Category Archives: Uncategorized

Melihat Kemilau Wisata Aceh Dengan Aviastar di Traveloka

Ketika kepalamu tertulis begitu ramai, maka pergilah ketempat paling menarik untuk kita dapat bertukar aroma kopi, bercerita pada diri sendiri, mengingat dan membaca di kemudian hari.

Kita pernah menjadi seseorang yang kerapkali bosan dengan sisi dunia yang itu-itu saja. Kita pernah berusaha menjadi asing sementara untuk menikmati menjadi kita seutuhnya tanpa banyak pertanyaan, kita pernah ingin menjauh ketempat yang sama sekali tak pernah ada yang mengenal kita.

Apakah kalian juga pernah?

Menghirup udara di tempat yang tak biasa seharusnya kita berada, akan mempunyai pengaruh yang melegakan, memaafkan, melupakan bahkan melepaskan.

Kita namai ia liburan, cara bertahan pada segala musim dan cuaca, berteman dengan segala rasa dan nuansa.

Tubuh memiliki rasa kepulangan, kepulangan kembali pada nol pikiran. Tanpa beban. Segala yang terbiasa jatuh berulang-ulang juga perlu direbahkan.

Mari kita merapat pada Aceh sementara, sayang.  Menengok keindahan  kawasan Barat Indonesia yang punya banyak tempat wisata yang nggak kalah indah dengan kawasan Indonesia Timur. Tulisan ini adalah kali kedua saya menuliskan wisata Aceh dengan segala kemilau dan daya tariknya.

Kamu tak perlu khawatir tentang apa pun, sebab seorang pejalan akan mencintai segala proses di dalam perjalanan. Merefleksikan diri atas apa yang didapat dari alam. Apalagi sekarang sudah banyak penerbangan ke Aceh dan promo cetar seperti Aviastar. Coba deh cari tiket Aviastar murah di Traveloka, kamu bakal takjub dengan banyak promo ramah dompet untuk menjejakkan kaki pergi ke Aceh.

Selain menawarkan harga terjangkau, Aviastar juga memberikan pelayanan terbaik untuk semua penerbangan. Termasuk jalur ke Aceh dan juga banyak kota lainnya.

Jika kamu sudah pegang tiketnya? Yuk cek dulu destinasi wisata di Aceh, catat dan masukkan dalam daftar itinerary-mu ya!

Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk, image by menerjemahkan.com

Pantai Lampuuk tidak hanya memiliki lengkungan pasir yang cantik dan menghampar luas, tapi juga punya kegiatan unik yaitu melepaskan tukik alias anak penyu ke laut. Ditemani air laut yang biru jernih dan pantai yang amat landai, kamu bisa ikut menjaga kelestarian alam dengan melepaskan tukik-tukik ini.

Pulau Rubiah

Pulau Rubiah, Pict by @IndonesianTravellers

Jalan jauh sedikit, ada Pulau Rubiah yang letaknya nggak jauh dari Pulau Weh. Pulau ini punya pemandangan bawah air yang indah, dengan air laut yang sangat jernih seperti cermin. Kamu bisa melakukan snorkeling dan melihat banyak biota laut yang memukau di sana. Di laut sekitar Pulau Rubiah ini, terdapat 14 dari 15 biota laut yang dilindungi di Indonesia. Keren kan? Tapi jangan sampe ngerusak ya.

Pulau Weh

Pulau ini adalah titik 0 kilometer wilayah Indonesia, yang terletak berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Selain menjadi titik pertama dan paling Barat di Indonesia, Pulau Weh juga menyimpan kekayaan laut yang mempesona. Selain snorkeling, kamu bisa diving di Pulau Weh dan menjumpai banyak karang hidup yang cantik.

Gunung Seulawah Agam

Gunung Seulawah Agam

Gunung ini adalah salah satu gunung paling tenar di Aceh, tidak hanya karena ketinggiannya yang menjulang, tapi juga karena habitat tumbuhan dan hewan yang ada di sana. Di Gunung Seulawah Agam banyak terdapat fungi dari berbagai species dan juga harimau Sumatera di hutan liarnya. Haum, berani main ke sana?

Danau Laut Tawar

sources: Aceh Tourism

Danau seluas 5.472 hektar ini memiliki keindahan alam yang luar biasa. Meski tak sebesar Danau Toba, tapi Danau Laut Tawar punya pemandangan yang sama indahnya, dengan bukit-bukit yang menjulang di sekelilingnya. Air danau ini tawar, dan punya habitat ikan yang beragam.

