Category Archives: Film

Kekuatan Cinta di Film Allied & Kejujuran Diri dalam A Monster Calls

 

Hampir tiap hari jika gak ada kerjaan saya menyibukkan diri sendiri dengan hal-hal yang gak nyusahin orang. Salah satunya streaming film berjam-jam, agar termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tidak fakir quota dan mati gaya. Tapi berbeda jika jendral ada di rumah, cium pipi kiri, cium pipi kanan dan gelendotan adalah hal yang paling asik dinikmati buat saya, walaupun kadang bikin jengkel buat dia.

Cowok halal mah gitu, padahal dulu giliran pdkt manisnya udah kaya paslon yang mau nyalonin pilkada.

Kemarin pilihan film yang saya tonton jatuh ke Allied dan A Monster Calls. 2 film yang recomended untuk kamu tonton juga. Hobby yang murah tapi bikin wawasan kamu terbuka karena setiap film punya makna yang luas dan macem-macem. Walau pun penyakitnya bikin kita menjadi umat mager dan hamba-hamba yang abadi males mandi, tapi selama ada tekhnologi sesederhana rexona — Semua hal sulit tadi terlewati. Eh, gimana ya, kita harus memberitahu kejelekan kita sedikit ke orang lain, biar keliatan gak terlalu sempurna-sempurna amat jadi manusia. Aelah.

Kemudian dibully. Maap. Khilaf.

Udah apah nchie, ngoceh mulu kapan ngereview filmnyaaaa?????

-____-!*&#

 

ALLIED

Film yang diperankan oleh Om Bradpitt dan Tante Marion Cotillard ini menceritakan tentang kisah percintaan ketika Perang Dunia II yang disutradarai oleh Robert Zemeckis dan ditulis oleh Steven Knight. Sengaja manggil om sama tante biar keliatan akrab. Preet.

Film lawas dengan karakter masing-masing sebagai perwira intelijensi dan pejuang pemberontakan yang jatuh cinta saat sebuah misi membunuh seorang pejabat Jerman. Walau pun banyak yang komentar untuk ukuran sekelas artis Bradpitt film action romance di Allied terkesan sederhana tapi buat saya tetep aja alurnya keceh menggila, drama baper di endingnya. Film Allied diangkat berdasarkan kisah nyata tentang dua orang pembunuh yang saling jatuh cinta selama menjalankan sebuah misi berbahaya.

Mengambil setting cerita saat Perang Dunia ke-2 berlangsung, Max Vatan (Brad Pitt) adalah seorang agen intelijen Canada yang ditugaskan untuk sebuah misi penting di Casablanca, Moroko. Nah di Casablanca inilah mereka pada akhirnya jatuh cinta. Film dibuka dengan aksi Max mendarat di sebuah gurun pasir daratan Maroko pada tahun 1942. Diceritakan ia sedang dalam penyamaran sebagai suami dari Marianne Beausejour (Marion Cotillard), agen rahasia asal Prancis yang sebelumnya telah menyusup ke dalam lingkaran para petinggi Nazi. Walau pun nanti ditengahnya rada ada adegan mesum lebay di mobil dan badai gurun pasir.

Chemistry yang dibangun Brad Pitt dan Marion Cotillard pun sangat natural dan mampu membuat para penonton merasakan emosi yang terjadi. Sederhana kaya kita makan tempe goreng, tapi gereget enaknya dapet. Lahirnya Anna, anak dari Max dan Marianne juga menjadi peristiwa yang menarik di film itu. Karakter Max yang cenderung pendiam dipertemukan dengan karakter Marianne yang perfeksionis dan cerdas membuat kita menanti-nantikan bagaimana kisah perjalanan cinta mereka selanjutnya.

Apalagi Marion tampil sangat memukau sepanjang film dalam balutan pakaian khas 40-an yang memancarkan aura kecantikan wanita pada masanya dengan warna bibir merah merona cabe giling. Brad Pitt pun hadir melengkapi keindahan setiap frame film dengan sempurna. Selanjutnya kamu mending nonton sendiri. Supaya aku gak pegel-pegel amat ngetiknya.

