Tulisan

Bahas Politik Di Desa Konohagakure

Kopi hangat dan laptop tua menjadi pelengkap melepas rindu paling hebat. Rindu yang berbeda. Bukan pada manusia, tapi kepada anak kata. Sudah lama saya tidak meluangkan waktu lebih lama untuk menulis.

Merasa Cukup

Baru saja beberapa hari kemarin, saya merasa bahagia ketika tirai jendela kamar disibak, mata tertuju pada kolam ikan yang mulai kembali terlihat kehidupan di dalamnya setelah kemarin sempat dikeringkan oleh Tuan Rambut Perak, Komandan Pleton di rumah. Ada 5 ekor ikan gurame padang dengan warna orange cerah menjadi penghuni baru kolam kami, kelimanya seperti sengaja disorot oleh bias sinar matahari yang masuk malu-malu di pagi hari dan menari-nari kecil dalam riaknya. Ternyata hari ini kolam ikan kembali bocor. 5 ekor ikan gurame padang, mengambang dalam damai. RIP ikan.

Doa Baik Yang Diterbangkan Ke Langit

Keseharian saya yang dewasa, duduk, mainan hape. Tugas baru mulai menyapa saya 3 hari ke depan dengan melihat gemerlap terang sekotak benda canggih yang batrainya saya isi penuh sejak semalam, tepat di jam 8 persaingan dimulai, layar ponsel memperlihatkan urutan angka-angka hasil kerja keras bagi siswa-siswa yang akan masuk sekolah baru.

Wanita dan Gincu

Lelah macet di jalan, sampai rumah saya miringkan badan dan rebah di atas sofa panjang warna cream motif kotak yang berbentuk seperti jendela segi empat. Sofa tua yang ketika diduduki decit per-nya tak pernah manja dan merengek minta diganti: terlihat masih gagah dan empuk. Busanya masih gemuk2 seperti pertama kali kami beli, hanya saja sarungnya sudah mulai usang.

Kisah Inspiratif Sederhana Dapat Ditemukan di Mana Saja

Sudah lama kota ini tidak diguyur hujan, hawa dingin menjalar sejak subuh tadi hingga sekarang. Debu jalanan kota Bekasi di aspal yang bergajulan tidak lagi seganas hari-hari sebelumnya. Gerimis mengetuk-ngetuk kaca mobil sejak berangkat hingga pulang ambil raport anak kedua.

Aku Seperti Manusia Lain Kebanyakan

Namaku Dessy. Aku seperti manusia lain kebanyakan, seperti istri-istri lain di bumi yang terkadang membutuhkan drama agar bisa diperhatikan lebih banyak. Bukan kurang perhatian, jangan salah faham. Ini beda, wanita memang suka bertingkah yang rada nyebelin supaya terlihat, memiliki kelakuan yang lebih manja. Karena sejujurnya kita suka dimanjakan berlebihan, seperti anak kucing yang seringkali minta dielus-elus tiap waktu. Wanita kebanyakan memiliki tabiat itu. Termasuk aku.

Cara Menikmati Kamu

Tidak hanya pikiran perempuan yang diisi banyak kerumitan. Pikiran lelaki juga bukan perkara yang mudah. Ia seperti rumput liar yang berusaha menaklukkan dan berkuasa. Sedikit memberikan jeda waktu sebentar saja, saya yakin ia bisa merambah kemana-mana.

Menyingkapi UN

Tiap tahun masalah mengenai UN pasti ada pro dan kontra. Kesannya UN itu nakutin banget. Bahkan sempet jadi perbincangan dimana-mana. Komen nyinyir dateng beragam; ah… yang bikin soal aja belum tentu bisa ngerjain, kemudian pada nantangin, UN itu penentu kelulusan… terus kita belajar bertahun-tahun untuk apa? Kemudian ada yang segala minta UN dihapus. Komentar beragam itu sendiri, positifnya tentu memicu banyak pihak untuk berbenah.

Cinta Tidak Sedangkal Itu, Sayang

Untuk siapa pun itu….

Kehidupan memang suka begitu, suka mengajak bercanda kita berlebihan. Ketika kita sudah mencintai dengan baik, tapi kerapkali tidak ditangkap dengan baik. Ketika kita sudah mencintai dengan baik, namun rupanya nasib yang tidak begitu baik. Jangan hanya karena sering bertemu dan nyaman. Kedua insan sibuk ikrar atas nama cinta.

