Puisi, Tulisan,

Ketika Waktu Berbaik Hati

Silahkan, dengarkan suara sajak saya di atas dengan klik play soundcloud or listen in browser

Waktu, ternyata berbaik hati membawaku kepadamu dan kau masih sama, ditempat yang juga sama, jauh di depan.

Disini, sesekali aku mengikuti jejak langkah kakimu pergi, seperti biasa — Tentunya tanpa kau sadari.

Ini bukan lagi tentang kita,

Tapi kau lihat? Semesta tak henti-hentinya mempermainkan nasib kita.

 

Hampir tak ada celah, aku sudah memperingatkan diri sendiri untuk tidak terjun dan tenggelam dalam percakapan kita. Tapi nyatanya, irama hati yang Tuhan berikan semerdu layung di ujung doa.

Setiap percakapan, seolah menyentuh dadaku, manisnya lengket di sela jari.

Aku pernah membayangkan hal ganjil, bagaimana lenganmu menyembunyikan pelukku. Diantara penyesalan kemarin yang memaksa memeluk kita masing-masing.

 

Sepertinya, ada gugusan debu diingatan kita kita yang seperti kotak surat itu, tentang puisi, tentang kata, yang kau coba tulis juga satu-satu di sana.

Aku, bahkan tak sabar menunggunya.

Setiap malam, kau datang menumpang cahaya bulan. Hawanya serupa lembab bibirmu yang basah, dan aku hanya butuh lagu “Everything will flow” untuk menggenapi birahi dan seluruhnya.

 

Cinta…. Tutup matamu.

Lewat sulur-sulur cahaya itu, kau akan menemukanku, berdenyut pelan-pelan di jantungmu.

 

Dessy Achieriny

0no comment
Film,

Finding Mr Right 2

Mungkin, waktu keseharian dalam hidup saya lebih banyak dihabiskan dengan menulis dan menonton film. Kesepian bukan hal menjenuhkan, saya seolah mempunyai dunia lain yang memang sengaja saya buat dan saya ciptakan sendiri dengan menghabiskan waktu menyelami berfilm-film setiap hari, selain mengerjakan urusan rumah tangga sebagai kewajiban seorang wanita. Agar yang bernama kebosanan hilang jauh-jauh dalam hidup saya. Buat saya pribadi, dengan menonton banyak genre film membuat kita banyak mengenal karakter orang lain.

Belajar mengenai kehidupan dan juga banyak hal tanpa harus sibuk berkecimpung mengurusi kehidupan orang lain.

Lewat film ini juga, saya seolah diajak lebih dalam untuk mencintai sebuah tulisan.

“Sebab tulisan adalah kata cinta yang menjangkau 1000 mil jauhnya. Seperti sebuah surat, terkadang menunggu sebuah surat terasa sangatlah lama. Namun menulis surat mengharuskanmu untuk pelan-pelan perlahan, mengetik hal yang paling romantis  dan dirasakan hati. Proses yang perlahan menemukan cinta sejati adalah sesuatu yang memang hadiah terbaik. Bagi kita yang kerapkali bersabar dalam sebuah kata tunggu yang panjangnya tak bisa kau prediksi itu.”

Karena tulisan memiliki mata, yang mampu melihat ke arahmu.

Finding Mr Right 2

Apalagi film ini dirilis sebagai penghargaan bagi Hanff atas bukunya yang menginspirasi banyak orang dibelahan dunia dan kisah cintanya yang abadi. Tertuang dalam buku “84 Charing Cross Road”

Siapa itu Hanff?

Helene Hanff adalah penulis drama Amerika. Ia melakukan surat menyurat dengan penjual buku London Frank Doel selama 20 tahun tanpa pernah bertemu secara langsung.