A Monster Calls

Film yang menarik buat saya mengenai pembelajaran tentang arti kejujuran dalam diri sendiri. Makna yang dalam untuk menyingkapi ketika kita mengalami banyak masalah dalam hidup di umur kita yang masih belia. Film drama fantasi Amerika Serikat-Britania Raya-Spanyol tahun 2016 yang disutradarai oleh J. A. Bayona dan diproduseri oleh Belén Atienza, Mitch Horwits dan Jonathan King. Naskah film ini ditulis berdasarkan novel A Monster Calls karya Patrick Ness. Film ini dibintangi oleh Lewis MacDougall, Sigourney Weaver, Felicity Jones, Toby Kebbell, Liam Neeson dan James Melville.

Di film ini Conor O’Malley adalah anak broken home yang mempunyai karakter berbakti kepada ibunya yang sakit parah, ia mempunyai banyak hal berat dalam hidup kala itu namun seolah hanya ingin ia simpan sendiri, tanpa bisa mengungkap sesuatu ke orang lain dan hanya dilampiaskannya ke dalam sebuah sketsa gambar, sehingga ia seolah mempunyai teman khayalan. Percaya gak, kadang anak kecil itu memiliki fantasy yang luas biasa luasnya. Sehingga ia seolah menghidupkan sesuatu di ruang bawah sadar yang ada dipikirannya ke dunia nyata. Saya punya sepupu yang waktu kecilnya punya teman khayalan, ia kerapkali bicara sendiri, lalu menyebut teman khayalannya itu bernama Tebo. Namun seiring waktu, usia beranjak dewasa, teman khayalannya gak ada lagi. Ketika ia mungkin, sudah bisa mengontrol pikirannya dengan baik.

Penyakit yang diderita sang ibu (Felicity Jones), sikap yang tidak simpatik dari sang nenek (Sigourney Weaver) serta gangguan tak henti dari Harry (James Melville) dan teman-teman sekelasnya di sekolah, membuat Conor O’Malley (Lewis MacDougall) dihantui oleh mimpi buruk. Suatu malam, Conor bertemu dengan monster raksasa (Liam Neeson) menyerupai pohon, yang datang untuk menceritakan beberapa dongeng dan setelahnya, ia segera membantu Conor memperbaiki kehidupan bahagianya.

Makna dari film ini yang saya tangkap adalah, bagaimana kita mampu memerangi diri kita untuk dapat bersikap jujur, terbuka  atas masalah berat yang terjadi dalam hidup. Terkadang, jika kita mempunyai masalah tertentu, sehingga hati kita terlampau sakit luar biasa maka akan berakibat ingin menyendiri dan tertutup. Seolah orang lain menjadi asing bagi kita. Menyendiri ini, yang menjadi titik masalahnya, dimana seolah orang lain harus tahu, bahwa kita mengalami hal pahit yang tidak perlu kita bagi kepada siapa pun, justru membuat kita kian terpuruk. Kelak, kita tidak akan pernah mendapat solusi dan jalan keluar dari permasalahan tersebut. Membuat kita berfikir bahwa setiap orang terlihat menjengkelkan, padahal kitalah yang menjadi sosok paling menjengkelkan dan keras kepala, karena sebuah keegoisan.

Kekecewaan berat memang kerapkali membuat kita lupa memaknai hikmah dibalik peristiwa, bahwa kesedihan yang pelan-pelan Tuhan kasih, pada akhirnya akan mengalami hal yang  paling melegakan serta membahagiakan dari semua itu — Yaitu saat rangkaian hari, tahun demi tahun terlewati, akal dan hati memberikan perhatian penuh untuk memetik hikmah dari apa yang Tuhan berikan, dari segala apa yang terjadi. Menjadikan kita hamba yang semakin memahami bahwa Tuhan menyusun rencana untuk menyampaikan pesan yang indah pada hambanya yang berserah diri. Dan bukan hanya kita yang sendirian yang mendapat banyak kesedihan, di luar sana banyak yang mengalami kekecewaan yang sama atau mungkin lebih berat dari kita. Tapi kita tak menyadarinya, karena ia terlampau ikhlas untuk meng-iya-kan kehendakNya.

