Pro dan Kontra Hashtag “KamiTIdakTakut”

Otak seringkali berpikir ketika banyak pertanyaan sederhana dilontarkan atau ketika seringkali membaca artikel yang janggal. Setiap peristiwa yang terjadi selalu saja memberikan asumsi yang beragam di masyarakat, ada pro dan kontra setelahnya. Kejadian yang merebak akhir-akhir ini akan menjadi pemberitaan hangat yang gencar digaungkan oleh media. Dan sekarang, kita telah memasuki dunia dimana pepatah lama perlu di revisi, mengenai lidah tak bertulang, disebabkan kemajuan zaman yang serba memicu ke arah tekhnologi, akan ada hari-hari dimana jari-jari juga saya rasa tak bertulang. Banyak sekali komentar-komentar pahit dari para Netizen yang gampang sekali ditulis tanpa disaring baik dan buruknya.

Dengan adanya Teror bom yang terjadi di daerah Sarinah Thamrin, Jakarta 14 Januari 2016. Sontak membuat banyak kalangan geger, untuk mencegah rasa duka mendalam mungkin sebagian dari komunitas menggagas ide mengenai hashtag “KamiTidakTakut”.  Beberapa kalangan awan menilai hashtag “kamitidaktakut” dianalogikan bahwa para penulis hashtag tersebut tidak takut akan teror bom dan tidak takut teroris, sehingga dianggap sebagai bahan bercandaan kemudian memicu ledekan-ledekan ringan hingga banyak sekali dibuat meme comicnya untuk lucu-lucuan.

Sedangkan hashtag “kamitidaktakut” adalah ikhwal sebuah kampanye recovery sebagai bentuk dari pemulihan trauma dan ketakutan massa serta mencegah penurunan rupiah di pasar internasional. Dan memang dampak positivenya hashtag ini efektif dalam sejarah teror di Indonesia dan membuat beberapa negara lain juga terinspirasi. Kemudian kesigapan operasi tangkal terorisme kali ini dinilai operasi paling sukses di lapangan, beritanya pun telah sampai keluar negeri.

Namun kenyataan yang ada, aksi terorisme akan terus terjadi, niat para terorisme untuk meneror pun akan terus berlangsung dan tidak terpengaruh oleh hastag apa pun, baik itu hashtag ekstrim seperti kamitidaktakut, kamicintapolisiganteng, kaminaksir, KamiKangenSituhDemen, KamiTakutKecoaTerbang, atau hashtag alay akucintakamu juga tidak akan memberikan pengaruh yang terlalu besar dan berarti, yang kita perlukan adalah tetap waspada dan merecovery segera, bangkit dalam keterpurukan.

Semua masyarakat jika dihadapkan dan berada di lokasi kejadian tentu pasti akan takut, mendengar bom dan teror yang meledak di dekat lokasi kita berdiri, buat saya pribadi tidak sampai kencing di celana saja sudah untung, atau paling tidak badan sixpack segede Ade Rai dengan lengan bertatto yang masih ingat dunia setidaknya akan gemeteran. Kecuali yang ikhlas dan pasrah akan nasib dan umur di tangan Yang Maha Kuasa, yang kelak masih bertahan santai di lokasi kejadian seperti Pak Jamal, bapak tua tukang sate yang gambarnya ikut terkenal di media sosial.

Ketika menilik teror bom bagi masyarakat yang belum pernah mengalaminya, mungkin akan terdengar biasa-biasa saja, tertawaan renyah kalian tidak akan segaring itu jika mengalaminya sendiri. Teror kemarin buat saya pribadi masih dalam tahap bom yang berdaya ledak rendah, serta fire power yang terbatas. Selalu waspada akan peristiwa teror, itu yang terpenting, banyak masyarakat yang seringkali belum paham, peristiwa berbahaya seperti kemarin bukan untuk dijadikan sebagai tontonan, teror itu bukan event sirkus keliling, karena teroris yang memiliki perencanaan yang matang akan mempunyai plan A, B, C. Teror kemarin masih dalam tahap yang biasa, karena bom yang mereka gunakan pun masih yang berdaya ledak rendah. Biarkanlah polisi serta orang-orang yang lebih berkepentingan melakukan tugasnya, dengan berkerumun di lokasi kejadian justru akan menghambat kinerja mereka serta membahayakan diri sendiri.