Film drama genre komedi romance dari negeri china ini penuh liku, yang berlatar 4 negara. Kisah yang mengulas cinta seorang pria dan wanita yang selalu berkirim surat tanpa pernah bertemu, pelajaran dari cinta nenek2 dan kakek2, kisah psikologis anak-anak dan orang tua mereka, kisah mengenai kesulitan hidup di masa lalu, mencari jati diri, bagaimana pandangan kita untuk memilih orang yang tepat dalam hidup dan mengajarkan kita bahwa sejauh apa pun kamu pergi, kamu akan mencintai kampung halaman, kehidupan yang dijalani dengan kepicikan hanya akan menghabiskan waktumu dengan sia-sia tanpa ada kebahagiaan setelahnya. Banyak hal yang kita pelajari dalam film ini, film yang berbobot dalam segi mengembangkan skenario film menurut saya.

Film ini menceritakan latar belakang seorang wanita yang bekerja menjadi pelayan sebuah Casino harus berjuang sejak kecil membayar hutang ayahnya yang kalah taruhan dan dikejar-kejar rentenir hingga ia berjanji untuk tidak pernah berhutang dalam hidupnya, namun ia ingkari dan mengalami hal yang sama dengan ayahnya. Sampai akhirnya sebuah buku lama membuat ia berkirim surat dengan seorang pria yang ia panggil “Profesor” seorang agen real estate di california dan wanita itu memperkenalkan dirinya dengan sebutan “Udang kecil” dalam suratnya, namun mereka tak pernah bertemu secara langsung.

Karena seringnya berkirim surat, tumbuh rasa cinta dari masih-masing mereka.

Finding Mr Right 2

Kalian akan diajarkan juga untuk mencintai sebuah rumah di film ini. Karena rumah, tempat hati menemukan kedamaian. Rumah adalah tempat keluarga tinggal. Jika keluarga meninggalkanmu, rumah itu ada dimana? Jawabannya sederhana; Rumah akan selalu ada — Di hatimu.

Petikan yang membuat saya tertarik di film ini ada pada kalimat; “Banyak orang-orang kaya, terkadang memperlakukan hubungan seperti transaksi bisnis dan bercerai karena emosi. Uang kerapkali tidak membuat mereka lebih pintar untuk mampu mengenal, mengenai cinta itu apa? Sungguh kasihan”

Dan scene yang membuat saya menangis, ada di adegan ketika nenek2 dan kakek2nya meresmikan pernikahan mereka diumur yang lebih dari 80 thn. Sebab dulu, pernikahan dirasa tidak perlu diresmikan dan berpuluh2 tahun juga mereka tidak memiliki buku nikah. Mereka hanya menikah secara agama, dengan membayarkan beberapa ekor keledai ke orangtua wanita. Perbedaan karakter diantara mereka tak menyurutkan benih cinta yang hadir walaupun hingga setua itu.

Kakek-kakeknya itu bilang di depan altar sebuah gereja saat meresmikan pernikahan mereka sebagai bentuk penghormatan seorang pria kepada wanita yang dicintainya; “Hai kamu wanita tua, yang hanya menghabiskan waktu dengan merajut, yang kerapkali lebih sering menangis seharian, kesehatanmu pun tak sebaik diriku, aku yakin kau dipanggil oleh Tuhan lebih dulu untuk meninggalkanku, kau orang bodoh yang bahkan membaca saja tidak bisa, tapi dengan semua kelakuan burukmu, aku mencintai semuanya. Aku berharap kau meninggal lebih dulu, karena orang sebodoh dirimu tak akan mampu mengurus hidupmu yang menyedihkan itu sendirian sehingga membuat aku khawatir jika aku meninggalkanmu lebih dulu. Jika kau sudah berada lebih dulu di surga, semoga kau berkenan menunggu aku di sana, jika kau menolak untuk menunggu orang yang bertemperamen buruk seperti aku ini, maka carilah orang yang lebih baik untukmu di surga, aku sudah mengijinkanmu.” Kalimat ini terdengar sederhana, tapi membuat saya nangis sesenggukan. Pada akhirnya nanti, justru kakek-kakeknya yang malah meninggal lebih dulu dan neneknya menyebarkan abunya di danau tempat ia bertemu pertama kali.

lebih baik kamu lihat filmnya langsung, karena tulisan saya tidak cukup apik untuk menggambarkan film ini dengan lebih baik lagi. Happy Watching Finding Mr Right 2.

