Category Archives: Uncategorized

Jelajahi Wisata Industri Ramah Lingkungan Bersama PT Semen Padang

Tik, tik, tik…. Bunyi lembut hujan yang jatuh dan hadir menemani rangkaian aktifitas ngeblogger dan menelurkan tulisan untuk menjadi pemahaman dan hal baru menikmati sepi, tulisan, kopi arabica dan menscrool kembali beberapa koleksi foto yang mengeksplore keindahan alam di instagram. Ada bulir-bulir harapan untuk menjejakkan kaki ke Sumbar, ketika saya melihat gallery photo AdityaPulun di Puncak Gagoan. Bertepat di Paninggahan. Kab solok. Sumbar, Museum kereta, dan masih banyak lagi lokasi yang patut di jelajahi di sana.

Tuhan selalu punya cara untuk mengetuk usaha tiap-tiap manusia, info tiket gratis wisata Heritage Green Industri Semen Padang merupakan Industri semen pertama dan terhijau di Indonesia yang tak sengaja saya baca ulasannya melalui Komunitas Wegi dengan tujuan destinasi Jam Gadang, Ngarai Sihanok, Great Wall, Museum Bung Hatta, Batik Tanah Liek, Museum Bank Indonesia, PLTA Rasak Bungo, Heritage Industri pabrik Indarung (didirikan 1910), Taman Reklamasi, WHRPG. Butuh satu langkah lagi untuk mengenal lebih dekat dan menyelami. Sebab, bagi para blogger sendiri, tulisan mempunyai ruh yang akan membawa kita menuju ke tempat yang tidak pernah kita duga.

Berkunjung ke sebuah pabrik dan melihat serta mempelajari proses industri pengolahan produk hingga menjadi barang jadi selalu menjadi tempat destinasi menarik yang terekam dalam pundi-pundi ingatan. Saya sempat berkunjung ke Pabrik Panjang di Lampung dari Brand kopi terkemuka sebagai reward yang saya menangkan dari tulisan dibalik secangkir kopi, kemudian melihat bagaimana proses serta cara kerja di dalam pabrik olahan alat-alat rumah tangga dengan bahan baku kayu dan menjadi salah satu destinasi yang menarik sekaligus menjadi salah satu gudang edukasi yang akan saya tumpuk di kepala.

Setiap hal yang berkembang akan mengalami evolusi, termasuk evolusi industri, Pabrik semen pertama milik Semen Padang yang dibangun pada tahun 1910 silam, telah dijadikan sebagai museum. Selain karena kondisi pabrik yang sudah tua dan tidak layak, pembangunan museum ini juga untuk digunakan para pelajar dan mahasiswa sebagai studi proses pembangunan semen. Perlu diketahui, pabrik Semen Padang berada di Desa Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan yang berada di ketinggian 200 meter diatas permukaan air laut. Dengan luas tambang kapur sebesar 260 hektar. Selain dipenuhi berbagai tanaman untuk menyaring polusi, di dalam area pabrik ini juga terdapat area padang golf yang memiliki 11 hole.

Museum Pabrik Semen di Semen Padang yang rencananya juga akan diikuti oleh Semen Gresik ini nantinya akan menjadi bagian dari Museum Pabrik Semen yang pernah didirikan sebelumnya, diantaranya adalah Atlas Portland Cement Company Memorial Museum dan Bamberton Historical Society. Dimana akan memberikan ilustrasi pabrik Semen Padang tempo doeloe yang masih menggunakan proses basah dalam pengolahan batu kapur dan bahan-bahan lainnya menjadi semen.

Dan tentunya akan menjadi lebih menarik sekali karena proses pengolahan semen yang demikian sudah ditinggalkan untuk saat ini di PT Semen Padang, dan telah digantikan oleh Proses Kering yang modern dan relatif lebih efisien. Sementara itu juga dapat disaksikan transportasi bahan baku di jaman dulu yang belum menggunakan belt conveyor untuk mengangkut batu kapur dan silika dari Bukit Karang Putih dan Ngalau ke pabrik di Indarung, namun masih menggunakan jaringan kereta gantung yang menambah kesan klasik, sungguh menarik dan unik. Semoga kelak akan menambah edukasi kita mengenai hal ini lebih jauh jika langkah kecil menapak sampai kesana.