Masih ingat diingatan saya mengenai teror bom JW Marriot, Bom Kuningan, dari komplotan Noordin M Top, kemudian mereka hendak meledakkan kediaman pak SBY di Cikeas. Mereka dikategorikan sebagai teroris yang tidak main-main. Bom yang mereka gunakan berkekuatan tinggi. Mereka tinggal berpindah-pindah sebagai cara aman untuk mengelabui petugas agar polisi kesulitan mencari jejak mereka. Dan ternyata pada peristiwa yang lalu, mereka sempat tinggal di komplek perumahan Puri Nusaphala, hal yang tak pernah saya bayangkan bahwa saya berada dekat dengan teroris di lingkungan tempat yang kami tinggali. sekitar 200 meter dari tempat kami tinggal. Ketika penyergapan terjadi oleh Densus 88 anti Teror, semua warga dilingkungan di lokasi tempat saya tinggal harus clear dan steril. Rumah warga diketuk jam 2 pagi oleh anggota densus 88 dengan pakaian lengkap dan selaras panjang. Bayangkan bagaimana kagetnya warga sipil mengalami kejadian ini ketika waktu mereka sedang asik lelap tertidur? Kami dievakuasi masih dalam pakaian tidur. Di lokasi tempat saya tinggal ditemukan Bom 500 kg dengan kekuatan High Fire Power. Bom yang jika meledak maka diprediksi satu komplek akan rata dengan tanah.

Masih mau selfie di tempat kejadian?

Rencananya bom tersebut akan dibawa melalui mobil pick up tua warna merah. Bersyukur rencana mereka sempat digagalkan oleh pihak Densus 88, akhirnya mobil pick up tersebut dihibahkan ke masjid Al Ikhlas yang pada akhirnya menjadi mobil pengangkut kambing kurban tiap Hari Raya Idul Adha. 2 bom yang tidak bisa dijinakkan pada kejadian lalu di ledakkan oleh tim gegana dalam sebuah tong besar yang mampu menahan ledakan. Bom meledak berselang setengah jam, bom yang pertama meledak jam setengah 6 pagi dan kemudian bom kembali meledak jam 6 pagi. Getarannya berasa sampai ke rumah, tiap ada bom yang meledak lutut rasanya lemas, badan gemeteran, jantung berasa mau copot, boro-boro mikir dunia, yang ada di kepala yang teringat justru dosa-dosa. Belum lagi ada adegan baku tembak yang menewaskan 2 teroris di tempat kejadian. Mereka memasang perangkap melalui handle pintu di tempat mereka tinggal. Ketika pintu dibuka maka bom otomatis akan meledak, itu sebabnya saksi mata oleh salah satu warga yang curiga karena memergoki bahwa tetangga mereka kerapkali masuk ke rumah tidak melalui pintu, namun lewat jendela. Densus 88 pun sudah mencium tingkah polah mereka dengan membeli rumah yang hanya berjarak 2 rumah dari mereka tinggal dan menyamar menjadi kuli bangunan untuk memantau lokasi yang dianggap sebagai komplotan teroris.

Sebagai warga yang berada dekat dengan lokasi rasa trauma buat saya pribadi masih teringat jelas. Hashtag “KamiTidakTakut”dibuat sebagai kontra dari hashtag “StaySafe” dan “PrayForjakarta” yang kesannya berduka. Sehingga bisa membuat ekonomi atau saham Indonesia anjlok karena dunia melihat Negara Indonesia lagi rawan teror. Maka dibuatlah hashtag “kamitidaktakut” supaya rakyat tidak terlalu lama berduka dan cepat bangkit dari peristiwa yang membuat kepanikan warga. Namun, tetap waspada. Buat saya pro dan kontra hanya karena pemilihan kata dari sebuah hashtag saja, tanpa mengurangi niat dan dampak positive yang ditimbulkan, seandainya pemilihan kata dalam hashtag menjadi “IndonesiaBersatu” atau “IndonesiaBangkit” (mungkin) akan terdengar lebih manis dan terkesan patriotis.