Museum Tsunami

@z Photography

Untuk mengenang para korban Tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 silam, pemerintah membangun Museum Tsunami yang terletak di jantung kota Banda Aceh. Banyak foto-foto dan benda yang tersisa dari tsunami yang disimpan di sini. Suara gemuruh ombak tsunami juga diputar untuk mengingatkan semua orang akan bencana besar yang pernah menimpa Aceh kala itu.

Masih di Banda Aceh? Jangan lupa untuk main ke Masjid Raya Baiturrahman yang jadi bangunan utuh di antara semua bangunan yang rata dengan tanah ketika tsunami menerjang Aceh tahun 2004. Selain memiliki arsitektur yang megah, Masjid ini juga menyimpan sejarah dari puluhan tahun silam.

Kuala Merisi

sources: Indonesian Tourism

Pasir putih yang membentang di sepanjang pantai Kuala Merisi merupakan keindahan yang tiada tara. Uniknya, pantai ini memiliki dua sisi air laut di kanan dan kirinya dengan kedalaman yang berbeda. Ombak di pantai ini cukup besar, dan banyak dimanfaatkan turis untuk berselancar di sana.

Nah, Aceh nggak kalah indah dengan kawasan Indonesia lainnya kan?

Beli tiket Aviastar online di Traveloka, yuk main ke Aceh!

 

dessyachieriny@yahoo.com

contack me : Whatsapp 0878-8384-1204

Pernahkah Kalian Memeluk Dirimu Sendiri?

Niatnya mau bikin cerpen, tapi malah meracau mengenai diri sendiri dalam sebuah document word sepanjang jalan kenangan di umur kita (saya dan kalian yang ikutan baca) yang entah berumur panjang, entah pendek.

Saban pagi, secangkir kopi adalah hal paling menyenangkan untuk menyuguhi sebuah kebahagiaan. Tapi tidak hari ini, sakit membuat saya berpikir ulang hendak menyeduh kopi sebagai hal paling membahagiakan di hari kemarin-kemarin. Teh hangat, beberapa kapsul, tablet pereda nyeri dan antibiotik.

Ah, rupanya hidup sekeren ini menikmati rasa pahit dengan teh manis dan bubur gandum.

Saya harap, ingatan tak pernah memaksa kita untuk meminjam kenangan orang lain dalam hal menyebutkan nama tiap orang. Selama saya masih ingat satu-satu setiap nama untuk dipanggil berarti saya masih sehat dan merasa muda. Begitu pikiran saya selalu bilang.

“Mari kita berlibur ke dalam sebuah pemikiran dunia di hari libur”

Merasakan sensasi ketakutan ketika kematian menyapa kita pelan-pelan. Agar hidup kita tidak pernah lupa. Bahwa kita hanya se-titik kecil yang tak terlihat di bumi. Lahir telanjang tanpa membawa apa-apa bahkan ingatan sekali pun.

Pernahkah berpikir apakah langit di atas langit memang menyediakan tempat untuk kita? Di dalam sebuah kematian tidak ada pintu yang mampu kalian buka untuk menghindar. Kamu yang paling mulia, tukang selfie, paling nyinyir di pesbuk, pecinta debat, gemar PHP online shop dan cowok jomblo yang kerapkali berdoa bahwa hari sabtu selalu hujan agar martabatnya terselamatkan, semua berkumpul jadi satu.

Tidak ada alamat paling jauh di kota pikiran kita yang sekarat. Di sana, pintu kematian hanya menyediakan surga dan neraka.

Kemudian saya memeluk diri saya sendiri.

Ada rasa takut — Berdiam di sana.

Niat hendak merenung sebentar.

Tahun 2017 akan datang dan mengajari kita hal-hal yang paling rahasia, resolusi menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya hendak saya usahakan dalam lamunan berenergi postitive hari ini. Namun, tape recorder dari abang tahu bulat yang lewat barusan terlalu nyaring dan diulang-ulang. Saya keluar dan membawa pulang seplastik tahu bulat yang digoreng dadakan, anget-anget, 5 ratusan.

Kemudian, nafsu tak bisa dibendung.

Renungan resolusi tertunda. Saya jadi lupa, mau nulis apa.

It’s Life. *mamam tahu bulat *arghhh

 

Dessy Achieriny

 

Sabang Wisata Candu Bagi Jiwa Traveller Dan Surga Pariwisata Bahari Aceh

Sabang Wisata Candu Bagi Jiwa Traveller Dan Surga Pariwisata Bahari Aceh
Sabang Wisata Candu Bagi Jiwa Traveller Dan Surga Pariwisata Bahari Aceh

Candu akan ketempat-tempat pariwisata adalah klimaks sebuah kejenuhan dan magnet bagi para jiwa petualang, melirik luasnya nusantara yang membentang serta beragamnya wisata bahari seolah menjadi amunisi berharga membuka lembaran baru dalam hidup sebagai unsur pelengkap untuk mencoba kesibukan dan keasikan lain dalam menatap semesta lebih dekat, menyelami kebudayaan masyarakat ditiap daerah lebih akrab, dan menjelajah kuliner lebih banyak.