Yang tidak kalah menarik juga tentang Metode Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) merupakan progam lingkungan unggulan PT Semen Padang yang telah diakui dan mendapat banyak penghargaaan salah satunya dalam ajang ASEAN Energy Award di Laos tahun 2014. Saya pikir konsep yang hampir sama seperti CSV “Creating Shared Value” yang merupakan bagian dalam menciptakan suatu produk dengan meraih kesuksesan dalam jangka panjang namun tetap mengusung dan menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat dan lingkungan.

Tulisan akan selalu menyiratkan pesan yang mendalam, jika sebuah ingatan dan langkah kaki diijinkan Tuhan untuk mendapatkan serangkaian memorabilia dan dokumentasi yang akan ditampilkan untuk menyusuri sebuah perjalanan dalam jelajah industri ramah lingkungan dan membangkitkan kembali kenangan akan geliat pabrik industri semen pertama di Indonesia ini, yang selalu mengusung Tagline

Kami selalu berbuat sebelum yang lain memikirkannya

Mari Kita Jelajahi Industri Ramah Lingkungan dan jadilah salah satu Laskar Wisata Green Heritage bersama PT. Semen Padang.

Pro dan Kontra Hashtag “KamiTIdakTakut”

Otak seringkali berpikir ketika banyak pertanyaan sederhana dilontarkan atau ketika seringkali membaca artikel yang janggal. Setiap peristiwa yang terjadi selalu saja memberikan asumsi yang beragam di masyarakat, ada pro dan kontra setelahnya. Kejadian yang merebak akhir-akhir ini akan menjadi pemberitaan hangat yang gencar digaungkan oleh media. Dan sekarang, kita telah memasuki dunia dimana pepatah lama perlu di revisi, mengenai lidah tak bertulang, disebabkan kemajuan zaman yang serba memicu ke arah tekhnologi, akan ada hari-hari dimana jari-jari juga saya rasa tak bertulang. Banyak sekali komentar-komentar pahit dari para Netizen yang gampang sekali ditulis tanpa disaring baik dan buruknya.

Dengan adanya Teror bom yang terjadi di daerah Sarinah Thamrin, Jakarta 14 Januari 2016. Sontak membuat banyak kalangan geger, untuk mencegah rasa duka mendalam mungkin sebagian dari komunitas menggagas ide mengenai hashtag “KamiTidakTakut”.  Beberapa kalangan awan menilai hashtag “kamitidaktakut” dianalogikan bahwa para penulis hashtag tersebut tidak takut akan teror bom dan tidak takut teroris, sehingga dianggap sebagai bahan bercandaan kemudian memicu ledekan-ledekan ringan hingga banyak sekali dibuat meme comicnya untuk lucu-lucuan.

Sedangkan hashtag “kamitidaktakut” adalah ikhwal sebuah kampanye recovery sebagai bentuk dari pemulihan trauma dan ketakutan massa serta mencegah penurunan rupiah di pasar internasional. Dan memang dampak positivenya hashtag ini efektif dalam sejarah teror di Indonesia dan membuat beberapa negara lain juga terinspirasi. Kemudian kesigapan operasi tangkal terorisme kali ini dinilai operasi paling sukses di lapangan, beritanya pun telah sampai keluar negeri.

Namun kenyataan yang ada, aksi terorisme akan terus terjadi, niat para terorisme untuk meneror pun akan terus berlangsung dan tidak terpengaruh oleh hastag apa pun, baik itu hashtag ekstrim seperti kamitidaktakut, kamicintapolisiganteng, kaminaksir, KamiKangenSituhDemen, KamiTakutKecoaTerbang, atau hashtag alay akucintakamu juga tidak akan memberikan pengaruh yang terlalu besar dan berarti, yang kita perlukan adalah tetap waspada dan merecovery segera, bangkit dalam keterpurukan.

Semua masyarakat jika dihadapkan dan berada di lokasi kejadian tentu pasti akan takut, mendengar bom dan teror yang meledak di dekat lokasi kita berdiri, buat saya pribadi tidak sampai kencing di celana saja sudah untung, atau paling tidak badan sixpack segede Ade Rai dengan lengan bertatto yang masih ingat dunia setidaknya akan gemeteran. Kecuali yang ikhlas dan pasrah akan nasib dan umur di tangan Yang Maha Kuasa, yang kelak masih bertahan santai di lokasi kejadian seperti Pak Jamal, bapak tua tukang sate yang gambarnya ikut terkenal di media sosial.