Jadi pengen ngaca, karena sifat Connor O,Malley seolah saya banget.

-___-!#

Kemudian setelah nonton ini, membuat saya berubah pikiran, harapannya hanya ingin sederhana, kepengen ngeliat jeruk nutrisari bahagia dan tiap nonton film gak langsung ketiduran adalah sebenar-benarnya anugerah.

 

Dessy Achieriny

 

 

 

 

 

Finding Mr Right 2

Mungkin, waktu keseharian dalam hidup saya lebih banyak dihabiskan dengan menulis dan menonton film. Kesepian bukan hal menjenuhkan, saya seolah mempunyai dunia lain yang memang sengaja saya buat dan saya ciptakan sendiri dengan menghabiskan waktu menyelami berfilm-film setiap hari, selain mengerjakan urusan rumah tangga sebagai kewajiban seorang wanita. Agar yang bernama kebosanan hilang jauh-jauh dalam hidup saya. Buat saya pribadi, dengan menonton banyak genre film membuat kita banyak mengenal karakter orang lain.

Belajar mengenai kehidupan dan juga banyak hal tanpa harus sibuk berkecimpung mengurusi kehidupan orang lain.

Lewat film ini juga, saya seolah diajak lebih dalam untuk mencintai sebuah tulisan.

“Sebab tulisan adalah kata cinta yang menjangkau 1000 mil jauhnya. Seperti sebuah surat, terkadang menunggu sebuah surat terasa sangatlah lama. Namun menulis surat mengharuskanmu untuk pelan-pelan perlahan, mengetik hal yang paling romantis  dan dirasakan hati. Proses yang perlahan menemukan cinta sejati adalah sesuatu yang memang hadiah terbaik. Bagi kita yang kerapkali bersabar dalam sebuah kata tunggu yang panjangnya tak bisa kau prediksi itu.”

Karena tulisan memiliki mata, yang mampu melihat ke arahmu.

Finding Mr Right 2

Apalagi film ini dirilis sebagai penghargaan bagi Hanff atas bukunya yang menginspirasi banyak orang dibelahan dunia dan kisah cintanya yang abadi. Tertuang dalam buku “84 Charing Cross Road”

Siapa itu Hanff?

Helene Hanff adalah penulis drama Amerika. Ia melakukan surat menyurat dengan penjual buku London Frank Doel selama 20 tahun tanpa pernah bertemu secara langsung.

Film drama genre komedi romance dari negeri china ini penuh liku, yang berlatar 4 negara. Kisah yang mengulas cinta seorang pria dan wanita yang selalu berkirim surat tanpa pernah bertemu, pelajaran dari cinta nenek2 dan kakek2, kisah psikologis anak-anak dan orang tua mereka, kisah mengenai kesulitan hidup di masa lalu, mencari jati diri, bagaimana pandangan kita untuk memilih orang yang tepat dalam hidup dan mengajarkan kita bahwa sejauh apa pun kamu pergi, kamu akan mencintai kampung halaman, kehidupan yang dijalani dengan kepicikan hanya akan menghabiskan waktumu dengan sia-sia tanpa ada kebahagiaan setelahnya. Banyak hal yang kita pelajari dalam film ini, film yang berbobot dalam segi mengembangkan skenario film menurut saya.

Film ini menceritakan latar belakang seorang wanita yang bekerja menjadi pelayan sebuah Casino harus berjuang sejak kecil membayar hutang ayahnya yang kalah taruhan dan dikejar-kejar rentenir hingga ia berjanji untuk tidak pernah berhutang dalam hidupnya, namun ia ingkari dan mengalami hal yang sama dengan ayahnya. Sampai akhirnya sebuah buku lama membuat ia berkirim surat dengan seorang pria yang ia panggil “Profesor” seorang agen real estate di california dan wanita itu memperkenalkan dirinya dengan sebutan “Udang kecil” dalam suratnya, namun mereka tak pernah bertemu secara langsung.

