Hitam Putih Kehidupan Mak Ijah

Deru burung besi begitu nyaring di langit yang begitu biru, kau juga bisa merasakan sinar matahari yang lumayan terik saat itu. Tanpa ekspresi, Mak Ijah mendongak hanya untuk melihat sayap-sayap gagah yang seimbang melintas di atas ubun-ubunnya. Kurasa, ia duduk di bawah pohon angsana depan pengadilan sejak 1 jam yang lalu. Tak berani masuk, atau pun pergi begitu saja. Memang tak banyak hal penting yang ia bawa; hanya tas tenteng Gucci kw dengan resleting yang rusak, ponsel nokia jadul 2100, dompet usang, catatan kecil, dan berbagai macam rasa sedih, rasa cinta yang begitu besar dan kecewa. Saat itu, ia merasakan ada banyak hal yang lebih sejuk ketika berlindung di bawah pohon Angsana dari pada berada di rumahnya sendiri, juga lebih sejuk dari apa yang ia rasakan dalam dadanya. Dada yang terlanjur patah, dada yang menahan jeritan kekecewaan serta penyesalan paling keras seperti derit engsel pintu karat yang tak pernah diberikan pelumas…

Hari ini, tanggal 15…

“Sudahlah Mak, aku rasa Mak juga butuh bahagia.” Ujar Damar meyakinkan emaknya.

Entah apa yang salah di bulan Januari, Damar selalu saja menyuruh emaknya bercerai dari bapaknya di bulan ini setiap tanggal 15. Bulan yang penuh api di dada kiri, bulan tanpa hujan dan rasa kecewa yang tak mampu diselamatkan.

“Apa Mak tak pernah muak melihat kelakuan bapak? Aku saja muak, Mak”.

Emak Ijah hanya terkekeh pelan lalu berujar “Kehidupan tak semudah kita menelan ludah dan mengatakan rasa muak beribu kali, Mar. Ada banyak pertimbangan yang harus Mak pikirkan di hari ke depan. Mak selama ini tak bekerja, kita hidup karena jasa bapakmu, biaya sekolah kau juga butuh uang, sebentar lagi kau hendak kuliah, uang yang kita dapatkan bukan terbuat dari serpihan daun-daun kering yang Mak sapu di halaman. Setiap manusia pasti punya banyak kesalahan, begitu pun bapakmu itu. Mau jadi apa dia tanpa, Mak? Segala hal yang dilakukan dari melek mata bahkan Mak yang urus. Terkadang cinta memang suka membuat kita bego, Mar.” Kerutan dan pikiran antara cerai dan tidak, selalu saja menjadi hantu di kepala Mak Ijah. Suara yang lembut lebih mendominasi pembicaraan, memang komitmen dan sifat keras kepala Mak Ijah dalam mengambil keputusan seringkali membuat Damar kesal.

“Entah berapa kali Mak sudah disakitin bapak, Damar melihat dengan mata Damar sendiri, Mak. Apa salah jika Damar hanya ingin melihat Mak tidak lagi menangis? Damar sudah besar, Mak. Beberapa bulan ini sebalik sekolah, Damar juga kerap kali membantu Pakde Sintho menyadap getah karet dan bantu-bantu membersihkan kebun di rumah Kepala Desa. Ia mengizinkan gubuk belakang rumahnya untuk Damar tempati. Uang bekerja di sana memang tak banyak, tapi cukup untuk hidup kita berdua. Tak usahlah pikirkan kuliah, Damar akan kuliah pelan-pelan ketika cukup uang yang Damar kumpulkan dari bekerja. Ayolah Mak, lekas masukkan barang-barang dan kita pergi saja dari sini! Apa Mak mau seterusnya diperlakukan sebagai pelampiasan pukulan bapak?”.

“Entahlah, Mar. Jika Mak pergi dari sini, Mak hanya tak ingin hidup Mak ketika tua membuat beban dan justru merepotkanmu. Mengurus wanita renta yang hidupnya lebih banyak melihat kegelapan dan cerita suram yang dunia suguhkan. Menangis bukan tanda lemah, Mar. Menangis juga obat dari rasa kecewa yang melegakan. Mak sangat mengerti, Mak juga bisa mengontrol kapan Mak harus menangis dan menelan pil pahit rasa kecewa secukupnya dan menghentikan jika dirasa sudah berkepanjangan.” Lengan keriput Mak Ijah mengusap segala letih dan berapa kecewa yang terlintas dalam benak dan keningnya, kening yang sebagian berwarna biru gelap bekas pukulan benda tumpul.

Hari ini adalah tanggal 15 Januari, 18 tahun yang lalu Mak Ijah dan Kang Baron melangsungkan janji pernikahan, prosesi pernikahan sederhana yang memiliki rencana besar baik di dalamnya. Selang berlalu, waktu memiliki andil merubah watak manusia, menghilangkan empati, menerbangkan banyak janji. Dan di tanggal ini pula, setahun yang lalu Kang Baron membawa pulang wanita penyanyi dangdut saweran pemilik body permak aduhai dengan rok mini ketat berbahan karet yang ditarik body hingga melar terpaksa. Melihat Mak Ijah menangis dan memandang sinis kepada perempuan yang dipeluknya, Kang Baron langsung memukulinya sampai harus di rawat di rumah sakit sekitar seminggu. Damar adalah mata camar yang selalu melihat semuanya. Iya, semuanya. Tangan Damar tak cukup kuat untuk menahan tenaga bapak yang memukuli Mak kesayangannya.

Sifat Kang Baron bapaknya Damar memang sudah kelewat batas, seringkali main perempuan, mabuk-mabukan dan main tangan. Dua gigi depan yang berwarna hitam membuat kelakuan dan senyuman hampir seperti iblis berwujud manusia. Tak pernah ada rasa bersalah dan rasa penyesalan di matanya. Hatinya mungkin hanya bisa menjadi bersih dan terbuka jika sudah tertutup tanah kuburan.

Hasil gambar untuk kehidupan

Hari ini adalah tanggal 15 Januari….