Ketika menilik teror bom bagi masyarakat yang belum pernah mengalaminya, mungkin akan terdengar biasa-biasa saja, tertawaan renyah kalian tidak akan segaring itu jika mengalaminya sendiri. Teror kemarin buat saya pribadi masih dalam tahap bom yang berdaya ledak rendah, serta fire power yang terbatas. Selalu waspada akan peristiwa teror, itu yang terpenting, banyak masyarakat yang seringkali belum paham, peristiwa berbahaya seperti kemarin bukan untuk dijadikan sebagai tontonan, teror itu bukan event sirkus keliling, karena teroris yang memiliki perencanaan yang matang akan mempunyai plan A, B, C. Teror kemarin masih dalam tahap yang biasa, karena bom yang mereka gunakan pun masih yang berdaya ledak rendah. Biarkanlah polisi serta orang-orang yang lebih berkepentingan melakukan tugasnya, dengan berkerumun di lokasi kejadian justru akan menghambat kinerja mereka serta membahayakan diri sendiri.

Masih ingat diingatan saya mengenai teror bom JW Marriot, Bom Kuningan, dari komplotan Noordin M Top, kemudian mereka hendak meledakkan kediaman pak SBY di Cikeas. Mereka dikategorikan sebagai teroris yang tidak main-main. Bom yang mereka gunakan berkekuatan tinggi. Mereka tinggal berpindah-pindah sebagai cara aman untuk mengelabui petugas agar polisi kesulitan mencari jejak mereka. Dan ternyata pada peristiwa yang lalu, mereka sempat tinggal di komplek perumahan Puri Nusaphala, hal yang tak pernah saya bayangkan bahwa saya berada dekat dengan teroris di lingkungan tempat yang kami tinggali. sekitar 200 meter dari tempat kami tinggal. Ketika penyergapan terjadi oleh Densus 88 anti Teror, semua warga dilingkungan di lokasi tempat saya tinggal harus clear dan steril. Rumah warga diketuk jam 2 pagi oleh anggota densus 88 dengan pakaian lengkap dan selaras panjang. Bayangkan bagaimana kagetnya warga sipil mengalami kejadian ini ketika waktu mereka sedang asik lelap tertidur? Kami dievakuasi masih dalam pakaian tidur. Di lokasi tempat saya tinggal ditemukan Bom 500 kg dengan kekuatan High Fire Power. Bom yang jika meledak maka diprediksi satu komplek akan rata dengan tanah.

Masih mau selfie di tempat kejadian?

Rencananya bom tersebut akan dibawa melalui mobil pick up tua warna merah. Bersyukur rencana mereka sempat digagalkan oleh pihak Densus 88, akhirnya mobil pick up tersebut dihibahkan ke masjid Al Ikhlas yang pada akhirnya menjadi mobil pengangkut kambing kurban tiap Hari Raya Idul Adha. 2 bom yang tidak bisa dijinakkan pada kejadian lalu di ledakkan oleh tim gegana dalam sebuah tong besar yang mampu menahan ledakan. Bom meledak berselang setengah jam, bom yang pertama meledak jam setengah 6 pagi dan kemudian bom kembali meledak jam 6 pagi. Getarannya berasa sampai ke rumah, tiap ada bom yang meledak lutut rasanya lemas, badan gemeteran, jantung berasa mau copot, boro-boro mikir dunia, yang ada di kepala yang teringat justru dosa-dosa. Belum lagi ada adegan baku tembak yang menewaskan 2 teroris di tempat kejadian. Mereka memasang perangkap melalui handle pintu di tempat mereka tinggal. Ketika pintu dibuka maka bom otomatis akan meledak, itu sebabnya saksi mata oleh salah satu warga yang curiga karena memergoki bahwa tetangga mereka kerapkali masuk ke rumah tidak melalui pintu, namun lewat jendela. Densus 88 pun sudah mencium tingkah polah mereka dengan membeli rumah yang hanya berjarak 2 rumah dari mereka tinggal dan menyamar menjadi kuli bangunan untuk memantau lokasi yang dianggap sebagai komplotan teroris.