Karena seringnya berkirim surat, tumbuh rasa cinta dari masih-masing mereka.

Finding Mr Right 2

Kalian akan diajarkan juga untuk mencintai sebuah rumah di film ini. Karena rumah, tempat hati menemukan kedamaian. Rumah adalah tempat keluarga tinggal. Jika keluarga meninggalkanmu, rumah itu ada dimana? Jawabannya sederhana; Rumah akan selalu ada — Di hatimu.

Petikan yang membuat saya tertarik di film ini ada pada kalimat; “Banyak orang-orang kaya, terkadang memperlakukan hubungan seperti transaksi bisnis dan bercerai karena emosi. Uang kerapkali tidak membuat mereka lebih pintar untuk mampu mengenal, mengenai cinta itu apa? Sungguh kasihan”

Dan scene yang membuat saya menangis, ada di adegan ketika nenek2 dan kakek2nya meresmikan pernikahan mereka diumur yang lebih dari 80 thn. Sebab dulu, pernikahan dirasa tidak perlu diresmikan dan berpuluh2 tahun juga mereka tidak memiliki buku nikah. Mereka hanya menikah secara agama, dengan membayarkan beberapa ekor keledai ke orangtua wanita. Perbedaan karakter diantara mereka tak menyurutkan benih cinta yang hadir walaupun hingga setua itu.

Kakek-kakeknya itu bilang di depan altar sebuah gereja saat meresmikan pernikahan mereka sebagai bentuk penghormatan seorang pria kepada wanita yang dicintainya; “Hai kamu wanita tua, yang hanya menghabiskan waktu dengan merajut, yang kerapkali lebih sering menangis seharian, kesehatanmu pun tak sebaik diriku, aku yakin kau dipanggil oleh Tuhan lebih dulu untuk meninggalkanku, kau orang bodoh yang bahkan membaca saja tidak bisa, tapi dengan semua kelakuan burukmu, aku mencintai semuanya. Aku berharap kau meninggal lebih dulu, karena orang sebodoh dirimu tak akan mampu mengurus hidupmu yang menyedihkan itu sendirian sehingga membuat aku khawatir jika aku meninggalkanmu lebih dulu. Jika kau sudah berada lebih dulu di surga, semoga kau berkenan menunggu aku di sana, jika kau menolak untuk menunggu orang yang bertemperamen buruk seperti aku ini, maka carilah orang yang lebih baik untukmu di surga, aku sudah mengijinkanmu.” Kalimat ini terdengar sederhana, tapi membuat saya nangis sesenggukan. Pada akhirnya nanti, justru kakek-kakeknya yang malah meninggal lebih dulu dan neneknya menyebarkan abunya di danau tempat ia bertemu pertama kali.

lebih baik kamu lihat filmnya langsung, karena tulisan saya tidak cukup apik untuk menggambarkan film ini dengan lebih baik lagi. Happy Watching Finding Mr Right 2.

 

Dessy Achieriny

Ki and Ka

Ki and Ka

Bagi kalian pecinta film Bollywood, pasti akan familliar dengan nama Kareena Kapoor, yang memang notabene adalah adik dari artis Kharishma Kapoor. Kali ini saya nonton film Ki and Ka. Film ini memiliki jalan cerita yang mengulas mengenai kehidupan rumah tangga, saya rasa layak untuk masuk dalam list film yang bakalan kamu tonton. Film bergenre comedy, drama dan romance ini menyuguhkan cerita yang menyiratkan mengenai emansipasi wanita, impian pria yang diluar kotak harapan pria kebanyakan, konflik rumah tangga yang cukup rumit dan diluar dari budaya India, juga di Indonesia. Sederet artist top India terkenal akan membintangi film ini seperti Kareena Kapoor (Kia) yang terkenal dengan filmnya bersama Shakhrukh Khan yaitu Kabhi Kushi Khabi Gham. Menghadirkan juga aktor tampan Arjun Kapoor (Kabir), Swaroop Sambat, dan kakek ganteng yang melegenda Amitabh Bachchan.
Ki and Ka

