Para Pengabdi Mantan

Sepanjang angin berhembus akan selalu ada sepenggal kisah manusia-manusia kesepian di jam-jam sibuk, berbenturan dengan kepadatan pikiran dan kehidupan yang terus saja berjalan.

Susah move on emang rasa yang paling siake…

Continue reading… →

Pengabdi Setan & Sanam Teri Kasam

Saya kurang baik apa coba, air keran di kamar mandi aja berkali-kali saya doain. Berdoa… biar airnya gak dingin-dingin amat. Karena males mandi tiap musim hujan adalah hak segala bangsa kan ya. Seharian mendung dari tadi, dengan udara yang hawanya kian dewasa di atas 18 tahun begini, paling enak memang bertapa di bawah selimut kamar melulu gak keluar-keluar. Sampe merangkak mau ngambil remote aja males, apalagi kalau ke kamar mandi, butuh pertimbangan matang dengan alasan yang paling tepat dan akurat.

Ya Allah, manusia macam apa saya ini.

-___-!!??

Hidup itu tanpa disadari memang perlu juga mengeluarkan unek-unek sekarung, dua karung, atau bahkan tiga karung goni biar lega. Hal paling absurd untuk nyampah di sosial media yang panjangnya dan banyaknya segaban-gaban, buat saya pribadi lebih seneng nulis di blog. Lebih sebodo amat dan lebih ke ranah semacam diary sendiri aja. Lu gak suka, ya gak usah dibaca. Jangan jadi ribet sesama manusia. Karena hidup seseorang akan selalu punya prinsip yang beda, namanya juga kita dilahirin beda-beda kepala, kalau sama… namanya kembar siam.

Mengeluarkan unek-unek gak cuma dengan nulis seabreg atau sumpah serapah gak jelas di status orang apalagi bikin perkara sendiri karena modal ketololan otak yang demen banget nyari ribut gak berfaedah dan gak jelas juntrungannya. Selain nulis, teriak-teriak buat saya pribadi juga semacam cara pelampiasan hal-hal dari beberapa emosi yang kependam dan me-refress otak, teriak atau nangis dengan cara yang baik tentunya. Semisal nonton film horor yang bikin kita jerit-jerit bermartabat, atau bahkan dengan cara nangis nonton film india yang bikin kita sesenggukan dengan rasa sedih paling drama.

-___-!!???

Hasil gambar untuk pengabdi setan 2017

Jujur, udah lama banget saya nungguin film Pengabdi Setannya Joko Anwar, sebagai pecinta film dan pengamat dunia sinematografi abal-abal, Film Hantu Jeruk Purut jauh banget kualitasnya dibandingkan film ini. Film Pengabdi Setan lebih juara. Ngeliat awal trailernya aja udah penasaran parah stadium 4. Akting dari para pemain dan anak-anaknya bener-bener ngalir, terutama ekspresi ketakutan yang ditampilkannya itu yang gak lebay. Karena saya paling benci ngeliat film horor tapi akting pemainnya ketika adegan kaget dan takutnya malah terlalu lebay kebangetan. Muka setannya gak serem-serem amat dan sound filmnya cuma kaya denger pukulan drum bertubi-tubi doank tapi ekspresinya kaya dapat undian satu milyar trus mendadak dibatalin. Sebelas dua belas dengan ekspresi lebay-lebay yang ambyar. Males banget kalau liat film model begitu.

Jika kalian intip trailernya, berawal dari bunyi lonceng dan derit tangga kayu yang keinjek, ditambah lukisan yang menggantung di ujung tangga gitu aja entah kenapa udah bikin bulu kuduk merinding. Gaung dari film horor kan gak harus hantunya keluar melulu buat ngagetin jantung-jantung manusia, tapi harus mencari cara bagaimana membuat penonton berhasil ditakutin mulai dari efek musik, pengambilan gambar dan sound yang bikin deg-degan untuk memicu kita tutup mata dan teriak paling kacrut semuka bumi. Di film ini, itu udah dapet banget. Film horor dikatakan bagus ketika orang yang selama ini jaga image dan sok paling kecakepan bisa teriak dengan muka paling jelek seumur hidupnya, buat saya pribadi, berarti film horornya — Berhasil. Ahaha. Adapun setelah ditelisik dari berbagai macam komen netizen yang sayang tangkap, beberapa komen nyinyir mengenai film ini hanya segelintir dari Upil Naruto, selebihnya banyak memberikan komen positive.

-____-!!???

Untuk selengkapnya mendingan nonton deh…

Gambar terkait

Keluar dari zona film horor, kita masuk ke film india “Sanam Teri Kasam” yang bikin nangis bombay dengan skala setaraf mecin, ajinomoto, royco sama masako dicampur aduk. Filmnya gurih banget, menyentuh hati dan sedih. Alur filmnya sukaaa banget, sedihnya dapet, romantisnya dapet, lucunya juga dapet. Saya paling jarang nonton film sebagus kaya apa juga sampe dua kali, tapi film ini sukses bikin saya pengen nonton dua kali. Pengambilan gambar sih gak terlalu keren-keren amat, tapi saya termasuk yang lebih mementingkan isi cerita dalam suatu film dibanding film udah keren parah dari segi pemain dan pengambilan gambar tapi jalan cerita datar banget kaya dada para model di majalah-majalah. Flat aja gitu. Film ini mengajarkan kita banyak hal, tentang hikmah yang bisa dipetik, bagaimana kita belajar untuk tidak melihat kepribadian seseorang dari sebuah tampilan luar namun hati seseorang, bagaimana kita belajar bahwa Do’a maupun Sumpah, jika itu datangnya dari mulut orang tua maka itu akan dikabulkan Tuhan. 

Di film ini, kita diajak untuk menjelajahi dan mendalami kehidupan seorang gadis yang bernama saru, yang telah dewasa, namun lugu, norak dan belum menikah. Polemiknya adalah ia harus menikah lebih dulu sedangkan adiknya sudah siap untuk menikah dan ayahnya tidak mengijinkan ia menikah sebelum Saru itu menikah dengan keluarga terpandang. Karena keluguan dan terlalu noraknya, banyak pria yang menolak Saru. Di sini, kita diajak melihat bagaimana perjuangan ia mencari seseorang yang dapat mencintainya dan kisah menyayat hati mengenai cinta sejati, semua diulas di sini. Selebihnya saya gak mau tulisan ini menjadi spoiler. Buat kalian yang suka dan pecinta film romantis, rugi aja sih kalau gak nonton.

Nonton film juga bagian dari sebuah me time, pun bagian dari pelintiran lifestyle jaman sekarang yang pada demen ngurusin dan gangguin hidup orang lain, dari pada hidup dibuat untuk ngurusin hal-hal gak penting, mending banting setir ke arah yang lebih baik, yang memicu bagaimana memberikan banyak manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. *kemudian nyalain kompor, ceplok telor, sarapan.

 

Dessyachieriny@yahoo.com