Sebagai warga yang berada dekat dengan lokasi rasa trauma buat saya pribadi masih teringat jelas. Hashtag “KamiTidakTakut”dibuat sebagai kontra dari hashtag “StaySafe” dan “PrayForjakarta” yang kesannya berduka. Sehingga bisa membuat ekonomi atau saham Indonesia anjlok karena dunia melihat Negara Indonesia lagi rawan teror. Maka dibuatlah hashtag “kamitidaktakut” supaya rakyat tidak terlalu lama berduka dan cepat bangkit dari peristiwa yang membuat kepanikan warga. Namun, tetap waspada. Buat saya pro dan kontra hanya karena pemilihan kata dari sebuah hashtag saja, tanpa mengurangi niat dan dampak positive yang ditimbulkan, seandainya pemilihan kata dalam hashtag menjadi “IndonesiaBersatu” atau “IndonesiaBangkit” (mungkin) akan terdengar lebih manis dan terkesan patriotis.

 

 

Dessyachieriny@yahoo.com

Twitter@dessyachieriny

Instagram@dessyachieriny
Image sources: Google

 

2 Sajak Sisi Ungu

Author : Dessy Achieriny

Waktu memang menyiasati beberapa peristiwa yang berjalan, bahkan menyimpan beberapa kemungkinan yang sulit kita sentuh. Kebahagiaan adalah hal sederhana yang mudah terucap namun sulit menyatu dalam ragaku saat ini. Pernikahan kami amatlah sangat bahagia, awalnya! Tapi setelah wanita itu datang keadaannya berbanding terbalik. Setelah sekian lama aku mengabdikan diriku bersamanya ia mengatakan “ia tak lagi mencintai aku bahkan mencintai orang lain” dan yang lebih menyiksaku, ia katakan itu tepat pada pernikahan kami yang ke 13. Orang bilang 13 adalah angka sial, dulu aku tak percaya! tapi sekarang setelah aku merenung kembali, mungkin perkataan orang-orang itu ada benarnya juga, aah lupakanlah. Dalam hidup tiada yang perlu aku sedihkan, aku berusaha untuk selalu istiqomah walau payah, berusahalah untuk selalu tersenyum walau sedih. Apakah kau tahu? Alam akan punya cara sendiri untuk menghibur kita, setidaknya itu yang aku lakukan sampai detik ini.

Pada pernikahan kami yang ke 13, aku resmi bercerai, dan hanya selisih 3 bulan mantan suamiku telah menikah lagi, kita berpisah bukan disebabkan aku tidak mencintainya, justru karena begitu besar rasa sayang ini hingga aku merelakan ia bahagia dengan seseorang yang saat ini ia cintai, entahlah! mengapa seseorang terkadang begitu gampang sekali berpindah untuk mencintai orang lain. Apakah ia sudah lupa akan janji saat akad yang dihadiri oleh banyak malaikat yang bersedia sampai turun kebumi hanya untuk menyaksikan janji seorang hamba kepada Tuhannya. Yang kutahu, orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri akan lebih mudah merasa sedih dan tidak berguna. Tapi bersyukur aku mempunyai ke dua buah hati yang harus aku besarkan, walau harus sendirian. Senyum mereka adalah agenda kehidupanku selanjutnya. “I will be brave, I will not let anything take away. What’s standing in front of me every breath, every hour has come to this, Bissmillah”

Setiap nafas dalam kehidupan bukan untuk saling mengajari, tapi sama-sama untuk belajar. Setelah 2 tahun bercerai aku hijrah dari rumah yang selama 15 tahun ini tanpa lelah menaungi kami ke sebuah kontrakan kecil di daerah sukabumi dekat dengan rumah bibiku karena ia mengatakan aku bisa menjadi staff pengajar di pondok pesantren disana, di pondok pesantren itu ada kenalan teman dekat bibiku. Rumah kami yang dulu telah resmi terjual dan hasilnya kita bagi dua karena termasuk harta gono-gini. Aku memilih pindah kesana, karena letaknya dekat dengan sebuah surau hingga aku dan anak-anak bisa fokus beribadah dan buka usaha kedai kecil-kecilan. Selebihnya karena faktor jauh dari lokasi tempat tinggal yang lama hingga aku bisa sedikit melupakan kesedihan. Senja ini aku hendak ke surau, memakai sandal jepit warna ungu, warna favoriteku sejak dulu, rambutku panjang ikal sampai sepinggang, hari ini kuikat dengan warna ikat rambut senada dengan warna bajuku yg dominan juga ungu. Aku hanya suka saja, tak terpaut akan simbol warna ungu sebagai makna tentang kekuatan spiritual, kemewahan, pengetahuan tersembunyi, aspirasi yang tinggi, kebangsawanan, upacara, misteri, pencerahan, telepati, empati, arogan, intuisi, magic, keajaiban, serta harga diri. Sesungguhnya Allah menciptakan warna adalah sebagai pelengkap indahnya duniawi jadi setiap warna mempunyai makna dengan keindahan masing-masing, itu saja. 