Setiap jejak selalu punya cerita, setiap daerah selalu punya sejarah yang berbeda, dan alam punya caranya untuk menitipkan kisah kepada kita. Berbaur dengan masyarakat yang menghabiskan puluhan tahun usianya di daerah yang ia sebut rumah dengan pengabdian sepanjang hidupnya di daerahnya masing-masing akan membawa kita ke dalam lorong waktu menjelajah sekian tahun kebelakang, sebagai cara ampuh traveller untuk meneliti lebih dalam dan menuang langsung cerita manis ke sebuah tulisan.

Saya mengenal budaya Aceh lebih dekat dan ingin sekali menjejakkan kaki kesana ketika berkenalan dengan salah satu wanita manis asal Banda Aceh ini, Chicy Adinda adalah kawan di sebuah akun sosial media, cicit dari Nja’ Oemar Sukanegara dan beberapa tulisan manis yang dikemas apik berbau sastra menghias beberapa blog mini dan tumblr yang ia punya. Kisah Aceh dari sebelum dan setelah tsunami, bagaimana menghilangkan trauma senyum manis anak-anak dengan mengadakan taman baca dll. Semakin bertambahnya waktu yang terus berjalan, Aceh mulai bangkit. Keindahan alamnya kembali memberikan gaungnya dan terdengar keluar negeri kembali. Apalagi Pariwisata yang disajikan di daerah serambi mekkah ini amat beragam.

Beberapa tulisan yang saya menangkan dalam Blog Competition seringkali membawa saya ketempat yang belum pernah saya kunjungi, bidikan kamera dan potret wajah-wajah dari beragam suku dan budaya berbeda, tak luput untuk digali. Memoriable berada apik pada tempatnya di sebuah instagram yang memang menjadi sosial media yang dipilih untuk mengeksplore keindahan alam Indonesia. Apalagi beberapa minggu setelah balik dari Wisata Heritage Green Industry ke Padang membawa pulang hadiah action cam yang mampu lebih mengeksplore beberapa potret keindahan semesta yang kelak akan saya kunjungi.

Tahukah kamu? Sabang yang merupakan Kota paling Barat Indonesia ini dikenal dengan Surga Bahari dan merupakan Miniaturnya Indonesia yang terdapat beragam suku yang berdampingan secara rukun dan damai. Pada umumnya, masyarakat Sabang adalah pendatang, yang terdiri dari beberapa suku dan etnis di Indonesia, antara lain suku Aceh, Batak, Jawa, dan lain-lain, ditambah etnis Cina yang banyak menetap di Sabang. Adat istiadat Aceh daratan, khususnya adat yang bersumber dari Aceh Rayeuk dan Meurohom Daya, lebih dominan di Kota Sabang,  disamping itu juga sebagai adat pemersatu semenjak dahulu kala. Kearifan lokal yang masih tetap terjaga di sana. Hari yang tepat untuk kamu ke Aceh adalah tanggal 26-30 April 2016. Kenapa? Karena ada Sabang Festival Marine sebuah Festival yang akan mempromosikan keindahan Pesona Bahari Sabang, beserta eksotisme kemewahan aquarium bawah lautnya.

 

Melirik Keindahan Kota Sabang…

 

Pulau Weh

sabang pulau weh pesona indonesia

Keindahan dan panorama Pulau Weh tak perlu lagi anda ragukan, semilir angin yang berhembus berpadu kebeningan air dan biota laut yang mampu ditangkap oleh mata telanjang adalah suguhan yang selalu dicari para wisatawan. Biru kehijauan dibias sinar matahari, eksotik pemandangan alam di Pulau Weh merupakan anugerah dari sang pencipta. Kalian akan diajak larut dan tenggelam karena panorama yang ditawarkan Pulau Weh. Pulau ini berjarak 18 mil dari Kota Banda Aceh. Ada dua pilihan transportasi lewat laut dari Banda Aceh ke Pulau Weh, yaitu dengan kapal ferry (sekira 2 jam perjalanan) dan kapal cepat (45 menit). Kapal ferry (KMP BRR) dan kapal cepat Express Bahari atau Pulo Rondo berangkat setiap hari. Khusus hari Rabu, Sabtu, dan Minggu KMP BRR melakukan perjalanan dua kali sehari.