Kang Baron duduk dengan suguhan singkong rebus hasil mencabut di kebun belakang dan kopi pahit seperti biasa, tanpa senyum dan tingkah yang bisa dibilang sekeras beras subsidi.

“Timbang ngerebus singkong aja garem pake demo. Asin banget. Mau lu apa sih jah? Air mata lu sengaja ditadangin di tampah? Sampe ngasih garem royal begini? ” Ujar Kang Baron dengan keluhan panjang setiap harinya, ponsel tuanya berdering dari seorang wanita gatal-gatal ulat bulu yang kerapkali merayu untuk datang ke rumahnya.

Mak Ijah tak menghiraukan ocehan Kang Baron dan percakapan yang tersambung pada dering ponsel barusan, ia hanya meneruskan sholat Dhuha dibalik bilik berlubang yang menjadi sekat antara kamar dan dipan depan. Sedangkan Damar hanya rebahan di kamar satunya lagi setelah membereskan beberapa buku dan hasil prakarya peta menggunakan hancuran kertas koran, lalu mengguntingnya untuk merapihkan beberapa bagian.

Di luar, terdengar bising suara tetangga antara bang Darta dan Bi Karsih. Pertengkaran diantara mereka juga kerapkali terjadi. Bedanya pertengkaran mereka bersumber dari Bi Karsih, sedang Bang Darta sifatnya memang lebih sabar dan memilih hanya diam.

“Naro handuk tuh jangan di kasur napah si bang, empet banget gua liatnya. Kalau masukin motor malem-malem, bawah standarnya juga dipakein keset, biar ini ubin kaga gompal-gompal. Udah berkali-kali gua nasehatin tetep aja kaga didenger. Sekalian gue minta duit, buat belanja…. Denger kaga sih lu bang, jangan gegoleran aja! Galon noh belum diangkat!!” Gerutu Bi Karsih dengan suara lantang yang terdengar sampai ke bilik Mak Ijah dengan nada melengking.

“Abang kan baru balik dek, semalem ngejer benerin motor orang yang kerendem. Lagian kemarin kan uangnya udah abang kasih.” Ujar Bang Darta segera berdiri

“Buseeet, duit kemaren mah buat bayar listrik, emangnya tarif listrik bisa dibayar pake bulu ketek? Kalau bisa…..kita udah kaya, Baaang! Beli lipstik sama bedak buat gua aja kaga bisa lu, gua mau kondangan lipstik yang lama aja nih, sampe harus dicongkel dulu pake korekan kuping. Ngerti kaga??? Bikin kesel aja lu mah, Bang!!”

“Sabar dek, Abang akan cari uang hari ini. Masalahnya di bengkel juga lagi sepi.” Kerutan di kening Bang Darta seolah memaknai susahnya hidup.

“Gua gak mau tauuuu, gua minta duit sekarang! Kalau kaga ada, lu emut-emut aja tuh taplak meja ampe kenyang!”

Tanpa berkata banyak selain pamit, Bang Darta kemudian menstarter motor warna hijau lumut bututnya. Melaju pelan ke arah bengkel yang ia kelola untuk mencari nafkah sehari-hari.

Kehidupan terkadang gak semanis quotes di sosial media, ya begitu, tak selamanya wanita baik untuk pria yang baik. Usia yang tak lagi dibilang muda, kisah Mak Ijah dan Kang Baron, serta Bang Darta dan Bi Karsih contohnya. Pria baik bisa saja terjebak dalam kehidupan wanita yang tak bersyukur, atau wanita berhati lembut terjebak kepada pria yang kasar. Jodoh hanyalah rahasia-Nya. Begitu juga perubahan watak manusia.

Kang Baron selalu menghidangkan kejengkelan bagi Damar dan Mak Ijah. Pagi ini, wanita penyanyi dangdut itu datang lagi, bibirnya sudah dipulas dengan gincu warna merah cabe rawit dan pakaian warna hijau ketat, atasannya persis lontong dengan bawahan yang persis lemper.

-____-!!!???

Damar melihat pemandangan yang kian membuat mata dan hatinya muak, tanpa basa-basi ia langsung ngeloyor pergi ke kamar Maknya. Mak Ijah lagi-lagi sedang menyeka air mata dengan terburu-buru, situasi yang membuat kikuk itu pecah dengan pertanyaan Damar yang kerapkali diulang-ulang

“Kita pergi saja dari sini ya, Mak. Sekarang! Damar janji akan membahagiakan Mak. Mereka berdua sengaja hendak meneror kita dan memperlihatkan kemesraannya di sini, supaya kita tak betah dan pergi dari rumah ini. Sudahlah, Mak. Apa yang Mak tunggu?” Mata damar yang binar itu kian memohon untuk diiyakan.

Belum sempat mereka berkemas, Kang Baron datang..

Mak ijah lalu menyempatkan berujar kepada suaminya “Bertobatlah Baron, jalan keselamatan  selalu terbuka bagi siapa pun. Tuhan Maha Pengampun. Jika kau kembali seperti dulu, aku akan memaafkanmu. Tuhan pasti menyelamatkan kamu, ingat Baron….” Belum sempat kata-kata itu habis, Kang baron menarik kepala Mak Ijah dan dibenturkannya ketembok. Damar yang saat itu memegang gunting yang dibuatnya untuk merapihkan prakarya peta sebagai hasil tugas IPS, kini menuncap tepat di jantung bapaknya. Secara reflek dan spontan.

Tubuh damar gemetar, darah membasahi tangannya. Sambil terisak ia mengatakan, “Sumpah, Da-Da-Damar tak sengaja Mak” Ujar Damar mulai menangis dan berkata terbata-bata.

“Kemarikan gunting itu, Mar. Biar Mak saja yang pegang, Mak sudah tua, tak apa jika harus di bui, lari Mar…cepat pergi dari sini! Pergilah dan tinggal ke belakang rumah Pakde Sintho sementara waktu. Bukankah kau sangat menginginkan membawa Mak ke sana? Pergilah Mar, Mak Mohon”

“Damar hanya menangis, lalu kembali menggeleng… Damar hanya ingin di sini saja, Mak. Menemani Mak. Damar lebih takut jika nanti lama tak melihat Mak lagi.”