 

 

Dessyachieriny@yahoo.com

Twitter@dessyachieriny

Instagram@dessyachieriny
Image sources: Google

 

Selangkah Lebih Keren Bersama Oncomiaku

Seperti biasa, tradisi ngopi selalu berhasil membuat saya menjemput banyak hal yang bernama ide, kafein seolah menjadi garda terdepan dalam menelurkan tulisan baru serta dihadapkan dengan cermin realita sehari-hari dalam menghabiskan waktu dengan berselancar di dunia maya, entah itu hanya sekedar membaca atau merambah ke online shop. Bicara mengenai tentang online shop kita memerlukan cara cerdas dalam bertransaksi online agar tidak mudah tertipu, sebab dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia, tidak hanya digunakan sebagai peluang bisnis, namun juga sebagai ladang penipuan.

Untuk menghindari kekecewaan semacam ini, sebaiknya kita lebih dulu mengetahui latar belakang si penjual serta memilih website yang terpercaya. Sebagai seorang blogger kita diwajibkan untuk memberikan ulasan dalam setiap tulisan secara terdepan dan terpercaya. Terlebih dengan banyaknya produk impor yang semakin menggeser produk lokal, maka dari itu sebagai warga negara yang ingin maju, kita harus cinta produk negara sendiri. Dari infografis kita bisa melihat bahwa akibat jika masyarakat lebih memilih produk impor ketimbang produk lokal, akan berdampak kurang baik bagi masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk selalu bangga menggunakan produk lokal sangat penting agar tercipta Indonesia yang maju.

oncomiaku.com adalah website bertema shopping online yang menjual produk kaos polos dan polo shirt dengan kualitas export terbaik dengan harga yang lebih kompetitif. Serta berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk melayani pembelian secara satuan atau lusinan, partai kecil maupun partai besar. Pelanggan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia membuktikan bahwa Oncomiaku sebagai salah satu website yang memberikan pengalaman transaksi online yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

Diantara banyak online shop yang menjual kaos dengan corak dan motif yang beragam, terkadang kita justru kesulitan untuk mencari produk kaos polos. Nah, Oncomiaku tetap mengusung produk kaos polos bagi para pecinta kaos dengan pilihan warna dan ukuran yang beragam yang dapat dengan mudah dipadupadankan atau lebih dikenal dengan istilah fashion styling tentang bagaimana cara menyatukan ide dalam konsep berbusana. Sebetulnya lebih “The whole ideas of their image head to toe” Dan kaos polos adalah cara yang paling mudah untuk masuk dalam daftar fashion styling sehari-sehari, hanya dengan tindakan pilihan merubah sepatu, celana, aksesoris pelengkap, jaket and done. Kamu akan terlihat lebih elegan, minimalis, dan ciamik abis.

Di sini, saya akan mengajak anda untuk mengenal jenis produk yang ditawarkan di Oncomiaku.com. Tentang apa saja yang dimaksud dengan Basic shirt, Polo shirt, dan Built Up?

Basic Shirt adalah kaos model O neck lengan pendek dengan kualitas bahan 100% soft combed 20’s yang sering di gunakan untuk keperluan kaos distro. Pertemuan sambungan jahitan akurat, memiliki tingkat presisi dan kerapian yang tinggi. Jahitan rantai standart kaos distro pada bagian sambungan pundak dan leher membuat sambungan jahitan kaos lebih kuat dan tahan lama. Bagian leher menggunakan rib dengan bahan pilihan berkualitas, disambung dengan jahitan bis yang rapi dan teliti. Terdapat pilihan warna beragam yang menarik.