Di film ini menceritakan bahwa sepasang suami istri, yaitu Kia dan Kabir. Mereka memutuskan berumah tangga dengan peran rumah tangga yang terbalik dari yang seharusnya. Kia adalah seorang wanita yang memiliki harapan tinggi untuk berkarir, karena dia memang memiliki passion sebagai pembisnis dan hebat dalam taktik pemasaran. Ia memiliki prinsip bahwa tidak selamanya istri harus menjadi orang rumahan, apalagi ketika kita memiliki kemampuan dalam pola pikir yang dapat disejajarkan dengan kaum pria dalam mengelola sebuah perusahaan. Sedangkan Kabir adalah seorang pria anak satu-satunya dari pengusaha paling sukses di Delhi, justru tidak tertarik untuk terjun ke bidang bisnis seperti ayahnya hingga hubungan mereka menjadi renggang. Kabir pun meninggalkan semua harta kekayaan milik ayahnya hanya untuk bercita-cita mengurus rumah tangga seperti ibunya. Bagi Kabir, posisi seorang pengurus rumah tangga adalah hal paling hebat yang pernah ia impikan dalam hidup. Sebuah keikhlasan di hati manusia yang tiada banding, tercermin di sana. Mengurus rumah tangga adalah ibarat “Seniman” karena dibutuhkan pemikiran dan kerja yang paling dekat dengan seni, seperti menata rumah dan segala perabotannya, memasak dan menghias masakan agar mampu menggugah selera itu tidak mudah, sebab dibutuhkan seseorang yang memiliki jiwa seni yang terampil.

 

Ki and Ka

Jika seorang pengurus dalam rumah tangga tidak memiliki tempat di mata orang lain, mereka salah. Seorang pengurus rumah tangga yang baik, akan membangun kebahagiaan rumah tangga yang juga baik dan menciptakan generasi gemilang berawal dari sana. Ini yang diangkat kabir, sampai pada akhirnya ia menjadi seseorang yang menginspirasi, yang hebat dalam mengurus rumah tangga, menjadi contoh teladan dalam urusan memasak dan diundang ke berbagai event perjamuan di media massa baik itu layar kaca dan surat kabar, padahal seharusnya kabir adalah kepala rumah tangga yang budaya kebanyakan mengharuskan ia untuk mencari nafkah namun ia justru hanya di rumah mengurus rumah tangga, dengan resiko cibiran dari masyarakat. Di film ini juga memberikan alur bahwa selama ada cinta dan komitmen dari masing-masing pasangan, pengertian, kepedulian, menghormati, maka kebahagiaan akan selalu ada. Karena pernikahan adalah kata kerja yang juga memerlukan kerjasama Team.

 

Ki and Ka

Jujur, hikmah film Ki and Ka ini kelak akan menusuk jiwa para istri yang mengabdi sebagai ibu rumah tangga nantinya. Karena apa yang kabir rasakan dalam film ini seperti kebanyakan dari perasaan ibu rumah tangga lainnya juga. Tidak sedikit yang merasa, bahwa bekerja di rumah mengurus semuanya seolah tidak memiliki kontribusi akan jerih payah pikiran dan tenaga kita seharian di mata pasangan, padahal kita sudah susah payah mati-matian agar rumah terlihat rapih dan anak-anak terdidik, tidak sedikit kecemburuan atas waktu yang diberikan oleh pasangan kita untuk orang lain lebih banyak dibandingkan dengan kita, tidak sedikit kita juga merasa penat dan memerlukan kegiatan lain untuk membuktikan kita ini ada. Dan ketika kita berhasil melakukan hal yang sesuai dengan harapan, kita seolah dianggap hanya mengumbar kehidupan kita di mata orang lain, padahal kita melalukan itu sesungguhnya sebagai penyemangat diri sendiri dan sebagai pembuktian jati diri, serta memberikan banyak tips dan ilmu bagi banyak orang, namun seolah kita hanya dianggap mencari sensasi atas apa yang kita niatkan untuk menjadi motivator memberikan kasih sayang lebih untuk orang yang dicintai di rumah sebagai prioritas yang juga ingin didahulukan.