Mak Ijah kembali menangis….Tangisan kali ini lebih lama berhenti….

.

.

.

Lagi-lagi kehidupan memang begitu, terkadang yang di dalam penjara tak sepenuhnya diisi orang-orang jahat, Mar. Banyak orang baik, yang terkadang masuk ke dalam lingkaran manusia yang memiliki nasib tak beruntung, begitu juga di mata hukum. Namun yang banyak orang lain tidak tahu, keadilan akan datang ketika kita sudah menjadi Ruh, saat dikumpulkan dalam timbangan paling tepat, paling adil, yang tak pernah menemui kesalahan, timbangan perbuatan antara dosa dan pahala yang tak pernah kita temui di dunia.

Seandainya waktu dapat diputar ulang, mungkin Mak Ijah akan pergi meninggalkan rumah itu bersama rengekan Damar — Sejak dulu.

Di pagi yang begitu terik, deru burung besi melintas begitu nyaring di langit yang begitu biru. Di depan pengadilan…

 

 

The End….

 

Dessyachieriny@yahoo.com

 

Pentingnya Wanita Melakukan Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS

Hiduplah hari ini untuk menabur kepedulian….

Kepedulian tidak hanya berlaku untuk diberikan kepada orang lain saja, namun juga berawal dari diri sendiri. Lantas apakah kita sudah peduli terhadap diri sendiri? Terutama kesehatan?

Kebetulan pada hari selasa kemarin Kementrian Kesehatan RI dan juga Lovepink yaitu kelompok penyintas (Survivors) yang peduli akan pentingnya deteksi dini dan deteksi klinis kanker payudara mengadakan ulasan menarik dengan tema “Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS” tentunya menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Dr.Lily S Sulistyowati,MM selaku Direktur Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Dr Bob Adinata SpB (k) onk selaku Perwakilan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI), Samantha Barbara selaku Ketua Lovepink, dan Shanty Persada Selaku pendiri Lovepink dan juga penyintas kanker payudara.Foto Dessy Achieriny.

Berdasarkan data Riset Kasehatan Dasar (Riskesda) 2013, kanker payudara merupakan salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia, yaitu 50 per 100.000 penduduk dengan angka kejadian tertinggi di D.l Yogyakarta sebesar 24 per 10.000 penduduk, namun sampai saat ini pun belum dapat ditemukan jawaban secara akurat mengapa daerah Yogyakarta memiliki angka tertinggi yang penduduknya berpotensi mengidap kanker payudara. Sementara itu, kanker payudara termasuk dalam 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21.5 per 100.000 penduduk.

Foto Dessy Achieriny.

Hanya saja, tantangan yang dihadapi dalam menekan angka kanker payudara ini yaitu pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini masih rendah, belum semua puskesmas memiliki tenaga kesehatan terlatih, sistem rujukan kanker dari FKTP hingga FKRTL yang belum berjalan secara efektif.

Sekecil apapun benjolan yang ditemukan segera konsultasikan diri anda ke dokter, menunda berarti memberi kesempatan sel kanker berkembang dan mengurangi kesempatan untuk sembuh. Karena jika kanker dapat ditemukan secara dini (dengan ukuran tumor masih kecil kurang 1 cm) dan ditangani secara cepat dan tepat, harapan untuk sembuh hampir 100%, penggunaan obat-obatan hormonal juga harus sesuai dengan anjuran dokter.

Foto Dessy Achieriny.

Dalam postingan ini, saya akan mengulas mengenai perbedaan Tumor dan Kanker lebih dulu, agar pengetahuan masyarakat mengenai hal ini juga semakin terbuka.

Sebelumnya perlu saya jelaskan di sini apakah tumor dan kanker itu sama? Jawabnya adalah berbeda. Tumor sebenarnya adalah pembengkakkan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas (malignant tumor) dan tumor jinak (benign tumor).

Untuk tumor ganas ini sering juga disebut dengan Kanker. Tetapi kemungkinan tumor jinak menjadi ganas bisa saja, namun memang sangat jarang terjadi, biasanya pada Tumor yang sudah terlalu lama dan besar. Misalnya Fam (Fibroadenoma mamma), tumor jinak payudara bila dibiarkan bertahun-tahun ada yang berubah jadi ganas, ini dikenal sebagai Progressi, persentase kemungkinannya kira-kira hanya 0,5%-1% saja.

Foto Dessy Achieriny.

Penyebab Tumor itu bermacam-macam, bisa dari lingungan, ketidakseimbangan pola makan, terlalu banyak alkohol dan rokok, juga bisa dari faktor genetik dan bisa juga karena kadar hormon estrogen yang tinggi di dalam tubuh. Nah, hormon sangat mempengaruhi tumbuhnya tumor dan tumor bisa terus tumbuh selama hormon tinggi. Oleh karena itu alat kontrasepsi yang mempengaruhi hormon seperti Pil KB dan obat-obatan yang berkaitan yang dapat memicu hormon seperti penyubur kandungan juga berpengaruh menjadi faktor yang dapat menyebabkan tumbuhnya Tumor, jadi tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan harus ada anjuran dari dokter.

Foto Dessy Achieriny.

Yuk kita belajar untuk semakin peduli bagaimana pentingnya SADARI dan SADANIS untuk deteksi dini kanker payudara, perempuan diharapkan melakukan SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (periksa payudara klinis). Semakin dini kanker payudara ditemukan, tentunya kemungkinan sembuh akan semakin besar dan biaya penyembuhannya pun menjadi lebih murah.

Foto Dessy Achieriny.

SADARI harus dilakukan setiap satu hingga tiga bulan sekali pada hari ke-7-10 setelah menstruasi dimulai. Pada hari-hari tersebut, kepadatan payudara berkurang sehingga perubahan sekecil apa pun akan lebih mudah terasa. SADARI juga berlaku bagi perempuan menopause. Lakukan di tanggal teratur yang mudah diingat, misalnya setiap akhir bulan. Laki-laki juga disarankan melakukan deteksi dini kanker payudara. Sebab, meskipun risikonya lebih kecil, laki-laki juga bisa terkena kanker payudara.

