Para Pengabdi Mantan (Bagian – 5) The End

Gue tahu, gue salah di saat pertama gue tak lagi berupaya saling mengirimkan pesan. Apalagi dengan pemutusan alasan klise yang gak bisa dipertanggungjawabkan begitu. Makanya, hari ini rasanya gue ingin menebus kesalahan lalu-lalu dengan mengajak dia berkeliling, gak ngerti mau ke mana, tujuan justru berhenti di deket stasiun Sudirman, cuma buat ngajak dia makan mie keriting luwes, mie ayam yang menurut gue lumayan enak dan pas di kantong. Ternyata mienya emang beneran luwes, padahal dia gak jago nari.

Para Pengabdi Mantan (Bagian – 4)

Temaram lampu kamar  mampu membingkai bayangan gue hingga lebih tinggi dan lebih besar dari kenyataan. Hari-hari entah sudah berjalan berapa lama, gue seperti lupa ingatan karena melakukan kesibukan yang sama setiap hari.   Cuma kalender di ponsel yang membantu mengingat semuanya dan ternyata sudah hari Sabtu lagi aja, sebagai generasi kekinian, apa perlu gue bilang omaigat, omaigat, dan o-em-ji berulang kali. Hari ini gue lagi sakit, tidur seharian dan males makan. Giliran udah malem, kebangun gak bisa tidur dan kelaperan. Dasar

Continue Reading

Site Footer