Kerendahan Hati dan Dekadensi Moral

Setiap orang tua pasti bangga jika anaknya mendapat nilai yang baik. Sebelum hasilnya keluar saya selalu berulang kali bilang ke kk vasya, Seandainya nanti nilainya kecil pun nggak apa-apa ya kak. Karena yang ada dipikiran saya cuma satu, jangan sampai suatu saat dia berfikir bahwa semua kerja kerasnya sia-sia. Sebab saya sendiri sudah melihat bagaimana dia berusaha belajar dengan giat terus-terusan menjelang UN. Walau pun tidak dapat dipungkiri, bahwa besar harapan ketika suatu anak kita mendapatkan nilai akademik yang baik adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Siapa coba yang tidak bangga jika mempunyai anak yang mendapatkan nilai sempurna, tertinggi di sekolah untuk mata pelajaran MTK dan IPA. KK Vasya tahun ini mendapat nilai Mate-matika sempurna, dengan nilai 100, untuk IPA 95, nilai bahasa indonesia dan inggris hampir 8.

Esok Bolehkah Saya Mencicipi Matahari Lebih Dini yang Lebih Manis dari Hari Ini

Apakah kamu pernah menemukan seseorang, yang kerapkali memberikan kabar padamu menjadi hal yang tidak sesederhana itu? Sebab, dalam hidupnya — ia menganggapmu berharga. Maka semua hal yang kau tanyakan atau bahkan yang tak sempat kau tanyakan, ia memberikan jawabannya lebih dulu tanpa harus kamu merengek padanya, mengenai mengapa dan kenapa. Karena kekhawatiranmu atas dirinya, bukan hal yang mampu membuat ia tersenyum. Membiasakan dirimu merasa baik-baik saja adalah sebuah kelegaan yang ia petik dari rasa sayang, agar ada, selalu ada dan terbiasa.

Full Day School?

Program sebesar full day school ini gak bisa hanya sekedar diterapkan dalam waktu singkat dengan sistem yang masih labil, pak. Suatu saat, jangan pernah salahkan dampak terbentuknya generasi ababil (anak abege labil) karena pendidikan, kejiwaan, kreatifitas, kebutuhan istirahat dan kemampuan untuk bersosialisasi tidak seimbang.

Ayo Sekolah Anak Indonesia

Junjung Adat Tegakkan Marwah

kakek
Foto kakek bersama Bupati Karimun (Aunnur Rafiq)
Saya banyak mengetahui mengenai adat istiadat, sejarah dan bagaimana perkembangan Karimun sejak dulu, dari sebelum dan setelah otonomi daerah oleh kakek (panggilan saya untuk mertua).

Ketika Kita Berada Lebih Tinggi

Kita sedang berada diketinggian diantara awan yang ini dan yang itu. Burung besi mengajak saya menulis tentang apa saja dengan khayalan yang duduk lebih tinggi dari tempat kita yang seharusnya.

Your Heart

Mungkin, kita salah satu dari orang-orang yg membicarakan tentang dirinya sendiri. Diri-diri yang terjebak mengaduh tak memiliki paruh namun seringkali berkicau kesana-kemari. Hinggap ke dahan jejaring sosial yang satu, lalu terbang ke dahan jejaring sosial yang lain.

Bersandar hendak bicara apa adanya atau sekedar mengamati. Sepohon rimbun pada kaki langit ada buku-buku yang beruntung mengajari mereka membaca. Guru budi bagi suasana segala rupa.

Buku yang baik itu mengatakan padamu;

“Setiap orang punya pahlawan dalam dirinya sendiri, yang membujuk untuk menjadi baik, rendah hati, tolong menolong, penyayang, sabar, tawakal dan penuh cinta.”

Buku yang mengajarimu kembali, bagaimana caranya melihat tulisan apa yang menurutmu baik dan mana yang tidak baik.

Yang menjadi pahlawan tersembunyi hingga tidak bisa dilihat orang lain.

“Good heroes that you can find in your own heart.”

Dessy Achieriny, Bekasi

 

Fragmen Terakhir

Kehidupan terkadang juga membahas tentang sebuah opini, tentang hal yang baik yang mampu berubah menjadi tidak baik, tentang hal yang paling membahagiakan justru seringkali mampu menyakitkan. Setiap hal akan ada titik yang mampu berbalik.