 

Dessy Achieriny

0no comment
Puisi, Tulisan,

Kisah Klasik

Dengarkan suara saya membaca Sajak Kisah Klasik disini–>

Terkadang, lelah membuat kita merindukan sentuhan-sentuhan dan kecupan hangat di pipi kiri.

Kepadamu, tuan bahasa. Pemilik kata yang memiliki bisikan paling lembut, disela-sela ingatan kita yang terlalu nyaring. Malam tak pernah membuatku ketakutan, tapi rindu rupanya sejahat itu. Ia terbuat dari kecemasan, kenikmatan dan kesedihan yang berlebihan.

Namun di tangan orang-orang sakit, kita akan belajar bersyukur, bahwa nikmat sehat masih dapat kita kayuh di pagi hari–Seharian. Agar nyeri tak pernah lagi kita rasakan.

Jika kau pemilik nama “Seharusnya”.

Aku pemilik nama “Seandainya”.

Lalu kita sama-sama melebur dengan kata “Semoga”

Sesederhana itu kata-kata mengikat senja.

Sebelum pergi dan kita sama-sama hilang, ceritakan kembali mengenai dongeng kejatuhan, sayang. Ruang paling dalam yang terbaca dengan degup, kikuk dan binar unggun matamu. Ini bukan soal kemana kita harus berjalan, dunia tak pernah mengubah apapun. Kita yang sibuk meminta sesuatu hingga mengubah cerita satu-satu. Sebab dunia disepasang matamu itu, memungut ingatan terserak di jalan raya. Agar orang-orang yang melintas percaya, bahwa kenangan dan hujan merupakan bagian dari surga.

Dengarkan aku bersuara kali ini, semua yang tertulis manis lewat hatimu, seharusnya tak memberikan harga. Agar tidak ada apa-apa yang pantas kau pinta kembali.

Pagi ini hanya ada kopi, sebuah buku move on lembar ke-59 dan lagu pop sepanjang hari.

Hujan jatuh semalaman. Embun dan dingin yang datang terlalu pagi itu sama-sama menyaksikan, banyak sepasang kekasih saling kecup bertautan.

Hujan jatuh semalaman. Derak daun yang jatuh mengigau minta dibersihkan, lalu ia sama-sama memberitahukan, sepasang manusia masih sibuk berpelukan.

Ketika aku menutup mata seluruh hari, entah kenapa kerapkali merasakan kepulangan. Hanya gelap, lalu satu persatu cahaya terang terlihat. Kita namakan ia “Nur’.

Apakah kau pernah jatuh cinta?

Kisah klasik yang hanya bermodalkan kesepian, kau mampu mengingat bahagia itu — Sendirian.

 

Dessy Achieriny

04 comments
Event, Travelling,

Karena Jawa Tengah Istimewa “Jateng Gayeng”

Ketika kau bangun di pagi hari, jika tak ada secangkir kopi dan lembar roti. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tetap melangkah berbagi kebahagiaan. Agar kita kerapkali merayakan sebuah ikatan, mengenai cinta antar sesama, dalam perbuatan, tulisan dan pandangan kita.

Hampir setengah jam saya meneguk secangkir kopi pelan-pelan sendirian, membuka lembar buku dan percakapan kemarin untuk segera ditulis mengenai pesona wisata Jawa Tengah. Semangat “Jateng Gayeng”  sebuah slogan yang kerapkali dijadikan kata penyemangat bagi daerah Jawa Tengah yang berarti berani, tangguh, jujur, ramah, menggembirakan, harmonis, dan hangat, untuk mempromosikan dan memasarkan berbagai potensi, agar masyarakat Jawa Tengah tetap “Njawani”. Hampir semua konten tulisan dalam Karendis mendukung Indonesia menjadi Pariwisata unggulan, yang kelak dapat disejajarkan dengan pesona yang ditawarkan negara lain, sebab Indonesia menempati posisi 10 “Best countries for solo travelers” Travel + Leisure 2016. Pemilihan ini berdasarkan penduduk yang dengan bahagia, memiliki keramahan menyambut dan berinteraksi dengan wisatawan.

