradaban Ottoman terlihat di sekitarnya. Saat perjalanan pulang ke Istanbul Cheria Travel akan membawa kalian untuk mampir sebentar ke sini.

Bolu

Kota ini adalah kota yang dipilih sebagai tempat singgah untuk menginap, namun kalian dapat melihat keindahannya melalui jendela hotel dan pemandangan selama di bus.


Keseruan Dalam Perjalanan

Untuk itinerary umroh Turki selama 16 hari di Cheria Travel, titik point berada di bandara soetta. Lalu melanjutkan ke Istanbul dengan penerbangan Turkies Airlines, tiba di Istanbul kita melanjutkan lagi ke madinah, Arab. Disana kita akan dipandu untuk berziarah dan mengunjungi masjid serta berwisata religi (Mengunjungi Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud dan berwisata di perkebunan Kurma) lalu selebihnya kita akan memperbanyak beribadah. Hari ke 5 kita mulai berangkat menuju Mekkah via darat (melaksanakan sunnah-sunnah Ihram, mandi ihram, memakai wewangian, dll) dengan berpakaian ihram untuk melaksanakan umrah (Miqat di Bir Ali). Prosesi Ibadah umrah, Miqat, Tawaf, Sa’I, dan Tahallul. Kemudian diisi kembali dengan memperbanyak beribadah. Dan menunaikan umroh dengan khusuk untuk mengejar Ridho-Nya. Setelahnya aktifitas mulai mencair dan dikemas secara bebas, jamaah bisa memperbanyak amalan di Masjidil Haram atau berjalan-jalan di sekitar kota Makkah. Pada hari ke sembilan, perjalanan dilanjutkan dari Makkah menuju Istanbul melalui Jeddah. Sampai di Istanbul akan diantar ke kota Bursa menggunakan kapal Ferry melalui laut Marmara. Kemudian dinner, setelah itu menuju hotel Sheraton Bursa, yang merupakan hotel sekelas bintang lima. Esoknya dari Kota Bursa kita akan mengunjungi ulucami Grand Mosque, itinerary selanjutanya mengikuti serangkaian wisata keindahan pesona Turki yang ditawarkan di Cheria Travel.

Kekhusyukan dalam beribadah berpadu dengan goresan aura alam Turki yang cantik dalam benak kita sebagai jalur rasa syukur atas nikmat Tuhan menciptakan alam dengan begitu indah dan megah, tentunya menjadi sensasi pengalaman wisata dengan menggunakan Cheria Travel memberikan kesan yang tak terkira dan menakjubkan. Fenomena dan daya tarik yang ditawarkan ditiap tempat destinasi yang akan dikunjungi bersama Cheria Travel “A trusted Partner of your Journey” tentu menjadi moment yang patut untuk dikenang dalam ingatan maupun diabadikan dalam jepretan kamera, membidik momen langka di tempat yang begitu sempurna akan menjadi memoriable tersendiri untuk diingat.

Semoga mimpi-mimpi dan harapan baik akan menjadi salah satu pukulan Home Run dalam meraih impian dan rangkai jejak langkah kita berikutnya bersama Cheria Travel.
Untuk kamu yang juga baik, langkahkan kaki dan raihlah mimpi setinggi-tingginya. Sebab Tuhan yang kuasa selalu punya cara yang terkadang tak biasa untuk memberikan kesempatannya.

 

 

Regard

Dessy Achieriny

Dessyachieriny@yahoo.com

Twitter: @dessyachieriny

Instagram : @dessyachieriny