Back to Top ↑

FF & Cerpen

Para Pengabdi Mantan (Bagian – 5) The End

Gue tahu, gue salah di saat pertama gue tak lagi berupaya saling mengirimkan pesan. Apalagi dengan pemutusan alasan klise yang gak bisa dipertanggungjawabkan begitu. Makanya, hari ini rasanya gue ingin menebus kesalahan lalu-lalu dengan mengajak dia berkeliling, gak ngerti mau ke mana, tujuan justru berhenti di deket stasiun Sudirman, cuma buat ngajak dia makan mie keriting luwes, mie ayam yang menurut gue lumayan enak dan pas di kantong. Ternyata mienya emang beneran luwes, padahal dia gak jago nari.

Para Pengabdi Mantan (Bagian – 4)

Temaram lampu kamar  mampu membingkai bayangan gue hingga lebih tinggi dan lebih besar dari kenyataan.Hari-hari entah sudah berjalan berapa lama, gue seperti lupa ingatan karena melakukan kesibukan yang sama setiap hari.

Para Pengabdi Mantan

Sepanjang angin berhembus akan selalu ada sepenggal kisah manusia-manusia kesepian di jam-jam sibuk, berbenturan dengan kepadatan pikiran dan kehidupan yang terus saja berjalan.

Hitam Putih Kehidupan Mak Ijah

Deru burung besi begitu nyaring di langit yang begitu biru, kau juga bisa merasakan sinar matahari yang lumayan terik saat itu. Tanpa ekspresi, Mak Ijah mendongak hanya untuk melihat sayap-sayap gagah yang seimbang melintas di atas ubun-ubunnya. Kurasa, ia duduk di bawah pohon angsana depan pengadilan sejak 1 jam yang lalu. Tak berani masuk, atau pun pergi begitu saja. Memang tak banyak hal penting yang ia bawa; hanya tas tenteng Gucci kw dengan resleting yang rusak, ponsel nokia jadul 2100, dompet usang, catatan kecil, dan berbagai macam rasa sedih, rasa cinta yang begitu besar dan kecewa. Saat itu, ia merasakan ada banyak hal yang lebih sejuk ketika berlindung di bawah pohon Angsana dari pada berada di rumahnya sendiri, juga lebih sejuk dari apa yang ia rasakan dalam dadanya. Dada yang terlanjur patah, dada yang menahan jeritan kekecewaan serta penyesalan paling keras seperti derit engsel pintu karat yang tak pernah diberikan pelumas…

Jika Cinta Bilang Iya

Saya melihat kata seperti kamu, buku gambar dan juga crayon warna-warni. Sama-sama butuh waktu untuk dipelajari, dilukis dan diwarnai.

Sekampret-Kampretnya Persahabatan Bagian 13 (Sweet Escape)

Kepala gue seolah disiram kopi pahit paling panas, pekat, hitam, kelam dan penuh kepahitan. Itu yang gue rasakan sekarang. Lu gak usah tanya sedihnya kaya apa, ada banyak rasa sedih yang seolah begitu kejam menjalar liar kemana-mana, menjarah ke setiap pelosok perasaan di lubuk hati yang dalamnya kaya bor-an minyak bumi. Gue cukup termenung lama, gak bergerak, sampai akhirnya otak memutuskan telah cukup berani menerima kenyataan sepahit apa pun.

Sekampret-Kampretnya Persahabatan Bagian 11 (Imagine It’s You)

Awalnya gue pikir, merelakan seseorang yang kita sayang akan berjalan segampang dan semudah apa yang gue bayangkan. Sok menjadi pahlawan bagi kisah cinta Angga, tapi setelah tahu rasanya kehilangan dan sadar bahwa selamanya Mytha gak akan pernah gue dapetin, sumpah… rasa nyeseknya sampai ke ulu hati, untung gak sampai sesak ke jantung, bisa-bisa gue langsung mati dengan bawa rasa penasaran ke liang kubur dan ikutan latah kelakuan setan di bioskop yang pada kurang kerjaan gentayangan nakutin orang lewat film-film horor. Dih, amit-amit. Preeeet lah!!!!