Saat ini aku berdoa lebih lama dari sholatku, disajadah inilah tempat aku mengadu pada Rabbku. Berulang kali shalawat Nariyah kulantunkan, tenang rasanya jiwa ini. Aku bergegas pulang setelah selesai sholat isya di surau. Belum sampai di pintu rumah aku merasa sandal yang kupakai berbeda size antara kiri dan kanan “Masya Allah, ini pasti tertukar dengan seseorang saat berada di surau tadi” aku kemudian berbalik arah ke surau dan melihat seseorang juga mencari sandal pasangan yg berbeda size, aku meminta ma’af lalu kembali bergegas pulang. Anak-anak kutitipkan pada bibiku. Ternyata anak-anak telah tertidur barusan.

Sebulan kemudian,

Aku sedang mencatat beberapa keperluan kedai yang harus aku beli karena habis. Tiba-tiba bibiku bertanya kepadaku, “Nish, sudah 2 tahun kau menjanda, apa tidak tergerak untuk mencintai orang lain lagi?” ujar bibiku membuka pembicaran. Semula keadaannya hening, aku menghela nafas berulang kali “Jikalau memang Allah hendak mempertemukan dengan orang lain yang memang jodoh anish kedepannya, insya Allah pasti nanti di pertemukan, hanya saja belum ada orang mau melamar, anish juga termasuk kategori wanita yang tak gampang untuk jatuh cinta, apalagi kondisi anish janda beranak dua, sudah selayaknya orangpun berfikir dua kali” aku menjawab sambil tersenyum melihat paras bibiku yang hari ini berbeda sekali, ia memasang muka serius tak seperti biasanya lalu bertanya lagi. “jika ada seseorang yang mau melamarmu apakah anish mau menyetujuinya?” aku menjawabnya dengan jawaban sederhana. “Anish tidak punya kriteria lelaki idaman, tapi kalaupun boleh hendak berkeinginan, bukan rupawan yang anish cari tapi hati yang baik, sederhana, sholeh dan yang terpenting mencintai anish bukan karena penampilan, Anish suatu saat pasti akan tua dan renta. Selayaknya ia mencintai karena Allah sebab pernikahan juga ibadah, jika ia memang sungguh mencintai anish, tidak harus dengan mahar yang mahal, anish hanya minta di buatkan 2 puisi. Satu puisi cinta untuk anish dan yang kedua puisi cinta untuk kedua anak anish, sebagai bukti tanda sayang, jika ia mencintai bukanlah hanya karena anish semata tapi juga mencintai anak-anak anish”

Esoknya,

Pintu rumah ini diketuk 2 kali, aku bergegas membukakan pintu. Aku terperangah dan kaget bukan main. Pak haji za’in dan beberapa orang bertandang ke rumah, setahuku mereka orang-orang terkemuka disini. Aku mempersilahkan mereka masuk dengan sedikit agak canggung. Mereka lalu menyampaikan maksud dan tujuannya bertamu. Bahwa anaknya Pak haji Za’in hendak melamarku, anaknya pak haji Za’in masih bujang dan belum berkeluarga. Subhanalloh debar jantungku ini bertambah kencang dua kali lipat, pipiku mungkin saat itu berubah semerah saga. Pak haji Za’in tersenyum padaku lalu memperkenalkan seseorang yang berparas tampan, tinggi dan putih kepadaku, ia yang sejak awal seringkali menunduk. Aku hanya mengucapkan satu pertanyaan padanya “Apakah sebelum ini kita pernah bertemu? Lalu apa dasarnya sampai anda ingin melamar saya?” ia pun menjawab dengan lugas tanpa terbata-bata, dari cara ia bicara nadanya sungguh lemah lembut, berpendidikan dan sopan. “Bukankah kita pernah bertemu sewaktu di surau? kau salah memakai sebelah sandal saya waktu itu, disana pertama kali saya melihatmu, jika kau menanyakan tentang dasar apa saya melamarmu, tanyakanlah kepada Allah sang maha pemberi cinta, yang memberikan dua kali lipat debar dijantung saat saya memandangmu pertama kali, perkenalkan nama saya Muhammad Damar, panggil saja Damar. Setelah pertemuan itu aku terus mencarimu dan aku banyak tahu tentangmu dari Bi Narsih yang kebetulan bekerja di Pondok Pesantren yang aku pimpin. Jika berkenan ada 2 puisi yang hendak aku sampaikan kepadamu, kuharap kau mau mendengarkan” lalu ia membacakan dengan nada yang begitu fasih, sajak yang pertama ini untukmu, lalu ia tersenyum.