 

Pantai Iboih

Sabang pantai iboih

Pantai Iboih tidak kalah eksotiknya, keindahan alam disana akan memancing kalian untuk menyusuri setiap sudut dari jepretan kamera. Surga firdaus kecil yang berada di kecamatan Sukakarya, Sabang. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa menggunakan pesawat ke Banda Aceh. Dari Bandara Sultan Iskandar Muda perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Ulee Lhueu kemudian ke Pelabuhan Balohan Sabang menggunakan kapal. Setibanya di Pelabuhan Balohan langsung menuju Pantai Iboih. Di Pelabuhan Balohan tersedia penyewaan mobil atau jika ingin berhemat bisa menggunakan angkutan umum. Ada beberapa pilihan tempat menginap yang tersedia seperti the Pade Resort, Freddies Santai Sumurtiga dan Iboih Inn dll.

Untuk mengenal lebih dekat pantai Iboih sendiri, di Iboih terdapat dua pantai yaitu Pantai Teupin Layeu dan Pantai Teupin Sirkui namun para wisatawan lebih senang menyebutnya dengan Pantai Iboih. Pantai Teupin Layeu ini merupakan pantai dengan pasir putih sedangkan Pantai Teupin Sirkui merupakan pantai berkarang. Kita akan bisa sepuas hati memanjakan diri dengan diving, snorkling atau hanya duduk santai menatap sunrise, mengabadikan foto siluet dari bantuan sunset, dan menghirup segarnya udara pantai.

Aktivitas khas yang bisa dilakukan semisal berjalan-jalan keliling pulau Rubiah dengan sepeda motor sewaan atau snorkeling dalam air berwarna biru yang jernih sebening kristal. Waktu yang paling pas untuk snorkeling adalah pagi hari karena air cukup hangat dan sinar matahari juga masih bersahabat sehingga tidak menghitamkan kulit.

Selain menikmati keindahan terumbu karang kalau beruntung bisa melihat anak hiu berenang. Ya, benar perairan di sekitar Pantai Iboih dihuni anak hiu yang berenang bebas, tapi jangan khawatir pastikan saja tidak ada darah dari tubuh saat berenang karena bau darah dapat memancing hiu menjadi agresif.

 

Rubiah

pulau-rubiah

Surga taman laut di kepulauan Weh ini memiliki pesona yang cantik. Letaknya tepat di depan Iboih, sekitar 20 kilometer sebelah barat Kota Sabang. Untuk mencapai kawasan tersebut tersedia angkutan umum dari Pelabuhan Balohan. Sama seperti Sabang, tidak banyak literatur tertulis yang bisa diperoleh mengenai keberadaan pulau ini. Legenda mengenai Rubiah menyatu dengan Sabang. Pergi ke Iboih akan sangat kurang jika kita tidak mengunjungi Rubiah karena sebagian besar taman laut berada di sekitar kawasan pulau itu. Berjalan ke pulau tersebut kita akan mendapati beberapa bungalow yang pernah dihuni sejumlah pelaku perdamaian Aceh-PemerintahIndonesia. Aquarium bawah laut di pulau Rubiah adalah istana bagi biota laut, ekosistem yang masih terjaga dengan aneka terumbu karang menjadi destinasi eksotis dan keindahan luar biasa yang ditawarkan di sana.

 

Pantai Gapang

Dengan bermodal sekantung penuh waktu maka kunjungan Pantai Gapang adalah liburan sempurna untuk menikmati keindahan bahari. Pantai Gapang menjanjikan keheningan tak berbanding yang tidak didapatkan di Phuket, Langkawi, atau Penang. Pantai Penang adalah surganya bagi para fotografer dan backpackers untuk sejenak menikmati menyelam dengan kehangatan matahari dan ketenangan gelombang. Kita akan disajikan deretan pohon gapang bak serdadu yang berbaris rapih di bibir pantai, inilah mengapa asal muasal nama Pantai gapang dilahirkan.

Berlari bertelanjang kaki di pantai gapang merupakan jurnal perjalanan yang menyiratkan keindahan lain, serta mengistirahatkan kaki dan menikmati nikmat dan harumnya kepul kopi Aceh akan menjadi sensasi baru bagi para pecinta kopi.

 

Pantai Anoi Itam

Keunikan pantai dengan pasir yang berwarna hitam dan cahaya matahari yang jatuh disapu biru ombak air laut menjadi daya magis tersendiri bagi para pecinta alam. Ciri khas pasir di pantai Anoi ini mirip dengan pasir vulkanis. Kemungkinan pasir ini berasal dari gunung merapi yang masih aktif di Pulau Weh. Pasir yang mengandung nikel ini yang membuat menjadi berbeda dari pasir hitam lainnya karena kandungan berat pasir yang lebih berat 3 kali lipat. Tampak bukit hijau di sekitar pantai membuat tempat ini seakan memberikan kesan yang teduh dan damai.