Polo Shirt yang terbuat dari cotton pique dengan jenis ketebalan benang 20’s dan gramasi 230-250 gram per kaos yang nyaman dipakai, awet, pas dibadan, dan dijahit dengan tingkat presisi tinggi Standar eskspor produk konveksi. Jahitan rapi pada setiap bagian sambungan, baik kerah, body, maupun lengan kaos. Lubang kancing dijahit dengan presisi dan rapi. Tambahan cutting bell pada bagian bawah membuat tampilan lebih sporty pada saat digunakan. Dengan tambahan white ban pada jahitan bahu dalam menjadikannya lebih awet dan tahan lama. Jenis bahan berpori-pori lembut dan nyaman sehingga banyak digunakan oleh polo shirt bermerek international seperti Polo Ralp Lauren, Lacoste, Country Fiesta, Giordano, dan masih banyak lagi.

Kaos Built Up atau lebih sering disebut kaos tanpa jahitan samping, dengan kualitas bahan 100% soft combed 20’s yang sering di gunakan untuk keperluan kaos distro. Jenis kaos yang tidak menggunakan jahitan samping pada pertemuan samping kiri dan kanan kaos membuatnya berbeda dan sangat jarang ditemui. Tidak semua konveksi mampu memproduksi kaos jenis ini sehingga terlihat sangat unik dan ekslusif bagi penggunanya. Terdapat pilihan warna hitam, putih, merah dan kuning kenari dengan ukuran S, M dan L. Jahitan rantai standart kaos distro pada bagian sambungan pundak dan leher membuat sambungan jahitan kaos lebih kuat dan tahan lama. Bagian leher menggunakan rib dengan bahan pilihan berkualitas, disambung dengan jahitan bis yang rapi dan teliti.

Untuk panduan lebih lengkap dalam mengetahui ukuran kaos agar pas di badan dan nyaman dipakai kalian harus jeli memperhatikan ukuran yang ditawarkan suatu produk, karena hal lumrah bahwa biasanya beda merk, beda produk maka beda pula ukuran produk yang mereka tawarkan. Namun saat memilih ukuran kaos, terkadang kita malas untuk membaca tabel ukuran. Terlebih kalau harus mendadak mengukur lingkar tangan, perut, repot kalau mau cari meteran. Alangkah baiknya jika dibuat mudahnya saja, misalnya sebagai bahan perbandingan dengan tinggi badan 164 dengan berat badan 65 biasanya ukuran yang cocok adalah L atau kalian bisa klik link info ukuran ini untuk melihat detile lengkapnya.

 

  1. Bagaimana Cara Order?

Pemesanan dapat dilakukan dengan tlp/chat/sms/email.

  1. Berapa Minimum Order?

Tidak ada minimum order, kami tetap melayani pembelian satuan maupun lusinan.

  1. Apakah Harga Sudah Termasuk Ongkos Kirim?

Harga belum termasuk ongkos kirim. Ongkosnya akan kami informasikan berdasarkan kota dan jumlah berat paket (kg) anda beserta total pesanan anda.

  1. Bagaimana Syarat Pembelian Dalam Jumlah Besar?

Calon pembeli harus memesan 2-3 hari sebelumnya untuk pengecekean stock barang kami. Setelah mendapatkan informasi barang tersedia maka calon pembeli harus mentransfer 50% dari total biaya sebagai uang muka. Sisanya dibayarkan setelah barang dinyatakan siap kirim ke alamat calon pembeli.

  1. Bagaimana Cara Pembayaran?

Kalian bisa klik Cara pembayaran di sini –> Pembayaran Kaos Oncomiaku

Informasikan kembali setelah melakukan transfer beserta Nama, Alamat lengkap dan no tlp yang dapat dihubungi, agar barang dapat diproses secepatnya.

  1. Apakah Calon Pembeli Dapat Langsung Datang Untuk Membeli?

Kami hanya melayani pembelian secara online.

  1. Bagaimana Bila Pembeli Ingin Mengambil Barangnya Langsung Ke Oncomiaku?

Kami harap pembeli dapat menghormati kerja sama antara kami dengan jasa pengiriman, sehingga berapapun jumlah order dan jarak yang di tempuh kami akan selalu menggunakan jasa pengiriman.