Shanti Persada, selaku salah satu narasumber mengatakan bahwa untuk melakukan SADARI, kita dapat melakukan langkah berikut:

  1. Berdiri tegak di depan cermin dan lepaskan pakaian.
  2. Amati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara atau puting.
  3. Setelah itu, angkat satu tangan ke atas dan menggunakan tiga ujung jari, raba dan tekan seluruh area payudara, termasuk puting. Lovepink menyarankan untuk membuat lingkaran-lingkaran kecil dengan arah naik dan turun, lingkaran-lingkaran dari bagian luar ke dalam, dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya.
  4. Perabaan dilakukana sampai ketiak dan bagian atas.
  5. Setelah selesai melakukan gerakan-gerakan di atas pada kedua payudara, postur lain yang dapat dilakukan adalah membungkuk dan melipat tangan di belakang, serta mengangkat kedua tangan ke atas. Hal ini dilakukan untuk membaca apakah ada perbedaan antara (payudara) kiri dan kanan.

Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia yang dirayakan setiap bulan Oktober, nah Lovepink akan berkontribusi langsung dengan menyelenggarakan Indonesia Goes Pink di Nusa Dua, Bali pada 7-8 Oktober 2017 mendatang. “Acara ini akan dihadiri 1.000 penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia dan diisi dengan kegiatan Pink Run (5K, 10K, 21K), Fun Walk (3K), workshop dan expo, Thousand Voices of Survivors Dinner, Talkshow, dan Pemeriksaan USG,” ujar Samantha Barbara, selaku wakil Ketua Indonesian Goes Pink. Sebab mereka melihat bahwa sumber informasi yang paling dipercaya adalah pengalaman dari para penyintas yang bukan lagi sekedar “katanya”, maka untuk menjawab hal tersebut, diadakanlah Indonesia Goes Pink (IGP) sebagai wadah bagi ara warriors, survivors dan para supporter untuk dapat menggali informasi lebih dalam mengenai kanker payudara dan saling menyemangati serta bekerjasama untuk melawan kanker payudara.

Foto Dessy Achieriny.

Kementrian kesehatan RI juga terus menerus mengedukasikan kepada masyarakat Indonesia untuk menghindari penyakit kanker dengan menjalankan pola hidup CERDIK;

C –> (Cek kesehatan berkala)

E –> (Enyahkan asap rokok)

R –> (Rajin aktifitas fisik)

D –> (Diet seimbang)

I  –> (Istirahat cukup)

K –> (Kelola Stress)

Foto Dessy Achieriny.

Dalam sesi tanya jawab hari selasa kemarin saya sempat menanyakan kepada Dr Bob selaku Perwakilan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia mengenai bahwa; Apabila seseorang terkena tumor dan sudah dilakukan pengangkatan dan dinyatakan jinak melalui proses biopsi, apakah tumor yang sudah diangkat tersebut bisa tumbuh kembali menjadi kanker?

Nah, rupanya Tumor jinak yang sudah dilakukan pengangkatan juga ada beberapa macam kategori, ada tumor yang perlu diwaspadai ada yang tidak perlu diwaspadai, jika tumor jinak yang perlu diwapadai ini, maka harus sering dilakukan pemeriksaan baik itu secara SADARI dan SADANIS. Untuk operasi tumor jenis FAM (Fibro Adenoma Mammae) yang merupakan tumor jinak payudara. FAM yang tumbuh lagi setelah operasi bisa saja, terutama jika masih ada sel-sel atau bagian yang masih tertinggal. Sisa-sisa ini akan tumbuh dan berkembang lagi selama masih ada atau tingginya kadar estrogen. Perlu anda ketahui juga, bahwa FAM bisa menjadi kanker ganas payudara. Oleh karena itu disarankan setiap wanita untuk mempelajari tehnik pemeriksaan SADARI (periksa payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sebulan sekali untuk mendeteksi adanya perubahan pada payudara. Waktu yang paling tepat untuk saya pribadi melakukan SADARI, biasanya adalah saat mandi. SADARI tidak hanya dapat dilakukan oleh diri sendiri, bagi yang telah menikah dan memiliki hubungan seksual yang bisa dikatakan sering maka pasangan dapat melakukan tekhnik SADARI di payudara pasangannya sehingga dapat diketahui secara lebih dini.

Mengapa wanita yang belum pernah melahirkan dan tidak menyusui menjadi faktor resiko yang dapat terkena kanker payudara? 

Jawaban paling simple yang sekaligus langsung membuat saya faham adalah “Sebab obat kanker alami itu adalah menyusui”

Oleh karena itu, hal – hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan upaya pencegahan kanker payudara secara alami untuk menurunkan resiko kanker payudara, seperti, rajin berolahraga, makan makanan yang begizi, rajin meminum vitamin dan lain sebagainya. Selain memicu diri kita banyak berlaku baik untuk merasa peduli terhadap orang lain, yuk mari kita sama-sama mengingatkan untuk belajar peduli terhadap diri sendiri lebih dahulu dan belajar menolong diri sendiri sebelum hidup kita kelak akan disibukkan untuk menolong orang lain.

 

Dessyachieriny@yahoo.com

 

 

 

 

 

Mari Lepaskan Penat dan Mulai Berteriak di Film Hantu Jeruk Purut Reborn

“Kelilingi kuburanku 7x dan aku akan bersamamu”

Malam semakin larut, entah kenapa malam hari, kegelapan, desir angin dan tetesan hujan yang jatuh selalu saja menjadi hal paling mencekam dalam benak kepala orang-orang. Saya termasuk tipikal yang menyukai hal-hal ganjil, lalu penasaran atas kehidupan lain yang ghaib di antara alam manusia. Tidak hanya saya, kalian pun mungkin sering mendengarkan cerita-cerita perihal hantu, kisah seseorang yang menyerahkan jiwanya pada setan, kekuatan sihir hitam tentang orang-orang yang ingin memuaskan nafsu duniawi secara instan, termasuk kisah Legenda Hantu Jeruk Purut terutama diberbagai radio lokal setiap malam jumat yang ngetrend pada zamannya. Ya… sekedar seru-seruan mencari hal-hal berbau mistis bersama teman-teman ketika itu. Masa remaja adalah masa di mana kita akan melakukan hal-hal di luar nalar hanya karena bermodalkan rasa penasaran. Melalui informasi Blog Competition dari akun Anak Muda Mengajak, saya akan mengulas mengenai Legenda Hantu Jeruk Purut dan membawa kalian untuk menyelami kembali mengenang kisah yang sempat menggemparkan masyarakat saat itu.