Pantai Anoi Itam terletak di Desa Anoi Itam, kota Sabang – Pulau Weh.  Jika wisatawan berangkat dari kota Sabang menempuh jalur timur, akan melintasi pantai sumur tiga. Pantai sumur tiga juga tidak kalah apik keindahan alamnya.

 

Pantai Sumur Tiga

Gradasi yang menawan dari biru muda kehijauan sampai biru tua menciptakan nuansa hawai ala Sabang yang romantis, keanggunan sinar matahari, liukan pepohonan dan deburan ombak menghantarkan kita untuk meraup sebuah ketenangan dan keindahan pantai. Di pantai ini juga terdapat benteng-benteng peninggalan jepang, selain bisa berwisata dengan nuansa pantai kita juga dapat ditarik ke masa lalu untuk mengetahui beberapa sejarah yang tersimpan di daerah yang keindahannya menjadi decak kagum para wisatawan.

 

 Tugu Kilometer O

Tugu Kilometer Nol RI biasa disebut Monumen Kilometer Nol merupakan penanda geografis yang unik di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan perannya sebagai simbol perekat Nusantara dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua. Tugu ini bukan saja menjadi penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Lokasinya terletak di Hutan Wisata Sabang tepatnya di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya. Sekira 5 km dari Pantai Iboih. Letaknya di sebelah barat kota Sabang sekira 29 kilometer atau memakan waktu 40 menit berkendara. Lokasi yang patut anda kunjungi juga di daerah sabang sebagai ladang ilmu dan ladang wisata.

 

Kuliner

Jalan-jalan rasanya tidak lengkap tanpa berburu wisata kuliner di tiap daerah. Di sabang juga banyak menyediakan kuliner khas yang patut anda coba.

Sate Gurita

Kuliner khas Sabang yang satu ini hanya terdapat di Sabang saja. Berbahan dasar dari daging gurita, tekstur sate ini sangat lembut dan semakin nikmat dengan tambahan bumbu kacang yang pas. Biasanya di sajikan dengan lontong atau nasi, seperti bumbu kacang dan bumbu Padang.

Mie Pingsun

Nikmati mie pingsun yang disajikan dengan campuran seafood, seperti Cumi-cumi, ikan, dan udang. Dapat dilengkapi dengan campuran daging dan sayuran.

Mie Sedap Sabang

Mie sedap ini selalu ramai pengunjung. Bahan mie ini dari mie biasa yang berwarna kekuningan disajikan dengan kuah bening, campuran tauge, daun bawang, dan ikan yang sudah di potong.

Mie Aceh

Terdapat dua sajian mie aceh yang bisa kita pilih apakah lebih suka kering atau berkuah. Untuk isiannya lebih beragam, apakah mau cumi, udang, daging sapi dan telur.

Negara indonesia terkenal dengan negara kepulauan, tentu ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kita jika menjejak dan menatap sabang sebagai daerah paling Utara di wilayah Indonesia, semoga hal baik yang tumbuh dari sebuah gagasan bergerak menyerap buah dari pengetahuan kelak mengantarkan kita ke daerah Sabang. Kalau bukan anak negeri sendiri yang mengeksplore indahnya Pariwisata Bahari, siapa lagi?

Menulis juga merupakan langkah sederhana untuk menikmati kehidupan dan menukarnya dengan cerita-cerita seru yang muncul di kepala dan mengajak kalian menyelam tulisan sebentar. Sebab tulisan mempunyai ruh yang kelak mengajakmu bergerak. Ayo, Ke Sabang!

 


Dessyachieriny@yahoo.com

Twitter : @Dessyachieriny

Ig : @Dessyachieriny

 

note: Tulisan ini sedang diikutkan dalam Event Blog Competition yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Aceh, didukung oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Badan Pengawasan Sabang dan Pemerintahan Kota Sabang.

Mengintip Konsep Bisnis Hijau Dengan Lebih Kreatif

923414_1065612693462197_2482984618891480788_n

Meracik kehidupan untuk lebih berbenah diri agar kalimat Together We Build A Better Future” mampu kita senandungkan dengan cara dan langkah kaki yang lebih bersinergi. Kehidupan punya andil menyapa kita dengan banyak cerita, ketika kita memiliki segudang aksi. Ikut berperan serta dalam Wisata Heritage Green Industry bersama PT Semen Padang dan Komunitas Wegi ke Ranah Minang dan menginjakkan kaki di Tanah Minangkabau, memiliki memoriable dan kebahagaiaan tersendiri sebelum hingga setelahnya. Kebersamaan, persahabatan, pengalaman, ketulusan, menjadi gong dalam diri yang kian menarik ulur ingatan singkat perjalanan kemarin.