Sekampret-Kampretnya Persahabatan Bagian 10 (Because I Love U)

Di hati gue yang kerontang, bibirnya yang mungil lebih basah dari hujan bulan Mei, manis yang sekaligus sanggup membuat gue jadi menggila. Harapan yang terlalu lebar dalam menginginkan sesuatu ini sepertinya harus gue lipat kecil-kecil. Mimpi terkadang bagian dari perjalanan cerita bawah sadar dari keinginan kita yang tak sampai, berhalusinasi dan membuat cerita khayalan kita sendiri ~ Mungkin.

Sekampret-Kampretnya Persahabatan Bagian 9 (Kiss Me)

Apa kalian pernah merasakan seperti apa yang gue rasakan? Bertemu seseorang yang baru, tapi seperti berasa mengenal dia bertahun-tahun. Itu, yang gue rasakan ketika mengenal Malika sekarang. Berasa kaya udah kenal lamaaaaaa banget, lamanya kaya kita abis minum jamu kuat.

Sirit Uncuing & Kedasih

Awan putih bergerak melewati matahari, ia terlihat seperti gumpalan kapas tiba-tiba terpecah menjadi beberapa bagian. Aku sedang memandang keindahannya sekarang dibalik jendela kamar. Kalian pernah melihat drama Friday The 13th? Mengenai kisah tentang serial barang-barang antik yang terkutuk. Seseorang yang menyerahkan jiwanya pada setan dan menjual barang-barang antik yang mempunyai kekuatan sihir hitam kepada orang-orang yang ingin memuaskan nafsu duniawi secara instan. Aku sejak dulu menyukai hal yang berbau mistis, apa pun itu, baik itu serial film di layar televisi maupun menunggu berbagi kisah horor setiap malam jumat di Radio Mustang. Ibuku sering memarahiku karena kebiasaan ini.

Sekampret-Kampretnya Persahabatan Bagian 3 (First Love)

Sampe juga kita di restoran. Turun dari mobil melalui perjuangan mencari parkiran di rumah makan adalah sebenar-benarnya perjuangan hidup di negara yang berdaulat ini, belum lagi mobil gue sempet tersendat ngeliat orang ngomel-ngomel melawan kekuasaan para manusia maha pengertian yang parkir paralel tapi direm tangan.

Akar Dosa, Asmara, Narni dan Dhana

Sebab kita manusia kerapkali hanya berencana mengikuti alur hidup, namun bukan berarti tak bisa memilih pilihan yang tepat.

Tak ada hati yang benar-benar putih ketika kita melewati perjalanan yang singkat namun lama di benak masing-masing.

Kita hanya sebuah gelap yang disamarkan oleh cahaya

Back to Top ↑

Event

Perawatan Ultherapy dan Peluncuran Aplikasi REAL MATTERS ID

Namun memang tidak bisa dipungkiri, kesan pertama yang ditangkap oleh pikiran kita ketika melihat seseorang akan jatuh kepada fisik lebih dahulu, disusul oleh perilaku ketika kita mengenalnya, dan pada tahap akhir adalah melihat prestasi atau kemampuan intelektualnya.

Ada Kehangatan Indonesia Dibalik Seragam Baru BCA Bermotif Tenun Ikat

Ragam adat dan budaya yang mendarah daging dalam identitas bangsa ini tidak bisa dihitung dengan jari. Salah satu kekayaan budaya kita yang juga bergaung di mancanegara adalah dengan adanya bermacam kain tradisional, sedangkan keragaman budaya lain dapat dilihat dari cara berpakaian. Di masyarakat Jawa misalkan, kita dapat dengan mudah melihat warga masyarakat berpakaian Batik, di lokasi lainnya terutama NTT, kita akan melihat ragam bentuk Kain tenun yang juga dikenakan masyarakat setempat.

Ketika Jogja Bukan Sekedar Kota

Yogyakarta adalah geriap titik nol. Senopati hingga Mangkubumi. Jalan kebebasan, perjuangan. Pertaruhan. Puisi ditahbiskan para pejalan sunyi. Penjaga nurani.

Kemilau Mutiara Indonesian South Sea Pearl

Jangan pernah menjadi manusia menyebalkan yang sama sekali tidak mencintai negeri sendiri. Menulislah sebagai upaya mendidik hati, menginspirasi anak negeri, dan belajarlah tetap hormat kepada tanah lahir sendiri.