Hasil gambar untuk hantu jeruk purut reborn

Sejarah Hantu Jeruk Purut dan Kesaksian Juru Kunci

Ketika jiwa larut dalam buai cerita, kalian akan diajak penasaran akan suatu peristiwa. Menurut selidik dan cerita yang beredar, kisah ini bermula ketika tahun 1986, seorang penjaga makam di TPU Jeruk Purut Tanah Kusir sedang berkeliling melakukan jaga malam seperti biasa, saat itu ia melihat sesosok hantu pastur tak berkepala namun menenteng kepalanya sendiri ditemani seekor anjing dengan mata merah menyala yang kerapkali mengikutinya, melintasi area pemakaman. Sapri Saputra adalah salah satu penjaga makam yang melihat hantu tak berkepala tersebut, ia adalah juru kunci atau kuncen yang dituakan di areal TPU Jeruk Purut yang luas lahannya saja mencapai 9 hektare. Lokasi yang dikenal paling seram di daerah bilangan Jakarta ini kerapkali tersiar kabar mengenai cerita-cerita hantu yang berpenghuni di sana, jika para pencari hantu ingin membuktikan kebenaran berita ini, maka disarankan untuk datang ke TPU Jeruk Purut pada malam Jumat Kliwon. Kalian bisa datang sendiri atau bersama teman berjumlah ganjil. Karena kegemparan kisahnya inilah, maka dimanfaatkan oleh rumah produksi untuk diangkat ke dalam sebuah Film Berjudul “Hantu Jeruk Purut” yang ketika itu rilis pada tanggal 30 November 2006. Disutradarai oleh Koya Pagayo, serta untuk skenario dikerjakan oleh Ery Sofid. Bahkan konon, saat proses syuting juga banyak hal ganjil yang ditemui ketika itu.

Menurut penelusuran saya dalam dunia blogging, berinteraksi aktif di sosial media, anak zaman sekarang masih banyak yang menyukai cerita hantu. Contohnya dengan sejarah awal terbentuknya tagar memetwit di kalangan anak twitter yang merupakan twit awal dari terbentuknya kisah-kisah tentang dunia memedi yang dipopulerkan oleh @si_enthon9 dan sahabatnya @anoom pada tahun 2009. Karena rasa penasaran inilah, bahkan saya sendiri sempat mempelajari ilmu kasyaf terawang yang berfungsi untuk membuka mata bathin melalui puasa, mengamalkan doa, dan ayat suci dengan niat hanya sekedar menjaga diri dan diberi kemudahan untuk merasakan, membaca, melihat segala sesuatu yang akan terjadi ataupun berada jauh di luar kemampuan indera fisik kita. Hasilnya dapat saya rasakan langsung, dengan olah rasa dan pikiran, walau pun tidak dapat saya lihat dengan mata telanjang. Saya sempat membaca tentang perbedaan ruang dimensi dan waktu melalui blog Akarasa bahwa Alam materi kita ini, terdiri oleh materi terikat massa ruang dan waktu. Kita diberikan 2 tubuh: raga dan sukma; makanya sebetulnya kita bisa berada di 2 alam. Alam manusia dan alam ruh. Sukma memungkinkan adanya penembusan dimensi. Untuk lebih jauhnya kalian juga bisa belajar memperdalami mengenai ilmu tentang mempelajari Cakra. Saya sempat membaca juga mengenai Kadar entitas pembentuk jin, yaitu nyala api. Dan bagi para ahli alchemy (penyempurnaan ilmu kimia) ada yang menyebutkan tentang eter sebagai elemen penyusun jin. Nah, Eter adalah sejenis gas yang ringan dan bisa bergerak cepat tanpa menggunakan benda penghantar. Eter bergerak dalam ruang hampa melalui lompatan energi dan kecepatan gerak molekulnya sangat cepat meski masih lebih cepat energi cahaya. Wajar sajalah jika semua yang ada di alam lain bergerak lebih cepat sehingga perbandingannya dengan di alam ini cukup kontras. Alam materi kita ini lebih lambat. Mungkin, gerak cepat makhluk astral dan tak terlihat kasat mata ini yang saya rasa membuat banyak manusia menjadi takut akan keberadaannya.

Sebagai manusia dan menurut agama yang saya anut, kita sepatutnya harus mengerti akan rukun Iman yang kerap dijelaskan dalam kitabnya, bahwa kita harus beriman kepada hal yang Ghaib, tidak hanya untuk menambah wawasan tentang alam semesta juga merasakan akan kebesaran ciptaan Tuhan. Bahwasanya, kita tidak perlu takut, sebab mereka adalah bagian dari ciptaan Tuhan yang derajatnya di bawah kita, sedangkan manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan memiliki derajat lebih tinggi dari makhluk lainnya.