Kekaguman dan kepedulian dari para penggiat sosial media, blogger, reporter, dan fhotografer dalam mewartakan hasil review yang mereka kumpulkan serta mengeksplorasi keindahan alam yang kami singgahi terlukis di wajah-wajah nan ceria. Kedua bola mata pun ikut memainkan perannya untuk mengamati. Dalam rangka 106 tahun PT Semen Padang, terus berupaya membangun persepsi brand kualitas terbaik serta berkomitmen ramah lingkungan dan menerapkan konsep bisnis hijau berkelanjutan pantas diapresiasi.

wegi

Sebuah cerita bermula pada kamis, 17 maret 2016. Hujan gerimis di luar tak menyurutkan langkah kaki saya untuk menghimpun segudang edukasi mengenai green industry. Berbincang bersama di lobby hotel Ibis – Bandara Soetta dengan mas Novy perwakilan dari Semen Gresik dan Komunitas Wegi membuat waktu seolah berjalan cepat. Pembahasan blogger dan wacana peduli lingkungan kini tak hanya sekedar wacana. Kami generasi hijau selalu punya langkah untuk bergerak lebih maju menjadi baik. Demi hijaunya bangsa, demi melihat segarnya dunia. Kamar 507 – Ibis hotel ditemani mba Serly (Sekper dari Semen Gresik) teman sekamar yang ceria menjadi saksi awal, dimana langkah kaki kecil hendak menghantarkan menuju Padang. Pukul 04.00 wib blogger dan komunitas wegi mulai bergerak menuju bandara Soetta, dengan tujuan Jakarta – Minangkabau menggunakan pesawat Garuda. Sesampainya di bandara Minangkabau kami disambut hangat oleh Tim dari PT. Semen Padang (Uni kaka, Uda Arya, Uda Andhika dll) segera lantas menuju ruang ganti dengan kostum merah berlogo PT Semen Padang. Sebab merah berarti: Berani, bersemangat, berkarya, berjuang.

Para blogger, pejantan dan srikandi generasi hijau akan menjalani serangkaian aktifitas perjalanan, pemberhentian pertama, sarapan pagi di rumah makan Ajo Puncak Kiambang, yang berada di jalan Raya Padang Bukit Tinggi KM 44. Menu pilihan saya jatuh ke Nasi Soto kriuk Padang dan Es Kelapa Muda. Sebagai pecinta kuliner dan hobby masak, untuk rasa soto yang ditawarkan bagi saya termasuk ke dalam kategori standard. Rasa gurih dari kuah soto tanpa santan dan kriuk dari daging empal dan paru yang digoreng membuat cita rasa tersendiri yang memang belum pernah saya cicipi.

Nasi Kapau

Sarapan selesai, kami pun berlanjut melakukan trip selanjutnya dengan tujuan destinasi Jam Gadang. Setelah puas menghabiskan memori dengan mengabadikan jejak dalam rangkaian jepretan kamera, saya pun mengelilingi pasar oleh-oleh terdekat, membeli magnet kulkas, beberapa sendal, dengan ikon dan hiasan Rumah Minang. Sampailah di waktu yang dinanti yaitu Makan Siang bersama, di Los Lambuang – Nasi Kapau Ni Er Bukit Tinggi yang berada di Pasar Lereang  “Nasi Kapau uni, jo gulai tambusu! Tambuah ciek, labiehkan kuahnyo” seru para pelanggan yang berdatangan ke warung Ni Er.

Panci-panci besar berisikan sambal, lauk-pauk, gulai cubadak, gulai tunjang, gulai babek, gulai cincang, gulai tambusu, ikan bakar, ayam bakar, sayur rebung, sambal lado ijau dan dendeng merupakan varian menu yang dapat kalian pilih jika berkunjung kesana. Keramah-tamahan dan senyum manis Ni Er melayani pengunjung secara sigap mengelap piring dan beraksi dengan sendok gulai bertangkai panjang berkepalakan tempurung diikuti gerakan seirama mengaduk sambal dan gulai yang tersedia di panci-panci besar tersebut. Dentingan suara pengamen dan senandung tembang-tembang minang beradu dengan dentingan piring para pelanggan, memperlengkap kehangatan suasana yang terjalin selama makan siang di Los Lambuang. Ciri khas nasi kapau ini terletak pada singkong dengan potongan kotak dadu yang dimasak kering nan garing dengan rasa bumbu rendangnya. Ah, nikmat.