Sajak kecil Tentang Cinta

mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu harus menjadi aku
dan sajak yang kedua adalah untuk anakmu, semoga kedua anakmu bisa menjadi anak-anakku juga kelak.

Tanya Sang Anak

Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab,”Kerana ibu lebih kuat dari ayah!”
Sang anak terdiam dan berkata,”Kenapa jadi begitu?”

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
Ayah pun menjawab,”Kerana ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab,” Iya, kau adalah yang terkuat!”
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.

Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?
Ayah kembali menjawab,”Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!”
“Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?” Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan. “Kerana engkau adalah buah dari cintanya!
Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam. Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!

Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,”Kau, kau adalah cinta kami sayang..”

 

Kuharap kau menyukai kedua puisi itu” lalu ia tersenyum sambil menyerahkan kerudung warna ungu kepadaku. “Jika kau bersedia, pakailah kerudung ini saat akad nanti, setelahnya kerudung itu jangan kau lepas, aku akan memberikan banyak kerudung warna ungu untuk kau pakai setiap harinya, kau pasti terlihat lebih cantik saat memakai kerudung itu”

Aku diam, hening menyergap suasana kala itu, tanpa sadar airmata ini menangis menahan haru, Allah maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui, Allah juga yang Maha memutuskan sebuah takdir di dunia, karena setiap perpisahan adalah awal dari pertemuan. Tak ada kata yang dapat keluar dari bibirku, aku hanya bisa mengangguk mengiyakan. Hatiku mengucap syukur berulang kali. Dan tak pernah sedikitpun terbayangkan olehku bahwa pertemuan kami hanya karena sepasang sandal ungu yang tertukar di sebuah surau. Jika Allah Maha Berkehendak tak akan ada lagi yang dapat kita pertanyakan?. Dan tepat di hari aku menikah, aku mendapatkan kabar bahwa pada hari yang sama mantan suamiku sedang berada di pengadilan agama dan bercerai untuk yang ke dua kalinya. 

Dessy, Bekasi

Note: Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan tokoh dan karakter hanyalah ketidak sengajaan. kedua sajak diatas adalah karya penyair favorite saya, “Sajak kecil tentang cinta”adalah sajak karya Sapardi Djoko Damono, dan sajak “Tanya sang anak” adalah sajak karya Kahlil Gibran, selamat membaca, salam manis-Dessy 🙂

My Book “Unforgettable Moment”

My Book "Unforgettable Moment"
Unforgettable Moment
Salah satu FTS karya saya masuk dalam Buku Unforgettable Moment>
Kisah-kisah yang ada di buku ini, adalah kisah penuh warna yang dialami sendiri oleh para kontributornya. Based True Story yang menjadi keharusan naskah, menjadikan kisah yang ditulis menjadi berjiwa. Membaca setiap chapter di buku ini, membawa kita merefleksi satu tahun perjalanan hidup kita di 2011. Begitu banyak warna terserak yang mewarnai hidup kita. Dari segala kisah yang telah dibagi, kami sangat berharap, kisah-kisah tersebut dapat memberikan pelajaran, hikmah, inspirasi dan manfaat bagi para pembaca

TELAH TERBIT:

Judul: Unforgettable Moments

Tebal: xvi + 374 Hlm

ISBN : 978-602-19599-6-1

Harga : Rp. 60.000,- (belum termasuk Ongkir)

Dapatkan di TB. Gramedia Kesayangan Anda!!!