 

  1. Bisakah Pembeli Menukar / Mengganti Barang Yang Sudah Di Beli?

Tidak bisa, barang yang sudah di beli tidak dapat di tukar atau dikembalikan. Kami akan cek dan ricek kembali barang sebelum di kirim jadi barang yang kami kirim dalam keadaan baik sesuai pesanan.

  1. Bagaimana Jika Sudah Transfer Tetapi Stocknya Sedang Habis?

Apabila barang yang dipesan ternyata sedang kosong maka calon pembeli dapat mengganti dengan jenis barang berbeda sesuai dengan nominal barang yang dipesan. Kami juga akan mengembalikan uang yang sudah ditransfer jika calon pembeli membatalkan pesanannya.

 

Artikel ini adalah opini pribadi saya dalam menggunakan produk dan website Oncomiaku.com. Sebab oncomiaku telah terdaftar sebagai salah satu toko online dengan status verified member pada tokobagus.com dan sebagai recommended seller pada forum jual beli kaskus.Untuk mengakhiri tulisan, saya sebagai blogger menyarankan agar kelak kedepannya oncomiaku menyediakan laman dalam web untuk menyediakan wadah mendesain kaos sendiri, agar kelak tak hanya kaos polos saja yang ditawarkan namun dapat memberikan pilihan lain dalam mendesain kaos dan berekspresi serta berkreatifitas untuk membuat kaos sendiri dengan tulisan-tulisan yang menarik sehingga memacu generasi muda dengan jiwa yang kerapkali berapi-api agar lebih ekspresif. Jika anda tertarik, mari berkunjung ke Oncomiaku.com dengan berbelanja kaos polos dengan aneka warna trendi dan kualitas yang terjamin serta bahan berkualitas baik yang tentunya nyaman dipakai, dengan belanja di sini, kalian akan selangkah lebih keren bersama Oncomiaku.com.

 

 

Dessy Achieriny@yahoo.com
Twitter @Dessyachieriny
Instagram @Dessyachieriny

Stand Up Comedy Indosiar Pecahkan Saja Tawanya Biar Ramai–Biar Mengaduh Sampai Gaduh

“Tertawa merupakan bagian dari bahagia. Bahagia yang seperti apa? Bahagia yang paling murah dan paling mudah untuk dilakukan.”

Menertawai kelucuan semakin pecah berantakan di rumah, ketika stasiun TV Indosiar menggebrak dengan menayangkan Stand Up Comedy ke ranah televisi dalam Stand UP Comedy Academy (SUCA) yang telah tayang perdana di hari senin (5/10). Kemeriahan dan suka cita para pemirsa setia indosiar di rumah merupakan batu loncatan yang mampu membuat nama stasiun TV Indosiar lebih hangat diperbincangkan, sekaligus mendapatkan sambutan positif tidak hanya bagi kalangan anak muda saja, namun merambah ke segala umur.

Selain itu, jam tayang di pukul 8 malam inilah yang menjadi magnet penting suksesnya sebuah acara bagi tayangan yang cocok menghibur di kala lelah seharian beraktifitas. Kita akan kupas tuntas tentang Stand Up Comedy Academy di sini, menggali lebih dalam, lebih rinci dan lebih kecil dari butiran nano. Hangatnya suasana kekeluargaan di rumah tidak akan garing lagi atau bahkan disajikan menjadi semakin apik apabila ditemani dengan lawakan mengocok perut dari punchline-punchline yang akan dilemparkan oleh 24 komika yang telah melewati audisi di beberapa tempat oleh Indosiar yang dianggap sebagai komika terbaik dan akan terus disaring melalui kompetisi SUCA.

Para komika terbaik yang terpilih akan dibagi menjadi beberapa group, masing-masing group terdiri dari 6 orang, 5 orang yang akan bertahan dan satu orang yang harus rela gantung mic. Mereka akan terus berkompetisi setiap hari dari senin sampai kamis hingga menemukan jagoan 3 besar di Grand Final dengan menghempaskan 21 komika lainnya—Rela dan tidak rela mereka yang tidak mampu bertahan dan memukau harus Gantung Mic.