wegi9

Siap-siap destinasi selanjutnya, yaitu Lobang Jepang dan Ngarai Sihanok. Mendengar sejarah terbentuk dan peristiwa yang terjadi oleh Tour Guide tentang lobang jepang kala itu membuat saya berdecak kagum. Keindahan alam Ngarai Sihanok pun tak luput dari incaran lensa kamera. Hujan mulai turun, ada beberapa destinasi yang gagal kami kunjungi seperti Great Wall dikarenakan keterbatasan waktu dan kemacetan yang terjadi karena bersamaan dengan hari balai atau hari pasar, saya sempat melihat sekilas rumah puisi Taufik Ismail, rumah budaya Fadli Zone, dan dibelakang rumah puisi Taufik Ismail terdapat gunung Singgalang sedangkan di sebelah kanan terdapat Gunung Marapi. Tujuan kami berikut mengunjungi Rumah Gadang di Tanah Datar, menurut Uni kaka daerah padang panjang seperti serambi mekkahnya Aceh, karena sangat kental dengan nuansa muslimnya.

Di padang terkenal dengan yoghurt yang terbuat dari susu kerbau bernama Dadiah. Tak terasa, sampailah kita ke Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Kota Batu Sangkar, kecamatan Tanjung Emas, kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Kontribusi PT Semen Padang untuk pembangunan budaya di Istano Basa Pagaruyung sangatlah besar. Istana Silindang Bulan adalah istana sebenarnya, Pagaruyung hanyalah istana replika yang dibuat lebih besar. Saya sempat merasakan memakai pakaian minang, seolah dejavu menjadi bagian dari Putri Minang kala itu. Keseruan dan aktifitas yang dikemas secara apik dengan tim yang handal membuat serangkaian aktifitas sangat berkesan dan mencair.

Tanggal 18 Maret 2016 malam, kami meluncur ke Restoran Pangek Ikan Sasau, yang berhadapan langsung dengan Danau Singkarak. Danau Singkarak termasuk danau ke 2 terbesar di Sumatera, luas danau singkarak 106,8 km berbatasan langsung antara Tanah Datar dan kabupaten Solok. Setelah makan malam, kita langsung ke penginapan di Mess PT Semen Padang. Badan yang mulai terasa lelah terbayar dengan pengalaman dan edukasi yang didapatkan seharian.

Pagi di mess Indarung…

1796440_1065613720128761_9023056980923064834_n

Matahari mulai mengintip dan malu-malu menampakkan wajahnya. Sepanjang mata memandang terhampar luas padang golf nan hijau milik PT Semen Padang. Terlihat bersih dan bebas sampah. Jembatan yang menggantung diantara sungai yang mengalir di bawahnya menjadi objek utama kamera saya pagi ini, alas jembatan memakai ban bekas rupanya, cara kreatif mengaplikasikan Green Industry untuk ikut mencanangkan program 5R (Reduce, Reuse, Replace, Recycle, Replant) Awalnya padang golf ini adalah bukit tanah liat, karena sudah habis dikeruk sebagai bahan baku semen maka dijadikan lahan bermanfaat dan menjadi lahan golf dan Taman Reklamasi. Catatan dalam program upaya mengacu mencintai lingkungan.

Keriuhan dan keramaian mulai ditemui kembali ketika rombongan blogger dari luar pulau Sumatera berada di lokasi Wisma Indarung untuk sarapan, kami bertemu dengan para blogger lain dari lingkup Sumatera Barat. Perkenalan, sapa, dan bertukar sosial media dan website mulai terasa kembali. Menu ketupat Sayur Pakis dan kepul secangkir kopi menjadi pelengkap pagi yang saya pilih untuk energi awal menuju ke area Stadion Agus Salim, saya sempat mengabadikan gambar, bagaimana awan di langit Stadion ikut serta memeriahkan Ulang Tahun PT Semen Padang ke 106 tahun dengan menampakkan dirinya melalui bentuk bulu angsa terbentang di langit. Seolah ikut merayakan dan memberikan tanda bahwa PT Semen Padang kejayaannya selalu dapat terbang ringan setinggi langit.

wegi20

Dari Stadion Agus Salim kami berlalu, bus mulai melewati Museum Bank Indonesia, disusul menuju UKM Batik Tanah Liek dan Workshop UKM Batik Tanah Liek  yang merupakan mitra binaan dari PT Semen Padang. Antusiasme para peserta untuk segera menjadi bagian dalam mempelajari bagaimana cara membatik menggunakan tekhnik cetak maupun tekhnik tradisional dengan menggunakan lilin (malam) dan canting sebagai alat pembentuk motif diatas kain mori (biasanya dari sutra atau katun) Sedangkan untuk tekhnik pewarnaan sendiri batik Tanah Liek menggunakan pewarna alami dari Kulit rambutan, kulit jengkol, gambir, kulit manggis dan tanah liek (tanah liat). Puas berkeliling di UKM Batik Tanah Liek, saya beristirahat sebentar untuk mencicil tulisan di blog mini, lalu tak selang lama kami pun bergegas ke PLTA Rasak Bungo dan melihat Proses Blasting tambang PT Semen Padang, Karang Putih – Kilangan dengan jaket, helm pengaman yang disediakan oleh PT. Semen Padang merupakan safety yang diutamakan di lapangan menjadi prioritas bagi diri pribadi terlebih dahulu.