Celotehan Aditya Susanto dalam sebuah obrolan ringan membuka saya untuk mencintai pesona wisata yang ada di Jawa Tengah dan semuanya. Saya memulai tulisan ini, dengan alunan musik lembut di telinga.

Bukankah sebuah perjalanan menulis tanpa musik, seperti kumpulan kata tanpa tanda baca; titik dan koma?

Semoga ditiap langkah dan perbuatan baik, Tuhan selalu menghindarkan kita dari kejenuhan.

Karena Jawa Tengah Istimewa

Masjid Agung Demak, pict dari sini

Saya akan menarik kalian menyelami kota Demak sebentar, sebab kota Demak terkenal dengan daerah wali songo, warisan masjid Agung Demak dan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa. Lebih mengarah kepada pusat sejarah penyebaran agama Islam di sana. Di Masjid Agung demak sendiri, selain terdapat museum tentang wali songo juga terdapat makam raja-raja terdahulu seperti Raden Patah, Pati Unus dan Sultan trenggana. Lokasinya berada di alun-alun kota demak, dekat dengan kantor Bupati Demak.

Kalian dapat keuntungan dua sekaligus jika melangkahkan kaki kesana, yakni berwisata dan menggali sejarah religi sekaligus. Untuk akses transportasi darat kalian tidak perlu khawatir, karena jalan raya sudah diaspal mulus, sebab rutenya sering dilalui kendaraan saat jalur mudik (Jalur pantura ke Surabaya) di Masjid Agung Demak sendiri, selain ada museum kalian bisa menyempatkan waktu untuk berziarah ke Makam Sunan Kalijaga.

Tidak ada upacara unik di Demak, karena budaya keislaman yang kental maka hanya ada perayaan agama saja yang disambut meriah oleh masyarakat dan beberapa kalangan yang memang sengaja melihat tradisi yang kerapkali dilakukan setiap tahunnya. Seperti malam takbiran ada pawai dan konvoi, ada juga tradisi besaran atau grebeg besar yaitu budaya tradisional khas kota Demak, biasanya diadakan arak-arakan, karnaval kirap budaya, barongsai dari mulai pendopo sampai makam Sunan Kalijaga. Sebuah tradisi yang mencerminkan kerukunan beragama berjalan baik dan beriringan di daerah Demak. Acaranya berlangsung pada saat hari raya Idul Adha.

Karena Jawa Tengah Istimewa

Wisata Alam Hutan Mangrove pict dari sini

Sekitar 20 Km dari pusat Kota Demak, terdapat wisata alam Hutan Mangrove di daerah Sayung Demak. Tepatnya lebih ke arah utara dekat dengan pantai. Wisata alam hutan mangrove ini, lebih ke arah wisata bahari karena letaknya dekat dengan Pantai Morosari, disana juga ada pulau burung. Kalian akan dimanjakan dengan pemandangan ribuan burung bangau putih. Morosari merupakan nama sebuah dusun yang terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, provinsi Jawa Tengah. Persisnya dari jalan Raya Semarang Demak Km. 9. Di sana, kalian bisa menyewa perahu dan speedboat. Hanya dengan merogoh kocek 15 ribu perorang jika naik speed boat dan 150 ribu jika hendak carter perahu per-Trip. Murah kan?

