Blog Posts

Sajak Dalam Secangkir Kopi

Sajak Dalam Secangkir Kopi

Aku mencari rindu yang hilang di permukaan, kuharap cinta menguatkan kita dari hal itu. Dijariku semua tertulis segalanya. Ada wangi kopi robusta yang kutelan lekat-lekat. Kuharap seiring waktu percakapan kita tak pernah menjadi mahal. Kubalikkan saja semua waktu dan kenangan jadi satu, kubungkus dan kubuang jauh-jauh. Cinta itu disana. Dipermukaan cangkir yang kutuang dengan cara yang sederhana dan tersenyum padamu seperti biasa. Kopi dicangkir hampir habis, mendekati ampas yang terkadang tertelan dan membuatku terbatuk-batuk, namun kuharap percakapan kita tak pernah

Continue Reading

My Book “Unforgettable Moment”

My Book "Unforgettable Moment"

Salah satu FTS karya saya masuk dalam Buku Unforgettable Moment> Kisah-kisah yang ada di buku ini, adalah kisah penuh warna yang dialami sendiri oleh para kontributornya. Based True Story yang menjadi keharusan naskah, menjadikan kisah yang ditulis menjadi berjiwa. Membaca setiap chapter di buku ini, membawa kita merefleksi satu tahun perjalanan hidup kita di 2011. Begitu banyak warna terserak yang mewarnai hidup kita. Dari segala kisah yang telah dibagi, kami sangat berharap, kisah-kisah tersebut dapat memberikan pelajaran, hikmah, inspirasi dan

Continue Reading

Temaram Padam

Temaram Padam

Sajak kutulis diiringi derak sepatu Saat jejak menjaga jarak Ada jemu yang tertulis tentang ragu Di kota ini, hujan kerap datang tiba-tiba Dingin menyergap dada, baru saja.   Kenapa musim di negara ini hanya dua? Berharap musim berganti, kemudian semi menyapa kita. Bunga mencipta kelopak merah, kuning, biru dan warna lain   Apa kau juga suka?   Sebuah gambaran metafor puisi diksi Lalu aku mengadu pada siluet diri di dinding sisi kiri Senja memudar dan malam seperti biasa tepat waktu

Continue Reading

Siluet Ambigu

puisi siluet ambigu tertiup lembayung pada usia parau

Author : Dessy Achieriny Logikaku bersenandung pada siluet ambigu Aku tertiup lembayung pada usia parau kehidupan Saat novel kidung cinta di pohon kurma diterbitkan Sebuah Antalogi puisi yang telah kupikirkan   Aku ragu saat puisiku terputus di ujung senja Mencipta ruang kosong diperbatasan Memoar memudar diiringi senandung biduan Urat nadiku seolah melingkar pada batas ambang bayang   Tiga kali kuucapkan kata *sayang* tak terpisah tanda koma, titik, maupun tanda seru Aku rindu madu yang manis di bibirmu Kecupan manis yang

Continue Reading

Site Footer