 

Hantu Jeruk Purut Lain Hantu Jeruk Purut Reborn
pict by; Tribunnews

Menyambut Kembali Film Hantu Jeruk Purut

Film-film bergenre horor, kesaksian dan kisah nyata yang diangkat ke dalam sebuah film adalah bagian dari bukti adanya perbedaan dimensi ruang dan waktu. Dalam Film Hantu Jeruk Purut yang pertama dibintangi oleh Sheila Marcia Joseph yang berperan sebagai Nadine, Film ini dimulai dengan adegan kakek penjaga makam yang melintas di area pemakaman, lalu adegan 3 anak muda yang baru saja mengadakan pesta di klub malam. Karena keingintahuan dan rasa penasaran terhadap isu mengenai hantu pastur tanpa kepala yang bergentayangan inilah. Sampai pada akhirnya menghantarkan mereka untuk mendatangi pemakaman TPU Jeruk Purut. Isu mengenai hantu yang bergentayangan di sekitar area pemakaman sampai kemudian nekat mengelilingi area pemakaman sebanyak 7 kali. Ketiga pemuda tersebut bernama Alvin, Adam, dan Icha. Mereka merasa tenang dan lega karena setelah mereka berhasil mengelilingi pemakaman sebanyak 7 kali dan tidak terjadi apa-apa dengan mereka.

Akan tetapi, perlahan beberapa keanehan mulai terjadi. Beberapa benda mulai menunjukkan pergerakannya dan membuat mereka mati secara mengenaskan. Sementara untuk alur cerita utama dimulai lewat seorang novelis perempuan yang bernama Yulia ingin akan menyelesaikan tulisannya mengenai kisah Hantu Jeruk Purut. Namun sebuah kejadian janggal menimpa sang novelis dan sempat memberi amanat kepada Airin (Angie Virgin) untuk meneruskan tulisannya mengenai Hantu Jeruk Purut.

Dipenuhi rasa penasaran mengenai tulisan Hantu Jeruk Purut dan pesan yang diberikan kepadanya, Airin mengajak Nadine (Sheila Marcia) dan Cessa (Valia Rahma) sahabatnya untuk ikut ke TPU jeruk Purut agar mendapatkan hasil serta bahan untuk menyelesaikan tulisan warisan sang novelis idolanya. Semenjak kepulangan dari mengunjungi TPU Jeruk Purut inilah, Airin mulai dihantui mimpi-mimpi buruk serta seperti ada mahluk halus yang selalu berada di sekelilingnya. Mimpi buruk Airin dihinggapi oleh sosok Laksmi (Erna) yang mengungkapkan bahwa Ia merupakan pelayan seorang Pastur pada jaman dahulu. Antara sadar dan mimpi Airin seringkali dihantui Laksmi yang meminta untuk menghentikan tulisan Airin karena bukan cerita yang sebenarnya dalam menggambarkan kisah hantu Pastur Jeruk Purut sebenarnya. Teka-teki mengenai Laksmi serta siapakah hantu Jeruk Purut sesungguhnya membuat Airin mulai diteror yang semakin lama sepertinya nyata dalam kehidupan Airin. Tidak hanya itu saja, teror sang hantu Jeruk Purut dan Laksmi juga menghinggapi teman-teman Airin.

Hasil gambar untuk hantu jeruk purut reborn

So, kini… dengan kesuksesan Film Hantu Jeruk Purut yang diraih pada eranya maka Film ini pun hadir kembali dalam Film Hantu Jeruk Purut Reborn. Film yang dibintangi dengan pemain utama yang masih sama dalam besutan film yang lalu yaitu Sheila Marcia dan Anggie Virgin. Film bergenre horor yang disutradarai Koya Pagayo atau Nayato akan bergentayangan lagi di bioskop-bioskop kesayangan di kota kalian. Jangankan menunggu siang hari, saat malam hari saja saya langsung meluncur ke Youtube untuk melihat trailernya langsung,  berawal dengan scene mengenai seorang penulis yang menceritakan kesaksiannya dalam sebuah blog pribadi, kegelisahan, pikiran yang tak terkendali dengan rasa ketakutan berlebih serta efek asap hitam dari makhluk astral yang pelan-pelan memasuki ruangan akan langsung membuat bulu kuduk kalian berdiri dengan segera. Alur cerita utamanya mengenai Ayah seorang gadis bernama Jenny meninggal dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Teman-teman Jenny diteror hantu, yang entah apa sebabnya. Mereka berusaha minta tolong pada Airin yang 10 tahun lalu pernah berurusan dengan Hantu Jeruk Purut, tetapi ia menolak. Hingga kemudian korban mulai berjatuhan. Hantu yang bangkit kembali dan mereka yang dikejar kematian rupanya buah dari akibat kelancangan para remaja yang mengambil sebuah cincin, sehingga membuat sosok hantu Pastur menjadi marah dan mengejar mereka dalam kehidupan nyata.

Apa yang menyebabkan sang hantu terusik dan memutuskan untuk bangkit dari kuburnya? Di Film ini, kalian juga akan diajak melepas rindu atas akting dari sheila Marcia dan Anggie Virgin, sedangkan untuk menyatukan mereka berakting rupanya tidaklah mudah, sebab Anggie tinggal di London, Inggris dan Sheila sudah 5 tahun vakum dari dunia hiburan. Semoga dengan kehadiran film ini kerinduan kalian terbayarkan. Perbedaan dari Film yang pertama pun terlihat dari alur cerita, yang pertama mengenai tentang kehati-hatian dalam mengembangkan sebuah cerita untuk diangkat kembali dari kisah nyata ke dalam sebuah tulisan dan yang kedua alur ceritanya memberikan pesan mengenai pembelajaran akibat kelancangan remaja yang membuat mereka dihantui karena mengambil sesuatu yang bukan miliknya.

Visual efek serta sound dalam film ini sanggup membuat jantung kalian berdebar cepat, rasanya tak lengkap jika kalian hanya diam di rumah tanpa melihat langsung filmnya di bioskop bukan? Ah, tak sabar rasanya menyambut kembali kedatangan Hantu Pastur Kepala Buntung dalam film Hantu Jeruk Purut Reborn ini. Yuk, ramaikan film ini yang akan tayang serentak di seluruh bioskop mulai tanggal 14 September 2017. Selain kembalinya Angie Virgin dan Sheila Marcia, film ini juga menampilkan Brayn McKenzie, Aji Alfarent, Aulia Savira, dan bintang-bintang lainnya loh.