Stand up comedy—Lucunya tuh di sini—Grrr!!!

Stand Up Comedy Academy 2015, Episode 1. Edisi Senin, 05/10/2015. Menampilkan komika Lolox dari Medan, Musdalifah dari Pinrang, Otnamree dari Semarang, Awan dari Jakarta, Melon dari Jakarta dan Ephy dari Kupang. Sebagai Opener di episode awal, buat saya lolox berhasil banget bikin saya ngakak guling-guling kemudian salto ke kiri dan ke kanan, dengan ciri khas logat medan dengan tubuh suburnya yang memang tidak main-main juga besarnya, saya rasa pantas diberikan 4 jempol karena sukses melempar jokes yang gokil gila-gilaan dengan materi dan karakter yang kuat dalam diri lolox, walau pun memang ada sedikit part anyep dan garing namun lolox tanggap dan langsung cepat mengalihkan ke slide berikutnya, ini adalah trik juga bagi para komika supaya jokes yang dirasa kurang sampai ke penonton tidak gantung di tengah jalan, namun aksi panggung, delivery, behaviroal jokes, catch phrase dan close line dari lolox tetap bikin pecah studio Indosiar.

Lalu, siapa saja kontestan yang berhasil maju untuk tetap mendapatkan pelatihan dari mentor Daned Kumara Gustama, Gilang Bhaskara, Isman HS, Mosidik dan Arief Didu? Mentor Arief Didu ini adalah salah satu mentor yang seringkali kena sentilan kecil karena tahun kelahirannya yang hampir sama dengan zaman Dinosaurus. Di grup 1 meloloskan Lolox, komika dari Medan, Ephy NTT, dan Musdalifah Basri asal Pinrang. Grup 2 diwakili Benidictus Siregar (Yogyakarta), Newendi Septian (Lampung), dan Pandu Winoto (Tegal). Di Grup 3 ada Mas Cemen (Brebes), Popon (Medan), dan Lufi Ipul (Tegal). Terakhir, yang maju dari Grup 4 adalah Denny Gitong dari Jakarta, Ricky Wattimena (Ambon), dan Yudha Keling (Jakarta). Musdalifah Basri menjadi satu-satunya kontestan wanita di ajang SUCA pertama ini. Mudalifah juga diharapkan akan menjadi salah satu figur yang mampu mendongkrak dan melahirkan komika-komika wanita lain yang dapat memeriahkan ranah Stand Up Comedy.

Juri di kompetisi SUCA ini tidak perlu diragukan lagi, karena mereka adalah tokoh yang telah expert dibidangnya masing-masing, tidak hanya Eko Patrio, Soimah Pancawati dan Abdel Achrian saja namun Indosiar pun menggaet mesra nan manja juri tamu yang memang mempunyai julukan jagoan-jagoan ngocol Stand Up Comedy seperti Raditya Dika, Ernest Prakarsa, Panji pragiwaksono, Ge Pamungkas, dan si onta Arab Kemal. Serta dipandu oleh Host seperti Andika Pratama, inget ya! Andika Pratama… bukan Andika Kangen Band *Jreeng, lalu host lainnya ada Gading Martin dan Gilang Dirga yang keseluruhan dari mereka memang cukup mempunyai jiwa humor yang tinggi, terbukti ketika mereka ditantang untuk berperan aktif membawakan Stand Up di beberapa session di SUCA mampu membuat penonton pecah kompryang berhamburan dan Grr-nya berantakan,

Indosiar memang sengaja memecah tawa para pemirsa setianya di jam 8 malam hingga mendapatkan sambutan positif baik itu secara langsung, maupun tidak langsung dari dunia maya, dunia persilatan, dan dunia ghaib.

Jika Cinta dan Rangga reunian dan dihadirkan di SUCA, mungkin keduanya akan mengatakan:

“Pecahkan saja tawanya, biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh.”