Aku Anak Jujur dan Keajaiban Mendengarkan

Dengan menghormati kehidupan, kita memasuki sebuah hubungan spiritual dengan dunia, begitu pun arti dari sebuah kejujuran yang memiliki nilai-nilai spiritual. Sebuah kebahagiaan, kelegaan yang didapat dari orang-orang yang terbiasa berkata benar.

Karena Jawa Tengah Istimewa “Jateng Gayeng”

Ketika kau bangun di pagi hari, jika tak ada secangkir kopi dan lembar roti. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tetap melangkah berbagi kebahagiaan. Agar kita kerapkali merayakan sebuah ikatan, mengenai cinta antar sesama, dalam perbuatan, tulisan dan pandangan kita.

Back to Top ↑

Puisi

Rindu Itu Tidak Berat Dilan

Jika Dilan bilang rindu itu berat, mungkin Dilan sedang membawa satu sampai dua ton kata-kata yang disembunyikan dari pikiran-pikirannya yang tertunda.

212

Ibu kota penuh dengan kepala yang mengeja Tuhan ditiap jengkal. Layaknya laut, mereka menciptakan gelombang yang baru. Doa langit kepada yang Satu.

Aku Pernah

Aku pernah ingin menjadi sebuah bibit yang tumbuh di jantungmu. Menjadi tunas pertama yang melihat dunia di matamu, jauh sebelum pohon-pohon lain menyumbangkan pucuknya lebih dulu. Lalu bermain-main untuk memberikan mekar diantara versi mereka masing-masing.

Kau Bebas Menyebutnya Apa Saja

Apa pernah kau merasakan garis masa depan dibentangkan dengan harapan-harapan yang terlalu lama tersimpan kemarin?

Malam ini, rindu paling nyeri, jatuh di dahan-dahan. Dibangunkan hujan.

Kau pun tahu itu.

Bukankah, kenangan pernah tinggal di jantungmu yang penuh debar, sampai hati milikku kerapkali tanggal.

Kau adalah segala kemungkinan yang diberkati Tuhan paling sederhana. Tumbuh menjadi senyum, dalam pucuk bahagia paling ranum.

Mari berpuisi, sayang.
Agar kita kerapkali mencintai hobby yang sama.

Kau pemilik puisi paling manis. Untuk aku oles diujung margarine roti kehidupan menikmati hal kemarin yang kerapkali kumohonkan pada Tuhan menjadi kita, meski tidak.

Kau, pemilik puisi paling manis. Untuk diikutsertakan pada setiap hal. Agar kita tak pernah lupa. Bahwa kita pernah menjadi kita.

Segala yang manis-manis atas apa yang kusebut tabah menyala, menjadi sejuk, menjadi ice cream, yang meleleh dimana-mana.

Kau bebas menyebutnya apa saja; apakah cinta, senja, rindu dan kita. Diantara lampu-lampu temaram di sebuah taman cinta yang kerapkali terpasung kokohnya gedung-gedung tinggi ibu kota yang menjulang ke langit dan jerit nyaring bunyi kereta api.

Percakapan kita kerapkali ada, ketika kau menunggu hal yang bernama kemacetan mereda dan kau lanjutkan mencium asap dan debu aspal jalanan kota jakarta dan anak-anaknya.

Sepertinya, kau terbuat dari kata. Ayah dari anak-anak puisi yang kita ciptakan sama-sama.

 

 Dessy Achieriny

Tentang Kita

Aku tak terbiasa dengan jiwa ini yang mulai rindu terhadap sentuhan
Kulayangkan sejenak pandanganku melalui kaca di hati
Memantulkan seperti apa diriku sekarang

Perjalananku sempat terhenti di sebuah toko permata
Yang kerapkali memberiku hadiah dari langit tanpa kupinta
Lalu aku sedikit menoleh kepadamu
Sebab..
Kau membelinya dengan sebuah rasa yang indah

Ya.. Kau datang di saat semua pagar sudah terlalu kokoh untuk didaki
Memanjat dengan sangat tinggi hingga kau hanya melihatnya dengan sedikit senyum
Bagai berada dalam ruang hampa yang sulit untuk meraihnya lebih banyak

Cinta.. kenapa kau pergi dan menghilang?
Kusanjung tiap mimpi-mimpi yang menghangatkan tidur
Karena..
Rasanya malam sangat berarti dan tak rela kulepas angan begitu saja

Tapi..
Ketika garam itu menjadi manis untuk dirasa
Dan semua logika kusebut gila adanya
Kau bahkan hadir menggenapi kosongnya ruang kita

Maka kehidupan ini mengalihkan bijak jiwaku
Untuk memberimu ruang khusus di sela hatiku
Dan sama sama kita ekspresikan pada pelangi cinta

Fragmen Terakhir

Kehidupan terkadang juga membahas tentang sebuah opini, tentang hal yang baik yang mampu berubah menjadi tidak baik, tentang hal yang paling membahagiakan justru seringkali mampu menyakitkan. Setiap hal akan ada titik yang mampu berbalik.