Dan seperti biasa, keseruan serta konflik lain yang ada di film ini, kamu bisa saksikan sendiri kerennya kaya apa. Cocok banget ditonton bareng pasangan hidup yang sedingin tatapan mba-mba kasir ketika kita mau bayar, baru keinget ternyata dompet lupa kebawa, agar masing-masing dari kita mampu memiliki kepedulian dan penghormatan yang sama.

 

Dessy Achieriny

 

 

Me Before You

ME-BEFORE-YOU
Hari ini, merayakan sepi jadi nonton film seharian.
Berlayar sendirian menikmati 5 film sekaligus. Hampir semua genre film sebenarnya saya suka.
Tapi yang berkesan kali ini justru film ini.
 
“Me Before You” ini merupakan film yang diadaptasi dari novel best seller karya Jojo Moyes dengan judul yang sama juga. Film complicated yang realistis. Menceritakan mengenai kisah dari seorang wanita desa bernama Louisa ( Emilia Clarke ) yang menjadi bekerja mengurus seorang pria bernama William Traynor ( Sam Claflin ). 
 
Will seorang pria kaya, bermartabat, ganteng, memiliki segalanya yang bikin wanita paling cantik di bumi jerit-jerit. Namun, ketika kecelakaan saat ia ketabrak motor maka will lumpuh dan cedera tulang belakang yang gak bisa disembuhkan. Apalagi setelah tahu pacarnya yang amat ia cintai pada akhirnya berpacaran dengan sahabatnya sendiri.
Will depresi berat, sampai akhirnya Lou (wanita sederhana, cantik, muda, baik hati, bawel) datang bekerja disana sebagai perawat, seperti kisah romance film lain, situasi di alur yang ini ketebak; mereka jatuh cinta.
Me-Before-You-Book-Movie-Differences
Mungkin, ini yg dinamakan True Love jika karakter Patrick dihilangkan di film ini. Jika… Loe gak memiliki pacar, kisah mereka benar-benar cinta yang paling manis. Tapi karena ada Patrick gak semanis yang seharusnya, di satu sisi saya kasian liat pacarnya Loe yang bernama Patrick (emang sih agak nyebelin tingkahnya). Yang akhirnya harus tersisih oleh will padahal Loe & Patrick menjalin hubungan selama 7 tahun. Bayangin, kalau saya jadi patrick, nyesek pasti.
 
Kisah cinta Will & Loe mengalir begitu saja, benar-benar manis kaya kolak pisang. Konflik terpenting di film ini gak saya bahas, supaya tetep ada gereget kalau kamu tonton juga. Ceritanya gak dibuat-buat dan film ini memiliki kesan bahwa kisah romance gak harus happy ending.
 
Sedih filmnya, saya nangis lebay banget nonton ini.
 
Hikmah film ini adalah:
“Sehebat apa pun kamu di dunia, jika Tuhan ambil satu hal dalam hidupmu, yaitu; KESEHATAN. Maka kamu bukan lagi siapa-siapa di mata orang lain. Kamu, hanya akan menjadi kamu.”
 
Dan seberat apa pun hidupmu,
“Dunia bukan satu-satunya tempat kita hidup, masih ada kehidupan lain setelah ini, yang justru lebih panjang. Dan rasa sakit seperti patah hati, putus cinta, atau bahkan jomblo seumur hidup gak akan ada apa-apanya jika hidupmu mengalami hal yang sama seperti will. Kepayahan yang ada pada diri kita, hanya orang-orang yang mencintai kita sungguh-sungguh yang akan tetap bertahan, apa pun kondisi yang kita alami, sekeras apa pun keputusan, yang kelak kita pilih. Dan pada dasarnya cinta itu, membutuhkan seseorang yang tak akan pernah menyerah, kemudian semudah itu pergi, dalam hidup kita. Lalu melupakan segalanya”
 
Dessy Achieriny