Saya mengenal Stand Up Comedy bermula ketika acara Family Gathering Kantor, MC-nya adalah salah satu komika yang memang sudah memiliki jam terbang di Stand Up Comedy cukup tinggi. Awal dari ketertarikan inilah akhirnya saya mencoba mengenal lebih jauh tentang,

“Apa sih Stand Up Comedy itu?”

Stand Up Comedy itu sendiri adalah salah satu genre profesi melawak dengan membawakan sebuah topik lawakannya seorang diri di atas panggung. Topik yang diangkat biasanya diambil dari keresahan yang ada di masyarakat, tentang keburukan diri sendiri yang dijadikan jokes dll. Stand Up merupakan seniman yang jenuh dengan keadaan, namun dengan adanya kreatifitas yang dibungkus dalam kemasan cerdas dan jujur, kumpulan ide yang tertuang, kemudian satu persatu diangkat untuk dijadikan satu topik yang lucu. Komunitas Stand Up di berbagai daerah kini juga sudah mulai tumbuh menjamur, namun tidak ada hubungannya dengan jamur kulit seperti panu, kudis, kadas dan kurap. Tapi jika ditelisik lebih jauh Stand Up Comedy segi positif yang mampu ditarik adalah mampu membuat generasi muda kaya akan karya dan lebih kreatif.

Jangan coba-coba mengganti channel TV di rumah saya ketika acara ini berlangsung, karena dengan sigap dan cepat saya akan merubah kembali ke Indosiar melebihi kecepatan cahaya. Setiap komika memiliki karakter yang berbeda-beda dengan logat dan gaya mereka yang khas. Agak takjub ketika komika yang lengkapnya bernama Saipul dari Tegal ini menggandeng salah satu penonton yang lumayan manis, Ipul adalah salah satu komika yang mempunyai karakter kuat, kocaknya dapet banget, konsisten tanpa ekspresi, style yang memang agak ling-lung, muka standar dengan gaya yang datar banget, lebih datar dari layar TV LCD tetap sukses menggoyang perut. Komika ipul ini seringkali asik ngegombalin Kelly. Ditambah lagi ketika Kelly di setting datang oleh Tim Kreatif Indosiar untuk mensupport Ipul di SUCA, ada lucunya, ada mirisnya juga, bahagia buat Ipul tapi bencana buat Kelly.

Ada komika Dodit Mulyanto dengan kumis tipisnya setipis tempe yang beli di abang gorengan dan masih banyak komika lain yang juga memiliki ciri khas yang melekat. Di stand up comedy  kita kelak akan diajak mengenal yang namanya premis, punch, punchline dll. Serta tekhnik-tekhnik  dalam Stand Up, diantaranya:  One liner atau bit cepat, gimmick, impersonation, comparisons, rule of three, riffing, heckler, act out, jika dirasa masih asing dengan istilah pengertian tekhnik Stand Up di atas selebihnya coba google sendiri, please. Gak usah manja!

Stand Up Comedy Academy dipastikan melahirkan komika-komika berkualitas dan handal karena sistem formasi eliminasi yang ditentukan oleh juri tanpa vote SMS. Selain istilah gantung mic, di SUCA dikenal juga istilah ambil mic, jadi para komika yang telah gantung mic diberikan kesempatan untuk ambil mic kembali dan berkompetisi bersama komika lainnya. Pada tgl 22 Oktober 2015, dua komika yang diberi kesempatan ambil mic lagi berdasarkan kesepakatan para juri adalah Heri Hore dan Falah Akbar. Memasuki minggu terakhir program reality comedian  indosiar pada hari senin 9 November 2015 merupakan babak 7 besar, kemudian pada tanggal 10 November 2015 tersisa 6 komika. Di episode babak 6 besar dua komika harus gantung Mic, sehingga pada tanggal 11 November 2015  tersisa 4 Komika di babak 4 besar. Malam Grand Final kompetisi semakin mengerucut hingga tersisa 3 komika diantaranya Cemen Brebes, Musdalifah Pinrang, terakhir Ephi NTT.

