Blog Posts

Fragmen Terakhir

Puisi Fragmen Terakhir tentang kehidupan

Kehidupan terkadang juga membahas tentang sebuah opini, tentang hal yang baik yang mampu berubah menjadi tidak baik, tentang hal yang paling membahagiakan justru seringkali mampu menyakitkan. Setiap hal akan ada titik yang mampu berbalik. Dan kesedihannya itu tergantung dari ukuran value hidup, sudah siapkah kita atau belum?    Sudah lama rasanya saya tidak menggerakkan beberapa jari untuk menuntun mencari kehidupan imajinasi yang lebih layak. Perumpamaan-perumpamaan dramatik yang membuat saya berlonjak menyadari bahkan ide bisa saja muncul dari mana saja. Serta

Continue Reading

2 Sajak Sisi Ungu

2 Sajak Sisi Ungu • karendis

Author : Dessy Achieriny Waktu memang menyiasati beberapa peristiwa yang berjalan, bahkan menyimpan beberapa kemungkinan yang sulit kita sentuh. Kebahagiaan adalah hal sederhana yang mudah terucap namun sulit menyatu dalam ragaku saat ini. Pernikahan kami amatlah sangat bahagia, awalnya! Tapi setelah wanita itu datang keadaannya berbanding terbalik. Setelah sekian lama aku mengabdikan diriku bersamanya ia mengatakan “ia tak lagi mencintai aku bahkan mencintai orang lain” dan yang lebih menyiksaku, ia katakan itu tepat pada pernikahan kami yang ke 13. Orang

Continue Reading

Hidup Itu Indah Ujar Mbok Sumi

Tanah merah masih juga basah… Tak ada karangan bunga disini, semuanya bahkan gelap. Mbok Sumi diam di depan pemakaman 3 jam lebih yang hanya berhias bunga kamboja. Entahlah, mungkin di area pemakaman ada sekitar 50 pohon bunga kamboja atau bahkan lebih. Anak mbok Sumi paling kecil meninggal karena kelaparan. Ini tentang faktor kemiskinan. Tak heran, hidup memang seperti itu, dunia terkadang cahaya bagi sebagian orang, namun bagi orang miskin seperti Mbok Sumi seolah terlihat gelap gulita. Gersang, penuh ratap. Mbok Sumi

Continue Reading

Sajak Dalam Secangkir Kopi

Sajak Dalam Secangkir Kopi

Aku mencari rindu yang hilang di permukaan, kuharap cinta menguatkan kita dari hal itu. Dijariku semua tertulis segalanya. Ada wangi kopi robusta yang kutelan lekat-lekat. Kuharap seiring waktu percakapan kita tak pernah menjadi mahal. Kubalikkan saja semua waktu dan kenangan jadi satu, kubungkus dan kubuang jauh-jauh. Cinta itu disana. Dipermukaan cangkir yang kutuang dengan cara yang sederhana dan tersenyum padamu seperti biasa. Kopi dicangkir hampir habis, mendekati ampas yang terkadang tertelan dan membuatku terbatuk-batuk, namun kuharap percakapan kita tak pernah

Continue Reading

Site Footer