Cara Pemesanan Online

Ketik UM#Nama Lengkap#Alamat Lengkap#Jumlah#No.Telp.

kirim ke 08197964001 / 0838 6918 0234

———————-

ENDORSMENT:

———————-

“Inspirasi bisa datang dari manapun, dan yang paling berkesan tentu datang dari pengalaman kita sendiri. Kumpulan kisah dalam buku ini akan memberi Anda suntikan inspirasi yang nyata, terjadi setiap hari, dan sangat dekat dengan pengalaman anda sendiri!”- Dedy Dahlan, Passion Coach. Penulis buku Best Selling “PASSION – Ubah Hobi jadi Duit”

Penulis :

Dessy Achieriny, dkk (tergabung dalam 150 kontributor syumitty 2011)

Adeg Sya Putra, Adi Saputra, Afifah Qodri Rinjani, Ahmed Ghoseen Al-Qohtany, Ai Hayati MA, Aida Assyifa, Aini Nur Latifah, Aisyah Lsety Lina, Aisyah Vimar, Alberta Angela, Ali Sakit Wirasatriaji , Amalia Masturah , Andri Surya , Anna Oktaviana , Ariany Primastutiek, Arista Devi Hirawling, Asni Ahmad Sueb, Atlanesia Nuun Rhat, Aula Nurul Ma’rifah, Awiek Libra , Bellantinae Briant , Causeway Bay, cha canlierz

Chandra Ayudiar Arie , Chie Chera , Chinglai Li , Cindy Wijaya , De Lizta , Dedew Mt, DeepPurple Salimah , Della Nurshanti, , Dhina Lenggu , Dian Budiarti, Dina Layla, Dinii MZc Eldhine, Dyah Inase Sobri, El Eyra, El Fasya , Ematul Hasanah , Endang Ssn , Erni Misran, Erpin Leader , Etika Cahyaning Utami, Fahri Bakhar , Faiz Deja Ramadhan, Fanny Nie Fuuny, Fauziah Muslimah, Ferdaner Humairah, Fhirzy Fatmalia, Fildzah Kharisma N. Haq , Fitri Elfad Burhani , Hairul Maniez, Haris Firmansyah Hirawling, HeRoe PeRdana, Hw Prakoso , Hylla Shane Gerhana ,

Ian Herza , Ibna Nurul Fuaddina, Ichsan ‘kidnep’ Effendi, Irsal Fadilah, Isha Shourai , Ivhanach Cahyaa , Je Akhwat Aminda , Johar Dwiaji Putra, Josua Sitorus, Kaimas Bunshi , Kavita Siregar , Lailatul Mufidah , Larasatu Dwi, Latyvah Sanx Xpedisi , Launa Rissadia , Lezthary Chieecewndhuthz EanxLovemagic , Liawati Anakumi , Lie Chan Syah, Lina Fathiinah ElJamil , Lina Li, Mafidatul Ilmi, Maghfiroh Az Zahra, Maman Abdurrahman, Margie Nuna Ketchild II , MeLh DLovers , Mey Zusana, Mezia Kemala Sari , Mukhanif Yasin Yusuf , Musafir Pena Bin Langga, Mustika Wildasari, Mutaminah Althafurrahmah , Muzzamilah Muzzam, Nadila Samantha , Nai Azura , Naina Humaira, Nasta’in Achmad , Nay Riskara, Nelly Gultom, Nenny Makmun, Nur Fitri Juli, Nurdiani Latifah , Nurlaili Sembiring, O’ik Moehadie, Pameta Fildzah Sabila, Prince Aquino , Ps Nabelahafshah , Puput Bunda de Farrel ,

Rahmi Novaliza, Ramadhani Ray, Ranny Setya R , Riami Zahra Muslida Eps II , Rian Mantasa Salve P, Rika Anisa Wulandari, Rini Febriani Hauri , Rosana Cahaya , Rurin Kurniati , Ryuzaki Aryz Ozzora , Sakura Hinata, Sarni Al-boegisy , Setia Rahmah , Sherlly ‘Ken Anaqah Hamidah , Sofa Mrz, Syifa Enwa , Syukron Jayadii, Tamie Emooth , Tiwwi Widyawati , Tommy Alexander Tambunan , Tri Lego Indah , Tri Lego Indah Hirawling , ‘Uda Agus Githu Lho’ , Ummu Fatimah Ria Lestari , Ummu Nazeeha , Vanie Muslimah-Full , Vindy Putri, Wicha Spicca Breeze, Win Arto , Yanti Sipayung , Yenny Natadipraja , Yully Riswati , Yunita Nur Ardita, Zahara Putri, Zya Verani