Ketiga nama tersebutlah yang nantinya pada acara puncak, akan beradu kekonyolan dengan strategi pertahanan guna menjadi sang pemenang. Sebelumnya, pada babak 4 besar, Yudha Keling bersama Musdalifah masuk pada babak zona tidak aman, akan tetapi para juri lebih memilih Musdalifah untuk masuk pada babak selanjutnya, grand final Stand Up Comedy Academy (SUCA) 2015 di Indosiar. Ternyata diantara dewan juri banyak perbedaan waktu memilih musdalifah. Misalnya saja, beberapa dewan juri beranggapan jika aksi panggung Yudha keling bagaikan robot Transformer yang agak kaku dan berat, sehingga ia pantas untuk gantung mic. Namun, Soimah berkata lain, jika Yudha sudah tampil maksimal dan hanya masalah soal rejeki.

Seperti Soimah yang menjagokan Cemen dari Brebes namun tinggal di Cikarang dan penggemar fanatik Sazkia Gotic ini pun adalah termasuk jagoan saya di SUCA, sebab dari ekspresi, delivery, materi, over all pecah semua. Saya pun tanpa ragu mengusung Cemen sebagai jawara di SUCA yang pada akhirnya terpilihlah menjadi Jawara SUCA sebenarnya. 3 nama Komika babak Grand Final 13 November 2015 memilih:

  1. Cemen Cikarang – Pemenang Juara 1
  2. Ephy Satpam – Pemenang Juara 2
  3. Musdalifah Pinrang – Pemenang Juara 3

Ketiga finalis pemenang Stand Up Comedy Academy Indosiar berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebagai berikut :

  1. Juara 1 Stand Up Comedy Academy Indosiar Rp.100.000.000,-
  2. Juara 2 Stand Up Comedy Academy Indosiar Rp.50.000.000,-
  3. Juara 3 Stand Up Comedy Academy Indosiar Rp.25.000.000,-

Setelah acara ini berakhir Indosiar akan menampilkan komedian baru dalam acara Stand Up Comedy Club Indosiar, semoga semakin banyak tawa yang kian lepas dengan bebas. Buat para jomblo akut yang memang mukanya pas-pasan absurd yang bercita-cita punya cewek cakep sekelas Raisa mending belajar nge-Stand Up. Karena Stand Up bisa dijadikan profesi yang menjanjikan dan seru-seruan positif sambil berupaya ngarep ada cewek khilaf yang ikutan terpukau dengan aksi jokes ringan dari materi keresahan di lingkungan sekitar. Stand Up Comedy Academy Indosiar… memang lucunya tuh di sini—Grrr.

 

Dessyachieriny@yahoo.com
Twitter @dessyachieriny
Instagram @dessyachieriny

(Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Competition BlogSUCA – Indosiar)
Image sources — Google

Your Heart

Mungkin, kita salah satu dari orang-orang yg membicarakan tentang dirinya sendiri. Diri-diri yang terjebak mengaduh tak memiliki paruh namun seringkali berkicau kesana-kemari. Hinggap ke dahan jejaring sosial yang satu, lalu terbang ke dahan jejaring sosial yang lain.

Bersandar hendak bicara apa adanya atau sekedar mengamati. Sepohon rimbun pada kaki langit ada buku-buku yang beruntung mengajari mereka membaca. Guru budi bagi suasana segala rupa.

Buku yang baik itu mengatakan padamu;

“Setiap orang punya pahlawan dalam dirinya sendiri, yang membujuk untuk menjadi baik, rendah hati, tolong menolong, penyayang, sabar, tawakal dan penuh cinta.”

Buku yang mengajarimu kembali, bagaimana caranya melihat tulisan apa yang menurutmu baik dan mana yang tidak baik.

Yang menjadi pahlawan tersembunyi hingga tidak bisa dilihat orang lain.

“Good heroes that you can find in your own heart.”

Dessy Achieriny, Bekasi