Pembahasan yang Tak Pernah Dilunturkan Hujan

  (Dengarkan suara saya membacakan puisi ini, diatas…)   Entah, apakah kita hanya terus berjalan, sampai kaki-kaki tak kuat lagi melangkah. Sampai kata-kata tak ada lagi yang perlu disampaikan.   Katamu; Disini, hanya kosong… Aku bilang; Disini memang kosong, tapi ada kamu dan aku untuk melengkapi kekosongan itu.   Sempurnalah kita….   Kamu hanya tersenyum, lalu aku melakukan pembahasan yang tak pernah dilunturkan oleh hujan. Jika pun kau pergi, kau tak akan mampu menjauhkan aku dari sebuah cerita. Aku akan

Continue Reading

Rindu Juga Bagian dari Warna

  (Dengarkan suara saya membacakan puisi ini, di atas)   Kita membutuhkan banyak sesuatu, untuk mengerti sesuatu. Agar segala yang dibenturkan bernama kesedihan. Tidak kita lakukan secara berulang. Kau kerapkali berada dalam tempat yang tersembunyi. Seperti kopi, sepi dan puisi. Matamu yang jatuh cinta itu sewarna dengan jingga, waktu-waktu dimana langit penuh nada dan paling bahagia. Sedangkan bibirmu adalah bahagia paling abadi, dunia paling surgawi, menyala di sepi-sepi. Kita hanya membicarakan perumpamaan, tentang gelombang harapan di lautan dan cinta yang selembut

Continue Reading

Kau Bebas Menyebutnya Apa Saja

Apa pernah kau merasakan garis masa depan dibentangkan dengan harapan-harapan yang terlalu lama tersimpan kemarin? Malam ini, rindu paling nyeri, jatuh di dahan-dahan. Dibangunkan hujan. Kau pun tahu itu. Bukankah, kenangan pernah tinggal di jantungmu yang penuh debar, sampai hati milikku kerapkali tanggal. Kau adalah segala kemungkinan yang diberkati Tuhan paling sederhana. Tumbuh menjadi senyum, dalam pucuk bahagia paling ranum. Mari berpuisi, sayang. Agar kita kerapkali mencintai hobby yang sama. Kau pemilik puisi paling manis. Untuk aku oles diujung margarine

Continue Reading

Tentang Kita

Aku tak terbiasa dengan jiwa ini yang mulai rindu terhadap sentuhanKulayangkan sejenak pandanganku melalui kaca di hatiMemantulkan seperti apa diriku sekarangPerjalananku sempat terhenti di sebuah toko permataYang kerapkali memberiku hadiah dari langit tanpa kupintaLalu aku sedikit menoleh kepadamu Sebab.. Kau membelinya dengan sebuah rasa yang indahYa.. Kau datang di saat semua pagar sudah terlalu kokoh untuk didakiMemanjat dengan sangat tinggi hingga kau hanya melihatnya dengan sedikit senyumBagai berada dalam ruang hampa yang sulit untuk meraihnya lebih banyakCinta.. kenapa kau pergi

Continue Reading

Site Footer