Beruntung sekali saya menjadi salah satu peserta yang melihat detik-detik proses blasting batu kapur diledakkan, rupanya tidak segarang ledakan di Film Action James Bond, namanya juga Green Industry. Blasting PT Semen Padang ini wajib dilakukan pada siang hari, yang berlokasi di bukit Karang Putih kecamatan Kilangan. Setelah proses Blasting selesai, kami diijinkan untuk session foto di ban-ban dengan ukuran berkali-kali lipat dari tubuh saya. Lalu kembali ke Wisma Indarung untuk mencermati presentasi Compro PT Semen Padang dan diskusi tanya jawab dari para Blogger mengenai kilas balik PT Semen Padang dan Langkah ke depan dalam menggaungkan Green Industry agar tetap memiliki visi “How to be a great corporate” sehingga perseroan tetap berada dalam posisi excellent performance.

Usai makan siang kami melanjutkan trip ke Pabrik Indarung 1 yang dibangun pada tahun 1910, pabrik yang hanya bukan tertua di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara. Dengan historis inilah menjadi value sehingga membangun SDM-SDM yang lebih punya keahlian. Untuk menjadi perusahaan berkelas internasional, perusahaan dan seluruh kekuatan pendukung perusahaan harus berpikir ke arah yang sama. Budaya perusahaan mengarah ke arah internasional harus terus menerus dipupuk. Semen Indonesia Group, Gabungan dari sejumlah karakteristik dan budaya dari perusahaan yang terkonsolidasi (Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, Thang Long) dengan begitu mampu menyelaraskan kultur lama yang telah melekat menuju kultur baru. Setelah berkunjung dari pabrik indarung 1 yang ketika di tarik isu bahwa Pabrik yang didirikan di tahun 1910 ini sudah dilirik oleh cineas Belanda untuk dijadikan bahan pertimbangan sebagai lokasi syuting film James Bond terbaru, merasakan bagaimana mengenakan pakaian Noni Belanda dan berfoto di spot-spot yang memang pas untuk diabadikan, lalu kami pun mulai beranjak ke Taman reklamasi untuk mencoba bermain golf, dan kembali ke Wisma Indarung untuk makan malam, acara bincang santai dan menunggu pengumuman pemenang live tweet terbaik. Bahagia sekali ketika saya dinobatkan menjadi juara ke 2 live tweet walau pun sinyal handphone saya tidak berfungsi disana, senjata perang seorang blogger adalah gadget dan sinyal. Dengan memanfaatkan wifi mess indarung dan wifi teman blogger yang berbaik hati walau pun dengan waktu yang terbatas, rupanya saya masih diperkenankan meraih juara juga. Happy.

wegi19

Usai balik dari padang langkah kaki para laskar generasi hijau tak sampai di sana, Minggu pagi tanggal 20 Maret blogger dan komunitas wegi melakukan aksi di bundaran HI – CFD dengan bertemakan  Trash Free Day, sebagai upaya peduli lingkungan dengan mengumpulkan sampah dan kaleng-kaleng bekas untuk dijadikan sebagai kerajinan tangan dan mengirimnya ke perusahaan penghasil produk tersebut. Untuk review selanjutnya mengenai komunitas wegi dan Trash Free Day akan saya tuliskan selengkapnya pada tulisan berikutnya.

Serangkaian acara kemarin membuka mata saya bahwa dibalik perusahaan yang hebat, dibelakangnya terdapat SDM-SDM handal, profesional yang mendongkrak dan menjadi bagian dari simultan untuk menumbuhkan budaya inovasi menjadi perseroan sebagai “Center of research and engineering” akan berguna untuk tiga hal yakni pengembangan kemampuan tekhnologinya di industri semen seperti kesuksesan WHRPG yang menjadi Role model di Indonesia, pengelolaan pabrik semen yang modern dan mandiri serta pengembangan bisnis baru sebagai upaya nilai tambah bagi perseroan serta memperdulikan kesejahteraan sosial agar selalu berkomitmen untuk ramah lingkungan dan menerapkan konsep bisnis hijau berkelanjutan.

 

Regard,
Dessy Achieriny

Dessyachieriny@yahoo.com

Twitter: @dessyachieriny

instagram: @dessyachieriny