Rindu Itu Tidak Berat Dilan

Jika Dilan bilang rindu itu berat, mungkin Dilan sedang membawa satu sampai dua ton kata-kata yang disembunyikan dari pikiran-pikirannya yang tertunda. Ah, seandainya kata-kata tak pernah disembunyikan, maka ia akan menguar dalam sebuah tulisan diantara daun-daun jendela yang terbuka bersamaan dengan masuknya udara dan kumandang suara adzan Isya.

Sebab Kepadamu

Jika kita sepasang kita. Maka sepasang “Ragu” memiliki “Tapi” Sepasang “Harap” memiliki “Mungkin” Lalu, sudah sepantasnya kita hidup cukup memiliki dan mempercayai kebaikan. Di penghujung jalan… Mari kita sama-sama tidak menjanjikan kebahagiaan. Atas apa-apa yang terlanjur diucapkan ingin, kepada harap, yg pernah sempat menjadikannya tiada di pikiran kita yang sederhana. Mari kita berjalan tanpa perlu mencari tahu siapa saja yg jatuh cinta pada senyum kita masing-masing. Berjalan dengan sebaik-baiknya perjalanan, untuk mengajarkan kita bagaimana memiliki senyum paling manis yang dikemas

Continue Reading

212

Ibu kota penuh dengan kepala yang mengeja Tuhan ditiap jengkal. Layaknya laut, mereka menciptakan gelombang yang baru. Doa langit kepada yang Satu. Sebut saja kita bernama “Singgah”. Kita tak memiliki apa-apa, namun mengagumi hal2 fana, tak nyata & berdekatan dengan nafsu ingin segalanya.   Sunyi tak pernah meminta kita diam. Puisi, dingin & khidmat Desember yang menjadikan hujan turun merata. Lalu kita jatuh cinta, padaNya.   Kita memiliki kata mengenai-Nya, yang berat atas nama Tuhan, yang menyimpan kekuasaan, keluasan, kebesaran

Continue Reading

Puisi Adalah Hal Paling Ramah yang Dapat Kau Peluk Kapan Saja

Jejak di awal Desember, kita selalu punya lagu-lagu paling merdu. Aku menemuimu dalam narasi-narasi seribu musim sebagai hadiah paling puitik. Di sana, tempat keluh-kesah mengendap dan mengatakan; “Bahwa puisi adalah hal paling ramah yang dapat kau peluk kapan saja.” kita hidup di dalam sekotak pensil warna. Maka, jadikan aku pesan. Agar kita sama-sama berperan menyampaikan. Aroma sayur lodeh, harum kopi dan dihadapkan dengan penggalan puisi Sapardi. Pagi saya sungguh wangi. Puisi memang kerapkali mengajarkan kita tentang banyak hal, bahwa kesedihan

Continue Reading

Site Footer