Karena Jawa Tengah Istimewa

Hutan Mangrove Morosari

Pesona alam bagi pecinta fotografi sendiri akan ada banyak spot bagus disana, seperti resto terapung yang kanan kirinya berbaris rapih pohon mangrove yang rimbun, ada pulau burung, pantai yang bersih karena jarang dikunjungi sehingga habitat dan keasrian disana masih tetap terjaga apik. Lokasi disana ramai hanya ketika ada acara berlangsung saja, hari-hari biasa kalian akan mendapatkan sensasi suasana yang sejuk, adem dan eksklusif. Apalagi dengan tiket masuk pantai yang hanya 5 ribu perorang. Kemudian sewa perahu pulang pergi untuk diantarkan ke Hutan Mangrove, karena posisinya sekitar 30 menit untuk sampai kesana. Pengunjung akan dihadiahkan suara burung yang bersahut-sahutan, yang didominasi oleh burung kuntul dan burung blekok.

Karena Jawa Tengah Istimewa

Pantai Morosari pict dari sini

Uniknya, di pantai Morosari itu, ketika hari raya lebaran selalu diadakan lomba perahu dayung dan tradisi syawalan atau tradisi larung sesaji laut. Sebab masyarakat di sana percaya khususnya nelayan, bahwa dengan memberikan sesaji ke laut akan mendatangkan berkah. Berisi nasi tumpeng, hasil bumi, dan hasil laut para nelayan. Tujuannya diadakan tradisi tiap tahun adalah untuk bersyukur pada Tuhan atas hasil tangkapan ikan, dengan melakukan tasyakuran yang dihadiri oleh bupati dan pejabat polisi, lalu mengarak sesaji keliling kampung kemudian sesaji dilarung atau dihanyutkan ke tengah laut. Tradisi di atas dilaksanakan oleh masyarakat nelayan sekitar Margolinduk, Purworejo, dan Morodemak, (wilayah Demak Jawa Tengah) berserta Muspida dan sejumlah ‘ulama’ setempat.

Setiap tempat memiliki rahasia alam yang beragam, dari bentangan rumput yang luas, gunung tinggi yang menjulang, air laut yang sebiru warna langit pagi hari, pantai pasir seputih pualam, juga hamparan bunga yang menjadi lanskap warna-warni. Kali ini pemerintah daerah Jawa Tengah sedang giat berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta untuk berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata. Contoh nyata kegiatan yang mereka ambil adalah dengan menggelar event, festival atau tradisi lokal yang diangkat ke permukaan, bertujuan untuk mendatangkan para wisatawan baik itu lokal maupun asing, agar terus bertambah dengan durasi kunjungan semakin panjang. Saya sendiri bahkan baru selesai mengunjungi festival wisata seperti ini, lalu ikut berceloteh dan menggaungkan bahwa pesona Indonesia tak kalah hebatnya di mata dunia.

Curug Lawe sumber disini

Curug Lawe, pict dari sini

Jawa Tengah termasuk daerah istimewa yang kaya akan wisata juga ragam kain batiknya, untuk menjelajah daerah wisata yang memiliki pemandangan alam yang spektakuler kalian bisa mengunjungi Goa Kiskendo di Desa Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, ada juga Curug Sewu di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal0, Desa kampung Djowo Sekatul (Desa Mergosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal), Air Terjun Semirang (Desa Gogik Kabupaten Ungaran), Curug Lawe (setelah pemandian air panas Nglimut) Gono Harjo, Boja Kabupaten Kendal, Hutan wisata Penggaron (Desa susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Ungaran) dan masih banyak lagi yang kelak akan memenuhi list liburan kamu.

Karena hidup punya banyak cerita dan kita adalah anak Indonesia. Kalian tahu, partikel-partikel rasa syukur akan kalian terima sebagai berkah dalam tiap perjalanan. Bagaimana caranya menghidupkan kemandirian, keberanian, menyelesaikan kesulitan, semangat dalam mengungkap sesuatu, mendongak lebih tinggi dari garis pencapaian, bertatap muka sebagai kawan dan menghilangkan gelar musuh di perjalanan.

Kamu cinta Indonesia?

Gemakan Wisata Jawa Tengah, mulai sekarang!

 

 

Dessy Achieriny

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tenga

06 comments