Hasil gambar untuk press conference hantu jeruk purut
pict by; instagram @hantujerukpurutreborn

Press konference Hantu Jeruk Purut Reborn

Sssttt.. yang tak kalah mistis adalah peristiwa ketika Press konference Hantu Jeruk Purut Reborn di TPU Jeruk Purut, ketika Digital Media Film mempersembahkan sebuah film horor baru yang akan bergentayangan di bioskop Indonesia pada bulan September ini. Keganjilan pun terjadi, salah satu orang di sana mengalami kesurupan dengan teriakan melengking  dan tingkah laku yang tak dapat dikendalikan.

Untuk mempermudah dan mengobati rasa penasaran kalian, saya sisipkan trailernya di sini–>

Produser                                                : Shanker RS

Sutradara                                               : Koya Pagayo

Penulis                                                    : Luvie Melati

Pemeran                                                 : Angie Yulia, Sheila Marcia, Brayn McKenzie, Aji Alfarent, Aulia Savira

Saksikan di bioskop pada tanggal      : 14 September 2017

Apakah kalian sudah siap berdebar dan mengasah nyali untuk menonton film ini? Jika penasaran, kalian bisa menyaksikan dan mengajak teman-teman lain teriak bareng di bioskop dan menikmati aksi pastur tanpa kepala lalu ikut merasakan sensasi mencekam membayangkan adanya kepala yang bergelinding di bawah kolong tempat tidur kalian – Malam hari.

Dan BOOOOM…. Mari kita sama-sama lepaskan penat dan mulai berteriak!!!!

 

 

Dessyachieriny@yahoo.com

*Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Competition Hantu Jeruk Purut Reborn yang diselenggarakan oleh DFM Picture, Official Account Hantu Jeruk Purut Reborn, dan Anak Muda Mengajak.

 

Jika Cinta Bilang Iya

Saya melihat kata seperti kamu, buku gambar dan juga crayon warna-warni. Sama-sama butuh waktu untuk dipelajari, dilukis dan diwarnai.

 

Catatlah baik-baik setiap perkataan dan kisah ini, sebelum akhirnya nanti saya menutup mata, meninggalkan ucapan selamat pagi yang sejak dulu telah lama berhenti, saat-saat menakutkan ketika kau tak pernah lagi melihat cahaya matahari pagi atau senja, semua seolah hanya ada di ingatan yang mengapung di kepala.

Saya adalah Marni…

Siang yang gersang di pukul 13.39, di sini tidak ada yang istimewa dan memang sedang tidak ingin apa-apa. Di depan saya, hanya tersedia setablet obat sakit kepala, secangkir kopi dan hidup yang berjalan seperti biasa. Esok hari cuaca mungkin saja berubah, cuaca yang kelakuannya terlalu imut itu membuat tanah lembab sehabis hujan dengan caranya yang begitu tiba-tiba serta pikiran yang dibungkus banyak keinginan.

Sayang, Tuhan bilang sepasang kita seperti peran perpustakaan. Segala yang dipinjam ada rasa tanggung jawab yang harus dikembalikan. Semua memang sudah tertulis di awal. Kita, hanya mengikuti cerita dan selesai.
Mungkin kau dulu pernah ingat? Saya pernah bilang bahwa kita jangan pernah menjadi sepasang mereka. Kehidupan keduanya terlalu menyimpan pertanyaan, lalu berpisah dengan banyak sekali mengajukan pertanyaan.

Namun entah kenapa, kehidupan justru menuntun kita menjadi bagian dari sepasang mereka yang pada akhirnya memilih berpisah untuk belajar tak lagi saling menggenggam dan lebih nyaman dengan tangan masing-masing. Saya pernah berpikir, bahwa saya adalah manusia paling bahagia di dunia. Saya juga pernah berpikir, bahwa harta bukan segalanya, asalkan rasa cinta dan setia tetap ada. Kerapkali saya kembali berpikir, bahwa telah banyak hal baik yang saya harapkan kepadamu, memohon untuk di-iya-kan Tuhan di hari yang terus berjalan ke depan. Namun harapan saya yang terlalu tinggi itu, kini menjatuhkan saya sendiri. Ke tempat yang jauh lebih sakit dari yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Merobek hati dan jantung saya sekaligus.

Jika kepalamu dan kepalaku terbuat dari kerumitan. Kupikir hanya cinta yang berperan menjadikannya sederhana. Penghalau semua — Pengatur segala. Ternyata pemilik semua kerumitan itu adalah Ia, yang dengan sesuka hati hendak menyerahkannya kepada siapa. Mungkin, kita sedang dipilih oleh-Nya. Hingga CINTA sendiri yang rupanya menampar KITA sekeras-kerasnya.

Gambar terkait
Sampai akhirnya saya lagi-lagi berpikir bahwa kau adalah bahaya, terbuat dari bara api yang tiba-tiba menyala. Setiap hari rasanya kepala ini seolah dipeluk matahari, cahaya yang tak mampu membuat kita sembunyi. Sebab tak pernah saya menemukan hal yang lebih sakit, ketika seseorang yang amat saya cintai, justru mencintai orang lain. Seorang perempuan yang sama sekali tak ada satu pun yang sanggup saya irikan padanya. Seorang perempuan yang saya kenal, yang bahkan jarak rumahnya saja masih sanggup saya tapaki dengan berjalan kaki.

Dulu, saya adalah satu-satunya orang yang bersedia melindungimu meski kecerobohan selalu menjuarai adaku. Saya adalah perempuan yang kerapkali menunggumu pulang dengan senyum paling lebar dari milik siapa pun dan menanyakan setiap hari hal bodoh yang sama; Mau dibikinin teh atau susu? Sudah mau makan atau belum? Sayang aku kangen, kapan pulang? Atau pernyataan-pernyataan paling alay tentang; Sayang.. aku mencintaimu, sayang.. sayang.. rumah sudah rapih, sayang.. anak-anak lagi belajar, dan kata sayang-sayang yang lain yang bahkan jika dituliskan, mungkin tak akan pernah cukup.

Dulu, saya pernah tinggal lama diantara kedua alismu, diantara kedua kecup bibirmu, dan diantara hal-hal yang tak pernah sanggup orang lain sentuh. Kini, tak lagi.