Sajak Dalam Secangkir Kopi

Aku mencari rindu yang hilang di permukaan, kuharap cinta menguatkan kita dari hal itu. Dijariku semua tertulis segalanya. Ada wangi kopi robusta yang kutelan lekat-lekat. Kuharap seiring waktu percakapan kita tak pernah menjadi mahal. Kubalikkan saja semua waktu dan kenangan jadi satu, kubungkus dan kubuang jauh-jauh.

Serupa Aku

Kata itu mengeras dalam makna,  namun melaju kaku, simpul senyum terikat seakan kuat hilang pecah berhamburan..

Back to Top ↑

Uncategorized

Kuliner Legendaris Wajib Saat Liburan dan Jalan-Jalan di Malang

Kita adalah jiwa-jiwa yang hidup, jangan pernah rutinitas menjebak kita untuk tidak memberikan sebuah pilihan. Makan untuk hidup, hidup untuk kerja, kerja untuk uang, lantas uang kita gunakan untuk kebutuhan. Liburan juga termasuk kebutuhan, memberikan pikiran untuk jeda dan berlindung dari hal-hal yang sesekali tak perlu kita pikirkan. Melipir ke sebuah tempat, menikmati hidup, me-refresh otak untuk tidak pernah mendoktrin mengenai kerja, kerja, kerja dan kerja. Kali ini, saya akan mengajak kalian melihat keindahan kota Malang.

Pernahkah Kalian Memeluk Dirimu Sendiri?

Niatnya mau bikin cerpen, tapi malah meracau mengenai diri sendiri dalam sebuah document word sepanjang jalan kenangan di umur kita (saya dan kalian yang ikutan baca) yang entah berumur panjang, entah pendek.

Jelajahi Wisata Industri Ramah Lingkungan Bersama PT Semen Padang

Tik, tik, tik…. Bunyi lembut hujan yang jatuh dan hadir menemani rangkaian aktifitas ngeblogger dan menelurkan tulisan untuk menjadi pemahaman dan hal baru menikmati sepi, tulisan, kopi arabica dan menscrool kembali beberapa koleksi foto yang mengeksplore keindahan alam di instagram. Ada bulir-bulir harapan untuk menjejakkan kaki ke Sumbar, ketika saya melihat gallery photo AdityaPulun di Puncak Gagoan. Bertepat di Paninggahan. Kab solok. Sumbar, Museum kereta, dan masih banyak lagi lokasi yang patut di jelajahi di sana.

Pro dan Kontra Hashtag “KamiTIdakTakut”

Otak seringkali berpikir ketika banyak pertanyaan sederhana dilontarkan atau ketika seringkali membaca artikel yang janggal. Setiap peristiwa yang terjadi selalu saja memberikan asumsi yang beragam di masyarakat, ada pro dan kontra setelahnya. Kejadian yang merebak akhir-akhir ini akan menjadi pemberitaan hangat yang gencar digaungkan oleh media. Dan sekarang, kita telah memasuki dunia dimana pepatah lama perlu di revisi, mengenai lidah tak bertulang, disebabkan kemajuan zaman yang serba memicu ke arah tekhnologi, akan ada hari-hari dimana jari-jari juga saya rasa tak bertulang. Banyak sekali komentar-komentar pahit dari para Netizen yang gampang sekali ditulis tanpa disaring baik dan buruknya.

2 Sajak Sisi Ungu

Waktu memang menyiasati beberapa peristiwa yang berjalan, bahkan menyimpan beberapa kemungkinan yang sulit kita sentuh. Kebahagiaan adalah hal sederhana yang mudah terucap namun sulit menyatu dalam ragaku saat ini.

