Blog Posts

Pulau Buru Takkan Melayu Hilang Di Bumi

Surut Tangkring Pantai Lubuk Semut

“Tuah sakti hamba negeri, esa hilang dua terbilang. Patah tumbuh hilang berganti. Takkan melayu hilang di bumi.” Kita memutuskan berjalan untuk menggali sejarah. Melewati setapak di tengah hutan, menyeberang laut, menyapa desa yang penduduknya menjerit menginginkan air bersih, melompati genangan lumpur dan kobangan air, mengintip adat para tetua, dan menyaksikan pohon kering tanpa buah-buahan. Kebanyakan kita hanya ingin dikenang sebagai pejalan, kemudian pulang tanpa beban, mengumpulkan potret keadaan dalam lensa dan tips menaklukkan alam. Sampai kita lupa mengemas banyak cerita

Continue Reading

Ayo Sekolah Anak Indonesia

Ayok Sekolah Dihari Pertama Masuk Sekolah

Dunia apa yang sedang kita menetap ini, Zainudin? Kenapa begitu banyak orang-orang yang suka ngeledekin dek Hayatimu ini untuk lekas memakai seragam sekolah di saat hari pertama anak-anak di seluruh semesta masuk sekolah? *ngunyah kacang sisa lebaran Ketika anak-anak orang lain sibuk masuk sekolah, anak saya malah ijin seminggu gak masuk sekolah, karena cuti kamu dari kantor jatuhnya telat. Mereka tetep belajar, buat kami belajar tidak harus di sekolah. Iya kan? Telat seminggu tak menyurutkan langkah mereka untuk belajar lewat

Continue Reading

Junjung Adat Tegakkan Marwah

Junjung Adat Tegakkan Marwah

Saya banyak mengetahui mengenai adat istiadat, sejarah dan bagaimana perkembangan Karimun sejak dulu, dari sebelum dan setelah otonomi daerah oleh kakek (panggilan saya untuk mertua).   Kakek (Achmad Djambi – 74 Thn) adalah pensiunan Bea Cukai, Ketua Perkumpulan Haji tahun 2012, Anggota pengurus IPHI Karimun (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia), Calon Ketua Veteran Karimun, Wakil Ketua Lembaga Adat Melayu atau lebih dikenal dengan istilah LAM yang menjabat 2 Periode sejak tahun 2010-2015 & 2015-2020 dan diberi gelar Datuk Timbalan Setia Adat.

Continue Reading

Menyapa Tanjung Balai Karimun

Menyapa Tanjung Balai Karimun

Apa yang kita cari dari sebuah perjalanan? Tentang bagaimana langkah kaki menaklukkan alam? Mencari banyak hal yang belum pernah kita ketahui? Atau hanya untuk menjadi asing dari diri sendiri?   Keindahan semesta terlalu sayang buat saya jika hanya dihabiskan melihat dalam sebuah bidikan kecil lensa kamera. Untuk beberapa saat waktu terlama adalah dengan melihat pemandangan sekitar dan merekamnya di kepala. Setelah saya rasa cukup puas, maka kamera slr pun beraksi sebagai pengingat kenangan dan penolak lupa.   Kami menginjakkan kaki

Continue Reading

Site Footer