Jika kau tanyakan apakah saya marah? Jelas saya marah, itu sebabnya saya mendatangi perempuan yang kau cintai, berkeluh-kesah kepada suaminya, lalu marah dengan cara yang baik, untuk mengingatkannya, juga mengingatkanmu. Saya bisa saja membeberkan kisah percintaan kalian di sosial media tapi saya tak melakukan hal demikian hanya untuk mendapatkan perhatian semu dari banyak orang. Jika kau tanyakan kembali mengapa saya tak melakukannya, sebab kau adalah orang yang selama bertahun-tahun saya lindungi. Ini adalah hadiah paling manis dari saya untuk meringankan langkahmu mencintai seseorang yang ternyata, bukan saya.

Hal kekanak-kanakan yang ada pada diriku apakah sekarang kau merindukannya? Bagaimana waktu saya menyambutmu sepulang kerja dengan menyembunyikan diri dan kita bermain petak umpet di umur kita yang tak lagi dewasa, mengagetkanmu tiba-tiba sepulang kerja adalah caraku mengajakmu bermain-main agar kepenatan yang ada lepas begitu saja ketika kau mendengar tawaku yang mungkin dulu kau anggap sangat biasa. Apakah kau ingat juga bunyi bising mixer ketika aku berusaha menyajikan dirimu berbagai macam sajian kue manis di meja makan? Lalu mungkin sedikit membuatmu kesal dengan rengekanku yang memintamu untuk menggendong tubuhku yang tak lagi seringan dulu, atau teriakanku yang terkadang meminta bantuanmu karena takut beberapa hal, termasuk membersihkan kerangka hewan melata yang sudah kering menempel disela-sela pintu dan kusen kamar kita karena terjebak dan terjepit.

Apakah kau masih ingat?….

Berkali-kali saya mencoba belajar memaafkan dari sakit hati yang memperburuk keadaan, tapi kenyataannya, rasa sakit dikhianati jauh lebih patah, jauh lebih pecah, jauh lebih rapuh.

Kekecewaan yang teramat berat itu sanggup mengajakku ingin berlari sejauh mungkin dari keadaan yang menyirami benih kesedihan tumbuh subur, lalu berhenti mendengar alasan pembenaran dan minta maaf dari kau yang mengecewakanku tak berkesudahan tanpa ada sinyal tanda jera. Kali ini, entah kenapa kaki begitu cepat memberikan sinyal itu untuk melangkah begitu saja meninggalkanmu, diantara pikiran kemarin yang bahkan sama sekali tak pernah saya berpikir dapat meninggalkanmu seorang diri sendirian.

Tak ada lagi kata “Iya” pada maaf-maaf tulus yang telah kuberikan sebelum ini. Semoga setiap perjalanan membuat kita semakin banyak belajar mengenal kehidupan.

“Sebab kehidupan sepahit apa pun tak pernah menghakimi. Jika kau pernah berpikir demikian, maka kau akan terpenjara selamanya di sana. Tuhan yang baik itu, sedang mengajarimu sesuatu. Bahwa kebenaran, akan selalu menemukan jalannya sendiri. Karena kita di mata sang pencipta hanyalah dua manusia yang baru saja menjadi manusia.”

Dulu, aku selalu berpikir bahwa kau adalah satu-satunya milikku. Namun Tuhan sedang menegurku, bahwa segala yang kuakui di dunia sebagai milikku, sebenarnya bukanlah milikku. Jika Tuhan ingin mengambilnya, maka mau tidak mau kita pasti memberikannya. Entah itu kita serahkan sendiri, atau bahkan diambil paksa oleh-Nya. Hingga kita belajar mengerti sebenar-benar cara yang baik untuk memulangkannya. Begitu pun dengan — Engkau.

Seperti pertemuan kita yang tak pernah direncanakan, maka kehilanganmu mungkin akan persis sama kembali seperti itu. Engkau adalah bagian dari kamus paling lengkap, seorang pria yang pernah mencintaiku, memberikan buah hati padaku dengan tawa riang mereka memanggilku “Ibu”  Kau juga memberikan rasa sakit sekaligus. Kau membuat saya belajar dengan baik bagaimana rasanya dicintai, menelan rasa kecewa dan menjadi kuat setelahnya.

Mari kita rayakan kesedihan dengan sejuta puisi, Tuan. Agar kekecewaan terbang mengepakkan sayapnya dan memberitahukan kita cara mengingat sebagaimana mestinya.

Hasil gambar untuk love favim

Jika cinta bilang “Iya”

Maka, kau akan menemukannya. Sebab cinta dan kata punya rasa dan bahasa. Keduanya bisa seasin air laut dan semanis merundingkan hal entah paling hening. Seperti; rindu, kita, dan segala kemungkinan yang sanggup menuturkan dirinya sendiri dalam ruang paling sunyi.

Mungkin, itu sebabnya kata “Tinta” dan “Cinta” memiliki kemiripan kata.

Cinta adalah hal paling liar yang tumbuh di mana pun. Ia tak tersembunyi oleh apa-apa yang terlihat dan tampak. Cinta adalah sesuatu yang mudah terjatuh dan patah seketika. Cinta juga pernah membuat kita saling menuntun bibirku dan bibirmu ke pinggir telaga, dan kepada birahi malam, kita menyerahkan diri, untuk tenggelam dan menikmatinya.

Di sudut jalan, kita sampai pada suatu peristiwa, hadir dengan cara yang tak terbayangkan sebelumnya.
Lara dan luka memberikan kita sebuah makna.

Jika daun yang jatuh saja tak pernah membenci angin dan cinta sesederhana hujan bulan Juni Sapardi, maka percayalah bahwa kebahagiaan pun tak pernah bosan menjatuhkan dirinya esok hari.

Biarkan kehidupan yang memberikan kita jarak kepada cinta. Agar kita senantiasa bahagia, tanpa perlu menyalahkan siapa-siapa. Untukmu dan semua hal yang pernah kita namai “Cinta” — Saya pamit.

 

Dari perempuan yang pernah mencintaimu, Marni….

.

.

 

Dessyachieriny@yahoo.com