Back to Top ↑

Film

Best Plot Twist Movies

Sebagai anak bumi penikmat rebahan, yang kerapkali terjebak bisikan setan untuk cinta bermalas-malasan di saat komandan penghuni rumah sudah berangkat kerja dan prajurit-prajurit krucil seksi repot dijemput sekolah oleh belalang tempur, surga bagi teman di waktu santai adalah NONTON FILM.

Siap Gendeng Bersama Wiro Sableng Kapak Naga Geni 212

Lama rasanya tak berguru melihat sosial media, sedikit semedi dari dunia maya membuat saya langsung seperti hilang dari peradaban hiburan tanah air, namun waktu yang berharga ini ditukar dengan beralih mengarungi perjalanan mencari kitab suci piknik buat kepala. Mumpung anak-anak liburan dan papanya anak-anak cuti, jadi agenda kehidupan berubah, sedikit mengambil jalur berbahaya yaitu mulai pencitraan sekedar mendapatkan foto Instagram-able dan kenangan yang numpuk satu-satu sebagai buah cerita paling panjang.

Sederet Film dan Drama korea yang Harus Kamu Tonton

Buat kalian pecinta film dan drama korea, bisa melipir sebentar ke karendis.com nih untuk sekedar membaca ulasan rekomend dari boneka Annabelle buat menemani keisengan kalian yang lagi pengen santai nonton atau download manja saat weekend dan menghempaskan segala kepenatan di kantor.

Pengabdi Setan & Sanam Teri Kasam

Saya kurang baik apa coba, air keran di kamar mandi aja berkali-kali saya doain. Berdoa… biar airnya gak dingin-dingin amat. Karena males mandi tiap musim hujan adalah hak segala bangsa kan ya. Seharian mendung dari tadi, dengan udara yang hawanya kian dewasa di atas 18 tahun begini, paling enak memang bertapa di bawah selimut kamar melulu gak keluar-keluar. Sampe merangkak mau ngambil remote aja males, apalagi kalau ke kamar mandi, butuh pertimbangan matang dengan alasan yang paling tepat dan akurat.

Eneng Cuma Pengen Nulis Tentang Review Film, Bang

Sudah pukul 6, petang telah datang, bisikan baik mengingatkan kita mencintai Tuhan. Sayup-sayup terdengar panggilan lewat speaker rumah ibadah. Waktu di arloji tak berdentang, namun rekaman di kepala berteriak akan janji pada Tuhan. Sudah waktunya istirahat dari secangkir kopi dan tulisan, kemudian bergegaslah mengajak jiwa ke langit bersama adzan maghrib, begitulah cara hati mengingatkan diri sendiri.

Finding Mr Right 2

Mungkin, waktu keseharian dalam hidup saya lebih banyak dihabiskan dengan menulis dan menonton film. Kesepian bukan hal menjenuhkan, saya seolah mempunyai dunia lain yang memang sengaja saya buat dan saya ciptakan sendiri dengan menghabiskan waktu menyelami berfilm-film setiap hari, selain mengerjakan urusan rumah tangga sebagai kewajiban seorang wanita. Agar yang bernama kebosanan hilang jauh-jauh dalam hidup saya. Buat saya pribadi, dengan menonton banyak genre film membuat kita banyak mengenal karakter orang lain.

Back to Top ↑

Travelling

Karena Jawa Tengah Istimewa “Jateng Gayeng”

Ketika kau bangun di pagi hari, jika tak ada secangkir kopi dan lembar roti. Berjanjilah pada diri sendiri untuk tetap melangkah berbagi kebahagiaan. Agar kita kerapkali merayakan sebuah ikatan, mengenai cinta antar sesama, dalam perbuatan, tulisan dan pandangan kita.

Junjung Adat Tegakkan Marwah

kakek
Foto kakek bersama Bupati Karimun (Aunnur Rafiq)
Saya banyak mengetahui mengenai adat istiadat, sejarah dan bagaimana perkembangan Karimun sejak dulu, dari sebelum dan setelah otonomi daerah oleh kakek (panggilan saya untuk mertua).
Back to Top ↑

Status Update

Maah… Curhat Dooong Maah…

Ada inbox masuk begini, ikutan sedih bacanya, curhatan-curhatan seperti ini membuat saya beribu-ribu kali berpikir. Padahal saya bukan Mamah Dedeh dan A,a yang sedang bikin acara “Curhat doooong mah” namun entah kenapa banyak orang yang menanyakan hal ini.

Back to Top ↑